The Eternal Love, Chinese Drama ala Sinetron Indonesia

 
sumber : mydramalist.com
The Eternal Love (2017), Chinese Drama ala Sinetron Indonesia

Mengapa sinetron Indonesia sangat disukai? Jawabnya: karena ringan, menghibur, ngga usah berpikir njlimet sewaktu menonton. Nikmati saja. Seperti halnya “The Eternal Love”, Chinese drama berbudget rendah, namun meledak di pasaran!

Pasar Tiongkok lho ya.

The Eternal Love (2017) sekaligus menggugurkan opini saya bahwa Chinese Drama berbobot biasanya based on novel. The Eternal Love besutan 2017 dibuat berdasarkan novel Bao Xiao Chong Fei: Ye Wo Deng Ni Xiu Qi (Bahasa Cina: 爆笑 宠妃 休妻) oleh Fan Que.

Baca juga: Goodbye My Princess, Ending Yang Menyayat Hati

Penonton drama China terbiasa mendapat suguhan dengan plot yang rapat.  Penampilan kerajaan China yang  gebyar dan super mewah. Mulai dari bangunan yang beratap tinggi, pilar super besar, ukiran yang dibuat seniman China serta gemebyar pakaiannya yang indah banget.

Sedangkan plot  The Eternal Love (2017) terasa banyak bolong. Setting kerajaan yang biasa-biasa saja. Bahkan mungkin kalah dengan desain interior keraton Solo dan Jogja. Alamak, segitu rendahnya anggaran The Eternal Love (2017).😊😊

Kok bisa ngehits?

Karena seperti yang saya tulis di atas, The Eternal Love (2017) sangat ringan, menghibur, rasanya crunchy seperti kerupuk. Nggak seberat menu Mie Aceh yang bumbunya banyak banget.

The Eternal Love (2017) bisa menjadi rekomendasi saat penonton ingin full istirahat setelah cape bekerja, stress, lelah mental dan males mikir lagi. Banyak tawa disuguhkan, adegan romantis yang membuai dan pastinya kiss scene yang dibubuhkan dengan borosnya, mirip bawang goreng yang ditaburkan banyak-banyak. 😀😀

Adegan yang dilarang di sinetron Indonesia ya?

Meledaknya The Eternal Love (2017) produksi tahun 2016, membuat  produsen membuat sequelnya, The Eternal Love 2 yang tayang 2018, dan bersiap memproduksi The Eternal Love 3 pada tahun 2021.

Yang menarik dari The Eternal Love, selain menjadi tontonan yang sangat menghibur, juga diperankan aktor/aktris berbakat muda usia yang sangat berbakat. Liang Jie, pemeran putri Qu Tan Er kelahiran 1994, sedangkan Xing Zhao Lin sebagai pemeran Pangeran ke-8 Kekaisaran Dong Yue, Mo Lian Cheng, kelahiran 1997.

The Eternal Love diproduksi tahun 2016, berarti saat itu Xing Zhao Lin masih 19 tahun. Wow banget ya? Umumnya aktor/aktris muda hanya mendapat peran pendukung, bukan main role seperti Xiang Zhao Lin dan Liang Jie. Terobosan dan keberanian yang patut diacungi jempol. Pertanda Tiongkok mau meraih pangsa pasar hiburan seperti Korea Selatan?

Keberhasilan The Eternal Love (2017) juga membawa berkah lanjutan bagi pasangan Xing Zhao Lin dan Liang Jie. Selain memerankan sequel, drama China “You Are My Destiny” juga mendapuk pasangan ini.

“You Are My Destiny” merupakan remake dari “Fated To Love You”  (drama Taiwan). Lagi-lagi penuh taburan kiss scene, berbeda dengan versi aslinya yang malu malu kucing.


Xing Zhao Lin sebagai  Mo Lian Cheng, pangeran ke-8 Kerajaan Dong Yue yang berpotensi menduduki kursi Putra Mahkota. Sayang, ulah licik Qu Pan Er, istri Pangeran Mo Yi Huai, menggagalkan posisi tersebut.

Pangeran Mo Lian Cheng dijodohkan dengan Qu Tan Er sebagai istri sah/permaisuri, selain beberapa selir terdahulu.

Perjodohan mereka sudah diatur oleh mendiang kaisar Mo Yi Feng, untuk menghidupkan kembali arwah sahabat sang kaisar di negara langit.

 

Liang Jie sebagai  Qu Tan Er / Qu Xiao Tan / Qu Xiang Tan. Sebagai anak bangsawan Qu, Qu Tan Er berpenampilan lemah lembut, sopan dan trampil dalam aktivitas perempuan bangsawan.

Berbanding terbalik dengan Qu Xiao Tan, roh dari era milenial yang menghuni tubuhnya. Sebagai perempuan karir yang berprofesi sebagai agen real estate, Qu Xiao Tan berjiwa bebas, dan tentunya tidak memiliki ketrampilan perempuan bangsawan tempo dulu.

