Ingin Cantik? Yuk Pilih Produk Ramah Lingkungan dan Ramah Sosial!

   

Ingin Cantik? Yuk Pilih Produk Ramah Lingkungan dan Ramah Sosial!


Apa kemasan sabunmu?

Jawaban bisa beragam. Mungkin ada yang menjawab tube untuk sabun kecantikan, kemasan plastik atau kertas berlapis plastik untuk sabun mandi.

Tapi mungkin jarang, atau bahkan baru mendengar bahwa ada sabun yang dikemas dalam kaleng (gambar di atas). Ukurannya kurang lebih sebesar wadah kaleng permen pastiles.

Nampak kecil ya? Hanya 50 gram. Tapi setara dengan 350 ml sabun cair dan bisa digunakan selama 3-4 bulan! (isi putih: deodorant, isi hitam: sabun mandi)

Daftar Isi

  • Sharing Cantik Lestari bersama 3 Narasumber Kece
  • Ingin Cantik?  Pilih Produk yang Ramah Lingkungan dan Ramah Sosial!
  • Segara Naturals, Produk Ramah Lingkungan dan Ramah Sosial
  • Pilihan Sudah Tersedia, Saatnya Memilih

Terobosan produk kecantikan seperti sabun dan sampo mengemuka dalam blogger gathering yang digagas Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) dan Blogger Perempuan Network. 

Hadir 3 narasumber kece  yang memberi pemahaman tentang cantik lestari, yaitu:

  1. Danang Wisnu Wardhana, Skincare Content Creator
  2. Christine Pan, Segara Naturals
  3. Gita Syaharani, Kepala Sekretariat LTKL

Berlangsung live on pada Jumat, 9 April 2021,  ke-3 sosok keren ini berbagi materi sebagai berikut.

sumber: freepik.com


Ingin Cantik?  Pilih Produk yang Ramah Lingkungan dan Ramah Sosial!

“Harus happy saat menggunakan produk skincare,” kata Danang Wisnu Wardhana yang telah menggunakan skincare sejak usia sekolah dasar. 

Secara spesifik Danang menjelaskan bahwa rasa bahagia timbul karena produk kecantikan yang digunakan diproses dengan bagus dan berasal dari sumber yang bagus. Bahkan kita bisa saling menolong sesama, agar kita semakin bahagia.

Huhuhu …..sebelumnya nggak kepikiran ya bahwa produk yang digunakan bisa membuat bahagia? Setelah mendengar penjelasan Danang, barulah kita manggut-manggut setuju.
Gini katanya:

Produk kecantikan yang dimaksud adalah produk kecantikan ramah lingkungan dan ramah sosial dalam produksinya. Mulai dari pengambilan bahan baku, formulasi konsumsi, daur ulang kemasan, hingga sistem pembuangan sampah sesuai prinsip ramah lingkungan dan ramah sosial.

Produk yang ramah lingkungan dan ramah sosial dapat menyejahterakan masyarakat, menjaga lingkungan dan membantu pembangunan ekonomi negara (Tolnay dkk.,2018)

Gita Syaharani sebagai Kepala Sekretariat LTKL mengajak audiens memahami masalah dengan lebih jernih. Menurutnya  produk ramah lingkungan dan ramah sosial haruslah memberi manfaat:

Menjaga Fungsi Alam Tanpa Bencana    

Sebagai contoh kasus kelapa sawit, bahan baku produk kecantikan. Kelapa sawitnya sih gak salah. Pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) yang berambisi memperoleh hasil sebanyak mungkin, dan dengan cara semurah mungkin, telah menyebabkan penghilangan hutan.

Sebagai konsumen, kita punya banyak pilihan. Alih-alih menggunakan produk kecantikan yang menggunakan kelapa sawit, kita bisa memilih antara minyak kelapa dan minyak tengkawang.

Dengan kata lain, sebagai konsumen kita bisa lho mendorong penggunaan keanekaragaman bahan baku, baik krestivitas bahan baku yang sudah ada maupun terobosan inovatif. 

Baca juga: Cantik Lestari Tanpa Merusak Alam dengan Minyak Tengkawang

Petani/Pekebun Pekerja Sejahtera

Produksi yang hanya fokus pada satu bahan baku, misalnya kelapa sawit, membuat petani/pekebun pekerja ikut menanam kelapa sawit dan menyetor hasilnya pada perusahaan besar.

Akibatnya, harga ditentukan perusahaan tersebut. Petani tak berdaya. Mereka kerap nombok untuk membeli pupuk dan kebutuhan pertanian lain.

