Skip to main content

Tantangan Zero Waste Lifestyle di Danone Blogger Academy 2018


 
source: youtube.com
Zero waste lifestyle?  Maksudnya bergaya hidup  bebas sampah?

Yup betul, zero waste lifestyle merupakan aksi terhadap gencarnya kampanye anti sampah. Jadi sesudah melihat, mengetahui, meresapi dan menyadari bahwa sampah sudah jadi masalah kronis, banyak warga yang berinisiatif mengurangi sampah dari sumbernya.

Penasaran dengan aksi ini? Buka deh  Instagram, kemudian ketik  #zerowase, maka mrudullah kiat-kiat zero waste lifestyle. What’s the meaning of mrudul ya? ^_^

Wajar juga sih. Menurut penelitian, jika laju sampah tidak dikendalikan maka pada tahun 2050 jumlah sampah di lautan akan melebihi ikan. Ih, serem banget ya?

Keinginan ber-zero wastelife tiba-tiba muncul setelah melihat ruangan, tempat akademia Danone Blogger Academy menempuh ilmu.

Sebentar, apa yang dimaksud Danone Blogger Academy?

Danone Blogger Academy, atau kita singkat saja dengan DBA, merupakan Akademi Menulis yang disponsori Danone.  Tujuannya agar para blogger tidak astul alias asal tulis. Tapi juga bisa menyajikannya dengan menarik. Mirip masakan. Bukankah  koki/chef harus sekolah agar bisa  menyajikan masakan yang enak, bernutrisi, juga  menggiurkan?

Dalam pelaksanaannya Danone menggandeng Kompasiana, platform blogger keroyokan yang beken itu  ^_^.  Mendatangkan narasumber yang ekspert dibidangnya. Juga  mentor pendamping akademia, yaitu Kang Pepih Nugraha. Founder Kompasiana.

Juga ada Yacob Arifin dan Nur Hasanah sebagai asisten mentor. Maklum lah kita ini paling suka bikin riweuh mentor. ^_^

Nah apa hubungannya dengan zero waste lifestyle?

Ada beberapa alasan. Yang pertama, Danone adalah satu dari sedikit corporate yang peduli lingkungan. Karena itu materi yang diberikan pada akademia berkisar air, nutrisi dan lingkungan.
Dalam penggemblengan akademia di kantor Danone, Cyber 2 Tower, saya melihat ini:


Yes, gula, creamer dan kopi dalam stoples. Ngga dalam bentuk sachet seperti kebanyakan tuan tumah pertemuan.

Jika disebelahnya  tersedia gelas sekali pakai yang terbuat daru kertas berlapis plastik, Ya itu warning untuk para tamu umtuk bawa mug sendiri dong.

Karena itulah di hari ke-3 saya bawa mug dan tumbler. Mug untuk kopi sedangkan tumbler untuk air mineral.

Kok baru bawa di hari ke -3 sih?

Begitulah temans.  gaya hidup ramah lingkungan mirip iman yang sering naik turun.  Ada kan ya,  muslim yang  terkadang  rajin salat. Selalu ontime. Namun di lain waktu terbawa angin malas. Menunda hingga limit waktu. Salat Dzuhur disusul salat Ashar pun bukan hoax. :D  :D

Demikian pula dengan zero waste lifestyle yang saya terapkan. Sering naik turun bak permainan jungkat jungkit. Sedang turun  di hari pertama dan kedua pelatihan Danone Blogger Academy.

Oke lupakan sejenak kemalasan dan kealpaan. Pengurangan sampah apa  saja yang bisa kita lakukan dalam event seperti ini?

1.        Menggunakan mug, alih-alih gelas sekali pakai. Mug ini untuk minum kopi/teh selama acara berlangsung. Karena panitia sudah meminimalkan sampah dengan menyiapkan teh dalam dispenser. Serta kopi, gula dan teh  yang bisa ditakar sesuai selera dan disedih dengan air panas yang disajikan.
2.       Tumbler untuk air minum. Danone sudah menyiapkan dispenser berisi air minum. Wadahnya silakan bawa mug/ tumbler sendiri jika mau ber-zero waste.

Peduli lingkungan lainnya yang bisa dilakukan adalah memisah sampah usai bersantap. Ada 3 tempat sampah dengan 3 penjelasan yaitu sampah plastik, sampah kertas dan sampah umum.

Mungkin ada yang bertanya kemana sampah-sampah itu nantinya? Nah, Danone ini sudah melasanakan EPR atau Extended Producer Responsibility sebagai perwujudan regulasi yang sudah disepakati negara-negara di seluruh dunia. Kurang lebih isinya adalah:

"Tanggung jawab, bahwa limbah yang dihasilkan selama proses produksi dapat ditangani dengan cara yang benar, dari sudut pandang lingkungan dan penyelamatan sumber daya, sebaiknya (terutama) dilakukan dari produsen. Sebelum pembuatan produk dimulai, seharusnya perlu diketahui bagaimana limbah yang merupakan hasil proses produksi harus dikelola, begitu juga bagaimana produk tersebut harus diurus saat dibuang. "

Sebetulnya yang belum diatur adalah perilaku kita sebagai konsumen lho. Ngga ada kewajiban memisah sampah, ngga ada kewajiban mengurangi sampah. Yang ada hanyalah “Buang sampah pada tempatnya” Lha kalo tempatnya penuh gimana?

