Skip to main content

My 2018 Resolution, Urban Farming Ala Michelle Obama

Michelle Obama sumber : www.huffingtonpost.com

Resolusi 2018?
Tiba-tiba muncul resolusi yang ingin saya wujudkan di tahun 2018. Lho, kok tiba-tiba? Iya, karena beberapa tahun lalu, resolusi hanya sekedar ingin lebih baik daripada tahun kemarin. Sudah hanya itu.

Namun tahun 2018 ini berbeda. Saya merasa sering sakit. Mudah flu, batuk dan pusing. Banyak penyebabnya, mulai dari kurang gerak karena terlalu lama bekerja di depan komputer. Hingga kurang asupan makanan bergizi.

Polusi udara juga diduga membuat warga perkotaan seperti saya, mudah sakit. Menurut data The Guardian, polusi udara merupakan  salah satu pembunuh terbesar. Enam  juta orang meninggal per tahun. Di Indonesia, korban tewas karena polusi udara mencapai 61 ribu orang, atau rata-rata 25 orang meninggal per 100 ribu kapita.
Serem banget ya?

Karena itu resolusi 2018 saya adalah perubahan gaya hidup agar sehat jasmani dan rohani. Untuk mencapainya harus ada perubahan pola jenis makanan dan cara olah raga yang diterapkan. Dan saya memilih cara ber-urban farming/berkebun ala Michelle Obama sebagai pijakan agar resolusi tidak sekedar angan.

Michelle Obama? First Lady Amerika Serikat yang ke 55 dan 56?

Yups betul dia. Perempuan berkepribadian menarik, cantik dan smart ini ternyata sangat visioner. Pada awal suaminya menjabat, tepatnya tahun 2009, dia menggulung bajunya dan mulai memperkenalkan urban farming di Gedung Putih. Tujuannya tidak hanya agar keluarganya sehat tapi juga seluruh warga Amerika Serikat.

Keren ya?
urban farming di White House (sumber: treehugger.com)

Setelah saya pelajari urban farming ala Michelle Obama ini  sangat memungkinkan dipraktekkan oleh siapapun yang ingin hidup sehat. Apa saja keuntungannya? Ini dia:

1.      Menjamin pasokan makanan sehat.
Sudah lama saya gamang jika berbelanja sayuran. Penyebabnya ngga yakin, amankah sayuran yang saya konsumsi?  Tahu sendiri kan, sayuran yang membanjiri kota, khususnya Kota Bandung tempat saya berdomisili, datang dari pinggiran kota? Dan, ya ampun! Sayuran tersebut ditanam di antara buangan air pabrik yang pastinya penuh cemaran. Bau dengan warna berganti-ganti. Terkadang merah, biru atau kuning. Mengerikan!
Bagaimana dengan sayuran organik? Kini memang banyak ya supermarket yang menyediakan sayuran organik. Namun selain harganya mahal, saya punya kebiasaan jelek. Setiap berbelanja sayuran organik, eh ada plus-plusnya. Seperti minyak goreng yang sedang diskon, buah naga diskon, kopi, dan ......ya ampun, tiba-tiba penuh deh keranjang belanjaan. Gara-gara sekalian belanja. #hiks.

2.      Olah raga
Pernah baca disini, ternyata berkebun mampu membakar 306 kalori per jam. Menyenangkan ya? Ngga harus terpaku hitungan sekian jam harus berlari/berjalan memutari kompleks perumahan. Cukup menyiram, menyiangi rumput, memunguti daun kering atau menggeburkan tanah, tak terasa waktu berlalu, kaloripun terbakar.
Jika melihat foto-fotonya Michelle Obama, berkebunpun bisa keren dan stylish lho. Ngga kalah dengan mereka yang jogging atau ngegym.

3.      Pemulihan eko sistem
Ada hal menarik yang dilakukan Michelle Obama, yaitu berkebun dengan cara ori atau asli ala petani konvensional. Bukan instalasi mahal seperti hidroponik. Sehingga isi dompet aman, ekosistem terjaga.
Keberadaan belalang, capung, kupu-kupu bahkan cacing dan ulat, menunjukkan ekosistem berjalan dengan semestinya. Jika belum ada, bisa dipulihkan dengan menanam beberapa macam tumbuhan penyerap polutan. Dan hasilnya bisa dinikmati bersama, saya dan tetangga sekitar hidup sehat, lepas dari polutan.

