Tahu Cabai Garam, Camilan Praktis Si Penyelamat Krisis Gizi Rakyat Indonesia



Bingung pilih camilan praktis?

Bikin “tahu cabai garam” aja yuk? Mudah banget bikinnya, tapi bikin ketagihan.

Gurihnya tahu berpadu dengan legitnya bawang putih dan bawang merah, serta pedas menggigit dari cabai rawit. Wow bakalan nggak akan berhenti sebelum isi piring tandas das das.

Padahal gampang pisan ngeraciknya. Nggak sampai 10 langkah, jadi mending kita bongkar gastronomi tentang tahu aja dulu yuk.               

Mengapa?

Agar nggak seperti food youtuber dan foodstagram  Indonesia yang cuma bisa bilang, ini enak, ini gurih. Trus mereka makan sebanyak mungkin, sepedas mungkin, hingga matanya melotot dan wajahnya memerah.

Sekali. dua kali masih oke ngelihatnya. Sesudah itu? Eneg!

Para foodstagram dari luar Indonesia sudah sangat paham, dibutuhkan ilmu gastronomi untuk meningkatkan value mereka, serta membantu pariwisata di negaranya. Cek deh Instagram, mereka nggak hanya mencantumkan food blogger, tapi juga gastronomia/gastronomic food atau semacamnya.

Sebentar, apa sih gastronomi?

Berasal dari Bahasa Yunani kuno gastros yang artinya "lambung" atau "perut" dan nomos yang artinya "hukum" atau "aturan". (sumber: Wikipedia) Gastronomi merupakan studi dan apresiasi atas semua makanan dan minuman. Sumber lain menyebutkan gastronomi adalah studi mengenai hubungan antara budaya dan makanan, sehingga suatu makanan dapat ditelusuri asal-usulnya.

Sebagai contoh “kimchie” makanan nasional Korea Selatan ini dapat diterangkan dengan fasih oleh para food blogger/youtuber mereka mengenai asal usul, cara pembuatan, serta apakah merupakan hasil akulturasi budaya atau tidak, dan seterusnya.

Andaikan para youtuber dan foodstagram Indonesia mau melakukannya, bukan saja membuat penonton bertambah pinter, juga melestarikan  pakem kuliner yang mereka review. Terlebih mereka beruntung bisa langsung terjun ke lapangan dan mengadakan riset kecil-kecilan.

Baca juga: Demi Apa Bikin Martabak Telur? Beli Aja!


Tahu, si Penyelamat Krisis Gizi 

“Tahu lebih tua daripada tempe,” kata sejarawan JJ Rizal. Dikutip dari historia.id, pada tahun 1292 Kubilai Khan berlabuh di Jawa Timur, tepatnya di Kota Kediri dan meninggalkan banyak jung. Armada Mongol ini memiliki jung-jung khusus untuk mengurus makanan tentara, termasuk satu yang khusus untuk menyimpan kacang kedelai dan membuat tahu.

Menurut Hieronymus Budi Santoso, kata “tahu” berasal dari bahasa Tionghoa, yakni: tao-hu atau teu-hu. Suku kata tao/teu berarti kacang kedelai, sedangkan hu berarti hancur menjadi bubur.

“Dengan demikian secara harfiah, tahu adalah makanan yang bahan bakunya kedelai yang dihancurkan menjadi bubur,” tulis Hieronymus dalam “Teknologi Tepat Guna Pembuatan Tempe dan Tahu Kedelai”.

Tahu menjadi penyelamat terhadap krisis asupan gizi sewaktu pada abad ke-19 kolonial menerapkan sistem cultuurstelsel (Tanam Paksa). Hasil bumi dikuras  hingga orang-orang Jawa kesulitan makan.

“Menurut sejarawan Onghokham,” ungkap Rizal, “tahu bersama tempe, menjadi penyelamat orang-orang Jawa dari masa krisis asupan gizi.”

