Skip to main content

5 Jurus Zero Waste Lifestyle Saat Promo Belanja Online


 
source: womantalk.com

Tanya: Saya penjual online, apakah  aktivitas saya  bertentangan dengan prinsip zero waste lifestyle?
Jawab : Tidak. Karena di masa depan, lalu lintas penjualan retail terjadi secara online. Lalu lintas jalan raya begitu padat hingga  stuck dan crowded.  Gara-gara produksi jumlah kendaraan  jauh lebih banyak dibanding  panjang jalan dibangun. Pemerintah terpaksa menaikkan pajak. Hanya orang yang benar-benar kaya yang sanggup membayar pajak kendaraan pribadi. Akhirnya, lalu lintas hanya dihuni angkutan publik ,  transportasi online, pengantar orang dan  pesanan barang.

Jawaban David Sutasurya, Direktur YPBB dan sustainable environment  tersebut nampaknya akan terwujud. Padahal jawaban diberikan pada suatu diskusi tahun 2009, sepuluh tahun yang lalu. Ketika itu gojek, grab dan berbagai aplikasi layanan antar, belum muncul janinnya. Keberadaan teknologi komunikasi belum semaju sekarang, era dimana kehidupan sangat bergantung pada sentuhan jari di gadget.

Namun kebiasaan penjual melakukan promo belanja, tetap sama. Tulisan diskon, sale dan beragam taktik menjaring pembeli, tetap dilakukan. Pembedanya hanya satu, dulu offline sekarang online. Dulu spanduk merajai jalan umum dan ruang publik. Kini iklan serupa bermunculan ketika gadget diaktifkan pemiliknya. Iklan masuk ke medsos, aplikasi serta setiap  celah yang memungkinan.

Perbedaan lainnya, konsumen mulai arif terhadap bumi yang bumi yang dipijaknya. Dulu, belanja barang hanya mempedulikan isi kantong yang terkuras.
Kini konsumen mulai risih terhadap keberadaan sampah yang tak kunjung ada penyelesaian. Timbulan sampah mengintai di setiap belanja barang. TIdak hanya kantong dan plastik pembungkus produk belanja. Setiap produk yang dihasilkan produsen hanya berpindah lokasi. Produk dari pabrik berpindah ke distributor, diangkut ke penjual eceran, dikirim ke konsumen. Kemudian apakah akan berakhir menjadi sampah atau digunakan lebih lama? Tergantung keputusan konsumen.

Apakah akan membiarkan ramalan bahwa pada tahun 2050, jumlah sampah akan lebih banyak dibanding ikan. Konsumen lah yang menentukan, bukan produsen, terlebih pemerintah.
Sudah saatnya menerapkan strategi zero waste agar anak cucu kita tidak mendapat warisan sampah. Sampah – sampah yang tidak bisa hancur karena bakteri nggak doyan makan plastik dan barang tambang.

Sebagai insan yang bijaksana dan peduli lingkungan bagi generasi mendatang, yuk budayakan strategi zero waste lifestyle atau perilaku nol sampah berikut ini:

source: adebtfreestressfreelife.com

Butuh atau Cuma Kepingin
Banyak terjadi lapar mata pada saat promo belanja online. Akibatnya membeli barang hanya karena murah, bukan benar-benar butuh. Tak lama kemudian, barang teronggok di gudang dan berakhir di tempat sampah. Seperti yang telah diungkapkan di atas, problem yang timbul bukan sekedar masalah pribadi yaitu kantong bolong. Tapi juga masalah global yang belum teratasi hingga kini, yakni lautan sampah. Jadi jika kita tidak mampu turut memberi solusi, cobalah untuk berkontribusi dengan tidak menambah sampah. Terlebih sampah akibat salah beli.

Untuk mengatasinya, buat catatan sebelum mulai berselancar. Agar hanya membeli barang yang tercantum dalam catatan, barang yang benar-benar dibutuhkan. Serta tidak tergoda membeli produk yang iklannya dibuat gede-gede, hingga  menutup monitor gadget.

source: thepetitionsite.com
Stop Single Use Plastic
Hindari belanja produk dan kemasan produk  yang sekali pakai.  
Produk sekali pakai, misalnya mangkok, piring, gelas sekali pakai yang kini marak dilakukan oleh mereka yang mengadakan pesta. Mereka hanya berpikir instan, enggan mencuci peralatan bekas pakai. Konsekuensinya sampah menumpuk. Sementara kita tahu, hanya 9 % sampah di dunia yang direcycle, sisanya berakhir sebagai sampah di tanah dan air.