Qu Tan Er sebetulnya perwujudan Qu Xiang Tan, kultivator/mahluk immortal yang turun ke bumi untuk mendamaikan 2 marga besar, Mo dan Qu. Qu Xiang Tan adalah kepala suku Qu yang berjodoh dengan Mo Lian Cheng di kerajaan langit.

 

Richards Wang sebagai  Mo Yi Huai / Mo Yi Feng,  putra mahkota Kerajaan Dong Yue yang jatuh cinta pada Qu Tan Er, tetapi harus menikah dengan kakaknya, Qu Pan Er.

Pangeran Mo Yi Huai yang tulus dan mencintai Qu Tan Er menjadi alat raja iblis untuk menguasai mutiara penekan jiwa, pusaka yang dimiliki keluarga Qu, sehingga berubah, mampu mencelakai Qu Tan Er.

Richards Wang juga berperan sebagai mendiang Kaisar Mo Yi Feng yang hidup di kerajaan langit untuk menyatukan suku Mo dan suku Qu, serta melenyapkan raja iblis.


Sinopsis The Eternal Love (2017)

Sebelum wafat, Kaisar Mo Yi Feng berpesan pada anaknya, agar kelak cucunya, Mo Lian Cheng dijodohkan dengan Qu Tan Er, anak perempuan kedua  Menteri Qu.

Beranjak dewasa, ternyata Qu Tan Er  malah menjalin cinta dengan Pangeran Mo Yi Huai, kakak Mo Lian Cheng. Untuk memutus kisah kasih mereka, kaisar menjodohkan Pangeran Mo Yi Huai dengan Qu Pan Er.

Qu Pan Er merupakan anak pertama Menteri Qu dari istri sah, sedangkan Qu Tan Er anak kedua Menteri Qu yang hanya berasal dari seorang selir. Karena itu Qu Tan Er kerap dirisak oleh kakaknya Qu Pan Er, dan ibunya.

Begitu sedihnya Qu Tan Er mengetahui kekasihnya, Mo Yi Huai menikah dengan Qu Pan Er, sosok yang selalu menyiksanya, Qu Tan Er nekad bunuh diri.

Bunuh diri gagal, bahkan muncul roh lain dalam tubuh Qu Tan Er , yaitu Qu Xiao Tan, sosok kekinian yang berasal dari zaman milenial. Sosok Qu Xiao Tan kerap muncul saat Qu Tan Er dirisak hingga tak berdaya.

Seiring waktu, Qu Tan Er maupun Qu Xiao Tan akhirnya sepakat untuk hanya mencintai Pangeran Mo Lian Cheng, dan melupakan Pangeran Mo Yi Huai. Sayangnya Ibu Suri, nenek Pangeran Mo Lian Cheng tidak menyukai Qu Tan Er dan berencana membunuhnya.

Demikian juga ibu tiri Qu Tan Er dan kakaknya Qu Pan Er yang tak henti menyiksa Qu Tan Er. 

Setelah halangan bisa dilalui, kisah cinta Mo Lian Cheng - Qu Tan Er mendapat cobaan berikutnya: Pangeran Mo Lian Cheng ditakdirkan berusia pendek, hanya 25 tahun.

Bagaimana akhir kisah abadi mereka?

source: mydramalist.com

Review The Eternal love (2017)

Alert! Banyak kiss scene, hati-hati baper! 😃😃

Lemah diplot cerita, The Eternal Love (2017) menyajikan banyak adegan ala sinetron Indonesia. Seperti perempuan yang marah-marah dan benci banget pada tokoh protagonis, hingga nenek/kakak/ibu tiri tega membunuh.

Tentu saja dengan wajah-wajah penuh kebencian yang kerap tampil di sinetron Indonesia. Padahal bisa kan benci namun nggak nampak?  Wajah culas gitu lah. Tersenyum namun berstrategi untuk membunuh.

Menghadapi cobaan demi cobaan, ikatan kasih Pangeran Mo Lian Cheng – Qu Tan Er semakin kuat, dan semakin banyaklah kiss scene. 😉😉

Naik turunnya emosi serta gelombang asmara pasangan ini menjadi daya tarik yang membuat drama ini sukses mendulang penonton. Karena seperti yang dikatakan seorang kawan saya, seorang aktivis penyandang disabilitas: “Pulang ke rumah mah saya pilih nonton drama yang menghibur. Segala berkas hukum dan  undang-undang yang harus saya pelajari, saya tinggal di kantor”.

Bener juga ya? Pulang ke rumah, otak perlu diistirahatkan agar fresh kembali menyambut hari esok.

Noted:

Saya menonton The Eternal Love (2017) di channel YouTube. Beberapa serial Chinese Drama produksi 2018 dan sebelumnya tersedia di YouTube, serial terbaru di WeTV

Baca juga:

The Legend of Jin Yan, Putri Kok Oon?

 

Profile The Eternal Love (2017)

Country: China

Native Title: 双世宠妃

Also Known As: Shuang Shi Chong Fei , 爆笑宠妃: 爷我等你休妻 ,

Director: Yuen Tak

Screenwriter: Yang Shi Ye

Genres: Historical, Comedy, Romance, Wuxia, Fantasy

Episodes: 24

Aired: Jul 10, 2017 - Aug 15, 2017

Aired On: Monday, Tuesday

Original Network: Tencent Video

Duration: 36 min.