Baca juga: Ganyong Naik Kelas, Makanan Masa Paceklik Yang Jadi "Healthy Food"


Kota Bandung, Penghasil Tahu Super Lezat

Terbiasa mengonsumsi tahu Bandung yang rasanya enak, saya merana di Pekalongan. Di kota batik ini nggak ada tahu yang enak rasanya. Tahu harus dimasak bacem atau dibumbui lainnya agar rasanya lezat.

Banyak yang bilang, kualitas air di suatu daerah sangat berpengaruh. Air di Kota Pekalongan kan umumnya payau, sudah tercemar pula, akibatnya rasa tahu menjadi kurang enak.

Beda halnya dengan Kota Bandung, walau terjadi pencemaran di beberapa kawasan, namun kualitas air tanah di daerah industri tahu cukup terjaga.

Kota Bandung memiliki area industri tahu yang bernama Cibuntu. Setiap pagi berbondong-bondong penjual tahu keluar dari kawasan tersebut. Umumnya mengendarai sepeda motor dengan kotak plastik biru di kiri dan kanan, dan tumpukan bahan baku lain di tempat boncengan, seperti tempe, kulit lumpia, bahan seblak, cireng, cuankie, serta berbagai macam kerupuk.

Uniknya, terdapat beberapa level tahu di Kota Bandung, dari harga mahal (Rp 300/pcs hingga Rp 2.000/pcs). Tentunya ada harga ada  barang. Karena air tidak menjadi kendala, maka muncullah tahu sutera, tahu susu dan jenis tahu hasil kreatif lainnya.

Menurut ayobandung.com, industri tahu di Bandung di mulai pada tahun 1937, kala seorang imigran asal Tiongkok membangun pabrik tahu berskala kecil di Kampung Cibuntu. Warga Cibuntu menyapa sang imigran dengan panggilan “Babah Mpe”.

Ternyata Babah Mpe nggak betah di Kota Bandung, 10 tahun kemudian, tepatnya 1947 dia pulang kampung. Bener-bener pulang kampung, nggal sekedar mudik. :D

Selain Babah Mpe di Kampung Cibuntu, di kawasan Andir Kota Bandung juga berdiri pabrik tahu. Pemiliknya, Ko Aseng mendirikan pabrik “Yun Yi”. Familer kan dengan nama ini? Berkat kamajuan teknologi, pabrik “Yun Yi” tidak hanya memasok tahu untuk Kota Bandung, juga kota lain di seluruh penjuru Indonesia.

Teknologi juga membuat industri ini menggeliat. Sebelum mesin penggilingan tahu ditemukan tahun 1972 dan didistribusikan, pengusaha memproduksi tahu putih dengan cara manual menggunakan kain. Maka tidak heran bila tekstur pada tahu putih mirip dengan serat garis pada kain. Namun kini banyak di antara pabrik rumahan juga memproduksi tahu kuning atau warga setempat mengenalnya dengan nama “takoah” karena dinilai “lebih ramah” di pasaran.

Sayangnya seperti terjadi pada industri kecil lain, kesulitan akses perbankan membuat para pelaku UMKM industri tahu terjerat rentenir. Sehingga mereka harus gali lubang, dan berusaha menutup lubang yang semakin membesar akibat bunga berbunga.

Baca juga: Melati Camilannya Suzana vs Edible Flowers Puding

sumber: freepik.com


Manfaat Tahu

Beberapa waktu lalu, blogger Hani A. Widiatmoko memposting tulisan tentang tahu sebagai sumber vitamin D, bikin saya penasaran, tentang gizi makanan yang super sedap ini. Ternyata selain mengandung protein, tahu putih juga memiliki kandungan lemak, karbohidrat, kalori, mineral, fosfor, vitamin B-kompleks seperti thiamin, riboflavin, vitamin E, vitamin B12, kalium dan kalsium. (sumber: merdeka.com)

