Skip to main content

The Third Charm, Akhir Yang Membuat Penonton Marah



Bagaimana jika tokoh utama yang ganteng bukan main menjalin kasih dengan second lead, gadis cantik, imut dan menggemaskan? Ternyata penonton memilih agar keduanya happy ending. Sementara tokoh perempuan di maki-maki karena dianggap meninggalkan kekasihnya.

Mungkin itu yang menjadi penyebab ending drama Korea “The Third Charm” dibiarkan cukup terbuka. Penonton boleh berkhayal semaunya. Apakah cukup sahabatan atau menikah?

Tokoh utama pria, Seo Kang-Joon dan tokoh  perempuan, Esom yang membuat saya kepincut untuk menonton drakor ini. Seo Kang-Joon, rupanya dianggap sukses dalam setiap perannya sehingga tahun 2018, saya menonton 2 dramanya. Marema ya?

Sedangkan Esom, saya jatuh cinta pada sosoknya di Because This Is My First Life. Berperan sebagai sahabat tokoh utama, Esom keren banget. Hihihi tentu saja yang dimaksud keren adalah postur tubuhnya  yang tinggi dan penuh. Seksi, tanpa harus berbaju pendek. Bahkan balutan kostum hitam atau putih yang dikenakan,  bikin Essom nampak berkelas. Sebetulnya malah pas banget dengan second lead yang perawakannya lebih kekar dan jangkung,  dibanding Seo Kang-Joon, sang tokoh utama.

Jiah, spoiler kepanjangan, kita kupas aja yuk kisahnya:


 Seo Kang-Joon, berperan sebagai On Joon-Young, cowok culun yang berkenalan dengan Lee Young-Jae (Esom.). Keduanya punya kebiasaan dan semangat yang berbeda. Sebagai anak guru, On Joon-Young berhasil kuliah di teknik kimia. Namun kemudian banting stir, meninggalkan kuliah, masuk dinas kepolisian dan berhasil! Selalu berprestasi sebagai perwira polisi, tak membuat On Joon-Young bertahan. Dia banting stir lagi dan menjadi juru masak yang piawai. Walau kerap berpindah profesi, cinta On Joon-Young cuma untuk  Lee Young-Jae.


Essom berperan sebagai Lee Young-Jae, gadis yang awalnya  tak beruntung dalam finansial. Sebagai yatim piatu yang dibiayai kakak tunggalnya, Lee Young-Jae tidak meneruskan sekolah dan meniti  karier sebagai hair dresser. Nasib membawanya berkenalan dengan On Joon-Young, tatkala masih berusia 20 tahunan. Tanpa disadari , Lee Young-Jae telah membuat banyak perubahan pada perjalanan hidup On Joon-Young.


Hati perempuan mana yang ngga termehek-mehek pada Choi Ho-Chul ? Diperankan oleh Min Wook-Hyuk, sosok ini bikin hati penonton mendua. Antara Lee Young-Jae dan On Joon-Young, atau Lee Young-Jae dan sang dokter, Choi Ho-Chul?  Terlebih postur tubuh  Lee Young-Jae dan Choi Ho-Chul,  begitu serasi.


Tokoh yang cukup mendominasi kisah ini, Baek Joo-Ran diperankan oleh , Lee Yoon-Ji.  Sebagai sahabat, Baek Joo-Ran banyak berperan dalam karier Lee Young-Jae. Kisah perburuan Baek Joo Ran mencari jodoh,  menjadi sensasi tersendiri. Gimana sih harusnya menemukan jodoh? Tubruk langsung? Bersedia mengenyampingkan semua hal yang tidak disukai demi sang pujaan hati? Atau harus berjujur ria? Dengan konsekuensi,  ngga juga menemukan jodoh seperti yang dikuatirkan, Baek Joo-Ran.

Sinopsis (Asian Wiki)
"The Third Charm" menceritakan kisah cinta antara On Joon-Young (Seo Kang-Joon) dan Lee Young-Jae (Esom) dari usia 20 hingga 32 tahun.
Joon-Young, seorang mahasiswa berusia 20 tahun,  yang rapi dan lugu. Memakai kacamata sederhana, jeans, kaus kaki putih , dan sepatu kets putih. Dia tidak peduli dengan fashion, dan amat sensitif.  Dalam kencan buta pertamanya, Joon-Young  berkenalan dengan Young-Jae dan mulai berkencan.
Young-Jae,  berusia 20 tahun, emosional, spontan, dan jujur. Sudah tidak punya orang tua, Young Jae sangat dekat dengan kakak laki-lakinya. Mereka hidup bersama dan bergantung satu sama lain. Mimpinya menjadi kaya dan dia memutuskan untuk bekerja sebagai asisten penata rambut daripada kuliah. Seorang teman menyeretnya dalam kencan buta mahasiswa. Di sana, dia bertemu Joon-Young yang memiliki kepribadian yang sangat berbeda.

