Skip to main content

Hidup Lebih Semarak dan Bebas Stres Dengan Colour to Life Faber Castell




Menurut World Health Organization (WHO) 31% dari 56,5 juta kematian di seluruh dunia disebabkan penyakit kardiovaskuler atau penyakit tidak menular. Dari jumlah  tersebut,  7,4 juta (42,3%) di antaranya disebabkan oleh Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan 6,7 juta (38,3%) disebabkan oleh stroke.

Namun yang lebih mengejutkan dari 3/4 kematian  terjadi di negara berkembang yang berpenghasilan rendah sampai sedang.

Padahal seperti kita ketahui, penyebab penyakit tidak menular adalah kebiasaan buruk yang bisa dicegah. Seperti tidak merokok,  istirahat cukup, asupan gizi seimbang dan kelola stres.

Salah satu cara mengelola stres yang disarankan para psikolog adalah dengan mewarnai. Seperti yang telah diterapka n Carl Jung, seorang psikolog sekaligus tokoh psikologi analitis (1875-1961) yang  telah menerapkan terapi mewarnai bagi pasien dengan masalah psikologis.

Kegiatan mewarnai  nampak mudah dan sederhana, tapi ternyata banyak manfaatnya, antara lain:

 1. Melatih otak untuk fokus

Anak kedua saya mengalami kesulitan untuk fokus atau sering disebut konsentrasi pendek. Psikolog dan guru Sekolah Dasar menyarankan untuk olah raga renang, belajar piano atau mewarnai gambar. Saya memilih yang  terakhir karena mudah dan murah. Tidak perlu kursus dan bisa dikerjakan dimana saja serta kapan saja.

Ternyata bukan hanya anak yang sedang dalam fase tumbuh kembang yang akan mendapat manfaat mewarnai. Orang dewasa juga, sebab sering harus multitasking dan berakhir stres.
Kegiatan mewarnai dapat membuka lobus frontal otak atau bagian otak yang berfungsi mengorganisir dan memecahkan masalah, pikiran pun lebih fokus. Pekerjaan menumpuk dapat dikerjakan satu persatu dengan mudah.

2. Meredakan stres dan kecemasan

Stres menyebabkan meningkatnya  aktivitas pada koneksi saraf di amygdala (pusat rasa takut di otak). Kegiatan mewarnai membantu untuk relaks, rasa cemas berkurang dan timbul rasa tenang.

3. Mewarnai memberi kesempatan bersosialisasi

Seniman Lisa Congdon mempunyai teori tentang aspek sosial yang berkaitan dengan aktivitas  mewarnai. "Banyak perempuan yang tumbuh rasa percaya diri dan merasa nyaman dengan menggambar. Ini adalah cara lain untuk bersosialisasi dan beraktivitas  dengan orang lain. Kamu tak perlu berkonsentrasi penuh ketika kamu mewarnai buku mewarna, kamu sambil mengobrol dan  minum segelas anggur," tutur Congdon.

Kegiatan  mewarnai dapat menjadi ajang saling berkumpul dan berinteraksi, dengan begitu bisa sama-sama senang, bebas stres, dan merekatkan hubungan pertemanan.

4. Melatih keterampilan motorik halus dan penglihatan

Aktivitas mewarnai melibatkan dua logika, yakni pola warna dan kreativitas ketika mencampur dan mencocokkan warna," ujar Gloria Martínez Ayala, seorang psikolog.
Mewarnai membutuhkan dua belahan otak untuk berkomunikasi, sehingga kegiatan ini meningkatkan keterampilan motorik halus sekaligus penglihatan.



Faber Castell,  produsen alat tulis yang telah berdiri sejak tahun 1761 rupanya memahami kebutuhan tersebut, dan meluncurkan produk Colour to Life sejak bulan April silam.

Colour to Life merupakan produk yang memadukan antara menggambar secara konvensional dengan kemajuan teknologi augmented reality. Aktivitas mewarnai menjadi  makin menarik karena terhubung dengan dunia digital.