Beda halnya jika konsumen, sesuai hukum ekonomi (supply and demand) meminta produk kecantikan berbahan baku selain kelapa sawit, maka petani akan bergairah memproduksi bahan baku dari pohon kelapa dan pohon tengkawang.

Energi dan Limbah Produksi Terjaga    

Karena dibudidayakan dan diproduksi petani, maka mereka akan memanfaatkan hasil panennya. Salah satu contoh adalah tengkawang, sesudah diperas dan diambil minyaknya, ampas digunakan untuk pakan ternak.

sumber: insatgram.com/@segaranaturals


Segara Naturals, Produk Kecantikan Ramah Lingkungan dan Ramah Sosial

Sebetulnya di pasar telah banyak beredar produk kecantikan yang ramah lingkungan dan ramah sosial. Sayang, belum banyak yang  paham betapa pentingnya keberadaan mereka.
Mereka nggak sekedar “sok go green”. Tapi beenar-benar peduli akan kenyataan bahwa “bumi hanya satu”. Masak sih tega mempertaruhkan keberlanjutan bumi hanya demi kecantikan?

Nah, agar tidak salah memilih, pada saat blogger gathering hadir Christine Pan, perwakilan Segara Naturals. 

Nampak berhati-hati agar tidak dituduh “jualan” 😀😀, Christine Pan berkisah tentang kepedulian akan sampah dan bersama teman-temannya memproduksi produk kecantikan yang ramah lingkungan serta ramah sosial.

Contohnya sampo di atas yang nampak mungil dalam kemasan 50 gram, ternyarta setara dengan 350 ml sabun cair dan bisa digunakan selama 3-4 bulan!

Gita Syaharani memberi tips untuk mengetahui suatu produk termasuk ramah lingkungan dan ramah sosial, yaitu:

Baca Label

Label merupakan sarana komunikasi antara produsen dan konsumen, sekaligus wujud tanggung jawab produsen dalam memberi informasi yang akurat.

Konsumen harus peduli akan label, karena dialah yang menggunakan produk untuk dioleskan ke wajah/ anggota tubuh, dipakai menggosok gigi/berkumur serta kebutuhan pribadi lainnya.

Kenali Bahan

Sebagai contoh Avocado Tea Tree, sabun mandi travel produksi Segara Naturals. Dari website-nya tercantum bahwa produk ini mengandung minyak alpukat yang berfungsi melembutkan, minyak atsiri tea tree sebagai anti-mikroba, dan ekstra lidah buaya untuk melembutkan kulit yang terpapar sinar matahari.

Secara spesifik dicantumkan bahan yang digunakan adalah: minyak buah zaitun perasan pertama, minyak kelapa, minyak canola, minyak biji jarak (castor), minyak alpukat, sari lidah buaya, air sulingan, minyak atsiri melaleuca alternifolia (tea tree), minyak atsiri pogostemon cablin (nilam), ekstrak daun rosmarin.

Tercantum juga bahwa sabun Avocado Tea Tree sangat cocok untuk jenis kulit kering atau kombinasi.

Pahami Komoditas Asal    

Setelah membaca ingredients di atas pastinya langsung paham bahwa bahan baku berasal dari Indonesia, bukan dari negara antah berantah.

Penting banget mengetahui asal komoditas karena setiap bangsa mempunyai kulit wajah dan tubuh yang berbeda. Otomastis kebutuhan bahan bakunya berbeda pula.

Apa Dampaknya

Pemilihan produk berbahan baku dalam negeri tidak saja bermanfaat bagi tubuh/wajah pemakai, juga perekonomian di kawasan komoditas berasal, dan akhirnya berdampak pada perekonomian nasional.

Pilih yang Lestari

Hanya pilih bahan baku produk kecantikan yang lestari, sudah seharusnya menjadi prinsip hidup kita, sebagai konsumen. Siapa lagi yang menjaga keberlanjutan bumi untuk diwariskan ke generasi mendatang, jika bukan kita?

Berbagi Cerita Kamu

Pastinya nih ya? Sebatang lidi tak akan berarti tanpa teman-temannya, untuk kemudian membentuk ikatan sapu lidi. Agar yang kita lakukan berdampak positif, penting banget membagikannya, baik dari mulut ke mulut, media sosial, maupun menuliskannya di blog. 

