Skip to main content

5 Alasan Mengapa Wajib Nonton "Come and Hug Me"



Judulnya romantis banget: “Come and Hug Me”, namun ternyata drama Korea ini ngga sekedar mengumbar keromantisan. Bahkan sarat pesan yang membuat nya wajib ditonton.

“Come and Hug Me” berkisah tentang percinta Chae Do Jin yang diperankan Chang Ki Yong dengan Han Jae Yi (Jin Ki Joo). Mereka bertemu dan saling mencintai sejak kecil. Takdir memisahkan mereka ketika ayah Chae Do Jin, seorang pembunuh berantai bernama Yoon Hee-Jae (diperankan Heo Jun Ho) membunuh orang tua Han Jae Yi. Namun takdir pulalah yang mempertemukan  sepasang merpati ini ketika Chae Do Jin lulus Akademi Kepolisian dan Han Jae Yi menjadi aktris.

Cerita berkembang setelah kakak Chae Deo Jin, Yoon Hyun-Moo bebas dari penjara. Disusul dengan pelarian ayah Chae Do Jin ketika sedang dipindahkan dari penjara ke tahanan kejaksaan.

Plot kisah yang unik dan rapat berhasil membuat raihan rating menurut AC Nielsen Korea,  5,3 persen di bagian pertama, dan 5,9 persen bagian kedua skala nasional. Sedangkan peraihan angka rating skala Seoul pada angka 6,3 persen bagian pertama dan 7,1 persen bagian kedua. Serta mencatatkan angka penonton umur 20-49 terbesar sepanjang penayangannya, yaitu 3,6 persen. Peningkatan ini seiring dengan kisah cerita pemainnya yang semakin menegangkan.

Nah penasaran kan apa saja yang bikin penonton terpesona pada  “Come and Hug Me” ?

1.       Plot yang menawan

Banyak drama Korea yang mengisahkan cinta pertama  sepasang anak manusia yang dimulai sejak mereka kecil. Demikian juga kisah pembunuh berantai. Ide mengawinkan  romance dan mistery termasuk kisah kehidupan sang pembunuh berantai membuat “Come and Hug Me” terasa spesial. Skenarionya juga sangat rapat. Sejak episode awal  penonton terhanyut untuk menonton lagi dan lagi.

2.      Media ternyata bisa jadi pembunuh.


“Pulpen bisa lebih tajam dibanding pisau dan berubah  menjadi pembunuh”. Pupen disini adalah analogi kerja jurnalistik. Mereka tidak peduli dampak tulisan. Bad news is good news, kata sang jurnalis.

Masih ingat kisah Aa Gym yang pernah begitu dipuja, namun langsung “dibanting hingga nyungsep” hanya karena yang bersangkutan menikah lagi. Sementara kita tahu, apa yang dikerjakan bukan suatu kesalahan menurut dalil agama Islam.

Dalam “Come and Hug Me” dikisahkan  Park Hee-Young, jurnalis yang berambisi mengupas tuntas kisah kehidupan Yoon Hee-Jae agar rating acara televisinya naik. Kebayang dong ya bagaimana publik membicarakan kisah seram dan menunjukkan telunjuknya pada anggota keluarga si pembunuh berantai. Tidak itu saja, Park Hee Young membukukan kisah Yoon Hee Jae hingga menjadi best seller. Dia ngga peduli akan dampaknya,  yaitu memunculkan peniru perbuatan Yoon Hee Jae untuk menjadi pembunuh berantai berikutnya.

3.      Pemeran utama perempuan dan pria yang cakep kebangetan


Sangat bersyukur Nam Joo-Hyuk batal berperan sebagai Chae Do Jin karena perannya sebagai Habaek dalam “Bride of the Water God” nampak bloon dan jelek banget. Bikin pingin  ngelempar gelas kalo ngga inget itu monitor laptop milik sendiri, bukan punya Nam Joo-Hyuk.
Sangat berbanding terbalik dengan Chang Ki Yong yang ngga hanya aktingnya yang bagus, juga cakepnya kebangetan. Apalagi kalo udah tampil dengan uniform kepolisiannya, pasti banyak yang meleleh. ^_^



Sedangkan Jin Ki Joo yang aktingnya pernah kena marah Kornet (Korea Netizen) dalam drakor “Misty”, lumayan mampu memerankan  Han Jae Yi, mengingat Bae Suzy , yang batal berperan sebagai Han Jae Yi, tidak memiliki akting paripurna.
Chemistry Chang Ki Yong dan  Jin Ki Joo juga bikin gemes, banyak pujian dilontarkan pada pasangan yang sedap dipandang ini.