Terobosan ini dimaksudkan agar anak-anak dapat menjadi subjek dan bukan sepenuhnya objek dari mainan digital. Jadi anak-anak dapat diarahkan ke dunia digital dengan peran sebagai kontributor (dalam bentuk menyuplai karakter atau objek yang sudah diwarnai untuk dipakai dalam game tersebut).

“Sebagian game yang kita berikan justru berfungsi untuk stimulasi otak dan melatih konsentrasi anak,” ujar Product Manager PT Faber-Castell International Indonesia, Richard Panelewen dalam peluncuran Colour to Life.

Lho produknya kan untuk anak-anak?

Ya kegiatan mewarnai kan ngga terbatas untuk anak-anak,  seperti ditulis di atas, dengan mewarnai orang dewasa mendapat banyak manfaat.

Nah, apa aja isi paket Colour to Life Faber Castell?


Terdiri dari:
-  1 buah buku yang berisi 15 lembaran bergambar Augmented Reality (AR) yang siap diwarnai. 

- 20 Connector Pens untuk mewarnai. Tutupnya unik ya?

Cara Menggunakan Faber-Castell Colour to Life sungguh  menyenangkan.
1. Memilih karakter yang ingin dimainkan kemudian warnai. Hati-hati jangan mewarnai bagian bingkai.

Awalnya saya masih “malu-malu” memilih kemudian “malu-maluin karena buku serta pen-nya saya bawa kemana-mana hingga bukunya lecek. Asyik sih.

2.  Download Aplikasi Colour to Life pada Play Store atau Apps Store


3. Scan gambar yang telah diwarnai dalam jarak yang full frame mengenai bingkai gambar.


Perhatikan caranya ya, kemarin saya berulang kali gagal karena ngga tepat.
Gambar akan  berubah menjadi 3D. Hingga disini, sentuhlah  karakter gambar untuk bermain dan berimajinasi.

4. Pemain bisa  take selfie yang berpatisipasi sebagai subjek  dalam gambar yang telah diwarnai.
Nah hingga disini saya masih gagal, padahal kalo berhasil bisa seperti ini lho 


sumber: apkpure.com


5. Pilih menu games dan bermainlah sesuai karakter yang dipilih.

Ada 5 games yang bisa dimainkan, masing-masing berbeda  karakter dan manfaat. Safe Flight, Giddy Up, dan Pogo Boy dapat melatih konsentrasi dan motorik, sedangkan  Dress up Challenge, dan Balance yor Brain bertujuan melatih keseimbangan otak kiri dan kanan.

Bagaimana teman-teman? Mengasyikkan bukan?

Bersama Colour to Life,  kita bisa  “me time”. Bisa juga bersosialisasi bareng teman-teman. Acara hang out tambah rame  karena acara ngopi sambil ngobrol ngalor ngidul, bertambah semarak dengan kegiuatan mewarnai.

Produk Colour to Life bisa dibeli di Tokopedia ,  Gramedia atau toko buku terdekat. 

Jadi tunggu apalagi? Yuk warnai hidup dengan Colour to Life, bebaskan diri dari stres karena hidup yang hanya sekali ini haruslah penuh warna.
Setuju?






Comments

Nathalia DP said…
Bagus ya gamesnya utk stimulasi otak anak :)
yups, tapi saya masih gagal

tadi saya ke blognya @Nathalia, jadi keinspirasi ngikutin step by stepnya

thanks ya
Nathalia DP said…
Gmn sekarang? Smoga udah berhasil ya
linda said…
Keren nih hasilnya mewarnai dengan faber castell bisa 3D dengan bantuan aplikasi sehingga bisa juga buat selfie
jagbir said…
Usually, I never comment on blogs but your article is so convincing that I never stop myself to say something about it. You’re doing a great job Man. Best article I have ever read

Keep it up!