Untuk mudahnya, Gita menyarankan memilih produk yang bercerita. Jika kita merasa asing dengan ingredients suatu produk, pastinya kita tidak bisa bercerita bukan?

 
sumber: YPBB Bandung

Pilihan Sudah Tersedia, Saatnya Memilih

Harganya mahal! Mungkin demikian complain kamu pada produk kecantikan yang ramah lingkungan dan ramah sosial. Sabun mandi Avocado Tea Tree misalnya, dibandrol dengan harga Rp 40.000/pcs

Untuk mempermudah, mari kita bandingkan antara harga tepung terigu dengan tepung tapioka. Harga tepung terigu di warung hanya Rp 7.000, sedangkan tapioka Rp 25.000 (harga tokopedia).

Jauh banget ya? Padahal tepung terigu merupakan komoditi impor lho, sedangkan tapioka hasil produksi petani kita. Harga tepung terigu bisa murah karena hasil mass production yang dilindungi pemerintah (mendapat subsidi dan PPN 0 %).

Sedangkan tapioka, sejak masih hulu (berwujud tanaman singkong) nggak dipedulikan pemerintah. Ngga heran harganya mahal.

Demikian pula bahan baku produk yang digunakan Segara Naturals, Green Mommy Shop dan lainnya, mereka berjuang sendirian tanpa bantuan pemerintah. Bahan bakunyapun harus dicari, tidak tersedia di pasaran dengan mudah.

Tapi bandingkan manfaatnya bagi wajah/tubuh kita, serta perekonomian (lokal dan nasional), rasanya sepadan ya?

Apalagi jika melihat sampah yang dihasilkan. Gambar di atas adalah sampah kemasan yang ditemukan pegiat gerakan “Coastal Clean Up”.

Ya ampun produk kamar mandi kok ada di lautan? Serem banget!

Produksi tahun 1980, kemasannya masih utuh. Andaipun hancur, cuma berubah menjadi mikroplastik. Apesnya, tak ada microorganism yang mau makan mikroplastik!

Bumi kita hanya satu. Pilihan produk ada di tangan Anda sebagai konsumen. Termasuk keberlangsungan bumi, ada di tangan Anda sepenuhnya.

Apakah akan mewariskan bumi yang rusak untuk generasi berikut? Atau merawatnya, sehingga paling tidak anak cucu kita menghuni bumi dengan kesehatan yang sama, seperti yang kita nikmati sekarang.

Baca juga: 

3 Tokoh Inspiratif dalam Drama Korea, Kamu Wajib Nonton

Ms. Hammurabi, Karena Pelecehan Seksual Bukan Sekadar Dipegang

53 comments

  1. Baangga sebagai anak negeri jika produk apapun memanfaatkan bahan dasar dari petani sehingga kemakmuran dan kesejahteraan terwujud. Mantap produknya ramah lingkungan. Indonesia bisa

    ReplyDelete
  2. Jauh banget ya harga tepung terigu cuma 7.000,-. sedangkan tepung tapioka harga-nya mencapai 25.000,- padahal bahan dasarnya dari singkong, Tapi aku suka singkong loh ... kak, suka aku bikin comro, kolak dan kue talam singkong

    ReplyDelete
  3. Jauh banget ya harga tepung terigu cuma 7.000,-. sedangkan tepung tapioka harga-nya mencapai 25.000,- padahal bahan dasarnya dari singkong, Tapi aku suka singkong loh ... kak, suka aku bikin comro, kolak dan kue talam singkong

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setelah baca postingan ini, jadi sekarang aku harus pandai-pandai memilih produk ya... jangan sampe tertipu

      Delete
  4. Ini tantangan banget buat para pejuang lingkungan ya Mbak Mar. Karena sebagian besar dari kita memilih produk kecantikan lebih kepada unsur keindahan, kenyamanan dan tentu saja branding/merk nya. Jarang banget yang rajin menelusuri ingredients dan efek berterusannya pada lingkungan dan alam.

    Semoga dengan semakin banyaknya helaian lidi dan kesadaran akan lingkungan, pemilihan produk seperti SEGARA NATURALS.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Membaca artikel ini lagi, mengingatkan saya untuk mencoba mengaplikasikan kecintaan akan lingkungan dalam beberapa kegiatan sehari-hari. Terutama untuk pilihan kebutuhan kosmetik yang dipakai sehari-hari

      Delete
    2. saya banget nih, pilih produk berdasarkan brand/merk yang udah di kenal. Padahal yang udah dikenal, belum tentu ramah lingkungan dan ramah sosial

      Delete
    3. Semenjak beberapa kali ikut webinar tentang pelestarian lingkungan, kesadaran untuk menggunakan produk ramah lingkungan selalu terpikirkan saat membeli produk apapun.