4.      Sinematografi yang grande



Sebetulnya tidak hanya  “Come and Hug Me”, hampir semua drama Korea menyuguhkan sinematografi yang keren maksimal. Sama-sama melalui proses editing dan pengambilan gambar yang ciamik sehingga menghasilkan tontonan yang menimbulkan decak kagum.


Termasuk “Come and Hug Me” yang mampu menampilkan suasana hangat musim semi di Korea. Berkat pemilihan palet warna, unsur pencahayaan dan teknik editing, penonton bakal terbuai  hingga menyesalkan ketika adegan berhenti untuk menunggu episode selanjutnya.

5.      Kasih sayang tidak sebatas  saudara kandung

Orang tua mencintai anak kandung mah sudah biasa. Justru aneh jika ada ortu yang ngga sayang anak bahkan dengan kejam mencoret nama serta  melarang si anak menggunakan nama keluarga. Ups jadi inget infotainment penyanyi dangdut itu ya?  ^_^


Dalam “Come and Hug Me” dikisahkan betapa sayangnya  Yoon Na Moo(Nama  Chae Do Jin ketika masih kecil)  pada adik yang beda ayah, beda ibu, yaitu Chae So-Jin. Semasa masih kecil mereka selalu berdua, pulang sekolah bareng  begitu juga ketika belajar. Dan betapa manjanya Chae So-Jin yang menggelendot manja pada Yoon Na Moo.

“Come and Hug Me” juga mengisahkan Chae Ok Hee, istri kesekian ayah Yoon Na Moo yang ditelantarkan dan ketakutan melihat pembunuhan yang dilakukan suaminya. Berkat Chae Ok Hee,  Yoon Na Moo mendapat kasih sayang yang semestinya sehingga bisa tumbuh dan menyelesaikan pendidikannya. Kasih  sayang  Chae Ok Hee juga dilimpahkan pada Yoon Hyun-Moo, walaupun anak sulung bekas suaminya ini nakal ngga ketulungan hingga bolak balik masuk penjara.

Wah jadi inget Aurel yang bahagia tinggak bersama ibu tirinya, Ashanti dibanding Krisdayanti ya? Kisah cinta ibu tiri dan anak suaminya dengan beda versi.  Ups, ngegosip lagi  ^_^








O


Comments

Pilem koreaaaaa, aaa lucuuuu :v`
Pilem koreaaa kesukaaannku nih :v
wah bunda suka nonton drama korea juga ya :)
Aku naksir abis sama Chae DO jin, ekspresinya bagus ya, bisa berubah-rubah sesuai karakternya, selain ganteng juga bertalenta <3
Tira Soekardi said…
wah , mbak suka korea juga ya,
Dunia Qtoy said…
Belum nonton tapi baca di sini jadi penasaran
ternyata @Andrie suka drakor juga, hehehe

jujur saya pingin sinetron Indonesia kreatif seperti Korea :D :D
iya mbak Tira, untuk pengusir kepala mumet

bisa ketawa ketiwi nonton drakor :D :D
iya mbak @Winda, sayang Chae Do Jin terkaku ganteng :D :D

saya lebih suka wajah Sun Joon atau Yoon Hyun Min :) yang cuma kadang2 gantengnya :D :D
hayuk @Dunia Qtoy, khusus drakor ini emang agak serem :D
Ibuuuuu...
Aku baper parah tiap nonton drama ini sih, mellow banget! Cuma lihat Do Jin natap-natap sendu doang hati aku udah langsung kretek-kretek! AKU LEMAH!
Mbak Ery (Bibi Titi teliti), mari kita bandingkan Do Jin dengan Wang So (Lee Jun Ki) ?