Atau bahkan tempat sampahnya dirusak oleh orang yang bertanggung jawab.  Seperti kita ketahui  vandalisme marak di kota besar. Seringkali mereka nggak sekedar mencorat caret,  tapi juga merusak. Geje banget mereka. #mukamanyun

Selain sedikit usaha mengurangi sampah di atas, ada beberapa aksi zero waste lifestyle lainnya yang bisa banget kamu lakuin. Apa aja?

1.        Menolak kantung plastik atau keresek. Karena keresek ngga termasuk EPR ya kawan-kawan. Dipake rame-rame untuk bawa produk berbagai merk, sehingga ngga ada perusahaan yang bertanggung jawab.

2.       Makan di tempat jika jajan, atau bawa rantang/wadah sendiri dari rumah. Karena bungkus bekas jajanan ini juga ngga termasuk EPR. Daaannnn....menurut penelitian LIPI, bungkus  nasi yang berwarna coklat ngga food grade, ngga direkomendasikan. Karena takutnya ada cemaran kimia yang berpengaruh pada kesehatan.

Dua item dulu kawans. Karena kalo udah bisa melaluinya berarti kamu hebat. Bisa menaklukan  semua kemanjaan yang ditawarkan produsen  plastik. Dan itu ngga mudah.



Comments

Ivonie Zahra said…
Iya nih, kudu mengurangi limbah plastik terutama kalau ibu2 pas belanja harian atau bulanan.
Beberapa waktu bisa, eh malasnya kumat lagi hiks

Popular posts from this blog

Dewi Kentring Manik, Dewi Cantik Jelita Pelindung Kota Bandung

The Third Charm, Akhir Yang Membuat Penonton Marah

Bagaimana jika tokoh utama yang ganteng bukan main menjalin kasih dengan second lead, gadis cantik, imut dan menggemaskan? Ternyata penonton memilih agar keduanya happy ending. Sementara tokoh perempuan di maki-maki karena dianggap meninggalkan kekasihnya.
Mungkin itu yang menjadi penyebab ending drama Korea “The Third Charm” dibiarkan cukup terbuka. Penonton boleh berkhayal semaunya. Apakah cukup sahabatan atau menikah?
Tokoh utama pria, Seo Kang-Joon dan tokohperempuan, Esom yang membuat saya kepincut untuk menonton drakor ini. Seo Kang-Joon, rupanya dianggap sukses dalam setiap perannya sehingga tahun 2018, saya menonton 2 dramanya. Marema ya?
Sedangkan Esom, saya jatuh cinta pada sosoknya di Because This Is My First Life. Berperan sebagai sahabat tokoh utama, Esom keren banget. Hihihi tentu saja yang dimaksud keren adalah postur tubuhnyayang tinggi dan penuh. Seksi, tanpa harus berbaju pendek. Bahkan balutan kostum hitam atau putih yang dikenakan, bikin Essom nampak berkelas. Sebetul…

100 Days My Prince; Janji Setia Seorang Pangeran Cilik

“Aku menyukaimu” “Aku akan mengawinimu” Kata seorang anak laki-laki pada gebetannya, Yoon Yi-Seo,  perempuan cilik yang periang, cantik dan pemberani.
Sekian puluh tahun berlalu, Lee Yool, nama anak laki-laki tersebut, rupanya selalu  berpegang teguh pada janjinya dan Yi Seo pun selalu mengingatnya.
Mengambil  genre sageuk fusion alias kisah dengan setting masa lalu yang dimodifikasi (fiksi, bukan berdasarkan sejarah sebenarnya), drama Korea “100 Days My Prince”  sebetulnya ngga terlalu spesial. Khususnya jika dibandingkan dengan drakor bergenre serupa.
Pemeran utama mengalami lupa ingatan. Ide klise yang telah digunakan sejak “Meteor Garden”nya drama Taiwan. Kemudian diramu dengan kehidupan sang pangeran sebagai rakyat jelata selama 100 hari.
Yang menjadi pembeda adalah aktor dan aktrisnya yang sedang naik daun. Sang pangeran Lee Yool diperankan D.O. personil EXO, sedangkan Yoon Yi-Seo atau Hong Shim diperankan aktris cantik Nam Ji-Hyun.
Apabila Anda mencari tontonan yang menghibur, “100 Da…

