#AyoHijrah, Menuju Fastabiqul Khairat Bersama Bank Muamalat Indonesia


“Mengapa kamu masuk Islam?”
Pertanyaan menggelitik  ini sering banget saya terima. Baik  dari sesama umat islam, maupun dari non Islam.  Ada yang langsung, beberapa lainnya  chatting via dunia maya.

Sesama umat Islam umumnya penasaran, mengapa saya tertarik menjadi mualaf kemudian memutuskan masuk Islam. Sedangkan penganut agama Kristen dan Katolik umumnya menyesalkan, kok saya pindah agama. Bahkan ada yang menuduh saya sebagai manusia kurang beriman.

Jika ada tuduhan seperti itu, saya biasanya menjawab bahwa justru karena saya beriman padaNya, saya mencari cara beribadah yang lebih baik, nyaman  dan benar. Tentu saja menurut saya.  Saya mencari dan berkeputusan pindah  agama karena bagi saya Islam merupakan agama yang sempurna. Islam menuntun umatnya secara detail.  Agar mereka tidak salah langkah.  Islam adalah way of life yang paling handal.

Sayangnya umat Islam sendiri sering melupakan kesempurnaan agamanya. Manuasiawi sih. Jika sudah memiliki sesuatu, manusia kerap lupa kelebihan yang dimilikinya. Sebagai contoh, kita pingin banget memiliki ponsel  produksi terbaru.  Fitur-fitur nya lebih keren. Tampilannya lebih  mewah. Tapi apa yang terjadi ketika akhirnya ponsel tersebut berhasil kita miliki? Biasanya kita cuekin bukan?

Menganalogikan agama dengan ponsel mungkin kurang tepat. Namun cara termudah. Berbincang  kesempurnaan Islam dari pandangan awam kita, dari ibadah wajib yang  nampak remeh temeh, dari hal-hal kecil yang acap terabaikan. Agar kita bisa bersama berfastabiqul khairat. Berhijrah. Bukankah hidup kita di muka bumi ini hanya sekedar mampir untuk minum seteguk air?




Salat
Pernahkah  menyadari betapa indahnya perintah Allah SWT untuk salat?
Saya pernah berdiskusi dengan  nonmuslim mengenai:
“Mengapa salat bisa membuat saya tertarik masuk  Islam? Bukankah agama lainpun menganjurkan ibadah padaNya. Boleh setiap hari. Malah nggak dijadwal seperti dalam agama Islam”

Kebetulan keluarga saya penganut Katolik yang taat. Mereka tidak hanya beribadah di hari Minggu. Juga setiap  hari beribadah pagi di kapel, gereja ukuran kecil yang umumnya berada dalam kawasan biara/sekolah/rumah sakit. Mirip langgar dalam agama Islam.
Yang membedakan, ketika kegiatan ibadah nonmuslim tidak lagi dilakukan, penganutnya tidak  berdosa.  Ibadah setiap waktu seperti itu bukan kewajiban.

Tidak demikian  dengan salat.  Umat Islam wajib melaksanakan salat, tidak melakukannya berarti berbuat dosa. Tercantum dalam kitab suci Al Quran. Juga banyak sunah menegaskan perkara salat, diantaranya:

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ
(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 257).
Mengapa diwajibkan?
Karena salat  banyak manfaatnya untuk si pelaku. Bukan untuk orang lain, terlebih bukan untuk Allah SWT. Manfaat tersebut antara lain:

Untuk bercakap-cakap.
Tidak ada seorangpun yang bisa dipercaya menyimpan aib kita. Tidak kerabat, saudara terlebih hanya teman. Hanya Allah yang mampu, sehingga kita bisa dengan leluasa curhat dan meminta apapun padaNya. Jika tidak segera terkabul, tanyakan pada diri: “Apakah ada diantara teman/saudara yang bisa mengabulkan permintaan tersebut?”
Ada penyebab Allah tidak bersegera mengabulkan permintaanmu. Mungkin waktunya tidak tepat. Mungkin kamu tidak akan mampu menerima konsekuensi. Serta banyak kemungkinan lain.

Memanfaatkan Waktu.
Mengapa salat terdiri dari 5 waktu?
Mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa pagi hari adalah saat udara masih bersih, bebas polusi. Memang sih mata masih mengantuk, maunya ngrungkel di balik selimut, tapi salat subuh menyadarkan mata untuk terbuka, fisik merasakan kesegaran pagi. Tak heran ada pepatah Cina yang mengatakan bahwa: “hanya ayam yang bangun paling pagi yang akan mendapat cacing paling banyak dan paling fresh”.  Pepatah tersebut mengisyaratkan mengenai siapapun yang bangun paling pagi akan mendapat rezeki lebih banyak dibanding mereka yang bangun di siang hari.