:D :D

Popular posts from this blog

The Third Charm, Akhir Yang Membuat Penonton Marah

Bagaimana jika tokoh utama yang ganteng bukan main menjalin kasih dengan second lead, gadis cantik, imut dan menggemaskan? Ternyata penonton memilih agar keduanya happy ending. Sementara tokoh perempuan di maki-maki karena dianggap meninggalkan kekasihnya.
Mungkin itu yang menjadi penyebab ending drama Korea “The Third Charm” dibiarkan cukup terbuka. Penonton boleh berkhayal semaunya. Apakah cukup sahabatan atau menikah?
Tokoh utama pria, Seo Kang-Joon dan tokohperempuan, Esom yang membuat saya kepincut untuk menonton drakor ini. Seo Kang-Joon, rupanya dianggap sukses dalam setiap perannya sehingga tahun 2018, saya menonton 2 dramanya. Marema ya?
Sedangkan Esom, saya jatuh cinta pada sosoknya di Because This Is My First Life. Berperan sebagai sahabat tokoh utama, Esom keren banget. Hihihi tentu saja yang dimaksud keren adalah postur tubuhnyayang tinggi dan penuh. Seksi, tanpa harus berbaju pendek. Bahkan balutan kostum hitam atau putih yang dikenakan, bikin Essom nampak berkelas. Sebetul…

Dewi Kentring Manik, Dewi Cantik Jelita Pelindung Kota Bandung

100 Days My Prince; Janji Setia Seorang Pangeran Cilik

“Aku menyukaimu” “Aku akan mengawinimu” Kata seorang anak laki-laki pada gebetannya, Yoon Yi-Seo,  perempuan cilik yang periang, cantik dan pemberani.
Sekian puluh tahun berlalu, Lee Yool, nama anak laki-laki tersebut, rupanya selalu  berpegang teguh pada janjinya dan Yi Seo pun selalu mengingatnya.
Mengambil  genre sageuk fusion alias kisah dengan setting masa lalu yang dimodifikasi (fiksi, bukan berdasarkan sejarah sebenarnya), drama Korea “100 Days My Prince”  sebetulnya ngga terlalu spesial. Khususnya jika dibandingkan dengan drakor bergenre serupa.
Pemeran utama mengalami lupa ingatan. Ide klise yang telah digunakan sejak “Meteor Garden”nya drama Taiwan. Kemudian diramu dengan kehidupan sang pangeran sebagai rakyat jelata selama 100 hari.
Yang menjadi pembeda adalah aktor dan aktrisnya yang sedang naik daun. Sang pangeran Lee Yool diperankan D.O. personil EXO, sedangkan Yoon Yi-Seo atau Hong Shim diperankan aktris cantik Nam Ji-Hyun.
Apabila Anda mencari tontonan yang menghibur, “100 Da…

Nostalgia 7 Majalah Favorit

Punya majalah favorit?
Maksudnya tentu majalah cetak. Skip majalah Bobo ya? Selain karena udah kelamaan eranya, juga ngga ada saingan. Sementara 7 majalah favorit yang terpilih karena target segmen serta  ragam topik  yang disajikan.
Tentu  beberapa majalah sudah almarhum alias rest in print. Huhuhu sedih, padahal walau udah ngga berlangganan, sesekali saya masih suka beli. Rasanya lebih nyaman membaca versi cetak dibanding online-nya. Mata ngga capek. Ketika  lelah, si majalah bisa menjadi penutup wajah, pengantar tidur. Coba deh membaca via   ponsel atau tab, kan ngga bisa untuk penutup wajah.  :D  :D
Oke langsung aja kita ngobrolin  majalah favorit yang dimaksud. Ini dia:
Majalah Horison
Awalnya saya membaca majalah Horison karena terpaksa. Sebagai anak ABG yang gemar melahap habis semua bacaan, saya kehabisan buku serta majalah, eh ada majalah isinya cerpen, baca ah ..... Ternyata, ... bahkan hingga kini, saya masih sering mengulang paragraf demi paragraf artikel/cerpen/puisi  yang dimu…