Popular posts from this blog

The Third Charm, Akhir Yang Membuat Penonton Marah

Bagaimana jika tokoh utama yang ganteng bukan main menjalin kasih dengan second lead, gadis cantik, imut dan menggemaskan? Ternyata penonton memilih agar keduanya happy ending. Sementara tokoh perempuan di maki-maki karena dianggap meninggalkan kekasihnya.
Mungkin itu yang menjadi penyebab ending drama Korea “The Third Charm” dibiarkan cukup terbuka. Penonton boleh berkhayal semaunya. Apakah cukup sahabatan atau menikah?
Tokoh utama pria, Seo Kang-Joon dan tokohperempuan, Esom yang membuat saya kepincut untuk menonton drakor ini. Seo Kang-Joon, rupanya dianggap sukses dalam setiap perannya sehingga tahun 2018, saya menonton 2 dramanya. Marema ya?
Sedangkan Esom, saya jatuh cinta pada sosoknya di Because This Is My First Life. Berperan sebagai sahabat tokoh utama, Esom keren banget. Hihihi tentu saja yang dimaksud keren adalah postur tubuhnyayang tinggi dan penuh. Seksi, tanpa harus berbaju pendek. Bahkan balutan kostum hitam atau putih yang dikenakan, bikin Essom nampak berkelas. Sebetul…

Dewi Kentring Manik, Dewi Cantik Jelita Pelindung Kota Bandung

100 Days My Prince; Janji Setia Seorang Pangeran Cilik

“Aku menyukaimu” “Aku akan mengawinimu” Kata seorang anak laki-laki pada gebetannya, Yoon Yi-Seo,  perempuan cilik yang periang, cantik dan pemberani.
Sekian puluh tahun berlalu, Lee Yool, nama anak laki-laki tersebut, rupanya selalu  berpegang teguh pada janjinya dan Yi Seo pun selalu mengingatnya.
Mengambil  genre sageuk fusion alias kisah dengan setting masa lalu yang dimodifikasi (fiksi, bukan berdasarkan sejarah sebenarnya), drama Korea “100 Days My Prince”  sebetulnya ngga terlalu spesial. Khususnya jika dibandingkan dengan drakor bergenre serupa.
Pemeran utama mengalami lupa ingatan. Ide klise yang telah digunakan sejak “Meteor Garden”nya drama Taiwan. Kemudian diramu dengan kehidupan sang pangeran sebagai rakyat jelata selama 100 hari.
Yang menjadi pembeda adalah aktor dan aktrisnya yang sedang naik daun. Sang pangeran Lee Yool diperankan D.O. personil EXO, sedangkan Yoon Yi-Seo atau Hong Shim diperankan aktris cantik Nam Ji-Hyun.
Apabila Anda mencari tontonan yang menghibur, “100 Da…

Nostalgia 7 Majalah Favorit

Punya majalah favorit?
Maksudnya tentu majalah cetak. Skip majalah Bobo ya? Selain karena udah kelamaan eranya, juga ngga ada saingan. Sementara 7 majalah favorit yang terpilih karena target segmen serta  ragam topik  yang disajikan.
Tentu  beberapa majalah sudah almarhum alias rest in print. Huhuhu sedih, padahal walau udah ngga berlangganan, sesekali saya masih suka beli. Rasanya lebih nyaman membaca versi cetak dibanding online-nya. Mata ngga capek. Ketika  lelah, si majalah bisa menjadi penutup wajah, pengantar tidur. Coba deh membaca via   ponsel atau tab, kan ngga bisa untuk penutup wajah.  :D  :D
Oke langsung aja kita ngobrolin  majalah favorit yang dimaksud. Ini dia:
Majalah Horison
Awalnya saya membaca majalah Horison karena terpaksa. Sebagai anak ABG yang gemar melahap habis semua bacaan, saya kehabisan buku serta majalah, eh ada majalah isinya cerpen, baca ah ..... Ternyata, ... bahkan hingga kini, saya masih sering mengulang paragraf demi paragraf artikel/cerpen/puisi  yang dimu…

