Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2017

Akhirnya, Ini Dia Tren Baju Muslim Pria

Ada yang khas di setiap Lebaran. Timeline media social dipenuhi foto keluarga yang mengucapkan Selamat Idul Fitri. Para anak gadis biasanya berbusana muslimah kembaran dengan ibunya, sedangkan anak laki-laki dengan sang bapak. Apabila diperhatikan, baju muslimah berganti gaya dari tahun ke tahun. Sedangkan model kemeja pria tetap, yaitu gaya koko. Perubahan hanya terjadi pada warna dan motif.
Sejak kapan baju koko menjadi ikonik baju Islami kaum pria? Ternyata sudah cukup lama, sejak tahun 1990. Ada kisah dibalik pemilihan baju koko, menurut sumber  pengamat budaya Tionghoa peranakan, David Kwa,mengatakan bahwa baju koko merupakan hasil akulturasi budaya antar kebudayaan Tionghoa dan masyarakat Betawi. Pendapat serupa juga dikemukakan Remy Sylado, baju koko berasal dari baju tui-khim. Nah, karena yang menggunakan adalah engkoh-engkoh  lama kelamaan pelafalan dalam bahasa Indonesia menjadi koko.
Untuk mengakhiri paceklik busana muslim kaum pria, Barli Asmara mebusana Lebaran dengan ranc…

Wedang Uwuh = Minuman Sampah?

Salah satu yang saya cari kalo sedang di Jogjakarta adalah wedang uwuh. Apaan tuh wedang uwuh? Minuman sampah? Iya sih jika diterjemahin satu persatu wedang = minuman ; uwuh = sampah, jadilah minuman sampah. Padahal bukan seperti itu, mungkin karena terdiri dari banyak daun ya?
Hasil gugling disiniternyata ada drama dibalik awal mula wedang uwuh.  Kisahnya berawal dari Sultan Agung, Raja Mataram yang sedang semedi di Bukit Merak Imogiri (Bantul). Ketika malam menjelang sang raja menyuruh pengawalnya membuatkan minuman untuk menghangatkan badan. Pengawal kemudian membuatkan wedang secang dan meletakkannya di bawah pohon berdekatan dengan sang raja semedi. Yah, namanya juga dibawah pohon, berterbanganlah dedaunan dan ranting di sekitar sang raja, beberapa diantaranya masuk ke wedang secang. Malam yang gelap membuat sang raja tidak mengetahui bahwa wedangnya bercampur dengan dedaunan, ia minum dengan nikmatnya.
Esoknya sang raja meminta pengawal untuk membuat minuman sama persis dengan yan…

5 Tips Kulit Wajah Cantik Alami di Bulan Ramadan

Di bulan Ramadan, kaum perempuan menjalani saat-saat sibuk.  Selain harus mengurus rutinitas harian juga harus menyiapkan menu sahur dan buka puasa yang biasanya berbeda dengan hari-hari biasa. Ditambah kebutuhan untuk menambah waktu beribadah membuat kita sering mengalami kurang tidur. Akibatnya kulit nampak kusam, berkeriput dan kehilangan elastisitasnya. Padahal penanggulangannya sangat mudah, yuk ikuti tipsnya:
1.Minum air putih

Cara paling mudah dan konservatif dalam mempertahankan kekenyalan kulit wajah adalah cukup mengonsumsi air putih. Tubuh membutuhkan asupan air putih yang sayangnya sering terabaikan di bulan Ramadan. Agar tidak lupa, coba terapkan pola 242, yaitu minum 2 gelas air putih saat berbuka, 4 gelas saat makan malam hingga menjelang tidur dan 2 gelas saat sahur.
2.Mencuci wajah sebelum tidur

Walaupun badan terasa sangat lelah, jangan abaikan mencuci wajah sebelum tidur. Disitat dari suara.com/lifestyle (13/6/2016) sisa make-up dan kotoran yang tidak dibersihkan akan …