Sedangkan kemasan produk  sekali pakai, perhatikan apakah wadah produk bisa digunakan ulang? Wadah kosmetik misalnya, pilihlah  cup dibanding tube. Wadah makanan pilih juga cup/botol yang bisa digunakan ulang atau direcycle dibanding sachet. Indikator kemasan bisa digunakan ulang  adalah sebagai konsumen kita bisa menggunakannya lagi. Jika tidak, apakah pemulung/penjual barang bekas mau menerima sampahnya. Mungkin kita tidak menjualnya, tapi di TPS/TPA, para pemulung akan mengambilnya sebagai nafkah mereka. Nah, bukankah memilih kemasan yang bisa direcycle berarti telah bersedekah bagi yang membutuhkan?


Circular Economy
Hukum circular economy mensyaratkan nol sampah. Karena yang dinamakan sampah dalam linear economy merupakan bahan baku produk lainnya dalam circular economy. Sampah makanan, misalnya bisa diproses menjadi kompos yang berarti merupakan bahan baku pembuatan pupuk.
Demikian pula sampah anorganik. Selain recycle, perhatikan kemungkinan repair. Beberapa product electronic hanya sekali pakai, tidak bisa di –repair atau diperbaiki. Produk busana dan asesoris ada yang bisa di-repair, ada pula yang jika rusak ya harus dibuang, tanpa ampun.

Seperti yang dikatakan Emma Watson:
“As consumers, we have so much power to change the world by just being careful in what we buy”
Maka kita harus cerdas memilih produk dari pengusaha yang peduli pada product dan kemasannya. Apakah aman bagi lingkungan? Bakalan nyampah atau tidak? Serta banyak SOP lain yang telah disepakati dan harus dipatuhi.

source: wrm.org
Pilih Produsen yang Pro Lingkungan
Setiap tahun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan penilaian kepada para produsen, swasta maupun BUMN.  Dinamakan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER), perusahaan yang berhasil tidak saja mendapat penghargaan adri KemenLHK juga dari konsumen.
Konsumen bisa memilih hanya perusahaan dengan PROPER terbaik yang dibeli produknya. Peringkat PROPER berjenjang, yaitu:

PROPER hitam diberikan kepada perusahaan yang dalam kegiatannya, telah dengan sengaja melakukan perbuatan atau melakukan kelalaian sehingga mengakibatkan terjadinya pencemaran atau kerusakan lingkungan, serta melanggar peraturan perundang-undangan
yang berlaku dan/atau tidak melaksanakan sanksi administrasi.

Proper Merah diberikan pada perusahaan yang  telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan tetapi belum sesuai dengan persyaratan sebagaimana diatur dalam peraturan perundangundangan
Proper Biru diberikan kepada perusahaan yang dalam kegiatannya  telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan, yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan atau peraturan perundangundangan yang berlaku.

Proper Hijau diberikan kepada perusahaam yang dalam  kegiatannya telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan (beyond compliance) melalui pelaksanaan sistem pengelolaan lingkungan dan mereka telah memanfaatkan sumber daya secara efisien serta melaksanakan tanggung jawab sosial dengan baik.

Proper Emas diberikan perusahaan yang dalam kegiatannya telah secara konsisten menunjukkan keunggulan lingkungan dalam proses produksi atau jasa, serta melaksanakan bisnis yang beretika dan bertanggung jawab terhadap masyarakat.

Sebagai konsumen, kita bisa mengetahui perusahaan yang dimaksud melalui laman KemenLHK.

source: enzari.com
Pilih Merchant Terdekat
Sudah nonton “Sexy Killers” dong ya? Film mengenai produksi listrik dengan bahan batu bara,  sumber energi termurah saat ini, sekaligus paling horror, karena salah satu perusak lingkungan nomor wahid.
Memilih merchant terdekat dari rumah/destinasi barang dikirim, merupakan keputusan bijaksana. Penggunaan energi menjadi lebih sedikit. Bandingkan jika sebagai konsumen yang tinggal di Bandung, kamu memilih penjual di Batam. Padahal produk serupa  juga tersedia di penjual yang berdomisili di kota Bandung.
 
source: greenafricadirectory.com
Seperti yang dikatakan David Sutasurya, era berubah, penduduk bumi tidak lagi harus mobile untuk memenuhi kebutuhannya. Belanja online kenjadi keniscayaan. Namun berbareng dengan perubahan tersebut, muncul keharusan untuk lebih bijaksana. Tidak sekedar seputar uang yang kamu miliki, yang dengan pongah bisa kamu klaim dengan: “Ini kan duit gue, suka-suka gue dong gimana cara memakainya”

Karena pembelian suatu barang disertai konsekuensi munculnya sampah. Sementara masalah sampah belum ditemukan solusi paling jitu. Jadi jika kamu belum bisa berkontribusi menangani masalah sampah, ya jangan nambah masalah sampah  dong. Setuju?