Bagaimana dengan salat di siang hari? Sama-sama bermanfaat. Dulu, awal saya menjadi mualaf, saya masih bekerja sebagai Chief Accounting di perusahaan ekspor impor. Saya harus bertemu dan mendapat tekanan dari pihak bank, pihak pajak dan pimpinan perusahaan yang tak mau dengar alasan. Betapa senangnya ketika datang saat salat Zuhur,  isi kepala jadi adem lagi, anggota tubuh segar sesudah berwudu. Keinginan nggebrak mejapun urung :D

Demikian pula dengan salat Magrib dan salat Isya. Acapkali perasaan malas datang. Pulang bepergian di siang hari, maunya tiduran, kemungkinan besar benar-benar tidur tanpa membersihkan tubuh. Hingga bangun di pagi hari dengan tubuh dan rasa yang berantakan.

Beruntung Islam mewajibkan umatnya untuk salat, sehingga disiplin membersihkan tubuh karena akan menghadapNya. Kemudian menunggu salat Isya sambil membaca kitab suci Al Quran agar semakin mengimani Islam, way of life yang diturunkan untuk umat Islam melalui nabi Muhamad SAW.

 Begitu banyak manfaat dan keutamaan hanya dari satu ibadah saja. Jika ditambah ibadah lain, betapa sempurnanya bukan? Sebetulnya saya ingin membahas zakat dan sedekah, tapi kita tunda dilain waktu, karena ada yang lebih menarik, yaitu:
Jauhi riba

Sesudah memutuskan resign sebagai Chief Accounting, hiatus untuk menekuni tugas sebagai ibu rumah tangga. Kemudian, sesudah anak-anak besar, saya  kembali lagi bekerja sebagai pekerja sosial. Disini saya menemukan banyak tragedi rumah tangga yang diakibatkan jeratan rentenir.

Sedih banget. Mereka hanya meminjam Rp 200.000 – Rp 500.000 tapi berkembang menjadi jutaan rupiah gara-gara riba yang dikenakan rentenir. Korban tak berdaya. Berujung tragis. Pertengkaran diantara keluarga. Banyak yang harus menjual rumah. Kemiskinan yang bak lingkaran setan. Tak jarang terjadi perceraian antar suami istri. Karena itulah, Islam melarang riba dengan tegas:

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ
Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (QS. Al Baqarah [2]: 276)

Konsekuensinya sangat jelas, sebagai umat Islam, kita diharuskan menyimpan uang di lembaga keuangan yang tidak menerapkan riba. Dan itu adalah:
Bank Muamalat Indonesia
Mengapa?

Mengapa masyarakat Indonesia harus Hijrah ke Bank Muamalat Indonesia ?

Contohnya ada dalam keseharian. Sebagai  umat Islam, kita kerap menghindari outlet makanan yang berdekatan dengan pedagang makanan non halal seperti daging babi bukan? Nah, jika berdekatan saja enggan, apalagi jika penjualnya membuat makanan non halal sekaligus makanan halal. Takut ada kuah yang tercampur, takut peralatan tertukar dan sebagainya.  

Demikian pula dengan pilihan lembaga keuangan. Nasabah akan tenang bertransaksi di Bank Muamalat, karena tidak saja pengelolaan dananya berdasarkan  prinsip-prinsip ekonomi syariah yang dikawal dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah.

Juga Bank Muamalat adalah bank pertama murni syariah di Indonesia. Berdiri sejak tahun 1992 Bank Muamalat tidak menginduk dari bank lain, sehingga terjaga kemurnian syariah nya.

Takut kesulitan bertransaksi?

Duh hari gini, pastinya Bank Muamalat telah  memiliki produk dan layanan keuangan lengkap yang ditunjang dengan berbagai fasilitas seperti Mobile Banking, Internet Banking Muamalat dan jaringan ATM dan Kantor Cabang hingga ke luar negeri.


Apa saja produk Bank Muamalat? Ini dia:

Tabungan iB Hijrah
Merupakan tabungan nyaman untuk digunakan kebutuhan transaksi dan berbelanja dengan kartu Shar-E Debit yang berlogo Visa plus dengan manfaat berbagai macam program subsidi belanja di merchant lokal dan luar negeri.
Nasabah bisa menikmati berbagai ragam layanan seperti realtime transfer/SKN/RTGS,  isi ulang prabayar, bayar tagihan listrik, tagihan kartu pasca bayar, pembelian tiket dan pembayaran ZIS (zakat, infaq, sedekah) dengan Tabungan iB Muamalat melalui mobile banking dan internet banking.
Keuntungan:
·         Bebas biaya tarik tunai di jaringan Prima/Bersama,
·         jika saldo setelah penarikan minimal 5 juta (max 10x/bulan)
·         Bebas biaya realtime transfer melalui Mobile/Internet Banking Muamalat*
·         Dapat mengikuti program/promo lainnya.


