Wujudkan 4 Langkah Inspirasi Rumah Warisan Menjadi Catchy nan Elegan


source: usplash.com

“Mah tolong doain yah”

Message dari Rio, anak saya tersebut diberi screenshot, pertanda dia sedang mengikuti seleksi dosen di salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia. Ya, sejak kecil saya tanamkan bahwa kelak harus memilih profesi yang memberi maslahat banyak orang. Kalo bisa sih jadi dokter, tapiiiii ......

Kondisi keuangan nggak memungkinkan, kuliah di fakultas kedokteran kan ratusan juta rupiah. Bahkan mencapai milyaran rupiah. Karena jika ngga lolos PTN, pastinya harus daftar di perguruan tinggi swasta (PTS).

Dannn ....  agar bisa diterima di fakultas kedokteran PTS ternama di Kota Bandung, orang tua harus jor-joran uang pendaftaran. Kisarannya Rp 300 – 500 juta. Ini di zaman Rio lho ya. Sekarang mungkin lebih gila lagi.

Uang sebesar itu hanya untuk uang masuk, belum biaya semesteran, buku dan seabreg biaya lainnya. Lulus pun nggak bisa langsung kerja, harus magang dulu, yang berarti harus menyiapkan biaya sekitar 10 tahun lamanya. Waduh.

Memahami orang tuanya nggak mampu, Rio mengambil fakultas kehutanan UGM, kemudian mencari bea siswa untuk S2 ITB, disusul beasiswa S3 di Ehime University, Jepang. Sebagai orang tua, saya cuma bisa berdoa dan berdoa, agar Allah SWT memberi kelancaran dalam perjalanan Rio mencari ilmu.

Dan sekarang, dari tempatnya menuntut ilmu, Rio mohon doa mamahnya agar bisa lolos diterima sebagai tenaga pengajar. Profesi yang mengemban amanah untuk mencerdaskan bangsa. Tentu saja, limpahan doa saya panjatkan, agar Allah SWT mengabulkan tujuan mulianya.

Saya juga lega, lokasi PTN pilihannya adalah Kota Jogjakarta, kota masa kecil almarhum ibunda yang mewariskan rumah kuno nan sederhana di pusat kota, tak jauh dari Jalan Malioboro dan stasiun Tugu Jogjakarta. Duh, senangnya.

Pastinya Rio punya rencana sendiri untuk rumah tinggal keluarganya kelak. Tapi, untuk sementara mengapa tidak tinggal dulu di rumah eyangnya. Daripada nabrak-nabrak mencari rumah dan berakhir menyesal.

Sebetulnya saya juga berangan ingin menghabiskan masa tua di kota budaya ini. Namun belum punya keberanian meninggalkan Kota Bandung. Kadung berakar dalam, sulit dicabut.

Tentang Rumah Warisan
Berdiri di atas tanah pemberian Sri Sultan Hamengkubuwono, (lupa yang ke berapa 😁😁), rumah di jalan Kemetiran ini tidak hanya lawas, modelnya juga jadul. Bahkan puluhan tahun silam, lantainya masih tanah. Berangsur eyang putri, nenek saya, membenahi dengan keramik.

Sebagian dindingnya terbuat dari kayu, sebagian lagi tembok. Dinding tembok merupakan bangunan terbaru, karena aslinya ya kayu, khas bangunan Jawa tempo dulu yang penuh kearifan lokal.

Yup, jika diperhatikan, masyarakat Indonesia zaman dahulu kala lebih arif dibanding masyarakat modern. Mereka memahami kondisi tanah Jawa yang kerap mengalami gempa, sehingga membangun rumah dari kayu dan bambu/gedek/bilik. Selain tahan goncangan, kayu dan bambu yang ambruk tidak seberbahaya tembok.

Sayang, sebagian bangunan sudah berganti tembok. Hilang sudah kekhasan sebagai rumah Jawa kuno, kini lebih tepat disebut rumah tua.