Comments

herva yulyanti said…
Dan aku masih menjadi konsumen yang konsumtif plastik sedang belaajr buat zero waste ambu huhuhu agak susah sih tapi sudah mulai menolak kalau belanja juga bawa kantong sendiri namun buat yang lain masih pake plastik
lendyagasshi said…
((nunduk malu))
Iya Ambu...
Saya ngaku kalau masih menjadi penyumbang sampah.

Dan gak pakai banyak alasan, saya memang masih kurang konsisten untuk hidup zero waste.
Semoga kesadaran dari tiap keluarga, bisa sedikit demi sedikit merubah lingkungan.
Armita said…
Setuju Ambu, aku udah mulai belanja bawa kemasan sendiri udah 10 tahun ini
Asiyaaap... udah mulai mengurangi plastik sejak setahun belakangan. Walau belum bisa lepas sepenuhnya (untuk naruh sampah), tapi setidaknya sudah sedikit hampang hati karena turut mengurangi beban ibu bumi <3
Evi Sri Rezeki said…
Iya sih ya. Masalah sampah ini memang peer terbesar kita. Setiap membeli sesuatu mesti mikir sampahnya gimana. Makasih renungannya, Teh :)

Popular posts from this blog

The Third Charm, Akhir Yang Membuat Penonton Marah

Bagaimana jika tokoh utama yang ganteng bukan main menjalin kasih dengan second lead, gadis cantik, imut dan menggemaskan? Ternyata penonton memilih agar keduanya happy ending. Sementara tokoh perempuan di maki-maki karena dianggap meninggalkan kekasihnya.
Mungkin itu yang menjadi penyebab ending drama Korea “The Third Charm” dibiarkan cukup terbuka. Penonton boleh berkhayal semaunya. Apakah cukup sahabatan atau menikah?
Tokoh utama pria, Seo Kang-Joon dan tokohperempuan, Esom yang membuat saya kepincut untuk menonton drakor ini. Seo Kang-Joon, rupanya dianggap sukses dalam setiap perannya sehingga tahun 2018, saya menonton 2 dramanya. Marema ya?
Sedangkan Esom, saya jatuh cinta pada sosoknya di Because This Is My First Life. Berperan sebagai sahabat tokoh utama, Esom keren banget. Hihihi tentu saja yang dimaksud keren adalah postur tubuhnyayang tinggi dan penuh. Seksi, tanpa harus berbaju pendek. Bahkan balutan kostum hitam atau putih yang dikenakan, bikin Essom nampak berkelas. Sebetul…

Dewi Kentring Manik, Dewi Cantik Jelita Pelindung Kota Bandung

Kios Agro Datang, Penjual Senang, Emak-emak Happy

Ibu rumah tangga menjerit ..!! Iburumah tangga yang acap disebutemak-emak ini menjadi kelompok masyarakat yang pertama kali tersakiti ketika harga-harga melonjak naik.
Menjelangbulan puasa tahun 2019, harga bawang putih tiba- tiba membumbung tinggi hingga mencapai Rp 100K per kilo gram, padahal biasanya hanya berkisar Rp 25K per kilogram.
Sebelumnya akibat kacang kedelai melonjak tinggi, harga tempepun meroket. Produsen tempe dan penjual tempe mogok hingga pemerintah turun tangan. namun emak-emaklah yang terkena imbasnya. Setiap hari mereka harus menyediakan lauk pauk. Dan tempe merupakan sumber protein termurah.
Tiga tahun sebelumnya, harga cabai rawit yang melonjak naik, hingga mencapai harga Rp 100K/kg. Padahal harga normal hanya belasan ribu rupiah per kilogram.
Penyedia jajanan khususnya UMKM lebih terpukul.

Saya sebagai salah satu dari kaum emak, yang juga pelaku UMKM, sempat menangis kesal. Tidak hanya disebabkan keuntungan yang tergerus habis, juga pernyataan menteri pertanian yan…

Lipstik Untuk Emak

Tini
Tini berjinjit.  
Dia sedang mengintai.

