Love between Lines, Kisah Cinta Sepasang Arsitek
Apa beda hasil karya arsitek lulusan ITB dengan Universitas Parahyangan, Bandung? Seperti diketahui, banyak yang mengatakan bahwa jurusan arsitektur Unpar terbaik di Indonesia bahkan Asia Tenggara.
Tentu saja ini hanyalah obrolan diantara para alumni saja, yang pasti menurut teman saya, seorang lulusan arsitektur ITB, hasil karya alumni Unpar lebih nyeni, cenderung genit, sedangkan karya alumni ITB lebih konvensional.
Sebagai orang diluar lingkaran mereka, tentu saja gak bisa ikutan komen. Tapi yang pasti, baik lulusan arsitektur Unpar maupun ITB, sebaiknya jangan melupakan faktor akustik.
Seperti yang terjadi di Masjid Raya Al-Bakrie Lampung, yang baru diresmikan pada Jumat, 12 September 2025 silam. Apa yang diucapkan imam, khatib, atau penceramah terdengar, tetapi tidak jelas. Ada suara, tapi tanpa makna. Menyedihkan bukan?
Lha ruang ibadah kan bertumpu pada komunikasi lisan, jika suara adzan dan khotbah berubah menjadi ruang gema yang membingungkan, maka tujuan masjid menyampaikan syiar Islam berpotensi gagal terwujud.
Padahal masjid yang berdiri di atas lahan seluas 2,3 hektare (22.000-23.000 m²), luas bangunan sekitar 10.240 m², dan mampu menampung hingga 12.000 jamaah ini sangat lengkap.
Selain area kegiatan keagamaan juga terdapat ruang terbuka hijau, area parkir yang luas, children playground, area UMKM, dan ballroom. Tapi jika biro arsiteknya melalaikan salah satu faktor yang seharusnya diutamakan, maka semua “kemewahan” hanya terasa seperti sapuan lipstick semata.
Keluh kesah penanggung jawab akustik Masjid Raya Al-Bakrie kebetulan saya baca ketika sedang menonton drama China “Love between Lines”.
Drama yang diadaptasi dari web novel "Ya Xi" (轧戏) by Zu Le (祖乐) ini berkisah tentang sepasang insan berlatar belakang arsitektur dan berambisi memenangkan proyek demi proyek.
Dibintangi aktor Chen Xing Xu dan aktris Lu Yu Xiao yang nampak lebih cantik dibanding sewaktu berperan dalam drama kostum, drama ini secara mengejutkan berhasil meraih rating tinggi, semula hanya 8, 4/10, perlahan merangkak naik menjadi 8,8/10 di akhir episode (Sumber: Mydramalist) dan 8,3/10 dari IMDb
Baca juga drama Lu Yu Xiao lainnya:
Love in the Clouds, Cerita tentang Benci jadi Cinta
Serendipity, dan Kutukan Second Lead Syndrome
Chen Xing Xu sebagai Xiao Zhi Yu / Qin Xiao Yi
Apakah dalam keluarga itu
Ada aku?
Tanya Qin Xiao Yi pada ibunya.
Ketika sang anak membongkar kejahatan ayah tirinya, ibunya malah mengkhawatirkan dirinya sendiri. Ibunya takut kehilangan Pei Kang Hua, pria yang dinikahi sesudah ayah Qin Xiao Yi tiada.
Qin Xiao Yi memang menyimpan dendam pada Pei Kang Hua. Pria yang merupakan partner bisnis ayahnya itu dengan liciknya menyalahkan ayah Qin Xiao Yi ketika proyek stadion kota baru yang tengah dibangun, roboh.
Sang ayah yang merasa bersalah karena telah menimbulkan korban 6 pekerja luka-luka dan 3 orang tewas, memutuskan untuk bunuh diri.
Lu Yu Xiao sebagai Hu Xiu
Bagaimana mungkin ini kesalahanmu
Ini seperti kamu sedang berjalan
Tak sengaja menginjak kotoran anjing yang dibuang orang lain
Demikian kata ibu Hu Xiu ketika anak perempuannya ini berulang kali menyesali diri.