4.      Ngga nyampah
Ber-urban farming di rumah berarti ngga perlu plastik pembungkus dan kantong plastik yang umumnya diberikan gratis oleh supermarket. Sehingga jumlah sampahpun berkurang.
Selain itu, dengan ber-urban farming, saya juga ngga harus keluar rumah, menghabiskan BBM atau energi fosil. Penghematan bagi anak cucu. Nampaknya sepele ya? Tapi bisa dibayangin deh jika banyak yang melakukan aktivitas urban farming, akan banyak pula penghematan yang terjadi.


Tapiiiii......,
Bukannya urban farming ala Michelle Obama pun membutuhkan anggaran tinggi?

Ngga juga jika mau kreatif.  Setelah melihat-lihat akun gardening  di Instagram, saya berencana:
urban farming sederhana (sumber ; Instagram @gardenactivist)

1.      Alih-alih membuat kotak-kotak  berkebun, saya akan menggunakan keranjang bekas buah yang murah harganya. Juga ada beberapa plastik kemasan minyak goreng yang bisa saya gunakan sebagai pot.
2.      Tanah dan pupuk, saya beli dari pedagang tanaman yang sering lewat di depan rumah. Simbiose mutualisme nih, hubungan saling menguntungkan antara saya dan penjual tanaman hias. Dia senang mendapat keuntungan, sedangkan saya senang tidak perlu bersusah payah mencari dan membeli media tanam.  
3.      Benih. Wah, banyak banget biji cabai, tomat, pepaya bahkan melon yang bisa ditanam. Selain itu ada toko online yang menjual bibit seribuan.


benih bawang merah siap ditanam
Sip, nyaris lengkap bukan?

Saya sudah mulai mencicil. Tadi sebelum hujan turun, pedagang tanaman mengantarkan 5 karung tanah. Di dapur, sudah siap beberapa wadah plastik berisi biji cabai rawit dan cabai merah kering. Sayapun sudah membeli beberapa kotak bekas buah lengkeng.

Comments

Urban farming itu deskripsinya tanaman yang ditanam di sekitar rumah dengan tanah yang minim yaa, Ambu?

Aku kemarin dapet bibit sayuran dari outboundnya anak-anak.
Sudah ditanam dan tumbuh.

Untuk regenerasi gimana Ambu?
Beli bibit baru kah?

((Ambu, mau doonk kalau ada pelatihan urban farming))

Haturnuhun Ambuuu...
N354 IMO3T said…
Wah,aki juga suka banget Ambu bercocok tanam,kematen2 senangnyaa tanaman yang berbunga,sekarang mau beralih ke tanaman yang bisa dimakan,semoga berhasil... Sama pengen tanem microgreen dan sun flower yang lagi hits di LN.
Ida Tahmidah said…
Wah keren ya..Semoga sehat terus ya Ceu Mar :D
Suryani Palamui said…
Di saat kita udah tinggal di kawasan yang penuh dengan polusi, menurut saya urban farming itu wajib banget sih dilakuin untuk orang-orang yang mementingkan kesehatan. Aku doain semoga resolusinya tercapai yah mba :) Supaya bisa terus berkarya :D
Uli Hape said…
resolusinya lain dari yg lain nih,keren bun
punten baru dijawab teh Lendy, internet belum normal nih

urban farming = berkebun diperkotaan
Jadi bisa di teras, di atas tembok atau di sepanjang tembok

Khusus ala Michelle Obama karena caranya tradisional yang bisa ngembaliin ekosistem di sekitar kita. Termasuk pengadaan bibit, bisa menggunakan tanaman tua yang mengeluarkan biji2nya.