Tatkala mulai sakit-sakitan, eyang membagi-bagi rumah Kemetiran untuk anak-anaknya, termasuk ibu saya. Dengan syarat tidak boleh dijual. Siapapun boleh menempati. Seolah tak rela jika ada keturunannya yang kapiran, tak  punya rumah.

Ya nasib manusia serba tidak pasti. Sekarang di atas, tak lama kemudian mungkin saja bangkrut tak punya apa-apa. Hidup bak gelandangan. Bisa terjadi kan?  

Banyak kisah, orang nekad menggadaikan rumah dan tanah untuk berwirausaha. Eh apes, rekannya menipu. Rumah dan tanah disita bank. Bak sudah jatuh tertimpa tangga. Aduh amit-amit ya?

Rumah warisan eyang kontras banget dengan bangunan sekelilingnya. Hotel menjulang, entah berapa lantai. Rumah mewah berpagar tinggi bermunculan. Padahal dulu bangunan dan tanah tersebut milik kerabat eyang lho, pemberian Sri Sultan juga. Dengan berbagai alasan, mereka menjual dan pindah. Beda dengan eyang yang tetap bergeming, tak terpengaruh.

Dengan kondisi rumah demikian, saya punya inspirasi rumah agar nyaman dihuni.

Caranya berikut:

source : simple.com

1. Mengecat kembali

Mengecat kembali menjadi langkah awal agar rumah bisa “terlihat bentuknya”. Eyang pernah tergoda mengecat rumah dengan berbagai warna, membuat tampilan rumah nampak tak karuan.

Padahal agar nampak elegan, warna dasar harus dipertahankan.  Coklat untuk kayu. Putih atau broken white untuk tembok. Sehingga rumah terlihat luas, desain interior pun lebih mudah dirancang.

source: informa.co.id

2. Merancang Desain Interior

Nah ini yang bikin bingung. Selain model bangunan yang sudah nggak karuan, Furniturnya pun membingungkan. Ada furnitur jati nan kuno, yang pastinya didapat secara turun temurun. Juga beberapa furnitur ala-ala masyarakat modern, hasil pembelian almarhum eyang dan ibunda.

Mereka berdua ini punya kebiasaan sama. Membeli  furnitur tanpa peduli model, nggak peduli fungsi. Furnitur dibeli karena kasihan pada kerabat yang menjual.  Begitulah kekerabatan terjalin.

Agar nyaman ditempati, inspirasi rumah jatuh pada rancangan solid harmony. Rancangan yang elegan, classy namun tetap catchy. Terlebih saya dan Rio termasuk pecinta lingkungan, sehingga memiliki kecenderungan memilih warna sejuk, dengan beberapa titik menyolok.

Bisa diibaratkan taman nan hijau dengan beberapa bunga dan daun kuning yang berjatuhan. Hmmm ...., jadi tak sabar nih.

source: moving.com

3. Menyortir Furnitur Lama
Akibat alasan yang saya sebutkan di atas, sangat penting menyortir furnitur. Mana yang masih bisa digunakan, dan mana yang sebaiknya disumbangkankan atau dibuang saja.

Karena beberapa furnitur ternyata keropos dan tak berfungsi. Mungkin akibat lama tidak dipakai, terkena lembab dan menjadi sarang tikus. Selain itu umur dan kualitas furnitur  sangat berpengaruh.

Membeli furnitur murah memang banyak risikonya.  Lebih baik agak mahal, namun tahan lama. Dijamin nggak bakalan gubrakkk ... tiba-tiba hancur ketika diduduki. Selain sakit, malunya itu lho. :D

source: informa.co,id

4. Memilih Furnitur Baru.

Ruangtamu selalu menjadi prioritas dalam menata rumah. Karena ruang tamu merupakan cermin kepribadian pemilik rumah. Harus homy, sekaligus tegas, agar tamu tahu batasan waktu. Toh untuk kerabat tersedia ruangan keluarga.

Untuk mengisi ruang tamu, pilihan saya jatuh pada produk Informa. Banyak teman menggunakan. Desainnya kece, mutunya terjamin, bikin  saya jatuh hati.