Tabungan iB Hijrah Valas
Merupakan tabungan syariah dalam denominasi valuta asing US Dollar (USD) dan Singapore Dollar (SGD) yang ditujukan untuk melayani kebutuhan transaksi dan investasi yang lebih beragam, khususnya yang melibatkan mata uang USD dan SGD.
Diperuntukan untuk perorangan usia 18 tahun ke atas dan Institusi yang memiliki legalitas badan. Tabungan iB Hijrah Valas memiliki fitur unggulan:
·         Gratis biaya administrasi untuk Tabungan Muamalat USD dengan saldo rata-rata > USD 1.000
·         Gratis biaya penutupan rekening
·         Transfer gratis antar rekening Bank Muamalat di seluruh jaringan kantor Bank Muamalat
·         Dapat bertransaksi di jaringan Cabang Devisa Bank Muamalat di seluruh Indonesia
·         Dapat bertransaksi pada jaringan kantor Bank Muamalat di Malaysia dan Batam

Juga mendapat keuntungan berikut:
1.        Berkesempatan mendapatkan bonus bulanan
2.       Berkesempatan mendapatkan keuntungan investasi valuta asing dalam Dollar
3.       Dapat menghindari risiko kurs atas kewajiban pembayaran non-rupiah dengan cara mengelola likuiditas secara langsung dalam bentuk Dollar
4.      Online di seluruh outlet Bank Muamalat
5.       Aman dan terjamin
6.       Terjangkau. Tabungan Muamalat  Dollar memiliki konsep yang terjangkau. Pembukaan yang ringan serta biaya administrasi yang rendah
7.       Nyaman. Nasabah dapat melakukan transaksi di seluruh cabang Devisa Bank Muamalat
8.       Menguntungkan. Mendapatkan Bonus atas dana simpanan yang disimpan.

Tabungan iB Hijrah Haji dan Umrah
Merupakan salah satu Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH), yang terdaftar di SISKOHAT Kementerian Agama Republik Indonesia. Bank Muamalat Indonesia memfasilitasi nasabah dengan beberapa keuntungan berikut:

·         Lebih praktis, tidak perlu membawa uang tunai berlebihan. Saat berangkat ke tanah suci, nasabah akan mendapatkan pilihan kartu Shar-E Debit Muamalat. Kartu tersebut bisa digunakan untuk transaksi ATM dan pembayaran belanja di seluruh dunia melalui jaringan ATM Bank Muamalat, ATM Plus/Visa, ATM Bersama, ATM Prima, MEPS dan merchant Visa.
·         Lebih nyaman, tersedia beragam nominal Standing Instruction bulanan maupun harian yang dapat disesuaikan dengan keingan nasabah tanpa repot ke kantor cabang atau ATM.
·         Lebih ringan, tidak dikenakan biaya administrasi ataupun biaya pemindahan dana ke rekening Tabungan iB Hijrah Haji.
·         Lebih banyak bonus dan hadiahnya.
·         Suvenir eksklusif berupa perlengkapan haji.
·         Nasabah berkesempatan mendapat hadiah umrah bebas biaya (program Rezeki Haji Berkah) selagi menunggu keberangkatan haji selama periode program berlangsung.

Deposito iB Hijrah
Deposito syariah dalam mata uang Rupiah dan US Dollar yang fleksibel dan memberikan hasil investasi yang optimal bagi nasabah, dengan keuntungan:
·         Menguntungkan, dapatkan bagi hasil yang optimal
·         Ketenangan hati, dana investasi Anda dikelola secara syariah dan dapat memberikan ketenangan batin untuk Anda
·         Fleksibel, pilih jangka waktu sesuai dengan kebutuhan Anda, yaitu 1, 3,6 atau 12 bulan
·         Sebagai jaminan, kelak Anda bisa menggunakan Deposito iB Hijrah sebagai jaminan pembiayaan jika dibutuhkan

Giro iB Hijrah
Produk giro berbasis akad wadiah yang memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi. Merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan transaksi bisnis Nasabah Non-perorangan yang didukung oleh fasilitas Cash Management.  Adapun keuntungannya adalah:
·         Tersedia dalam 3 jenis mata uang : IDR,USD, dan SGD
·         Kemudahan dan fleksibilitas dalam bertransaksi
·         Fasilitas E-Muamalat untuk melayani segala keperluan transaksi selama 24 jam, meliputi Cash Management System, ATM, Internet Banking serta Mobile Banking
·         Kartu Share E Debit yang bisa digunakan untuk transaksi di seluruh dunia (untuk nasabah perorangan)

Pembiayaan Rumah iB Hijrah Angsuran Super Ringan dan Fix and Fix (masih dalam proses pengajuan kepada Regulator/OJK)

Sangat lengkap bukan?
Sebagai lembaga keuangan syariah, Bank Muamalat Indonesia memfasilitasi semua kegiatan umat Islam, seperti kebutuhan untuk membayar ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf), membeli daging kurban serta kebutuhan muslim lainnya.


