I Can Speak (Film Korea), Tentang Perjuangan Mantan Jugun Ianfu

        
www.maria-g-soemitro.com


 I Can Speak, Tentang Perjuangan Mantan Jugun Ianfu


Pernah terbayang apa yang terjadi pada perempuan yang diperkosa? Bagaimana jika dia diperkosa beramai-ramai? Juga, bagaimana jika dia diperkosa setiap hari? 

Diperkosa dan disiksa menjadi keseharian perempuan-perempuan yang diambil dari wilayah jajahan Jepang dan dijadikan objek seks tentara Jepang. Pemerintah Jepang sengaja membuat system jugun ianfu agar tentaranya mendapat hiburan, sehingga moral dan kinerjanya meningkat. (sumber)

Pada 1943, di Indonesia diperkirakan ada lebih dari 40 rumah hiburan untuk mengumpulkan perempuan jugun ianfu. Mereka tidak bisa melarikan diri karena penjagaan militer sangat ketat.

Tidak hanya menjadi budak seks, para perempuan jugun ianfu Indonesia juga disiksa secara fisik dan mental. Jika ada yang hamil, mereka harus menggugurkan kandungan.

Pada 1945, saat Jepang harus angkat kaki dari bumi Indonesia, para jugun ianfu dikembalikan ke tempat asalnya masing-masing. Bukan hal yang mudah. Mirip gelas pecah, mereka tidak bisa kembali utuh. 

Beberapa hal ini terjadi pada mereka:

  • Trauma. Pemerkosaan tidak hanya meninggalkan luka fisik, juga non fisik (mental), dan inilah yang terburuk. Di usia belasan tahun jugun ianfu diperkosa dan disiksa setiap hari, bukan perkara mudah untuk menyembuhkannya.
  • Kesehatan buruk. Diperkosa, disiksa, harus menggugurkan kandungan dan tertular penyakit kelamin membuat kesehatan jugun ianfu menjadi sangat buruk.
  • Tekanan sosial. Mantan jugun ianfu dianggap kotoran, sehingga masyarakat mengucilkan mereka.
  • Tertekan secara psikis
  • Miskin. Dikucilkan masyarakat membuat mantan jugun ianfu kesulitan memperoleh pekerjaan.

Tragedy perempuan yang dipaksa menjadi budak seks, rupanya mengilhami banyak sineas. Sutradara Indonesia, Sjuman Jaya sukses membesut film Budak Nafsu yang dibintangi Jenny Rachman, El Manik, dan Mang Udel, dan menggaet sejumlah penghargaan pada Festival Film Indonesia 1984, yakni:

  • Pemeran Utama Pria Terbaik : El Manik
  • Sutradara Terbaik : Sjuman Djaya
  • Tata Sinematografi Terbaik : Soetomo Gandasoebrata
  • Tata Musik Terbaik : Idris Sardi

sedangkan sineas Korea Selatan meluncurkan Film Korea berjudul “I Can Speak”, film yang juga mendulang banyak penghargaan, yaitu:

2018 (55th) Daejong Film Awards - October 22, 2018

  • Best Actress (Na Moon-Hee)

2018 (54th) BaekSang Arts Awards - May 3, 2018

  • Best Actress (Na Moon-Hee)

2017 (38th) Blue Dragon Film Awards - November 25, 2017

  • Best Director (Kim Hyun-Seok)
  • Best Actress (Na Moon-Hee)
  • Popularity Award (Na Moon-Hee)

2017 (1st) The Seoul Awards - October 27, 2017

  • Best Actress (Na Moon-Hee)

Baca juga:

Silenced, di Balik Tembok Pelecehan Seksual

Paranoia (Film Indonesia 2021), Ending yang Membagongkan

    
maria-g-soemitro.com


Na Moon-Hee sebagai Na Ok-Boon

Na Ok Boon dikenal di pasar sebagai perempuan tua yang nyinyir. Setiap hal yang diketahuinya sebagai pelanggaran, akan dilaporkan ke kantor pelayanan publik. Akibatnya dia tidak disukai, baik di kantor pelayanan publik maupun area tempat tinggalnya.