  1. Tahu Mencegah Osteoporosis. Nggak hanya orang tua yang berpotensi osteoporosis atau pengeroposan tulang, orang muda tetap berisiko terkena osteoporosis jika asupan nutrisinya tidak dijaga. Melemahnya kekuatan tulang kerap menyebabkan tulang rapuh dan mudah patah. Kondisi semacam ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit atau gejala apa pun, sampai pada akhirnya tulang patah hanya karena benturan yang ringan. Konsumsi tahu putih yang mengandung vitamin B12  untuk mencegah osteoporosis.
  2. Tahu Mengurangi Risiko Diabetes. Menurut beberapa penelitian, orang yang hanya mengonsumsi protein kedelai dapat mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2. Umumnya diabetes tipe dua sering mengalami penyakit ginjal, penyebabnya tubuh mengeluarkan protein yang berlebihan dalam urin.
  3. Tahu Meregenerasi Kulit. Zat saponin yang terkandung dalam tahu bermanfaat untuk mengeluarkan kotoran yang tersumbat dalam pori-pori kulit serta membantu proses pengelupasan sel kulit mati. Selain itu, kandungan vitamin E dan isoflavone dalam tahu juga bermanfaat untuk melembabkan kulit.
  4. Tahu Mencegah Anemia.
  5. Tahu Mengurangi Rambut Rontok. Kandungan keratin dan protein pada tahu sangat berguna untuk pertumbuhan rambut.
  6. Tahu Memperbaiki Kerusakan Kulit. Kandungan kolagen yang tinggi pada tahu bermanfaat untuk memperbaiki kerusakan kulit yang disebabkan matahari dan polusi.
  7. Tahu Mencegah Menopause Dini. Tahu mengandung isoflavon yang salah satu manfaatnya adalah mencegah menopause dini.

Wah, sering-sering beli tahu ah, manfaatnya banyak. Malah bisa mencegah garis keriput, osteoporosis, anemia dan rambut rontok. Mimpi buruk semua tuh.

Baca juga: Bala Bala Mentimun? Why Not?


Tahu Sebagai Camilan Praktis

Seperti yang saya tulis di atas, nggak semua daerah di Indonesia memiliki tahu enak. Mutu air yang berbeda jadi penyebabnya.  

Nah resep Devina Hermawan ini bisa jadi solusi. Rasa tahu menjadi tambah gurih berkat perpaduan garam dan bawang.

Baca juga: Kemriyiknya Rempeyek, Si Peanut Cracker Yang Dipuji di Australia

Resep Tahu Cabai Garam (oleh Devina Hermawan)

Bahan-bahan        

  • 10 buah tahu ukuran kecil
  • 10 siung bawang putih cincang
  • 10 siung bawang merah cincang
  • 100 – 200 gram tepung maizena
  • 2 batang daun bawang iris
  • 5-10 cabai rawit (sesuai selera)
  • garam, gula pasir, kaldu jamur secukupnya
  • Minyak untuk menggoreng

Cara Membuat:

  1. Potong-potong tahu, sesuai selera. Kemudian rendam dalam air garam jika tahu rasanya tawar. Sebentar saja. Saya skip langkah ini karena tahu yang saya beli sudah asin.
  2. Lapisi tahu dengan tepung maizena. Diamkan 2-3 menit agar lapisan tepung menempel.
  3. Panaskan minyak goreng, harus panas agar hasilnya bagus. Masukkan tahu satu persatu. Tunggu agak kering, baru diaduk. Bisa lakukan 2x penggorengan agar tepung maizena mengembang.
  4. Tumis bawang putih hingga kering, angkat, tiriskan.
  5. Tumis bawang merah hingga layu dan harum, masukkan daun bawang, lanjutkan cabai, kemudian bumbui sesuai selera. Saya hanya menggunakan garam.
  6. Masukkan tahu yang sudah digoreng kedalam tumisan bawang dan cabai. Terakhir masukkan bawang putih goreng. Sajikan.
  7. Yummmm ..... super lezat.