      Delete
  5. Baca label,
    kenali bahan,
    pahami komoditas asal,
    pahami dampaknya,
    pilih yang lestari.

    Siappp! AKu akan praktikkan tips ini ketika berburu produk skincare dan beauty products lainnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener kak, jadinya kitanya bis alebih teliti lagi, juga bisa mengenal juga apakah produknya ramah lingkungan dan sosial juga ya

      Delete
  6. wahh tamparan banget buat saya ini, Mba. Sejauh ini saya masih suka pilih barang (apapun itu) dengan harga yang paling murah. Saatnya memperbaiki kebiasaan ini

    ReplyDelete
  7. Keren nih Mas Danang, sejak kecil sudah kepikiran pakai skincare. Saya baru kepikiran pakai skincare saat udah kerja, huhuhu

    ReplyDelete
  8. ukuran sabunnya cuma 50 gram, tapi setara dengan 350 ml sabun cair. Saya kok malah penasaran gimana dengan proses produksinya, sampai bisa memampatkan 350 ml jadi cuma 50 gr.

    ReplyDelete
  9. Ngeri memang ya Ambu, kalau kita nemuin bungkus produk yang udah lama di laut.
    Terbayang ya 10 atau 20 taun mendatang bakalan banyak kemasan produk-produk dari masa kini yang agak memenuhi laut, jika kita tidak mau lebih bijak dalam memilih produk kecantikan yang kita pakai, hanya yang ramah lingkungan :)

    Dan sedih ya, ketika pemerintah selalu hanya melirik yang luaran aja, meskipun yang luaran memang modalnya gede, tapimembesarkan produk dalam negeri adalah yang terbaik :)

    ReplyDelete
  10. mulai dari sekarang bila membeli produk berbahan lokal ya ..., karena akan berdampak baik pada perekonoim kita. Selalu semangat bijak dalam memilih

    ReplyDelete
  11. Pilih produk perawatan kulit atau kecantikan, jangan hanya kita pikirkan yang ramah di kulit aja ya, perlu juga untuk ramah lingkungan dan sosial dipertimbangkan

    ReplyDelete
  12. Menginspirasi produk lainnya, berbahan dasar dari alam notabene Indonesia negeri kaya ragam hayati. Petani sejahtera produk berkualitas.

    ReplyDelete
  13. Kalo yang jago matematika mah pasti pilih sabun Segara Naturals ini. Hehehe. Salah satu cara membiasakan gaya hidup ramah lingkungan adalah menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan, bahkan kalo bisa rentang waktu pakainya lama dengan kemasan ekonomis. Selama ini kan kayaknya yang kemasan ekonomis itu isi dan volumenya pasti sedikit, cepat habis pula. Nah kalo ini sabunnya beda ya, mungil tapi bisa dipakai lama. Jatuhnya lebih murah.

    ReplyDelete
  14. Yang paling sedih pas aku Nemu Beberapa foto hewan yang terluka akibat sampah plastik mba, bahkan ada paus yang mati gegara sampah ini.Trus nemu sachet yang umurnya lebih tua dariku. Pengen sih sekali-kali nyoba produk ramah lingkungan ini, tapi aku sempat berpikir gimana sih cara pakai sabun mandi atau sampo yang bentuknya padat gitu mbak?

    ReplyDelete
  15. semoga kita bisa mewariskan lingkungan yg masih nyaman utk ditinggali ke anak cucu ya mba. Sampah plastik dan limbah industri masih suka bikin speechless.

    ReplyDelete
  16. Edukasi seperti ini mutlak dilakukan ya mba.

    Supaya banyak orang yg paham dgn semangat melestarikan alam.

    ReplyDelete
  17. Iya cantik harusnya selaras dengan lingkungan kita ya bunda

    ReplyDelete
  18. Saya nih masih jarang memperhatikan Ingredients saat membeli barang. Mulai sekarang, kebiasaan ini harus diubah nih

    ReplyDelete
  19. Harus happy menggunakan produk skincare...wah, bener nih. Percuma harga skincare jutaan eh, julid, suka nyinyir, overthinking...keriput yang bakal banyak, enggak ngefek manfaat skincare-nya!
    Dan kalau dipikir harga mahal produk natural sepadan sih dengan perjuangan keberadaannya. Apalagi seperti disebutkan di artikel ini jangka waktu pakai lebih lama...
    Hm, mengingatnya jadi makin tertarik untuk pilih produk kecantikan yang alami demi lestarinya alam dan bumi

    ReplyDelete
  20. Produk kosmetika berbahan dasar dari alam Indonesia, memjuat multi player effect bagi petani dan pelaku usaha.