Na Ok-Boon menyimpan masa lalu yang kelam, di usia 13 tahun dia dibawa ke kamp tentara Jepang untuk menjadi pemuas nafsu seks dan objek penyiksaan (jugun ianfu).

Terkena depresi berat, Na Ok Boon pernah berusaha bunuh diri. Temannya, Jung-Sim yang menyelamatkan nyawanya. 

Jung-Sim yang gagah berani berniat maju ke mahkamah internasional untuk membongkar kejahatan pemerintah Jepang dan memaksa mereka untuk meminta maaf. Agar misinya sukses, Jung Sim tekun berlatih Bahasa inggris.

Sayang, niat Jung Sim dikalahkan penyakit Alzheimer, daya ingatnya menurun. Sehingga Na Ok Boon lah yang harus maju ke mahkamah internasional, menggantikan  peran Jung Sim.

Tekad Na Ok Boom mengalami hambatan. Gara-gara malu malu dan tak ingin dikucilkan dari masyarakat, dulu Na Ok Boom tidak mencatatkan diri sebagai korban system jugun ianfu. Sehingga kini,  pengakuannya di mahkamah internasional terancam tidak diakui.
    
   

www.maria-g-soemitro.com


Lee Je-Hoon sebagai Park Min Jae

Park Min Jae seorang pegawai negeri sipil yang tinggal bersama adik laki-laki semata wayang, Young-Jae.

Sebetulnya Park Min Jae bercita-cita sebagai arsitek, kematian kedua orangtua, merenggut impiannya. Untuk meningkatkan jenjang karir, Park Min Jae aktif meningkatkan nilai Bahasa Inggrisnya.

Saat sedang berada di tempat kursus Bahasa Inggris, Park Min Jae bertemu dengan Na Ok Boom, nenek tua yang dianggap trouble maker di pelayanan public tempat Park Min Jae berkantor.

Na Ok Boom minta bantuan Park Min Jae membantunya belajar Bahasa Inggris. Na Ok Boom ditolak mengikuti kursus karena usianya membuat kemampuan Na Ok Boom menurun.

Semula Park Min Jae enggan membantu. Keputusannya baru berubah sesudah tahu bahwa Na Ok Boom ingin belajar Bahasa Inggris agar bisa speak up di mahkamah internasional.
   

www.maria-g-soemitro.com


Synopsis Korean Movie: I Can Speak

Park Min Jae urung memesan pizza, ketika dari balik jendela bus, dia melihat adik lelakinya, Young-Jae sedang berjalan menelusuri jalan di depan pertokoan.

Park Min Jae hanya hidup berdua dengan adiknya, kedua orangtuanya sudah meninggal. Dia sangat sayang pada adiknya, karena itu dia bergegas turun dari bus, dan membuntuti Young Ae.

Ternyata sang adik tidak menuju pulang, dia berjalan ke arah pasar dan masuk ke sebuah ruko. Betapa terkejutnya Park Min Jae saat mengetahui bahwa pemilik ruko adalah Na Ok-Boon, seorang nenek tua yang kerap membuat onar di kantor Park Min Jae, kantor pelayanan masyarakat.

Na Ok-Boon gemar membuat laporan. Puluhan laporan dia buat, mulai dari lampu jalan yang mati hingga pelanggaran yang dilakukan pengembang. Kawasan pasar tempat Na Ok Boon tinggal, terancam direvitalisasi Yerim Group yang melakukan serangkaian kelicikan agar bisa membeli lahan dengan harga murah.

Ulah Na Ok Boon baru berhenti setelah Park Min Jae berjanji membantunya belajar Bahasa Inggris. Bantuan setengah hati, sebab Park Min Jae memberi Na Ok Boon materi yang sulit, seperti harus mempelajari: ecology, encyclopedia, dan kosa kata sulit lainnya yang jarang digunakan dalam percakapan harian.

Tujuan Park Min Jae, nenek tua itu akan kapok dan tidak mau meneruskan belajar  Bahasa Inggris dengannya. Keputusan yang diubah sendiri oleh Park Min Jae kala mengetahui adiknya menyukai makan masakan rumahan yang dibuat Na Ok Boon!