Review
Kisah dibuka dengan pertemuan kembali On Joon-Young yang telah menjadi perwira polisi dengan Lee Young-Jae. Kemudian penonton diajak  flashback, mengenal sepasang sejoli ini yang harus berpisah karena salah paham.

Perbedaan keduanya semakin mengental ketika masing-masing menemukan sosok lain yang punya kegemaran mirip/hampir sama. Young-Jae berkenalan dengan seorang dokter ganteng dan gagah, Choi Ho-Chul. Sedangkan On Joon-Young bertemu dengan Min Se-Eun di dinas kepolisian. Punya banyak kesamaan minat dan kegemaran, membuat pasangan On Joon-Young dan  Min Se-Eun bertunangan. Hingga akhirnya cinta mereka diuji. Apakah cinta bertahan karena kesamaan, atau disebabkan cinta tulus itu sendiri.

“The Third Charm” juga banyak berkisah mengenai Lee Soo-Jae,  kakak Lee Young-Jae. Tentang perjuangannya sebagai penderita difabel dan persahabatannya dengan sahabat Lee Young-Jae, Baek Joo-Ran.

Juga ada kisah cinta adik On Joon-Young, On Ri-Won.  Perempuan tomboy dan nyleneh yang jatuh cinta pada teman kakaknya, seorang playboy bernama Hyun Sang-Hyun.  Sang playboy yang kaya raya ini  ngga bisa kerja sehingga kerap  dimarahi ayahnya yang playboy juga. (Rupanya play boy menurun, ya?). Walau ngga mendominasi, pasangan unik ini terasa manis. Membuat penonton ngga bosan.

The last but not least adalah pasangan ayah dan ibu, On Joon-Young yang berprofesi sebagai guru dan wakil kepala sekolah. Kecenderungan obsesif  pada pasangan yang dimiliki On Joon-Young, rupanya menurun dari ayahnya. Bagaimana sang ibu memenej sang ayah yang suka pundung menjadi kisah cinta menarik lainnya.

Biasanya saya banyak men-skip adegan yang terasa bertele-tele. Scene yang seolah dipaksakan masuk demi mengejar 16 episode. Tidak demikian halnya dengan “The Third Charm”, saya suka sejak awal hingga akhir. Sutradara mengemas dengan rapi. Alur cerita mengalir dengan tokoh-tokoh yang berakting ciamik.

Rangking 8,5 /10 untuk “The Third Charm”, kamu ngga bakal nyesel menontonnya  J

Profile
Drama: The 3rd Charm / The Third Charm
Revised romanization: Je3ui Maeryeok
Hangul: 3 매력
Director: Pyo Min-Soo
Writer: Park Hee-Kwon, Park Eun-Young
Network: JTBC
Episodes: 16
Release Date: September 28 - November 17, 2018
Runtime: Fridays & Saturdays 23:00
Language: Korean
Country: South Korea

Comments

Ummi Gayo said…
This comment has been removed by a blog administrator.
Ummi Gayo said…
This comment has been removed by a blog administrator.
saatnya me time @ummigayo :)

Popular posts from this blog

Dewi Kentring Manik, Dewi Cantik Jelita Pelindung Kota Bandung

100 Days My Prince; Janji Setia Seorang Pangeran Cilik

“Aku menyukaimu” “Aku akan mengawinimu” Kata seorang anak laki-laki pada gebetannya, Yoon Yi-Seo,  perempuan cilik yang periang, cantik dan pemberani.
Sekian puluh tahun berlalu, Lee Yool, nama anak laki-laki tersebut, rupanya selalu  berpegang teguh pada janjinya dan Yi Seo pun selalu mengingatnya.
Mengambil  genre sageuk fusion alias kisah dengan setting masa lalu yang dimodifikasi (fiksi, bukan berdasarkan sejarah sebenarnya), drama Korea “100 Days My Prince”  sebetulnya ngga terlalu spesial. Khususnya jika dibandingkan dengan drakor bergenre serupa.
Pemeran utama mengalami lupa ingatan. Ide klise yang telah digunakan sejak “Meteor Garden”nya drama Taiwan. Kemudian diramu dengan kehidupan sang pangeran sebagai rakyat jelata selama 100 hari.
Yang menjadi pembeda adalah aktor dan aktrisnya yang sedang naik daun. Sang pangeran Lee Yool diperankan D.O. personil EXO, sedangkan Yoon Yi-Seo atau Hong Shim diperankan aktris cantik Nam Ji-Hyun.
Apabila Anda mencari tontonan yang menghibur, “100 Da…

