5 Keunggulan Menstrual Pad, Perempuan Wajib Tahu


sumber: instagram.com/hannahpad_australia

“Lagi dapet”

Kalimat samar semacam itulah yang biasa diucapkan seorang perempuan ketika menyatakan bahwa dirinya sedang mendapat siklus bulanan. Kalimat yang menyembunyikan fakta sebenarnya. Seolah malu.

Tak heran,  sebuah survei global menemukan bahwa 73 persen perempuan menyembunyikan menstruasi mereka dari orang lain, sementara 68 persen perempuan enggan membicarakan menstruasi mereka dengan pasangannya.


Boleh saja kultur dituduh sebagai penyebabnya. Karena kultur pula yang menyebabkan suku Naulu di Indonesia Timur mengasingkan perempuan yang sedang datang bulan. Para perempuan ini  baru boleh pulang ke rumah setelah masa haidnya selesai. Kejam nian ya?

Kondisi ini menyebabkan kaum perempuan kurang memahami apa yang terjadi pada organ kewanitaannya, dan berakhir sebagai korban iklan. Termakan iklan pembalut yang gencar mempromosikan kelebihannya. Anti bocor, anti bau, anti selip.

Sebelum termakan iklan, perempuan harus paham apa sih yang dimaksud dengan menstruasi? Dikutip dari parenting.orami.co.id, dr. Yohana Margarita menjelaskan:
Menstruasi atau haid adalah proses meluruhnya dinding rahim dengan tanda keluar darah melalui vagina selama 3 – 7 hari. Terjadi setiap 21 – 35 hari. Volume darah yang keluar rata-rata sekitar 3 sendok makan dalam sehari.
Dilihat intensitas dan volumenya, proses haid yang terjadi setiap bulan harusnya ditanggapi dengan wajar. Nggak usah heboh. Ada saat darah haid mengalir deras, namun hanya 1-2 hari saja. Sehingga tidak harus menelan mentah-mentah apa yang dikatakan iklan.

Iklan pembalut sekali pakai memang dibuat membahana agar konsumen membeli. Semakin sering dan banyak dibeli, semakin senanglah produsen, karena berarti omzet penjualan melaju kencang.

Konsekuensinya, sampah pembalut bermunculan di area tumpukan sampah. Ada yang sudah tercabik-cabik, ada pula yang masih berdarah-darah. Membuat kawanan anjing liar tertarik untuk memainkannya.

Selain masalah sampah, nggak semua perempuan cocok dengan pembalut sekali pakai. Mereka kerap mengalami  gatal-gatal dan iritasi. Sayang, akibat ketidak pahaman, gejala tersebut dicuekin, penderita enggan ke dokter dan nrimo aja.

Padahal ada banyak alternatif lainnya, seperti reusable pad atau menstrual pad yang ternyata banyak kelebihannya lho. Apa saja? Ini dia:


 Aman Bagi Kesehatan
sumber: instagram.com/hannahpad_australia

Publik pernah dihebohkan dengan temuan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)  kandungan klorin pada beberapa merk pembalut dan panty liner  yang dijual di Indonesia. Bahan tersebut bisa memicu iritasi dan bahkan kanker terutama kanker terkait organ reproduksi wanita.

Apa sih klorin?
Klorin adalah unsur senyawa kimia yang sering digunakan sebagai alat / bahan pemutih pada industri kertas, pulp, dan tekstil, untuk manufaktur pestisida dan herbisida, misalnya DDT, untuk alat pendingin, obat farmasi, vinyl (pipa PVC), plastik , bahan pembersih, dan untuk pengolahan air bersih dan air limbah.

Klorin digunakan produsen agar pembalut nampak putih kinclong. Jika tidak, pembalut terbuat dari campuran kapas dan rayon akan berwarna kuning kusam. Nah, justru pembalut berwarna kuning kusam ini (tidak berklorin) dituduh sebagai pembalut bekas yang didaur ulang.
Ribet banget yak?

Walau pengalaman saya sebagai periset sampah di lapangan menyangsikan adanya pembalut daur ulang (kita kupas dalam tulisan lain), solusi terbaik agar tak terpapar klorin dan terhindar dari gatal-gatal, serta iritasi ya menstrual pad.

Menggunakan bahan katun warna-warni, menstrual pad ngga butuh klorin, sehingga amat tepat bagi kesehatan vagina. Menstrual pad juga berulang kali dicuci sehingga meluruhkan bahan kimia yang mungkin tersisa usai proses finishing.

Oh ya pengalaman bekerja di perusahaan tekstil membuat saya mengetahui bahwa produk tekstil dan turunannya (termasuk pembalut), membutuhkan proses finishing untuk hasil akhir. Kulit sebagian orang tak menunjukkan reaksi ketika bersentuhan dengan bahan kimia yang tersisa, sebagian lagi gatal-gatal dan kemerahan, tergantung tingkat sensitivitasnya.

Aman Bagi Lingkungan
sumber: instagram.com/hannahpad_australia

Pernah nggak ngebayangin sampah pembalut kamu berserakan di tempat sampah, dipegang oleh petugas sampah dengan tangan telanjang? Karena walau telah diikat erat dalam kantong plastik, tikus dan kucing yang kepo lihat bungkusan, akan mengigit dan mengorak-arik sampah.

Sampah pembalut sintetis seharusnya menjadi tanggung jawab produsen, sesuai undang-undang nomor 18 tahun 2008. Tapiiii....., seperti yang kita ketahui, di Indonesia nggak ada produsen yang melaksanakan tanggung jawabnya.