Alasan Na Ok Boon mengajak Young Ae makan di rumahnya sebab gak tega melihat Young-Jae kerap makan ramen mentah. Na Ok Boon berpikir, toh sehari-hari hanya makan sendirian, jadi dia mengajak Young-Jae untuk makan di rumahnya, sepulang sekolah.

Young-Jae pulalah yang membuat penilaian Park Min Jae terhadap nenek Na Ok Boon berubah. Ulah menjengkelkan Na Ok Boon selama ini disebabkan dia kesepian. Na Ok Boon tak punya anak dan kerabat.

Namun ada satu hal yang membuat Park Min Jae serius menggarap kemampuan Bahasa Inggris Na Ok Boon, yaitu: Sebagai korban budak seks (jugun ianfu di era penjajahan Jepang)  Na Ok Boon ingin bisa bersaksi di mahkamah internasional untuk mendesak pemerintah Jepang mengakui kesalahannya dan meminta maaf.
   

www.maria-g-soemitro.com


Review Korean Movie: I Can Speak

Film Korea tahun 2017, tapi kok saya baru nonton sih?

Hehehe saya juga heran. Baru nonton ketika mencari drama terbaru Lee Je-Hoon. Aktor ganteng berambut mirip gorden/tirai ini aktingnya selalu jempolan, dan berakhir bikin susah move on.

Beberapa dramanya yang saya lahap habis, seperti “Taxi Driver”, “Signal, “Tomorrow with You”, “Where Stars Land” dan yang paling bikin greget adalah “Move To Heaven” sebagai paman Cho Sang-Gu yang tengil.

  

www.maria-g-soemitro.com
Lee Je Hoon dan rambutnya yang mirip gorden πŸ˜€πŸ˜€


Jadi karena tahun 2022, Lee Je-Hoon gak rilis drama dan film terbaru, saya pilih film Lee Je Hoon di tahun 2017  “I Can Speak” yang menyabet banyak penghargaan. Dan emang bagus!

Film “I Can Speak” menggiring penonton dalam luapan emosi. Nyeremin di awal film dengan munculnya 2 sosok berjas hujan yang kepalanya tertutup hoodie, bikin penonton merasa horor sekaligus bertanya-tanya.

Kemudian ternyata, salah satu pemakai hoodie adalah nenek Na Ok-Boon yang masuk ke kantor pelayanan publik untuk bikin laporan. Dia berhasil menangkap basah pelaku teror dan memotretnya. Dengan membawa segepok laporan dia melapor ke kantor pelayanan publik. 

Na Moon-Hee sukses memerankan nenek Na Ok Boon yang nyebelin nyinyir dan sok ngatur. Di usianya yang ke-76 pada tahun 2017, Na Moon Hee menunjukkan kelasnya yang telah membintangi puluhan drama dan film Korea. Klop banget dengan Lee Je-Hoon yang selalu mengeksplorasi kemampuan aktingnya, dan berhasil!

Jadi jika sedang ingin menonton Film Korea, recommended banget film “I Can Speak”.  Walau bercerita tentang mantan jugun ianfu, penonton gak diajak untuk menangis lebay.

Namun justru menangis bangga melihat keuletan dan keberanian nenek Na Ok Boon yang seolah menyiratkan pesan “Tak ada kata terlambat untuk perubahan!"

Ingin membaca ulasan drama Korea dan film Korea lainnya? Bisa banget ke blog review drakor milik Lendy Agassi yang lengkap banget.

Baca juga:

Move to Heaven, Kisah Tentang Paman Jorok dan Keponakannya Penyandang Sindrom Asperger 

Taxi Driver, Saat Keadilan Tidak Berpihak

Profile (sumber asianwiki)
Movie: I Can Speak
Revised romanization: Ai Kaen Seupikeu
Hangul: 아이 μΊ” μŠ€ν”Όν¬
Director: Kim Hyun-Seok
Writer: Yoo Seung-Hee, Kim Hyun-Seok
Producer: Lee Ha-Young, Kang Ji-Yeon
Cinematographer: Yoo Eok
Release Date: September 21, 2017
Runtime: 119 min.
Genre: Drama
Distributor: Lotte Entertainment, Little Big Pictures
Language: Korean
Country: South Korea

22 comments

  1. Bacanya sambil tahan napas, jujur suka nggak tega kalau nonton drama yang ada kasus pelecehan seksual gini. Tapi jadi penasaran pengen nonton.