Hayuk kalo mau belajar urban farming, saya sedang menyusun drafnya
haturnuhun Prima

iya nih, kalo kebanyakan minum es di cuaca panas, langsung deh flu dan batuk


Semoga dengan berurban far4ming, bisa tahamn banting :)
Ucig said…
Keren mbaa, ku mauu. Semenjak tanah di blkg rmh diilangin, udah nggak nanem2. Padahal enak klo ada cabe sama bayam juga..

Moga sehat2 dan lancar urban farmnya ya
Nathalia DP said…
keren ih urban farming, tetangga saya jg ada...
Hayuk atuh mbak Nathalia ikutan berkebun.
Sayuran sehat didapat. Olga juga. šŸ˜ŠšŸ˜Š
Ngga ada tanah juga bisa kok mbak Ucig
Tanamnya di pot dan keranjang bekas buah.
Ga perlu lahan luas lagi.
Sebetulnya biasa kok mbak Uli
Saya yakin, ntar banyak yang berkebun di rumah.demi kesehatan keluarga.
Hahhaha teh Ida ikutan manggil ceu Mar
Ini kegiatan mengasyikkan
Yuk ikutan.
Mangga aki, semoga sukses šŸ‘šŸ‘šŸ‘
Uwien Budi said…
Dua tahun lalu, saya juga berkebun di rumah soalnya ada halaman yang bisa ditanami. Sekarang karena nggak ada lahan tersisa, jadi cuma nanem bumbu-bumbu aja sedangkan sayurnya nggak.
Mengkonsumsi sayur hasil kebun sendiri rasanya lebih nikmat dan insyaAllah menyehatkan, ya Ambu.
Uwien Budi said…
Berkebun itu menyenangkan banget, Ambu.
Risky Nuraeni said…
Rame yaa kegiatannya bun
Utii said…
Saya juga sedang mencoba. Menanam sendiri, cuma masih sering ditinggal-tinggal. Jadi kurang perawatan
Trus setelah bu Obama pindah digantikan sama bu Trump, kabar farmingnya piye yo.. hmm..
noniq said…
Menarik ya, saya juga suka berkebun tapi di polybag hehe, jadi ga bisa tanam yang gede.

Makasih infonya yaaa, jadi termotivasi lagi hehe
herva yulyanti said…
iya belanja sayuran organik ke supermarket ujung2nya ga cuman beli sayuran karena pasti kegoda yang lain :D sehat2 teh
Keren banget Ambu, Urban Farmingnya. Urban Farming masih masuk daftar wishlist nih, yang belum sempat kepegang. Ntar ajarin ya.
Nurul Sufitri said…
Halo mbak Maria :) Wah...berkebun tuh menyenangkan ya apalagi kalau anak2 ikutan juga. Semoga tercapai resolusi 2018 nya aamiin. Wah ternyata Theragran-M ini banyak dijual di apotek dan toko obat lainnya ya dan kandungan multivitaminnya banyak. Aku juga mnegonsumsi ini kok, toss yuk!
eva sri rahayu said…
Kayaknya mesti nyobain urban farming juga di rumah.
Rina Darma said…
sy juga berkebun di sela2 rumah. jd sarana bermain anak juga, mereka ya senengnya main tanahnya. yg kecilsukanya nyabutin tanamab hadeuuhh... tp baru tahu klo michelle obama sk urban farming jg. Resolusinya insipiratif sekali. Sehat selalu ya. Btw, fotonya keren ^^
Efi Fitriyyah said…
Sukses buat urban farmingnya ya,Bu. Asik kayakya kalau udah paneh. Kalau saya jalanin ga akan bisa konsisten ngurusnya hehehe
Evi Sri Rezeki said…
Menarik ya urban farming ini. Aku juga mau nyoba ah šŸ˜„
CatatanRia said…
Hebat ih rajin banget teh. Mudah2an terwujud yaaa resolusinya. Sugan klo tos panen, kebagiaan hehehe
Keke Naima said…
White House jadi hijau. Kira-kira berkelanjutan gak ya di White House, setelah Michelle udah gak jadi First Lady lagi?
velli, md. said…
seru banget tuh urban farming,
bisa produksi bahan pangan sendiri buat disantap bersama keluarga
tapi klo aku sih lebih ingin menanam sayuran organik, biar bisa langsung di salad