Ngga hanya itu, berbagai macam produk tersedia di web Informa. Cukup sebut produk yang diperlukan, apakah untuk kamar tidur, kamar mandi, dapur, kantor, semua tersedia. Bahkan aksesoris rumah tangga. Bikin betah belanja mata disini.
Jadi, mulai dong saya berburu sofa, produk pertama yang harus dibeli. 

source: informa.co,id

Keith Sofa 2 dudukan warna hijau membuat saya jatuh cinta. Kebetulan banget, pingin warna hijau kok ada yang desainnya saya suka.

Sofa bermaterial fabric ini akan nampak elegan diletakkan di tengah ruang tamu, di bagian kiri ada meja konsol dan lukisan menawan tergantung di atasnya.

 
source: informa.co.id

Agar nampak catchy diletakkan 2 bantal cantik di ujung kiri dan kanan. Sempat kebingungan, akhirnya saya memutuskan bantal warna kuning.

Supaya tidak bosan bisa bergantian dengan bantal bermotif daun atau flora lainnya yang menyejukkan mata.

 
source: informa.co.id

Malmo Set Meja Tamu & Bangku warna coklat menjadi pilihan saya berikutnya. Aduh keren banget, nampak simple namun berkelas. Ketika tidak digunakan, bangku bisa ditarik masuk. Membuat ruangan tetap luas dan lapang.

Saya memperkirakan anak-anak Rio pastinya bakal gemar lari kesana-sini. Jangan-jangan malah naik sepeda roda 3 di dalam rumah ya?
 
source: informa.co.id
Furnitur yang harus dipilih kemudian adalah meja konsol untuk menyimpan pot bunga dan foto keluarga. Ashley Norcastle Meja Konsol warna coklat sungguh memikat saya. Ujungnya membulat, tidak tajam. Aman bagi anak-anak.

Warnanya coklat agar suasana adem nan nyaman menyambut penghuni rumah yang baru pulang, serta tamu yang datang.

source : informa.co.id

Berikutnya adalah lukisan. Hihihi saya gemes banget melihat  banyaknya pilihan. Bikin bingung. Semua bagus. Pilih hiasan dinding  dengan coretan sederhana berlatar putih atau berwarna kontras? Bisa bantu pilih? Semua pingin dibeli  nih. :D
 
source: informa.co.id

Asyiknya ada Informa di Jogjakarta, saya lihat ada di Ambarukmo Plaza dan Hartono Mall.  Storenya memang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka yang tinggal di kota terpencil ((duh terpencil)), bisa banget belanja via online.

Informa juga mengerti banget kebutuhan pelanggan karena itu ada beberapa fasilitas yang bisa dinikmati:

Infoma Custom Furniture

Takut furnitur ngga sesuai dengan bangunan rumah? Kekecilan atau malah kebesaran hingga nggak bisa masuk rumah? 
Bisa banget membuka laman Informa Custom Furniture untuk memilih design, mengukur, mengkalkulasi harganya agar bisa disetujui sebelum produksi.

Produk Informa Custom Furniture memiliki banyak keunggulan, yaitu:
  • Tidak beracun
  • Anti lembab
  • Ramah lingkungan
  • 3 tahun garansi terbatas

Nah, terwujud deh rumah impian. Ngga bingung lagi dengan rumah warisan yang ngga jelas bentuknya seperti yang saya miliki, karena bisa dipercantik dan dibuat nyaman.

Informa Rewards

“Diskon dong, kan udah langganan”.

Hihihi sering banget ya bilang gitu ke penjual?   Informa Rewards memenuhi kebutuhan tersebut. Caranya mudah, daftar sebagai member disini kemudian nikmati fasilitasnya, yaitu:
  • Points Reward, setiap pembayaran Rp 100.000 mendapat 1 (satu) poin yang bisa digunakan untuk belanja kemudian.
  • Member Promo, promo khusus member Informa Rewards untuk produk pilihan setiap bulannya
  • Merchant Promo, kerjasama Informa dengan merchant lain dalam bentuk diskon, seperti travelio.com. Prodia, Zuri Express Hotel dan masih banyak lagi.
  • News Update, sebagai member Informa Rewards, selalu ada update, sehingga ngga perlu takut ketinggalan informasi.