    ReplyDelete
  2. Dennise SihombingJuly 9, 2022 at 8:13 AM

    Kesuksesaan Na Moon-Hee memerankan tokoh nenek Na Ok Boon mungkin seperti artis lawas Conny Sutedja ya. Perannya nenek bawel dan nyinyir. Salud dengan Na Ok Boon masih semangat untuk belajar bahasa Inggris karena dia mau "I Can Speak" agar bisa menceritakan pada dunia perjuangan mantan Jugun Ianfu.

    ReplyDelete
  3. Sebenarnya, Jujurly, saya bukan pecinta drakor. Tapi setelah baca review Ambu tentang film I can speak ini, saya jadi tertarik mau nonton... Ditambah banyaknya penghargaan perfilman yang diterima film ini, membuat saya penasaran. Apalagi ada unsur sejarah nya... Oke fixed, saya masukkan ke dalam keranjang wishlist aku ya...

    ReplyDelete
  4. Aku juga suka sama Lee Je Hoon, Ambu..
    Hanya beberapa aktor Korea yang IG nya aku follow, agaknya memang aku fans yang selalu menggemari aktor dengan attitude baik dalam kehidupan sehari-harinya.
    Dan Lee Je Hoon termasuk salah satu aktor yang aku kagumi.

    Tapi..
    Film I Can Speak ini aku mandeg di beberapa menit awal, huhu.. Ternyata ada kisah kelam di balik film ini yaa, Ambu.

    Kudu nonton sih..
    Soalnya aku pikir cuma kisah nenek rese tukang ngomel yang diajari Bahasa Inggris sama Jee Hoon oppa.

    Nuhun Ambu atas rekomendasi blog review drakornya.
    Senang sekali kalau ada yang menuliskan review film atau drama, jadi membaca dari perspektif berbeda. Kayanya seru yaa, Ambu.. kalo diskusi film.

    ReplyDelete
  5. Saya bayangin nenek-nenek di usia senjanya bertekad belajar Bahasa Inggris agar bisa 'bicara' di Mahkamah Internasional, keren banget!
    Pasti bisa dapat banyak pelajaran dari film I Can Speak ini.
    Serupa kisahnya dengan kekejaman di masa lalu yang dilakukan tentara Jepang terhadap perempuan Indonesia yang difilmkan. Tema jugun ianfu ini pun ternyata diangkat ke layar lebar dengan apik sebagai film Korea.
    Keren review dan filmnya, Ambu!

    ReplyDelete
  6. Saya baru tahu Mbak kalau Jugun Ianfu tuh ada juga di Korea. Saya kira ada di Indonesia aja. Dan saya heran dengan stereotip yang muncul di masyarakat tentang mereka ini. Padahal mereka kan korban ya. Dipaksa dan direndahkan. Kenapa harus dimusuhi?

    Habis baca ini saya loh langsung buka filmnya. Jee-hoon salah seorang aktor favorit saya, dan baru ini saya tahu dia main di film ini. Actingnya selalu memukau dan berbobot. Mbak Maria sudah nonton film dia yang berjudul MY PAVAROTTI belum? Dia berperan jadi berandalan tapi pengen jadi penyanyi opera. Lucu dan seru loh Mbak.

    ReplyDelete
  7. Baca review film i can speak film korea ini horor banget, aku ga berani nonton film horor suka terbayang hii serem

    ReplyDelete
  8. Belum bisa menyimak dengan baik ambu, seringnya tertinggal klo ada review k film

    ReplyDelete
  9. Daku juga belum nonton nih Ambu filmnya si tamvan ini.
    Kalau udah dia jadi aktor utamanya terbayangkan bagusnya

    ReplyDelete
  10. nah ini salah satu list film yang pengen aku tonton juga. udah sempat liat trailer nya kayaknya keren banget sih film nya.