Popular posts from this blog

The Third Charm, Akhir Yang Membuat Penonton Marah

Bagaimana jika tokoh utama yang ganteng bukan main menjalin kasih dengan second lead, gadis cantik, imut dan menggemaskan? Ternyata penonton memilih agar keduanya happy ending. Sementara tokoh perempuan di maki-maki karena dianggap meninggalkan kekasihnya.
Mungkin itu yang menjadi penyebab ending drama Korea “The Third Charm” dibiarkan cukup terbuka. Penonton boleh berkhayal semaunya. Apakah cukup sahabatan atau menikah?
Tokoh utama pria, Seo Kang-Joon dan tokohperempuan, Esom yang membuat saya kepincut untuk menonton drakor ini. Seo Kang-Joon, rupanya dianggap sukses dalam setiap perannya sehingga tahun 2018, saya menonton 2 dramanya. Marema ya?
Sedangkan Esom, saya jatuh cinta pada sosoknya di Because This Is My First Life. Berperan sebagai sahabat tokoh utama, Esom keren banget. Hihihi tentu saja yang dimaksud keren adalah postur tubuhnyayang tinggi dan penuh. Seksi, tanpa harus berbaju pendek. Bahkan balutan kostum hitam atau putih yang dikenakan, bikin Essom nampak berkelas. Sebetul…

Andai Angelina Jolie Tau 6 Jurus Pengusir Bau Mulut Ini ...

Mariana (bukan nama sebenarnya),rekan kerja saya di perusahaan ekspor impor, memiliki tampilan nyaris sempurna. Bikin ngiri setiap perempuan. Tubuh tinggi langsingnya tak terganggu seberapa banyak dia makan. Cantik dengan riasan natural, sungguh flawless. Ditambah rambut ikal Farah Fawcetnya kerap ditarik ke atas, membentuk updo sekaligus menampilkan leher jenjangnya. Huuu ....para pria langsung deh menelan ludah. Pokoknya nampak tanpa cacat. Bikin bingung nyeritainnya, saking cantiknya nih orang.
Mariana juga cantik hatinya. Pengelola salah satu yayasan sosial. Dia juga pinter. Lulusan sebuah PTN yang ngambil diploma di luar negeri. Konon beasiswa. Keren ngga? Duh terlalu, kalo bilang nggak keren. ^_^
Tapiiiii ...., begitulah. Ngga ada yang sempurna di muka bumi. Mariana-pun punya kekurangan. Yaitu bau mulut. Aduh, baunya bener-bener bikin orang menjauh. Males ngobrol dengannya. Ternyata bau mulut ngga hanya milik mereka yang berwajah pas-pasan. Ups:D:D
Konon, Angelina Jolie yang  kecant…

Dewi Kentring Manik, Dewi Cantik Jelita Pelindung Kota Bandung

Wajah Bulukan? Putihkan Dengan Minyak Kelapa!

Hihihi, wajah kok bulukan? Iya, kulit wajah orang Indonesia kan umumnya sawo matang. Ngga mungkin deh diubah jadi putih.  Jadi yang tepat adalah membuat wajah yang buluk/kumal menjadi kinclong, putih, sedap dipandang dan membuat pemiliknya lebih percaya diri.
Faktor ingin lebih percaya dirilah yang membuat perempuan berlomba-lomba tampak putih. Nggak heran, untuk memenuhiharapan wajah menjadi  putih, klinik kecantikan tumbuh bak jamur di musim hujan.
Mereka yang enggan pergi ke klinik kecantikan, dengan beragam alasan, memilih menggunakan skin  care yang diberi embel-embel “whitening” atau memutihkan. Tak peduli harganya lebih mahal dibanding yang non whitening.
Padahallll..., seorang teman yang bekerja di laboratorium kecantikan  ternama memberitahu bahwa yang dimaksud  “whitening” adalah penambahan “vitamin E”.  Cara paling mudah dibanding penggunaan bahan  alami yang telah dikenal sejak jaman Cleopatra. Hehehe, bahkan Cleopatra ingin kulitnya putih bercahaya ya? Jadi, ngga salah dong …

Pilih Mana? Tunik Cleopatra atau Gamis Ashanty?