Hingga saat ini, belum ada penelitian resmi mengenai jumlah sampah pembalut di Indonesia. Yang pasti komponen plastik pada pembalut tak akan terurai di alam, karena tak ada bakteri yang mau makan plastik. Sampah plastik hanya akan hancur menjadi mikroplastik, mencemari bumi, udara dan lautan.

Nyaman
sumber: instagram.com/hannahpad_australia

Dibandingkan pembalut yang menggembung ketika digunakan, menstrual pad tipis, mengikuti lekuk organ, namun mampu menampung darah haid, karena ada lapisan dibagian tengah untuk menyerap darah haid.

Tiwi Arsianti, pengguna menstrual pad yang saya wawancarai berkisah bahwa sebelum menggunakan menstrual pad, dia sempat merasa takut bocor. “Nyatanya asyik aja tuh, bahkan sering harus ke lapangan kala haid. Ngga pernah bocor. Malah nyaman. Ngga kerasa ada yang menggembung di bagian bawah”.

Seperti baju yang berulang kali dicuci, begitulah rasanya kenyamanan menggunakan menstrual pad.

Terhindar Dari Bau Tak Sedap

sumber: instagram.com/hannahpad_australia

Bahasa Sunda mengenal kata “ngekep”, yang menggambarkan kondisi terperangkap. Kurang lebih seperti itulah yang terjadi pada vagina ketika sedang menggunakan pembalut sekali pakai.

Bermaksud anti bocor tapi malah “ngekep” karena tidak berpori, membuat vagina mengeluarkan bau tak sedap. Terlebih jika menggunakan celana dalam polyster, bukan katun, maka lengkaplah sudah penderitaan vagina.

Dalam keseharian, vagina memiliki aroma khas yang tidak mengganggu. Intensitas aroma vagina akan berubah sedikit tajam selama menstruasi, namun dalam tahap wajar.  Jika darah haid berbau busuk maka pemiliknya harus memeriksakan diri ke dokter. Beberapa kemungkinan penyakit yang menyebabkan bau tak sedap adalah:
1. Servisitis
2. Radang Panggul
3. Kanker Servik
4. Penyakit Menular Seksual  .... dll

Jadi ada perbedaan ya, antara bau menyengat akibat darah haid, dengan bau dari sekitar vagina akibat salah menggunakan pembalut dan celama dalam.

Murah
Berapa pengeluaran tiap bulan untuk membeli pembalut sekali pakai? Rp 25.000? Rp 50.000? Tergantung merk dan kebiasaan mengganti pembalut ya?
sumber: cnnindonesia.com

Tapi tahukah bahwa jika dikalkulasi dalam kurun waktu 10 tahun, maka jumlahnya mencapai jutaan rupiah? Dari infografis yang diambil dari cnnindonesia.com, ada perbedaan yang menyolok antara biaya pambalut sekali pakai, menstrual cup (kita bahas dalam tulisan lain) dan menstrual pad.

Biaya pembelian menstrual cup memang mahal Rp 400.000  – Rp 700.000 tapi awet hingga 10 tahun kemudian. Sedangkan menstrual pad umumnya dijual per set, bisa juga eceran. Berbeda dengan pembalut sekali pakai yang harus diganti jika terasa “penuh”, 1 buah menstrual pad bisa digunakan seharian. Sehingga nggak perlu stock banyak-banyak.

Harga dan ketahanan menstrual pad pun beragam. Ada yang mengklaim awet selama 5 tahun, namun ada juga yang hanya 2-3 tahun. Pilih yang hanya berbahan 100 % cotton, lebih bagus lagi jika 100 % organic cotton karena ditanam tanpa pestisida.

Masih ragu? Gunakan bertahap, misalnya hanya di hari-hari terakhir haid atau sewaktu tidak bepergian ke luar kota agar tidak was-was sepanjang perjalanan.

Atau ragu-ragu karena harganya “lumayan”? Jika Anda berdomisili di Kota Bandung atau sedang berada di kota kembang ini, bisa membeli eceran di Toko Organis YPBB Bandung Jalan Batik Uwit nomor 1 Bandung.
Instagram : @tokoorganisypbb
CP : +62 853 2118 4929 (WA)
Buka Senin – Jumat, pukul 09.00 WIB – pk 17.00 WIB

Merupakan fasilitas edukasi YPBB Bandung, kamu bisa menanyakan apapun yang berkaitan dengan gaya hidup organis.
sumber: instagram.com/hannahpad_instagram.com

Bagaimana? Ternyata banyak pilihan ya untuk perempuan milenial? Berbeda banget dengan perempuan generasi baby boomers yang harus nrimo dengan pembalut sekali pakai. Atau apesnya menggunakan pembalut kain jadul yang pastinya sering selip dan bocor.

Yang harus dilakukan adalah mengenal miss V masing-masing, karena setiap orang berbeda, sehingga kebutuhannya pun berbeda. Jagalah agar terjamin kesehatan dan kebersihannya. Jangan tergiur iklan. Setiap produsen pastinya akan mengiklankan produknya seunggul mungkin. Konsumenlah yang harus waspada terhadap kekurangannya.


Comments

Informasi banget deh bagi saya sekalipun saya cowok. Jaga2 buat calon istri nanti hehe
Dani Ristyawati said…
Aku juga sudah mulai nyobain pakai menstrual pad nih biar hemat dan mengurangi konsumsi plastik soalnya yang seklai buang itu kan banyak bahan plastiknya...