5 Situs Download Gratis Drama Korea yang Recommended Banget

Suatupagi perbincanganWA Grup Komunitas Memasak yang biasanya riuh dengan berbagi resep makanan, tiba-tiba berubah menjadi: “Download aja teh, ngirit kuota” “Wah saya belum nonton ... . Bikin penasaran!”
Ya, kami sedang bergunjing mengenai drama Korea. Drama Korea apa saja yang bagus, yang belum ditonton dan yang penting ini nih: situs yang direkomendasikan untuk men-download drama Korea bersubtitle Indonesia. Tujuannya tentu saja untuk ngirit kuota. Emak-emak dimana saja umumnya sama: pingin hemat!:D :D
Kala itu, semua cara menonton drama Korea sudah saya coba, hanya mengunduh yang belum.Tentunya jadi penasaran. Selalu ada sesi yang jengkelin ketika menonton drakor . Menonton via player DVD misalnya, banyak keping DVD yang tidak berjalan mulus. Katanya sih proses burningnya yang bermasalah.Tapi pan jadi riweuh,saya harus bolak balik. Menonton via DVDberarti juga nyampah. Usai menonton, kepingan DVD ngga tau harus diapain. Ada usul?
Cara berikutnya melaluisaluran berbayar. Apesnya harus sta…

Ngemil Syantikkk Ala Syahrini Bareng Nenasz Cookies

Syantik. Kata itu dipopulerkan Syahrini bersama sejumlah kata lain seperti cetar, sesuatu,  bulu mata badai,  jambul khatulistiwa dan kata-kata nyleneh lainnya.  Sosok lain yang gemar membuat kata-kata ajaib adalah Viki Prasetyo dan Cinta Laura. Kreator kata yang menjadi kesatuan dengan branding mereka.
Andai mereka berkampanye ... Maksudnya bukan kampanye pilpres atau  kampanye  pileg,  namun kampanye untuk kemaslahatan seperti diversifikasi pangan. Lahan yang belum banyak disentuh. Jangankan selebriti, nampaknya para pejabat juga “pelit” bicara tentang diversifikasi pangan.
Ketinggian miimpinya ya? Gubrak deh .... :D Gini  kisahnya. Berawal rencana membuat tulisan personal branding ala Syahrini part 2, ngga sengaja saya lihat iklan cookies yang dibintangi Syahrini. Langsung deh kepikiran: “Ah, andai Syahrini jadi model iklan cookies non tepung terigu. Bakal sukses deh program diversifikasi pangan kita”
Baca juga: Pingin Personal Branding ala Syahrini? Begini Caranya!Julia Perez; Don’t Judg…

3 Bekal ke Tanah Suci, Yuk Persiapkan Sejak Dini

Pingin ibadah ke tanah suci?

Mayoritas pasti menjawab “pingin”, Justru rada aneh jika ada yang  bilang: “ga mau!”
Tapi jujur deh, selain bilang pingin, udah punya persiapan belum?  Hehehe walau malu, saya akui belum.  Padahal mau berpergian jarak dekat seperti Bandung – Jakarta aja pastinya bikin persiapan seabrek. Mau naik apa, mau bawa baju berapa, jangan lupa bawa ini, itu ... isi listpun panjang berderet-deret.
Bagaimana isi list berhaji?  Jangan  cuma titip doa lewat  teman yang mau berangkat ke tanah suci, kemudian mengira bisa sim salabim  .... sampai!
Allah pasti akan bilang: “Ta’uuk ye, usaha dong, usaha”.
Hehehehe ..... iya Allah,  maapin saya atuh.   #tutupmuka
Jika ngga ada usaha, ya jelas bakal ditegur. Udah mah jauh, kuotanyapun terbatas,  harus menunggu  10 – 15 tahun sebelum saatnya berangkat.
Nah, waktu tunggu yang lama ini juga bikin saya ragu. Duh, nyampe ngga ya? Jangan-jangan udah tutup mata selamanya sebelum berangkat. Beruntung ada tausiah  ustaz Aam Amirudin yang men…