“Ibu mau tunik atau gamis?” Untuk sejenak saya bingung, nggak paham pertanyaan penjual pakaian. Hingga akhirnya dia menjelaskan bahwa yang dimaksud tunik adalah pakaian perempuan yang menutup pantat memanjang hingga seputar paha. Sedangkan gamis atau ada juga yang menyebutnya longdress, panjangnya menyapu lantai.
Aha, ternyata... Mungkin si penjual mengklasifikasikan tunik dan longdress menurut versinya saja. Atau untuk memudahkan penjualan. Karena tunic berasaldari masyarakat Romawi yang menyebut “tunica” pada pakaiannya. Pakaian tersebut berukuran lebih longgar dari model pakaian lain, mampu menutupi dada, bahu dan punggung. Dengan kata lain, tunik maupun gamis, barangnya sama. Tidak ada hukum yang mengharuskan ukuran tunik hanya sebatas paha.
Model pakaian dengan cutting sederhana ini disukai perempuan maupun pria dan mengalami transformasi di setiap era. Khusus untuk muslimah,tunik disukai karena longgar tidak memperlihatkan bentuk tubuh, hal yang dilarang agama.
Anehnya, keputusan m…

Kisah Panci Ajaib dan Resep Gudeg Favorit Keluarga

Apa sih yang bikin kamu males masak?
Nyuci bekas peralatan masak?
#tos Berarti samaan kita! Males banget mencuci piring, panci dan wajan bekas memasak. Ribeudnya itu lho yang malesin. Ngga sesimple nyuci gelas. 
Peralatan dapur bekas memasak umumnyaberlumur minyak, mentega, lemak dan bumbu, sehingga sulit dibersihkan. Apalagi sehabis masak rendang, gudeg, ketupat, pepes, dan menu ajaib lainnya.Pinginnya bisa abra kadabra langsung jadi, enak dan nggak usah nyuci peralatan dapur.
Padahal mommynya Ron , sahabat Harry Potter yang penyihir murni, juga harus mencuci peralatan dapur ya? Jiah, kenapa spoiler kepanjangan hingganyasar ke Harry Potter?
Karena sekarang ada panci presto yang secara ajaibmembantu menyelesaikan keribeudan. Ibu rumah tangga nggak harus mencuci banyak peralatan dapur. Cukupngurusin satu panci saja.
Hadir pertama kali di Indonesia sebagai panci yang hanya digunakan untuk membuat daging empuk dengan cepat. Ngga usah menunggu berjam-jam sehingga ngirit gas. Kini panci presto b…

Gangnam Scandal; Terjebak Sinetron Ala Drama Korea

Terbayangkan sinetron Indonesia? Kisah cerita yang dipanjang-panjangin. Muter-muter untuk menyelesaikan satu pesan. Peran antagonis nan jahat bukan main. Sementara protagonisnya bak dewi dari kayangan. Dan saya terjebak dalam tontonan demikian, yang dalam khasanah drama Korea masuk ke dalam long length drama.
Awalnya iseng nonton “Gangnam Scandal”, tertarik pemerannya yang bukan bintang papan atas tapi cantik dan ganteng, aktingnya bagus-bagus. Episode awalnya bikin penasaran.  Ketika 20 episode ngga menunjukkan titik terang, kisah ngga tau mau dibawa kemana, barulah saya melirik jumlah episode yang rencananya bakal ditayangkan. Ternyata 120 episode, alamak! Wuaduh, bikin galau! 
Diterusin atau jangan ya? Akhirnya hatur lumayan lah. Untuk tontonan multitasking, sambil bikin handicraft, sambil makan, de el el :D:D Walaupun 120 episode, setiap episodenya hanya 30 menit. Tapi keukeuh lama ya?
Sebetulnya ada drama Korea yang panjangnya juga menjebak saya, yaitu “My Only One”. Alasan menonton …