Nggak jamin kalau ketagihan ya?

Baca juga: Devina Hermawan dan Tempe Katsu Yang Super Nagih

11 comments

  1. Langsung masukkan ke list nih. Secara kami sekeluarga suka tahu. Saya baru tahu, kalau tahu itu lebih tua dari tempe. Terima kasih ya, mba untuk ide menu kecenya ��.

    ReplyDelete
  2. wogh makanan sederhana seperti ini yang selalu dirindukan ditemani nasi hangat dan udara sejuk. Pas banget ! Jujur aku kalau bahannya tahu atau tempe doyan donk mbaaaa.... sayangnya aku ngelihat pas puasa siang gini jadi lapeeer hahahaha

    ReplyDelete
  3. Ternyata manfaat tahu banyak sekali ya, mbak? Saya sendiri termasuk yang suka tahu kalau sudah di olah (ga hanya digoreng biasa), dan Tahu Cabe Garam ini kebetulan belum pernah coba.. kayaknya enak banget 😍 nanti mau coba bikin ah..

    ReplyDelete
  4. Sampai saat ini, selain koki profesional, gak ada yg semaknyus Alm Pak Bondan dalam menjabarkan sebuah makanan ya mba. Hihihi. Eh tapi Mba Maria udah kece banget ini bikin tulisan yang ada nilai lebihnya, meski menunya cuma tahu cabai garam yang terkesan sangat simpel. Jadi, gak cuma bilang tahu itu gurih, lezat, aromanya menggoda, lembut di dalam, dll. wkwkwk

    ReplyDelete
  5. wah saya sudah lama pengen resep tahu cabai graam ini loh ambu, ketemu di sini ma;lahan

    ReplyDelete
  6. Tahu makanan gampang dicari yahmba..bisa dibuat berbagai macam masakan. Aku biasanya cuma digoreng biasa aja. Baca resepnya ini.. wah enaknya jadi bayangin deh .. dan aku baru tahu lho mba kalau tahu bisa mencegah garis keriput, osteoporosis, anemia dan rambut rontok. Mesti banyak2 makan tahu nih hahahah

    ReplyDelete
  7. Baru tahu tentang sejarah tahu karena baca ini. Biasanya emang langsung makan aja hehehe. Tahu cabe garam ini favorit banget di rumah. Cuma sampai sekarang belum berhasil bikin yang seenak tahu cabe garamnya Tong Ji Tea House. Mau coba resep ini ah, siapa tahu mirip punya Tong Ji.

    ReplyDelete
  8. Di rumah, para lelaki penggemar tahu. Sepertinya, tiada hari mereka tanpa mengudap tahu. Tahu yg direndam garam, kemudian digoreng, kemudian dimakan bareng rawit atau cocol sambal.
    Saya sama tahu, kalau dibumbui seperti ini, atau diberi isian, baru memakannya :) .
    Penasarn pengen nyoba resepnya.

    ReplyDelete
  9. Tahu dan tempe makanan yg selalu ada di rumah..
    Apapun masakannya, harus ada tahu dan tempe ya
    Selain tahu. Tempe juga bisa dimasak cabao garam

    ReplyDelete
  10. Aku baru tau ada istilah gastronomi nih kk. Benar banget yaa. Kalau food vlogger menyampaikan pengetahuan seputar makanan di vlognya, ini bakal membuat pintar followersnya.

    ReplyDelete
  11. Tahu adalah cemilan favorit saya.. Saya punya langganan khusus di pasar yg menjual tahu tanpa formalin. Kalo saya cukup digoreng kasih garam sedikit sdh jadi cemilan, apalagi disantap hangat2 enak banget.. Btw, resep tahu cabai bawang ini bakal saya coba ahh..

    ReplyDelete