"Ngukur Jalan", Sang Perempuan dan ASUS ZenBook



“Ngukur jalan” sebetulnya semacam plesetan yang diucapkan masyarakat tatar Sunda untuk melukiskan kegiatan menelusuri pelosok kota.  Khusus di bulan Ramadan,  “ngukur jalan” mendapat sebutan “ngabuburit” untuk kegiatan sekelompok orang yang menunggu waktu Magrib tiba.

Di periode lainnya, penduduk tatar Sunda yang someah, ngukur jalan sambil  berbincang dengan teman-teman, kemudian ngopi bareng di tempat yang disepakati.

“Ngukur jalan” sendirian sambil melakukan experience juga nggak haram. Seperti yang dilakukan seorang perempuan berkerudung merah dalam diam. Hanya kibaran rok hitam bermotif tenun ikat yang menjadi saksi. Bahwa dia larut bersama  pejalan kaki lain. Mereka adalah warga Bandung dan turis domestik yang berniat swa-foto. Nampak juga  wajah bermake-up zombie yang bersiap menyemarakkan jalan Asia Afrika dengan aneka kostum  penduduk “dunia lain”.

Telusur jalan Asia Afrika memang sungguh mengasyikkan. Terpatri hasil karya mantan walikota Bandung, Ridwan Kamil dalam memperingati Konferensi Asia Afrika yang ke-60  dalam bentuk trotoar lebar, pot-pot bunga dan bulatan batu perwakilan negara peserta.

Tak ada yang memperhatikan keberadaan si perempuan. Karena dia hanya sesosok warga yang asyik mengisi kehidupan dengan langkah nyata. Beda halnya ketika dia mulai duduk, bersandar pada salah satu bulatan batu dan mengeluarkan laptop. Wow, bagaimana tas cangklong yang nampak begitu ringan, ternyata berisi laptop?

Laptop yang begitu tipis dengan warna royal blue nan mewah serta elegan. Berpendar huruf A,S,U,S penanda brand kelas dunia. Begitu istimewa, karena ZenBook 14 UX433 yang dipegang sang perempuan merupakan ultrabook premium, yang diluncurkan berbareng dengan ZenBook 13 UX333 dan ZenBook 15 UX533.

Kilatan kamera infra merah dengan cepat memindai  sang perempuan untuk login menggunakan Windows Hello. Nampaknya ada banyak hal yang harus dikerjakan. Ditekannya ikon di ujung touchpad,  dengan segera muncul fitur eksklusif ASUS NumberPad. Dia memasukkan serangkaian data.
source: dailysocial
Jemari lentiknya berpindah,  menari dengan lincah di atas  keyboard. Ada rangkaian gambar  berkelindan dengan video, bergantian lagi dengan untaian kalimat, sebelum akhirnya membiarkan prosesor Intel Core generasi ke-8 berperforma tinggi mengolahnya.  

Didukung oleh GPU NVIDIA GeForce untuk performa komputasi dan grafis terbaik di kelasnya. Serta menggunakan NVMe PCIe SSD berperforma tinggi dengan kapasitas hingga 512GB, dan dilengkapi dengan RAM hingga 16GB.  Membuat ultrabook   ZenBook 14 UX433 tidak hanya mampu menampilkan hasil karya prima, juga cepat tersaji.

Untuk sejenak sang perempuan memperhatikan hasil akhir karyanya melalui  display ZenBook 14 UX433 yang menggunakan desain frameless NanoEdge, dengan bezel ultra-tipis. Menghadirkan pengalaman visual tanpa batas dengan screen-to-body ratio mencapai 92%.  NanoEdge Display  membuat tampilan ZenBook 14 UX433 sangat ringkas.
source: dailysocial

Tidak hanya tampil ringkas, elegan dan berperforma tinggi, bodi ZenBook 14 UX433 nampak kokoh. Telah mengantongi  sertifikasi standar militer MIL-STD-810G, laptop ultraportable ini memiliki durabilitas tinggi. Karena telah lolos berbagai pengujian ekstrem mulai dari uji ketinggian, uji suhu dan kelembapan, hingga uji banting dan getaran.