5 Situs Download Gratis Drama Korea yang Recommended Banget

Suatupagi perbincanganWA Grup Komunitas Memasak yang biasanya riuh dengan berbagi resep makanan, tiba-tiba berubah menjadi: “Download aja teh, ngirit kuota” “Wah saya belum nonton ... . Bikin penasaran!”
Ya, kami sedang bergunjing mengenai drama Korea. Drama Korea apa saja yang bagus, yang belum ditonton dan yang penting ini nih: situs yang direkomendasikan untuk men-download drama Korea bersubtitle Indonesia. Tujuannya tentu saja untuk ngirit kuota. Emak-emak dimana saja umumnya sama: pingin hemat!:D :D
Kala itu, semua cara menonton drama Korea sudah saya coba, hanya mengunduh yang belum.Tentunya jadi penasaran. Selalu ada sesi yang jengkelin ketika menonton drakor . Menonton via player DVD misalnya, banyak keping DVD yang tidak berjalan mulus. Katanya sih proses burningnya yang bermasalah.Tapi pan jadi riweuh,saya harus bolak balik. Menonton via DVDberarti juga nyampah. Usai menonton, kepingan DVD ngga tau harus diapain. Ada usul?
Cara berikutnya melaluisaluran berbayar. Apesnya harus sta…

Ngemil Syantikkk Ala Syahrini Bareng Nenasz Cookies

Syantik. Kata itu dipopulerkan Syahrini bersama sejumlah kata lain seperti cetar, sesuatu,  bulu mata badai,  jambul khatulistiwa dan kata-kata nyleneh lainnya.  Sosok lain yang gemar membuat kata-kata ajaib adalah Viki Prasetyo dan Cinta Laura. Kreator kata yang menjadi kesatuan dengan branding mereka.
Andai mereka berkampanye ... Maksudnya bukan kampanye pilpres atau  kampanye  pileg,  namun kampanye untuk kemaslahatan seperti diversifikasi pangan. Lahan yang belum banyak disentuh. Jangankan selebriti, nampaknya para pejabat juga “pelit” bicara tentang diversifikasi pangan.
Ketinggian miimpinya ya? Gubrak deh .... :D Gini  kisahnya. Berawal rencana membuat tulisan personal branding ala Syahrini part 2, ngga sengaja saya lihat iklan cookies yang dibintangi Syahrini. Langsung deh kepikiran: “Ah, andai Syahrini jadi model iklan cookies non tepung terigu. Bakal sukses deh program diversifikasi pangan kita”
Baca juga: Pingin Personal Branding ala Syahrini? Begini Caranya!Julia Perez; Don’t Judg…

3 Bekal ke Tanah Suci, Yuk Persiapkan Sejak Dini

Pingin ibadah ke tanah suci?

Mayoritas pasti menjawab “pingin”, Justru rada aneh jika ada yang  bilang: “ga mau!”
Tapi jujur deh, selain bilang pingin, udah punya persiapan belum?  Hehehe walau malu, saya akui belum.  Padahal mau berpergian jarak dekat seperti Bandung – Jakarta aja pastinya bikin persiapan seabrek. Mau naik apa, mau bawa baju berapa, jangan lupa bawa ini, itu ... isi listpun panjang berderet-deret.
Bagaimana isi list berhaji?  Jangan  cuma titip doa lewat  teman yang mau berangkat ke tanah suci, kemudian mengira bisa sim salabim  .... sampai!
Allah pasti akan bilang: “Ta’uuk ye, usaha dong, usaha”.
Hehehehe ..... iya Allah,  maapin saya atuh.   #tutupmuka
Jika ngga ada usaha, ya jelas bakal ditegur. Udah mah jauh, kuotanyapun terbatas,  harus menunggu  10 – 15 tahun sebelum saatnya berangkat.
Nah, waktu tunggu yang lama ini juga bikin saya ragu. Duh, nyampe ngga ya? Jangan-jangan udah tutup mata selamanya sebelum berangkat. Beruntung ada tausiah  ustaz Aam Amirudin yang men…