    ReplyDelete
  11. Aku udah liat judul film ini di VIU sama netflix ambu tapi belum jadi-jadi nontonnya. Ngeri banget ya jaman perempuan dijadiin jugun ianfu pas penjajahan Jepang. Tapi ini cakep Na Ok Boon pantang menyerah buat belajar bahasa Inggris biar bisa speak up di mahkamah Internasional, otw mau nonton minggu depan

    ReplyDelete
  12. Baca paragraf pembuka tulisan di atas aja saya gak yakin bakal kuat nonton filmnya secara lengkap. Gak kuat mental saya tuh, nonton film kayak gini. Kapan hari nonton film yang kurang lebih genrenya sama, pasti aja endingnya bakal menyisakan perasaan mengambang gitu. Kzl iya, tapi gak bisa ngapa-ngapain pun iya

    ReplyDelete
  13. Baca pengantarnya langsung merinding saya mbak. Pengen skip tapi wajib baca biar tahu isi inti dari postingan ini.

    Jugun Ianfu, berat sekali memang kehidupan mereka ya. Usia belasan tahun yang rata-rata ceria hidupnya, tiba-tiba berubah drastis saat ketemu dan dibawa oleh pasukan Jepang

    ReplyDelete
  14. keren banget ini filmnya dan sangat menginspirasi.

    ReplyDelete
  15. Biasanya saya menghindari film dengan tema perkosaan. Karena suka terbawa jadi marah banget.

    Film I Can Speak juga bikin saya emosi. Tapi, bukan rasa marah. Lebih ke merasa sedih. Selain itu, saya menyukain alur ceritanya. Saya juga jadi tau kalau Korea pun punya sejarah kelam tentang hal ini

    ReplyDelete
  16. Hahaha... untung Je hoon ganteng. Ambu ada-ada aja segala rambut kaya tirai gorden. Jadi nget kak jiel kan.. 🀭

    Tokoh Nenek Na emang disini iconic banget perannya. Bisa banget diusianya yang segitu karakternya piawai dibawain.

    Ngomongin i can speak aku jadi inget film indonesia penyalin cahaya yang juga punya skandal hampir serupa.

    ReplyDelete
  17. Judulnya mirip dengan nama satu tempat kursus berbahasa inggris. Jalan ceritanya menarik banget dan pastinya inspiratif ya

    ReplyDelete
  18. Nonton film ini seperti kembali pada ingatan lama akan penjajahan Jepang di Indonesia. 5 tahun dijajah oleh mereka, kejahatan seksual memang jadi record hitam yang luar biasa. Ternyata Korea pun mengalami hal yang sama ya. Bergetar saya melihat scene saat para jugun ianfu berada di satu rumah kayu, minim aliran udara dengan kondisi yang mengkhawatirkan. Merinding

    ReplyDelete
  19. Saya pernah dengar soal jugun ianfu ini waktu masih sekolah di Tasikmalaya, saat itu kakek sering cerita
    Ada temannya yg jadi jugun ianfu dan begitulah kasihan kehidupannya.
    Dari artikel ini saya jadi nambah banyak wawasan nih. Meski belum nonton, lewat review ini saya sepakat kalau tayangan ini sangat rekomendasi

    ReplyDelete
  20. sepertinya saya gak akan sanggup nonton film ini, Mba. Terlalu menguras emosi saya, hiks

    ReplyDelete
  21. Sebenarnya kalau belajar sejarah, latar belakang Korea dan Indonesia sebagai negara jajahan ini mirip-mirip dan ini juga kalau dari sudut pandang penjajah, memang perlakuan mereka dianggap benar (pada zamannya).

    Berkat jugun ianfu, kondisi pemerintahan secara tidak langsung jadi berjalan lancar

    Tapi memang jadi mengorbankan perempuan, kaum dipandang lemah tak berharga.

    Sedih sekali...

    ReplyDelete
  22. Baca paragraf pertama saya langsung gak tega dan lemas ketika membaca bagaimana dulu banget ada praktik penyiksaan dan perbudakan seks terhadap kaum perempuan. Apalagi dampak traumanya pasti gak mudah dijalani oleh para Jugun ianfu tersebut

    ReplyDelete