Didukung dengan resolusi tinggi, hasil karya sang perempuan hadir dengan visualisasi  lebih immersive dan distraksi visual lebih minim.  Dia nampak puas. Jemarinya membuka kotak email, mengetik, mengunggah dan mengklik tanda send.  Rupanya seseorang menunggu di belahan bumi lain. Menanti olahan sang perempuan setelah mengukur jalan Asia Afrika dengan bantuan ultra portable  ASUS  ZenBook 14 UX433.
source: dailysocial

Sang perempuan mengangkat dan mengelus permukaan ultrabooknya. Dengan berat hanya 1, 19 kilogram, ZenBook 14 UX433 sungguh idaman. Desain bodinya menggunakan konsep Zen dengan spun-metal finish di bagian belakang layarnya.

Seperti sang perempuan yang memiliki aktivitas tinggi,  ASUS ZenBook 14 UX43 tak mau mengecewakan penggunanya.  Karena itu dibenamkan  baterai dengan ketahanan hingga 14 jam, agar dapat berkegiatan  seharian tanpa perlu mengisi daya baterai laptop.

Untuk konektivitas, pengguna  ultrabook ZenBook 14 UX433 terpenuhi dengan adanya  port USB 3.1 Gen 2 Type-C yang memiliki kecepatan transfer data hingga 10Gbps.  Juga ada tambahan, port HDMI, combo audio jack, dan pembaca kartu MicroSD.

Sedangkan koneksi jaringan yang stabil terjamin dengan adanya kelengkapan gigabit-class WiFi serta ASUS WiFi Master Technology.  Adapun Bluetooth 5.0 menjadi penambah kepuasan pengguna yang membutuhkan rangkaian penghubung dengan berbagai perangkat terkini.

Sudah?
Belum. Fitur ErgoLift Design menyempurnakan kemanjaan pengguna ZenBook 14 UX433.  Kenyamanan saat mengetik akan meningkat, juga performa audio serta pendinginan. Karena fitur ErgoLift Design akan mengangkat bodi laptop dan membentuk sudut 3 derajat ketika digunakan.
Specification ASUS ZenBook dapat kamu  lihat sebagai berikut:

source: dailysocial

Main Spec.
ASUS ZenBook 13 UX333, ZenBook 14 UX433, ZenBook 15 UX533
CPU
Intel Core i5 8265U Quad Core Processor (6M Cache, up to 3.4GHz)
Intel Core i7 8565U Quad Core Processor (8M Cache, up to 4.6GHz)
Operating System
Windows 10 Home
Memory
Up to 16GB LPDDR3 RAM
Storage
512GB M.2 NVMe PCIe SSD
Display
13,3” (16:9) FHD (1920x1080) with NanoEdge Display (UX333)
14” (16:9) FHD (1920x1080) with NanoEdge Display (UX433)
15,6” (16:9) FHD (1920x1080) with NanoEdge Display (UX533)
Graphics
Discrete graphics NVIDIA GeForce GTX 1050 Max-Q (UX533)
Discrete graphics NVIDIA GeForce MX150 (UX333 & UX433)
Integrated Intel UHD Graphics 620
Input/Output
1 x USB3.1 Type-C (GEN 2), 1x USB 3.1 Type-A (Gen 2), 1x USB 3.1 Type-A (Gen 1), 1 x HDMI, 1 x Microphone-in/Headphone-out jack, 1 x MicroSD Card Reader
Camera
HD IR/RGB Combo Camera
Connectivity
Dual-band 802.11ac gigabit-class Wi-Fi, Bluetooth 5.0
Audio
Harman Kardon certified audio system with ASUS SonicMaster surround-sound technology, Array microphone with Cortana voice-recognition support
Battery
50WHrs 3-cell battery (UX333 & UX433)
73WHrs 4-cell battery (UX533)
Dimension
(WxDxH) 302 x 189 x 16,9 mm (UX333)
(WxDxH) 319 x 199 x 15,9 mm (UX433)
(WxDxH) 354 x 220 x 17,9 mm (UX533)
Weight
1,19Kg with Battery (UX333 & UX433)
1,67Kg with Battery (UX533)
Colors
Royal Blue, Icicle Silver, Burgundy Red
Price
TBA
Warranty
2 tahun garansi global

source: dailysocial

ASUS sungguh tak henti menyuguhkan inovasi. Merengkuh berbagai segmen sesuai dengan kebutuhan mereka. Tak heran, hingga bulan November 2018,  lembaga riset GfK menyatakan ASUS menguasai pasar sebesar 41,8 persen untuk laptop consumer. Angka tersebut naik dari 41,2 persen di tahun sebelumnya. Kenaikan ini didukung oleh penjualan notebook ultrathin serta gaming yang mengalami pertumbuhan sepanjang 2018.

