My Kuliner is Lotek






Jujur bingung kalau topiknya kuliner, karena banyaaaakkkk bingittssss….., semua enak-enak dan asli hasil kreativitas urang Bandung seperti mi kocok, batagor,  seblak, cireng, nasi goreng Mafia,   bakso Budjangan dan masih banyak lagi.
Tapiiii, kita pilih yang menyehatkan yukkk, dan itu tentunya adalah : Lotek!! Makanan menyehatkan yang terdiri dari sayuran kangkung, kacang panjang, nangka muda, daun kol, tauge,  semua dikukus/ direbus  (tergantung kesukaan) , kemudian  dicampur  ke dalam bumbu yang telah diulek lebih dahulu yaitu kacang , gula merah, kencur,  garam, cabe rawit , air  matang dan ubi/kentang untuk pengental.  
Apa sih bedanya lotek dan pecel? Beda caranya, bumbu lotek harus diulek dulu diatas cobek hingga halus, baru kemudian  ditambahkan sayuran.  Proses menyatukan sayuran dan bumbu pun dilakukan di atas cobek. Sesudah itu baru dipindahkan ke piring saji  dan ditaburi kerupuk serta bawang goreng, mmm ………… yummy  ^_^
Karena proses yang ngga instan tadi, maka seseorang baru sah jualan lotek jika ada cobek didekatnya.  Sedangkan pecel lebih pratis, hanya tinggal seduh air panas, jadi deh bumbu siap santap. Bumbu tersebut disiram keatas sayuran yang telah dikukus, kitalah yang harus mencampurnya sendiri. Demikian juga yang terjadi dengan gado-gado ,  hanya tinggal seduh dan siram ke atas sayuran. Tidak heran kedua bumbu siap pakai ini dengan mudah ditemukan  di pasar tradisional maupun pasar swalayan
Proses berbeda, hasilnya juga berbeda menurutku sih, lotek lebih enak,  lebih legit. Kalo ngga percaya, coba sendiri dulu deh.  Penjual lotek dengan mudah kita temukan di seantero Kota Bandung. Baik yang berjualan di warung kecil dalam gang maupun di foodcourt pasar swalayan. Hampir semua foodcourt  menyediakan lotek. Sedangkan warung lotek biasanya juga menjual rujak (csnya lotek), karedok , dan nasi rames..
Ingin mencoba lotek di Kota Bandung,  beberapa destinasi ini wajib  dicoba:





Lotek Jalan Macan.
Terletak di jalan Macan nomor 1  Bandung,  termasuk legenda kuliner yang wajib dicoba.  Pemiliknya Ny. Tanitasari sudah mulai berbisnis makanan ini sejak tahun 1974. Sekarang dibantu oleh 5 anak cucunya beserta 15 orang karyawan, jadi sudah tiga generasi bisnis keluarga ini bertahan.  Selain lotek, tersedia juga asinan, gado-gado, Soto Bandung, nasi rames, mi kocok dan beragam minuman yang semuanya bikin lidah nagih.

Lotek Cihapit.
Nah lotek Cihapit pas banget untuk mereka yang laper, khususnya kalau ditambah lontong, karena banyaaaakkkkk bangets  ^_^  Terletak di jalan Cihapit, mudah sekali menemukan warung lotek ini terlebih di dalamnya ibu penjual lotek juga menyediakan variasi masakan lain  seperti mi kocok dan nasi rames. Semuanya enak. Oh iya, disamping tempat makan Lotek Cihapit terdapat gang yang berjualan lotek juga. Terserah itu sih, menurut saya sama saja. Sama-sama ramah dikantong, dan mengenyangkan. ^-^


Lotek Kalipah Apo,
Ini rajanya lotek karena berdiri sejak tahun 1952 . Tidak hanya paling lama berdiri tapi juga  paling enak, paling legit. Penyebabnya terletak di pemilihan kacang tanah yang  berkualitas,  sebagai bumbu penentu. Menurut pengelola Lotek Kalipah Apo mereka terkadang  menghabiskan waktu dua hingga tiga hari untuk memilih kacang tanah yang benar-benar pilihan. Ada usaha ada rasa, rupanya.
Berbeda dengan lotek di tempat makan lain yang harus segera disantap agar tidak asem/basi. Lotek Kalipah Apo tahan berjam-jam.  Empunya Lotek Kalipah Apo membisikkan rahasia resepnya:  Sayuran  untuk lotek ditiriskan hingga benar-benar tuus (kata Urang Sunda mah), alias harus sampai ngga ada lagi air rebusan sayur yang menetes. Konon katanya lagi, air rebusan inilah biang kerok lotek ngga tahan lama.
Terletak di jalan Kalipah Apoi nomor 42,  rumah makan ini tak pernah sepi pembeli.  Walaupun harga sepiring lotek Kalipah Apo lebih mahal dibanding lotek lainnya, tapi ngga akan nyesel karena enak banget tadi.  Selain lotek, disini tersedia menu lain seperti gado-gado dan nasi rames. Semua enak, ngga heran banyak banget pelanggan yang datang.

Lotek Cipaganti.
Berdiri sejak tahun 1953, tempat makan lotek yang terletak di jalan Cipaganti 75 rasanya sangat khas karena alat penumbuk (mutu, Sunda) terbuat dari akar bambu. "Agar rasanya asli,   mutu tidak mengikis coet (cobek; bhs Sunda) ketika ngulek”, keta ibu Siti Robiah (65 tahun) , generasi kedua pengganti almarhum ibunya, Ibu Absih yang meninggal tahun 2012 lalu.
Selain lotek, disini juga tersedia karedok, sejenis lotek juga tapi sayurannya mentah yaitu: mentimun, taoge, kol, kacang panjang, daun kemangi dan terong. Sedangkan bumbu yang diulek hampir sama yaitu kacang tanah, cabai merah, gula merah, bawang putih, kencur, air asam, garam dan terasi.

  Sejumlah lotek legendaris lainnya di Kota Bandung, seperti
  •  Lotek Paranti, Jl. Cilentah No.4 Bandung
  • Lotek Mahmud, Jl. Mahmud IV No.9 Bandung
  • Lotek Alkateri, Jl. Alkateri No.22 Bandung
  • Lotek Ibu Tantan, Jl. Pungkur No.100 Bandung
  •  Lotek Buah Batu, Jl. Buah Batu No.157A Bandung
  • Lotek Edja, Jl Pahlawan nomor 18 Bandung
Ada yang mau nambahin?

Sumber selain dokumen pribadi:








Comments