Nostalgia 7 Majalah Favorit

Punya majalah favorit?
Maksudnya tentu majalah cetak. Skip majalah Bobo ya? Selain karena udah kelamaan eranya, juga ngga ada saingan. Sementara 7 majalah favorit yang terpilih karena target segmen serta  ragam topik  yang disajikan.
Tentu  beberapa majalah sudah almarhum alias rest in print. Huhuhu sedih, padahal walau udah ngga berlangganan, sesekali saya masih suka beli. Rasanya lebih nyaman membaca versi cetak dibanding online-nya. Mata ngga capek. Ketika  lelah, si majalah bisa menjadi penutup wajah, pengantar tidur. Coba deh membaca via   ponsel atau tab, kan ngga bisa untuk penutup wajah.  :D  :D
Oke langsung aja kita ngobrolin  majalah favorit yang dimaksud. Ini dia:
Majalah Horison
Awalnya saya membaca majalah Horison karena terpaksa. Sebagai anak ABG yang gemar melahap habis semua bacaan, saya kehabisan buku serta majalah, eh ada majalah isinya cerpen, baca ah ..... Ternyata, ... bahkan hingga kini, saya masih sering mengulang paragraf demi paragraf artikel/cerpen/puisi  yang dimu…

Bukit Batu, Destinasi Mistis di Palangka Raya yang Wajib Dikunjungi

“Indonesia ngga cuma Jabar, mbak” Untuk sekian kalinya Gilang meledek. Kalimat ledekannya diberi penekanan emoji. Dan untuk kesekian kali pula, saya hanya bisa menimpali dengan emoji tertawa lebar. “Kesini mbak, ke Palangka Raya. Jangan kaya katak dalam tempurung. Nanti kita kulineran sampai kenyang”.
Seperti itulah Gilang. Sangat baik hati. Kami bisa ngobrol berjam-jam untuk membahas banyak topik. Mulai dari harga telur yang naik turun hingga gonjang ganjing pilpres dan pileg. Dan semua kami lakukan via dunia maya. Dunia maya yang membantu kami berkenalan dan bersahabat hingga kini.
Profesi blogger dan minat pada photography menautkan kami sejak tahun 2011. Sangat erat, walau selisih usia terpaut jauh. Awal berkenalan, saya sudah menjadi ibu rumah tangga 4 anak, sedangkan Gilang masih gadis yang bebas berpetualang mencari ide memotret.
Hanya sekali kami bertemu. di acara blogger gathering tahun 2012. Sesudah itu Gilang pindah dari Jogja ke Palangka Raya, bertemu dengan sangpujaan hati kemu…

5 Situs Download Gratis Drama Korea yang Recommended Banget

Suatupagi perbincanganWA Grup Komunitas Memasak yang biasanya riuh dengan berbagi resep makanan, tiba-tiba berubah menjadi: “Download aja teh, ngirit kuota” “Wah saya belum nonton ... . Bikin penasaran!”
Ya, kami sedang bergunjing mengenai drama Korea. Drama Korea apa saja yang bagus, yang belum ditonton dan yang penting ini nih: situs yang direkomendasikan untuk men-download drama Korea bersubtitle Indonesia. Tujuannya tentu saja untuk ngirit kuota. Emak-emak dimana saja umumnya sama: pingin hemat!:D :D
Kala itu, semua cara menonton drama Korea sudah saya coba, hanya mengunduh yang belum.Tentunya jadi penasaran. Selalu ada sesi yang jengkelin ketika menonton drakor . Menonton via player DVD misalnya, banyak keping DVD yang tidak berjalan mulus. Katanya sih proses burningnya yang bermasalah.Tapi pan jadi riweuh,saya harus bolak balik. Menonton via DVDberarti juga nyampah. Usai menonton, kepingan DVD ngga tau harus diapain. Ada usul?
Cara berikutnya melaluisaluran berbayar. Apesnya harus sta…

Ngemil Syantikkk Ala Syahrini Bareng Nenasz Cookies

Syantik. Kata itu dipopulerkan Syahrini bersama sejumlah kata lain seperti cetar, sesuatu,  bulu mata badai,  jambul khatulistiwa dan kata-kata nyleneh lainnya.  Sosok lain yang gemar membuat kata-kata ajaib adalah Viki Prasetyo dan Cinta Laura. Kreator kata yang menjadi kesatuan dengan branding mereka.
Andai mereka berkampanye ... Maksudnya bukan kampanye pilpres atau  kampanye  pileg,  namun kampanye untuk kemaslahatan seperti diversifikasi pangan. Lahan yang belum banyak disentuh. Jangankan selebriti, nampaknya para pejabat juga “pelit” bicara tentang diversifikasi pangan.
Ketinggian miimpinya ya? Gubrak deh .... :D Gini  kisahnya. Berawal rencana membuat tulisan personal branding ala Syahrini part 2, ngga sengaja saya lihat iklan cookies yang dibintangi Syahrini. Langsung deh kepikiran: “Ah, andai Syahrini jadi model iklan cookies non tepung terigu. Bakal sukses deh program diversifikasi pangan kita”
Baca juga: Pingin Personal Branding ala Syahrini? Begini Caranya!Julia Perez; Don’t Judg…