Masih kurang banyak? Nah member Informa Rewards juga mendapat fasilitas gratis pengiriman furnitur yang diidam-idamkan.

Sekarang tunggu apalagi?

Yuk belanja furnitur kece,  elegan nan berkualitas dengan menjadi member Informa Rewards,  dan nikmati keuntungannya.




Comments

Sandra Hamidah said…
Wah punya rumah di Jogja ya Bu, jadi kangen Jogja dan penasaran sama rumah khas nya 😊
Yayu Arundina said…
Waah jadi pengen maen ke rumah ambu di Jogja πŸ˜„πŸ˜ sepertinya adem deh
Bangunan lama memang terkenal kuat bangunannya ya, Ambu. Tempat yang saya tinggalin sekarangbjuga gitu, bangunan tua. Walopun sebenernya saya pengen diutak atik itu rumah biar klebih eye catching😁
Jeanette Agatha said…
Aku baru tau kalau Ambu punya rumah di Jogja. Paling senang kalau sudah memikirkan interior rumah ya, Ambu.
Karena rumahku ga terlalu jauh dari INFORMA jadi sering banget mampir ke sana sambil cari2 inspirasi :)
TIAN LUSTIANA said…
Rumah yang khas Jogja banget itu feel nya beda ya Bu. Saya seneng berkunjung ke daerah yang khas rumahnya tuh bener - bener gak dirubah, kecuali sama furniturenya.
Dea MS said…
Rumah-rumah di Yogya tuh yaaa, pasti nyaman ya teh dan enakeunn
Risky Nuraeni said…
Furniture yang da di informa keren keren ya ambu, aku juga udh punya incaran nih buat ngisi ruang tamu trumah nanti hehe hu
Gilang said…
Ku sedang membayangkan rumah warisannya Ambu dengan gaya solid harmony ini pasti jadi kece banget, apalagi beli furniturnya di INFORMA. Seneng ih sama furnitur INFORMA yang anti lembab dan punya garansi terbatas 3 tahun. Udah gitu gak cuma dibeli langsung di gerainya tapi udah bisa online. Mana kalau jadi member banyak rewards pula. Paket komplit :))
Masya Allah ulasannya lengkap banget ambu :)
Kebayang rumah warisannya jadi bagus banget dengan sulapan perabot dan inspirasi desain interior dari informa. Ku juga ingin menyulap rumah minimalisku. Doakan ya ambu :)
Gita sarrah said…
Ho di Informa bisa pesen custom furniture yah? Saya jadi langsung ngebayangin suasana rumah di jogja dengan furniture modern vintage buatan informa😍
Aku paling suka tuh ke Informa yang di Living Plaza dan Plaza Dago. Deket sama tempat terapi Al. Jadi sambil nunggu, sambil cuci mata atau belanja peralatan dapur. Hihih.
Sri Al Hidayati said…
Meni enakeun yaa ruang tamunyaa kalau dihias dengan pigura gitu bun, 😍 ga harus foto yaa bisa jadi ide buat di rumah πŸ€—
Menyortir furniture lama bisa membuat rumah lebih lega ya mbak. Saya juga melakukannya setelah renovasi 2 tahun lalu.
Yasinta Astuti said…
wiih pilihan ambu mantap niih apalagi sama furniture informa yang bikin mupeng
Kalau saya juga punya rumah di Jogja pastinya bakalan sering ke sana. Gak pernah bosen main ke Jogja, deh!
Yang saya bayangkan, rumah warisan Ambu itu bergaya ala rumah Joglo ya..?
APRIL TUPAI said…
kalo ada rejeki lebih pengin banget ngecat rumah lagi, warna pastel gitu pasti manis banget ya huhuhu