Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2017

"Bablas Sampahe" di Era Ekosistem Digital Bersama CBN

Ingat iklan “bablas angine?”  Yaitu ajakan minum jamu agar sembuh dari sakit yang disebabkan masuk angin.  Maksud “bablas sampahe”  pada judul kurang lebih sama. Seperti diketahui Indonesia mengalami masalah sampah yang cukup pelik. Karena itu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencanangkan Indonesia Bebas Sampah 2020. Program yang harus didukung agar sampah bablas atau masalah sampah bisa selesai, tidak berceceran di sembarang tempat. Apa hubungannya dengan CBN? Wow banyak, salah satunya CBN menghadirkan teknologi yang menyediakan jaringan mumpuni agar aplikasi bertopik persampahan bisa diakses cepat, lancar sehingga diperoleh hasil yang diharapkan. Ceritanya sebetulnya agak panjang, tapi saya coba singkat ya? Zaman old Pasti tahu dong ya jika Kota Bandung pernah mengalami masalah yang paling memalukan, itu lho Bandung Lautan Sampah. Duh ngga mau deh kembali ke era itu. Dimana-mana timbulan sampah. Bahkan di beberapa lokasi, bau sampah tercium hingga 1 – 2 km. Serem banget! Terger…

Kerajinan Paper Flower, Agar Perempuan Berdaya

November 2017, publik digegerkan dengan berita seorang anak yang meregang nyawa setelah disemprot obat nyamuk dalam keadaan diikat tali rafia. Pelakunya? Ibu kandungnya sendiri!  (sumber)
Diduga, NW mengalami depresi dan sakit psikis sehingga tega melakukan hal tersebut. Tertekan  serta ketidak mampuan ekonomi menyebabkan NW melampiaskan amarah dan rasa tak berdaya pada anak kandungnya.
Tidak hanya penyiksaan, penelantaran pada anak juga sering terjadi pada seorang ibu yang terbiasa bergantung pada suaminya. Ketika kepala keluarga meninggal dunia tanpa simpanan yang cukup, diapun panik. Terlebih tidak memiliki skill yang mumpuni. Akhirnya jalan keluar yang dipilih adalah  dengan menikah lagi, walau harus meninggalkan/menelantarkan anaknya. (sumber)


Baca juga: Pingin punya mobil? Bisa! Koleksi Dulu Alfamart Medallion Star Wars


Tak kalah banyaknya adalah kasus perempuan meninggalkan keluarganya untuk bekerja menjadi buruh migran/TKI. Tentunya karena mereka berpikir hanya itulah yang bisa di…

Menjaga Langit Biru Untuk Kehidupan Yang Berkelanjutan

Seorang kawan berkeluh kesah  tentang tetangga baru yang mempunyai kebiasaan membakar sampah. Dia takut anaknya terkena sakit paru-paru karena sering batuk-batuk usai menghirup asap. Dia juga mengomel baju-baju yang dijemur menjadi bau asap. Sudah berulangkali dia menegur, tapi si tetangga malah ‘ngeyel’. Enggan ribut berlarut-larut, status  facebook  pun jadi pelampiasan kemarahan.
Andaikan si pembakar sampah tahu bahwa  aktivitasnya illegal.  Membakar sampah mengakibatkan udara tercemar. Pelakunya  terancam hukuman penjara sesuai peraturan daerah setempat. Kota Bekasi misalnya, mempunyai Perda Bekasi 7/2005 mengenai  Retribusi Pelayanan Kebersihan yang mencatumkan larangan warga membakar sampah. Jika melanggar, pelaku terancam sanksi pidana kurungan paling lama 3 bulan dan atau denda Rp 50 juta.
Pencemaran udara dan akibatnya



Asap yang timbul ketika membakar sampah merupakan salah satu penyebab pencemaran udara. Lainnya adalah emisi kendaraan, emisi industri, debu jalan hingga pembak…

Yuk, Bikin Roti Isi yang Empuk Menul-menul ...

Ada sensasi kemewahan yang didapat jika membuat sendiri roti yaitu menyantapnya dalam kondisi masih panas ngepul-ngepul.
Isi roti juga bisa dipilih sesuka hati.

Iya kan? Kalo beli, mana bisa suka-suka memilih isinya. Misalnya nih, pingin roti kasur dengan isi daging yang banyak, tapi ada juga yang isinya keju, beberapa diisi coklat batangan dengan pindakaas. Uh, bakal dilempar sandal deh oleh si pedagang, karena ribet pisaaannnn….. 😊😊
Karena itu, yuk bikin roti sendiri. Gampang lho.
Membuat roti berbeda dengan cake/bolu yang membutuhkan timbangan presisi.  Terkadang kuantitasnyapun kecil,  hanya 10 atau 5 gram. Sulit kan?
Jumlah terigu yang dibutuhkan untuk membuat roti umumnya hanya perlu kelipatan 250 gram, 500 gram, terkecil 1 ons yang tentu saja mudah. Demikian pula takaran lain, mudah banget.
Sejak kecil, saya terbiasa menghirup harumnya roti yang baru keluar dari oven. Uh, wangi nian. Padahal roti yang dibuat ibunda hanya terdiri dari tepung terigu gratisan, margarine, sedikit gu…