Berdasarkan catatan GfK hingga November 2018, ASUS berhasil meningkatkan eksistensi di pasaran Indonesia, menjadi 23,0 persen. Sebagai gambaran, di tahun sebelumnya, pangsa pasar Asus di segmen ultrathin hanya 5,4 persen saja.

Wow, jangan kaget,  jika kamu menghadiri suatu event akan terlihat jajaran laptop ASUS sedang  digunakan. Laptop sejuta umat mungkin tepat dialamatkan pada ASUS yang menghadirkan produk berkelas, tangguh dan awet. Sehingga setiap orang yang membutuhkan laptop,  akan memilih ASUS. Tanpa ragu.

Termasuk kebutuhan akan notebook gaming berbasis Nvidia GTX. Hingga  penghujung November 2018, market share ASUS untuk seluruh laptop gaming berbasis Nvidia GeForce GTX mencapai 60,1 persen. Secara spesifik, ASUS mendominasi di segmen GTX1050 dengan 47,5 persen pasar, di segmen GTX1050Ti dengan 78,2 persen serta 60,5 persen di pasar laptop gaming berbasis Nvidia GeForce GTX1060.

Jadi, tunggu apalagi? Tak usah ragu memilih ASUS yang akan menemani semua kegiatanmu. Seperti dilakukan sang perempuan dengan ASUSnya, ngukur jalan dan menggunakan ASUS ZenBook untuk memaksimalkan hasil karya.

Special thanks untuk mbak Katerina dan Anjas Maradita yang telah mengapresiasi tulisan ini sebagai salah satu tulisan terbaik dalam Lomba Blog  Asus ZenBook Blogger Gathering  Bandung

Mbak Rien, panggilan perempuan cantik mungil ini seorang traveller yang aktivitas sehari-harinya ngga bisa jauh dari laptop yang tangguh dan mumpuni. Pingin tahu lebih jauh mengenai kegiatan mbak Rien? Kunjungi tulisan-tulisannya di : https://www.travelerien.com/ 

source : travelndate.com
source : travelndate.com

Comments

Ulu said…
Asus inovasi terus nih. Laptopnya tambah bagus aja. Kalo bikin gathering juga royal amat ya, Teh. Hehe
Raisa Hakim said…
Ramping banget ya asus Zenbook ini gak perlu meja. Hehehe
Nia Haryanto said…
Seru banget ya, Ambu. Kepengen deh ngulang lagi. Jalan-jalan, hunting foto, ngumpul-ngumpul. Dan pastinya, laptopnya bikin mupeeeeng :D
Wah, ternyata diam-diam Ambu memperhatikan perempuan berkerudung merah itu ya? Kayaknya saya kenal deh dengan perempuan yang asyik dengan laptop ASUS-nya itu. hehehe
ASUS memang ringan dan kuat, jadi bisa diandalkan untuk dipakai mobilitas, seperti yang dilakukan oleh perempuan berbalut busana merah itu, ya...
TIAN LUSTIANA said…
Laptop ZenBook ini mah emang idola banget deh, saya aja mupeng pisan huhuhuh
Wow kece amat ini ASUS, mau juga donk
Evi Sri Rezeki said…
Spek Asus Zenbook ini bikin ngiler yak. Seru juga ngukur jalan sama Asus Zenbook :)
Yayu Arundina said…
Serius bener yah sang perempuan.terhipnotis keistemewaan Asus tampaknya 😄👍
Widya Herma said…
Ringkas dan elegan banget ya, asus ini. Beneran bikin jatuh cinta hihihi semoga kesampaian bisa punya laptop ini :D
Katerina said…
Tulisannya indah, bu Maria.

ZenBook canggih, tangguh, dan cantik, idaman kita semua :)
Intan Rosmadewi said…
Alhamdulillah . . . Layak juara Ambu. Kompasianer senior, Subhanallah . . . Salam Ramadhan Mubarok