Ke Bandung? Jangan Lewatkan 4 Kuliner Khas Ramadan Ini

Sedang beranjangsana di Kota Bandung? di bulan Ramadan ini jangan lewatkan kesempatan menikmati kuliner dadakan di sepanjang Kota Bandung. Dikatakan dadakan karena hanya dapat ditemui  di bulan puasa. Bermodalkan meja seadanya mereka menggelar dagangan di sepanjang jalan-jalan strategis dan kawasan pemukiman.
Selain  penjual dadakan, ada pula pedagang yang mengubah barang jualannya, menyesuaikan dengan minat pembeli. Pedagang ketupat tahu misalnya menjadi pedagang kolak. Sedangkan pedagang seblak di dekat pemukiman saya tinggal , mengubah dagangannya menjadi gorengan seperti tahu isi, bala-bala/bakwan, pisang goreng dan kroket. Seperti apa kudapan yang  mereka tawarkan? Cekidot.

1.Gorengan
“Siapa yang buka puasa dengan gorengan seperti saya”tanya AHY dalam salah caption Instagramnya ketika belum maju ke gelanggang pilkada DKI. Tentunya dengan tebar pesona ala AHY. Yang menarik ibu Ani Yudhoyono ikutan komen : “Jangan lupa minum air putih yang banyak”. Duh sweet memo ^^
Lha kok jadi ngomon…

Detoks di Bulan Ramadan? Mengapa Tidak?

Ramadan bulan yang dinanti. Banyak hal menyenangkan yang dapat dilakukan di bulan Ramadan. Salah satunya menyucikan hati dan membersihkan tubuh. Yang dimaksud menyucikan hati tentunya rangkaian ibadah sholat tarawih,berdzikir berpuasa, tadarrusul Qur’an, Qiyamul lail, bersedekah, mengeluarkan zakat dan lainnya Sedangkan membersihkan tubuh disini adalah detoksifikasi atau membuang racun dari dalam tubuh. Seperti yang dikatakan konsultan Andang Gunawan, penulis buku Food Combining, yang dilansir tempo.co (06/06/2017)  “Detoks yang betul ya puasa”. Selanjutnya Andang menjelaskan bahwa detoksifikasi harus dilakukan ketika tubuh mulai menunjukkan gejala tidak nyaman setelah bangun tidur. Sering merasa lelah, lesu, bau napas tidak sedap, gangguan kulit dan sakit kepala yang berulang. Tanda-tanda tersebut menunjukkan bahwa detoksifikasi alamiah tubuh melalui keringat, urine dan feses tidak bekerja dengan benar. Penyebabnya tubuh telah terlalu lama dicekoki makanan tidak sehat. Nah sekali menda…

Zero Waste Lifestyle Ternyata Mudah Lho, Yuk Ikuti Stepnya ...

Yang dimaksud  Zero Waste Lifestyle adalah perilaku  meniru siklus alam yang berkelanjutan. Tidak ada sampah yang dibuang ke tempat pembuangan sampah atau incinerator. Melaksanakan Zero Waste bermanfaat  menghilangkan semua pelepasan ke tanah, air atau udara yang merupakan ancaman bagi kesehatan planet, manusia, hewan atau tumbuhan.
Pernah lihat orang yang membuang sampah sembarangan? Plung, gitu aja dari balik jendela mobil , atau berjalan sambil makan trus sampahnya dibuang sembarangan? Rasanya ingin ikut menyumpahi dengan kata: katrok!! ….. norak!! …..  Mereka pikir siapa yang harus membereskan sampah yang mereka tinggalkan? Petugas kebersihan kota? Relawan GPS (Gerakan Pungut Sampah)? Arogan sekali!  Sikap feodal yang menyebabkan masalah sampah tak pernah selesai.
Tapi kemudian saya teringat ucapan seorang sesepuh sungai Cikapundung:”Jika ada orang yang melanggar peraturan, maka kita turut berkontribusi”. Maksud perkataannya adalah jangan menyalahkan orang yang ngga paham, percuma! T…