Nostalgia 7 Majalah Favorit

Punya majalah favorit?
Maksudnya tentu majalah cetak. Skip majalah Bobo ya? Selain karena udah kelamaan eranya, juga ngga ada saingan. Sementara 7 majalah favorit yang terpilih karena target segmen serta  ragam topik  yang disajikan.
Tentu  beberapa majalah sudah almarhum alias rest in print. Huhuhu sedih, padahal walau udah ngga berlangganan, sesekali saya masih suka beli. Rasanya lebih nyaman membaca versi cetak dibanding online-nya. Mata ngga capek. Ketika  lelah, si majalah bisa menjadi penutup wajah, pengantar tidur. Coba deh membaca via   ponsel atau tab, kan ngga bisa untuk penutup wajah.  :D  :D
Oke langsung aja kita ngobrolin  majalah favorit yang dimaksud. Ini dia:
Majalah Horison
Awalnya saya membaca majalah Horison karena terpaksa. Sebagai anak ABG yang gemar melahap habis semua bacaan, saya kehabisan buku serta majalah, eh ada majalah isinya cerpen, baca ah ..... Ternyata, ... bahkan hingga kini, saya masih sering mengulang paragraf demi paragraf artikel/cerpen/puisi  yang dimu…

Bukit Batu, Destinasi Mistis di Palangka Raya yang Wajib Dikunjungi

“Indonesia ngga cuma Jabar, mbak” Untuk sekian kalinya Gilang meledek. Kalimat ledekannya diberi penekanan emoji. Dan untuk kesekian kali pula, saya hanya bisa menimpali dengan emoji tertawa lebar. “Kesini mbak, ke Palangka Raya. Jangan kaya katak dalam tempurung. Nanti kita kulineran sampai kenyang”.
Seperti itulah Gilang. Sangat baik hati. Kami bisa ngobrol berjam-jam untuk membahas banyak topik. Mulai dari harga telur yang naik turun hingga gonjang ganjing pilpres dan pileg. Dan semua kami lakukan via dunia maya. Dunia maya yang membantu kami berkenalan dan bersahabat hingga kini.
Profesi blogger dan minat pada photography menautkan kami sejak tahun 2011. Sangat erat, walau selisih usia terpaut jauh. Awal berkenalan, saya sudah menjadi ibu rumah tangga 4 anak, sedangkan Gilang masih gadis yang bebas berpetualang mencari ide memotret.
Hanya sekali kami bertemu. di acara blogger gathering tahun 2012. Sesudah itu Gilang pindah dari Jogja ke Palangka Raya, bertemu dengan sangpujaan hati kemu…

5 Situs Download Gratis Drama Korea yang Recommended Banget

Suatupagi perbincanganWA Grup Komunitas Memasak yang biasanya riuh dengan berbagi resep makanan, tiba-tiba berubah menjadi: “Download aja teh, ngirit kuota” “Wah saya belum nonton ... . Bikin penasaran!”
Ya, kami sedang bergunjing mengenai drama Korea. Drama Korea apa saja yang bagus, yang belum ditonton dan yang penting ini nih: situs yang direkomendasikan untuk men-download drama Korea bersubtitle Indonesia. Tujuannya tentu saja untuk ngirit kuota. Emak-emak dimana saja umumnya sama: pingin hemat!:D :D
Kala itu, semua cara menonton drama Korea sudah saya coba, hanya mengunduh yang belum.Tentunya jadi penasaran. Selalu ada sesi yang jengkelin ketika menonton drakor . Menonton via player DVD misalnya, banyak keping DVD yang tidak berjalan mulus. Katanya sih proses burningnya yang bermasalah.Tapi pan jadi riweuh,saya harus bolak balik. Menonton via DVDberarti juga nyampah. Usai menonton, kepingan DVD ngga tau harus diapain. Ada usul?
Cara berikutnya melaluisaluran berbayar. Apesnya harus sta…

Ngemil Syantikkk Ala Syahrini Bareng Nenasz Cookies

Syantik. Kata itu dipopulerkan Syahrini bersama sejumlah kata lain seperti cetar, sesuatu,  bulu mata badai,  jambul khatulistiwa dan kata-kata nyleneh lainnya.  Sosok lain yang gemar membuat kata-kata ajaib adalah Viki Prasetyo dan Cinta Laura. Kreator kata yang menjadi kesatuan dengan branding mereka.
Andai mereka berkampanye ... Maksudnya bukan kampanye pilpres atau  kampanye  pileg,  namun kampanye untuk kemaslahatan seperti diversifikasi pangan. Lahan yang belum banyak disentuh. Jangankan selebriti, nampaknya para pejabat juga “pelit” bicara tentang diversifikasi pangan.
Ketinggian miimpinya ya? Gubrak deh .... :D Gini  kisahnya. Berawal rencana membuat tulisan personal branding ala Syahrini part 2, ngga sengaja saya lihat iklan cookies yang dibintangi Syahrini. Langsung deh kepikiran: “Ah, andai Syahrini jadi model iklan cookies non tepung terigu. Bakal sukses deh program diversifikasi pangan kita”
Baca juga: Pingin Personal Branding ala Syahrini? Begini Caranya!Julia Perez; Don’t Judg…