Disana, dibalik pintu kaca, seorang perempuan cantik sedang tersenyum pada cermin.   Sang perempuan cantik mengambil  spon bedak, ditepuk-tepuknya  pipi, hidung dan kening. Kemudian dia meringis.  Memperhatikan deretan gigi putihnya dengan seksama. 
Nampak cukup puas.  Tidak ada potongan cabai diantara geligi.  Dari tas mungilnya, dia mengeluarkan lipstik, menyapu bibir penuhnya dengan warna merah.  Tersenyum kembali pada cermin.  Wajahnya berubah.  Semakin cantik.
Di mata Tini, kecantikan sang perempuan bak bidadari.
“Sssttt Tin, Tiniii ...” Teriakan seorang teman menyadarkannya.
Dia harus bergegas.  Rinai hujan adalah rupiah.
Semakin lama hujan turun  semakin banyak rupiah terkumpul.
Tini berlari, menuruni undakan mall, menuju kerumunan orang yang sedang berteduh. 
Lobby mall selalu menjadi tempat favorit kala hujan turun. “Ojek payung, bu?” tanya Tini pada sesosok perempuan berkaca mata.  Blazer ungunya terkena tempias.  Basah.  Dia menerima payung y…

7 Amalan Bagi Bumi; Yuk Kita Mulai di Bulan Ramadan

“We don’t  Inherit The Earth from our Ancestor, We Borrow it from our Children”Akrab dengan adagium di atas? Iya banget ya? Bumi ini kan nggak hanya dihuni kita sekarang, anak cucu kita nanti juga akan menginjaknya. Jadi sudah seharusnya kita pelihara.
Dan hanya Islam lho yang punya ayat-ayat suci agar umatNya memelihara bumi. Salah satunya: ظَهَرَالْفَسَادُفِيالْبَرِّوَالْبَحْرِبِمَاكَسَبَتْأَيْدِيالنَّاسِلِيُذِيقَهُمْبَعْضَالَّذِيعَمِلُوالَعَلَّهُمْيَرْجِعُونَ Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allâh merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). [ar-Rûm/30:41]
Sebagai muslim, bangga banget  ya punya kitab suci yang lengkap dan  sempurna. Nggak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah dan manusia dengan manusia. Juga manusia dengan alam.  
Karena jika manusia memelihara  alam, maka alam akan membalas kebaikan manusia dengan berlipat ganda. Kebutuhan oksigen yang …

3 Pilihan Investasi Sesuai Syariah Islam. Bisa Banget Dimulai Dari Uang THR

THR?
Yeay benar-benar kata yang menghinoptis. Kata yang mengumbar kebahagiaan. Baru denger kata THR udah bikin tersenyum. Apalagi jika sang THR sudah dalam genggaman. Karena itu berarti bisa beli baju, beli kue, beli hape baru, jalan-jalan, ngasih ke ortu, ngasih ke fakir miskin.
Sebentar, banyak banget yang mau dibeli? Mana buat investasi? Mumpung ada “uang kaget”, mengapa tidak berinvestasi?
Udah ada tabungan. Ngapain lagi harus berinvestasi?
Nah ini dia yang sering dilupakan masyarakat milenial. Terbuai rayuan angin surga,terlebih belanja online mempermudah segalanya, bisa –bisa dalam sekejap uang THR habis tak tersisa. Bahkan mungkin nombok.
Padahal hidup manusia di dunia rata-rata selama 60 tahun. Jika sejak dini nggak pernah berinvestasi, yakinkah bahwa kamu bisa mencari nafkah di usia tua? Jangan-jangan usia 50 tahun sakit-sakitan, bolak balik ke rumah sakit, tabungan habis, rumah terpaksa dijual. Ngenes banget.
Dan tabungan beda banget dengan investasi ya? Tabungan lebih mirip uang…

7 Bekal Wajib Agar Mudik Lancar dan Menyenangkan

Libur tlah tiba
Libur tlah tiba ... hore ... hore ...
Hihihilagu Tasya ini rasanya berkumandang di setiap liburan ya? Dan liburan berarti mudik. Lipat dua deh bahagianya.
Biasanya kami sekeluarga mudik ke Jawa Tengah. Naik kendaraan pribadi, mengular bersama kendaraan lain yang terjebak macet. Namun tetap happy. Macet adalah bunganya mudik. Bahkan kursi mobil sengaja dicopot, agar bisa tidur ketika macet.
Hingga .....
Berita itu tiba. Belasan orang meninggal gara-gara terjebak macet di Brebes Exit.Infrastruktur yang belum tuntas namun dipaksakan ,  dituduh sebagai penyebab. Namun, sejauh mana pemudik menyiapkan diri agar siap menghadapi situasi terburuk? 
Sudahkah pemudik menyiapkan bekal yang cukup dan sesuai?
Sebagai emak dengan 4 anak, menyiapkan bekal mudik menjadi story tersendiri. Nggak mudah. Jangan sampai  merasa bersalah jika ada yang tertinggal atau nggak dicatat untuk dibawa masuk koper/tas.
Selain baju, sepatu, pakaiandan pakaian dalam milik masing-masing anggota keluarga, paling…