 


23 comments

  1. nambah lagi daftar tontonan yang mau saya tonton, tapi ntah kapan lah sempat menonton btw biasa nonton di web apa mba.adakah yg rekomendasi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. di YouTube mbak, saya tulis di atas

      Saya mah cari tontonan murah meriah, karena hanya untuk hiburan. ^^

      Delete
  2. kak,,dulu aku sempat doyan banget nonton serial klasik china speerti eternal love...skg kok lebih ke drakor hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena jumlahnya emang ngga sebanyak dulu
      Drakor menyalip drama China dari segi kualitas dan jumlah

      Delete
  3. Baca review film nya aja udah seru banget bikin senyum - senyum. Apalagi film nya auto cari download an film nya nih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngga usah didownload say, bisa nonton di youtube,
      pilih yang resolusi rendah agar ngirit kuota

      Delete
  4. Wah ini kalau ditayangkan di tivi bakal membuat rindu daku waktu piyik nih Ambu dimana dulu drama china banyak disetel

    ReplyDelete
    Replies
    1. yups dulu saya juga banyak nonton drama china,khususnya drama china taiwan
      drama China daratan baru muncul mengejar ketertinggalan

      Delete
  5. Walaaaaahhh aku ter-noted sama kata "penuh kiss scene" dan langsung jleb. Rasanya beneran seperti alur sinetron Indonesia, sepanjang aku membaca review-nya. Dan setuju banget, kalau pulang beraktivitas tuh, maunya ya nonton yang ringan ringan aja sih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena dalam kisah ini mereka suami istri, jadi sah aja :D :D

      Delete
  6. Kalau the eternal love saya udah nonton. Betul bgt, nontonnya ga buat emosi, saya suka acting richatd wong 🙏😊

    ReplyDelete
  7. Drama China yang melekat dan saya suka banget nontonnya dulu adalah Putri Huan Zhu. Hehe ... lihat pemainnya eternal love ini, cantik dan cakep, hehe. Saya kadang kalau nonton lihat pemainnya juga sebelum lanjut nonton dramanya, selain isi ceritanya. Saya selalu suka drama China or Korea yang berbau kerajaan kaya gini. Jadi penasaran pengen nonton film ini

    ReplyDelete
  8. keren nih ambu review the eternal love. aku jadi paham jalan ceritanya meski ga nonton.

    ReplyDelete
  9. Waah, mungkin rasa dasar manusia yang kebanyakan suka cerita 'receh', cukup kerjaan aja yang berat, tontonan mah jangan :P

    ReplyDelete
  10. wah ada satu lagi nih rekomen series mandarin buat bahan hiburan kalo pas lagi mager dan jadi geng rebahan

    ReplyDelete
  11. Cerita yang ringan kayak gini cocok banget buat tontonan saat lelah ya bun.
    Jadi penonton nggak dibuat pusing2 mikir alurnya.
    Drama satu ini harus masuk list tontonan nih

    ReplyDelete
  12. Baru tahu ada film ini! Aku suka banget film kolosal.. musti nonton niy. Mana ada novelnya. Beredar di Indonesia gak yah?

    ReplyDelete
  13. Selalu suka dengan cara Ambu mereview. Jadi curipus nih, Ambu nonton film dalam seminggu berapa kali, sih? Ku jafi iriiii. Pengen curi waktu, untuk bisa nonton lagiii. Haha.

    Btw, ini the eternal love menghibur dan bikin fresh deh ya, dan yg asfi, ga menguras pikiran! ❤️

    Thanks, Ambu, ntar masukin list ah, pengen cari hiburan yg fresh. Dan aku termasuk penggemar film kungfu dan drama Mandarin sih! Yg berkisah ttf kekaisaran mereka. Suka dg pakaian indah mrk, juga jurus2 kungfu mrk yg aduhai! ❤️ 💞

    ReplyDelete
  14. Abis baca ulasan menarik ini aku langsung cek Netflix, adanya Eternal Love. Langsung kucocokkan nama pemainnya, ternyata beda dengan yang ditulis di sini :D Padahal sama-sama drama Cina tahun 2017. Bu Maria nonton The Eternal Love di mana? Aku mau nonton juga

    ReplyDelete
  15. Udah lama banget ga nonton drama cina, apalagi yang model setting sejarah, tapi jadi kepo gara2 baca ini hehe

    ReplyDelete
  16. Wah ternyata banyak juga drama cina dengan cerita yg mrnarik ya mbak..
    Aku juga suka nonton yg ringan2 aja, biar g mikir mikir bgt, hehe

    ReplyDelete
  17. Tadi kirain eternal monarch rupanya bukan, yang ini belum pernah dengar hihihi. Kupdet ya

    ReplyDelete
  18. Dulu suka banget film drama kolosal kayak gini, tapi skrg bingung mau nonton kayak gini dimana

    ReplyDelete