    ReplyDelete
  21. Terkadang suka gak sadar ya dengan pemakaian produk kecantikan yang digunakan sehari-hari. Ternyata kemasannya memang banyak yang berdampak buruk ke lingkungan. Ini menarik banget dengan kemasan begini,seketika teringat dengan kemasan permen pastiles ya,Mba. Gini pun lebih unik juga kemasannya sih,buat saya pengen miliki produknya deh.

    ReplyDelete
  22. Ramah lingkungan sudah biasa and sering denger, lah ramah sosial ini keren.. baru kepikiran. Makasih sharingnya

    ReplyDelete
  23. bener2 membuka wawasan ini, Ambu.
    Yuk lah, semangaaatt untuk menjadi cantik dan pilih produk ramah lingkungan.

    ReplyDelete
  24. Setuju banget melestarikan bumi dengan menggunakan produk yang dibuat bagus dan dari bahan bagus. Pasti cost mahal tetapi itulah biaya untuk pembuatan suatu produk untuk kelestarian jauh lebih mahal ketimbang mass product.

    ReplyDelete
  25. Bener sih.. dari dulu sudah pengen banget memakai produk-produk ramah lingkungan. apalagi sekarang produk-produknya itu sangat menarik ya.

    ReplyDelete
  26. Sekarang udah pada migrasi perlahan ke green and sustainable cosmetic & bodycare yaa. Agak serem pas lihat kalau pakai plastik, itu masih beredar aja di alam. Yang dari tahun 80an aja masih utuh hiks.

    ReplyDelete
  27. makjleb banget baca tahun produksi tahun 1980 tapi masih utuh gitu ya mba kemasan plastiknya makanya beralih ke yg ramah lingkungan

    ReplyDelete
  28. Saya pernah bantuin mungutin sampah plastik dari pulau jawa sampai ke Papua. Efeknya dahsyatbange, sampah ada dimana-mana karena usaha kita belum maksimal mengelolanya. Usulan seperti diatas pastinya bisa membantu banget usaha pelestarian lingkungan hidup

    ReplyDelete
  29. Nampaknya beberapa produk sudah mulai banyak yang peka terhadap kondisi sosial, bukan cuma sebatas produk alami atau ramah lingkungan saja ya. Tapi apakah sejauh ini efetif untuk pemasaran produknya?

    ReplyDelete
  30. Ya Allah sampah dri jaman kolonial blum bsa terurai smpe skrg yaa,, smoga makin byk yg aware masalah ini

    ReplyDelete
  31. Jadi penasaran dengan sabun mandi dan deodorannya. Bentuknya unik banget deh dan tentunya produk ramah lingkungan ya dan juga ramah sosial (bagi pekerja yang memproduksi produk kecantikan ramah lingkungan ini).

    ReplyDelete
  32. Konsep produk ramah sosial menjadi trend sekarang, ya. Meski yang tahu masih belum banyak, tapi bolehlah terus ditulis agar kelak menjadi standar. Memang seharusnya kita peduli pada bumi dan sekitar kita.

    ReplyDelete
  33. sekarang memang lagi trend gaya hidup ramah lingkungan ya Ambu.
    termasuk saat memilih produk kecantikan
    produk kecantikan ramah lingkungan ini bagus, karena nggak hanya merawat kecantikan diri sendiri tapi juga sekalian merawat lingkungan

    ReplyDelete
  34. Saya jadi malu baca ulasan mbak, saya suka gak kepikiran tentang kemasan produk yang aku beli tuh ramah lingkungan atau enggak, tapi setelah mendapatkan wawasan di atas jadi mulai sekarang harus lebih care masalah tersebut termasuk kandungan produk dan lain-lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Idem kak,
      Dengan artikel ini jadi menambah pengetahuan agar senantiasa memilih produk yang juga ramah lingkungan

      Delete
  35. Tertarik Ovi nih untuk mencoba sabunnya. Beli dimana kak? Marke place dan swalayan sudah ada ya kan?