Tak heran, berdasarkan hasil survei Satisfaction, Loyalty, and Engagement (SLE) 2019 yang dilakukan oleh Marketing Research Indonesia (MRI) bekerja sama dengan Infobank. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. menempati posisi pertama sebagai bank syariah dengan nasabah paling loyal pada tahun 2019.

“Kami punya standar baku pelayanan yang diberi nama Service Ritual. Disamping membangun budaya melayani, juga sekaligus memitigasi potensi fraud dan kesalahan data. Dengan demikian pelayanan dan kepuasan pelanggan bisa terpenuhi dengan baik”.

Demikian ungkap Direktur Operasi Bank Muamalat, Awaldi dalam sambutannya mengenai upaya Bank Muamalat Indonesia  membuat nasabah Bank Muamalat merasa nyaman sehingga tetap loyal.

Tertarik hijrah dan menyimpan dana di Bank Muamalat Indonesia?

Sejak 1 Mei 2019, bertepatan dengan milad Bank Muamalat yang ke-27. Kini  menyimpan dana di Bank Muamalat semakin mudah dengan aplikasi  #AyoHijrah. Baik bagi kamu yang sudah menjadi nasabah maupun yang belum.

Aplikasi bisa diakses di website https://www.ayo-hijrah.com atau https://www.bankmuamalat.co.id/ayohijrah atau dapat didownload melalui smartphone di Google Play (platform Android) atau App Store (platform IOS).

Sangat  memanjakan bukan?
Nah tunggu apalagi?   #AyoHijrah, ber-fastabiqul khairat bersama  Bank Muamalat Indonesia.







Comments

Sri Al Hidayati said…
Wah baru tau Bunda Mualaf? Barakallah Bunda. Senengnya baca tips tips seputar hijrah yang sedang dilakukan. Saya juga lagi fokusin buat jauhin riba bun.. tulisannya bagus bun
Yayu Arundina said…
Pengalaman yang sangat menarik ya Ambu. Mudah-mudahan kita bisa mewujudkan Islam sbg Way of Life dengan dukungan bank Muammalat
TIAN LUSTIANA said…
Bismillah ya bu mari berhijrah supaya lebih baik lagi. Saya juga mau ah buka tabungan di Bank Muamalat
Evi Sri Rezeki said…
Sesungguhnya salat itu bikin kita jadi disiplin dan ada jeda buat menenangkan diri dari rutinitas ya, Mbak.
Program Bank Muamalatnya bagus semoga makin banyak yang terbantu :)
Nia K. Haryanto said…
Kepengen banget bisa hijrah total. Biar bisa tenang. Tapinya belom aja ini, terutama dalam hal tabungan. Semoga disegerakan ya
Larasatinesa said…
Semoga selalu istiqomah ya, Ambu. Aku juga mau mulai pelan-pelan mengurangi riba. Insha Allah mau buka tabungan di Muamalat :)
Rani Yulianty said…
Kisah hijrahnya ambu bikin merinding dan menginspirasi, memang betul ya, kadang kita lupa sama kesempurnaan agama sendiri hingga berbuat khilaf, banyak sekali manfaat shalat, dan itu luar biasa, alhamdulillah bank muamalat membuat kita bisa istiqomah hijrah ya
lendyagasshi said…
Ambu...
Barakallahu fiik...

Tulisan Bunda asik banget dibacanya.
Jadi insight baru bagiku yang beragama Islam sedari kecil, tapi gak memahami makna Islam yang sebenarnya.

Bank Muamalat hadir sebagai solusi ummat di negara yang mayoritas beragama Islam.
Ida Tahmidah said…
Wah harus hijrah totalitas ya biar bisa selamat dunia akhirat ...sy msh ada bank konvensional tp buat lalu lalang uang aja sih bukan buat nyimpen..
sucijewels said…
pengalaman yang sangat mengharukan yah ambu
Sarah Jalan said…
semoga bisa istiqomah berhijrah ya bunda, agar bisa hidup kita lebih baik lagi..aamiin :)