    ReplyDelete
  36. Aku tahu brand ini, Segara. Akupun kagi coba beralih k produk ramah lingkungan, ramah sosial. Mulai dari skincare dan bar soap

    ReplyDelete
  37. Wah tulisan yang bikin merenung, dan makin mengingatkan kita semua untuk lebih bijak memilih kosmetik dan skinker yang ramah lingkungan.

    Selain sehat dan cantik buat kulit, juga sehat dan cantik buat bumi tercinta kitaa.

    ReplyDelete
  38. Nah ini perlu kita suarakan lebih banyak ya, Bu. Hehhe.
    Secara sekarang lagi ramai produk-produk skincare untuk kecantikan diri tanpa memperhatikan dampaknya ke bumi.

    Kebetulan dua minggu lalu ikut webinar juga tentang hutan, dan turut senang begitu tau ada produk kosmetik yang dihasilkan dari hutan. Cant wait to try!

    ReplyDelete
  39. Saya termasuk pembeli kosmetik natural juga, mbak. Brand pertama yang dibeli itu Lush kira-kira 6-7 rahun yll. Cuman memang ada beberapa produknya yang saya nggak cocok juga ternyata. Alhamdulillah, sekarang banyak produk lokal yang mengusung konsep yang sama. Selain harganya lebih bersahabat, juga lebih merasa mendukung produk lokal dan kesejahteraan masyarakat.

    ReplyDelete
  40. Semakin banyak produk kecantikan yang ramah lingkungan. Penting banget diketahui biar makin terawat tapi tetap sehat

    ReplyDelete
  41. BAru tau kalo makin banyak produk indonesia yang eco friendly, salah satunya ini... jadi pengn coba

    ReplyDelete
  42. Aku pake produk homemade juga nih Ambu. Alhamdulillah perlahan mulai beralih ke produk lokal yg ramah lingkungan. Senengnya produk homemade ini membantu masyarakat sekitar ya. Terus aku jg tau jg bahwa ada lho komunitas yg membuat produk begitu, dan kbbykn perempuan.

    Kemarin ikutan acara itu jg si YouTube, keren bgt emang foundernya nih.. Semoga makin meluas dan mudah diakses penjualannya

    ReplyDelete
  43. Ini salah satu concern aku sebagai pecinta skincare, Mbak. Skincare brands sekarang pada ngeluarin produk baru tiap bulan, tapi aku harus bijak untuk tidak nyetok skincare yang akhirnya bikin banyak sampah, harus pilih yang benar-benar perlu

    ReplyDelete
  44. Ulasan yg menarik banget mba Maria! Aku baru tau kalau sabun kalengan itu bisa dipakai sampai berbulan-bulan. Memang aku pernah pakai dulu dan habisnya lama sekali. Kupikir karna pemakaian ku yg cuma sedikit2, ternyata memang seperti itu ya. Sebagai pecinta produk2 natural, aku seneng deh baca ini, nambah pengetahuan bgt tentang bahan baku kelapa sawit juga. Makin semangat deh ikut melestarikan bumi !

    ReplyDelete
  45. Ulasan yg menarik banget mba Maria! Aku baru tau kalau sabun kalengan itu bisa dipakai sampai berbulan-bulan. Memang aku pernah pakai dulu dan habisnya lama sekali. Kupikir karna pemakaian ku yg cuma sedikit2, ternyata memang seperti itu ya. Sebagai pecinta produk2 natural, aku seneng deh baca ini, nambah pengetahuan bgt tentang bahan baku kelapa sawit juga. Makin semangat deh ikut melestarikan bumi !

    ReplyDelete
  46. Ulasan yg menarik banget mba Maria! Aku baru tau kalau sabun kalengan itu bisa dipakai sampai berbulan-bulan. Memang aku pernah pakai dulu dan habisnya lama sekali. Kupikir karna pemakaian ku yg cuma sedikit2, ternyata memang seperti itu ya. Sebagai pecinta produk2 natural, aku seneng deh baca ini, nambah pengetahuan bgt tentang bahan baku kelapa sawit juga. Makin semangat deh ikut melestarikan bumi !

    ReplyDelete
  47. Ulasan yg menarik banget mba Maria! Aku baru tau kalau sabun kalengan itu bisa dipakai sampai berbulan-bulan. Memang aku pernah pakai dulu dan habisnya lama sekali. Kupikir karna pemakaian ku yg cuma sedikit2, ternyata memang seperti itu ya. Sebagai pecinta produk2 natural, aku seneng deh baca ini, nambah pengetahuan bgt tentang bahan baku kelapa sawit juga. Makin semangat deh ikut melestarikan bumi !

    ReplyDelete