Bagaimana tidak? Hu Xiu dipermalukan Zhang Qi Ran, kekasihnya di hari pertunangan. Ketika tamu telah berdatangan, Zhang Qi Ran malah tak muncul dan memutuskan hubungan begitu saja.
Kesedihan Hu Xiu bertambah karena dia harus melunasi utang yang terjadi terkait rencana pertunangan dan pernikahan mereka.
Baca juga drama Lu Yu Xiao lainnya:
Perfect Match, Kisah Jodoh 5 Anak Perempuan Ibu Li
My Journey to You, Kisah Cinta Dua Pembunuh Wufeng
Dai Xu sebagai Pei Zhen
Bukan salah bunda mengandung,
mungkin peribahasa ini tepat dialamatkan pada Pei Zhen.
Sebagai anak tunggal Pei Kang Hua, pemilik Perusahaan Zhuling, sang ayah selalu menekannya agar sukses memimpin perusahaan, sementara kondisi keuangannya morat marit.
Pei Zhen juga harus menerima begitu saja ketika ayahnya membawa pulang istri baru, ibu dari Qin Xiao Yi.
Synopsis Love between Lines Chinese Drama
Setiap aku memasuki Kota Rong
Aku akan melupakan semua hal yang tidak menyenangkan
Aku bisa berperan menjadi orang lain
Di dunia nyata, sangat jarang aku menjadi pemenang
Tapi dalam permainan, aku bisa sesekali merasakan kegembiraan meraih kemenangan
Demikian jawab Hu Xiu saat ditanya kegandrungannya ikut Permainan Misteri Pembunuhan, semacam permainan karakter yang berlangsung di Kota Rong, kota fiksi tempat setiap orang mendapat peran tertentu, seperti menjadi pengacara, dokter, wartawan dan lainnya.
Kala mengikuti permainan inilah untuk pertamakalinya Hu Xiu bertemu dengan Xiao Zhi Yu, yang dikemudian hari diketahui merupakan pemilik permainan tersebut.
Selain permainan, Hu Xiu dan Xiao Zhi Yu juga terhubung dalam satu profesi, yaitu arsitek. Xiao Zhi Yu merupakan pemilik studio design Dynamism, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang arsitektur dan telah berdiri selama 5 tahun.
Sedangkan Hu Xiu lulusan arsitektur yang selama 3 tahun terpaksa bekerja di bidang lain. Sebetulnya dia telah berusaha melamar kerja sesuai impiannya, salah satunya ke Perusahaan Zhuling, perusahaan konstruksi ternama di Kota Shanghai.
Malang, Hu Xiu ditolak, bahkan perekrut menyindir semangatnya menjadi arsitek:
Untuk mencapai tujuan. Mobil cukup diisi bensin
Tapi manusia, tidak bisa hanya mengandalkan semangat
Persimpangan jalan itu selalu ada
Ketika akhirnya Hu Xiu diterima sebagai salah satu arsitek di Dynamism, dia tak menyadari ada benang merah antara dirinya, Xiao Zhi Yu dan Pei Zhen, kakak tiri , Xiao Zhi Yu sekaligus CEO Zhuling.
Tahun 2006, atau sekitar 20 tahun silam, di bawah naungan Perusahaan Zhuling, ayah Hu Xiu bekerja dalam proyek bangunan stadion kota baru. Malang tak dapat ditolak, saat masih dalam pengerjaan, bangunan tersebut roboh mengakibatkan 6 pekerja luka-luka (termasuk ayah Hu Xiu) dan 3 orang tewas (salah satunya sahabat ayah Hu Xiu yang ikut proyek karena ajakan sang ayah).
Kala itu Zhuling dipimpin ayah Pei Zhen, dan ayah Xiao Zhi Yu sebagai partner. Namun kala terjadi kecelakaan, hanya ayah Xiao Zhi Yu yang menanggung kesalahan. Tak sanggup mengalami tekanan, ayah Xiao Zhi Yu bunuh diri, sementara ibu Xiao Zhi Yu menikah lagi dengan ayah Pei Zhen.
Walau masih kecil, Xiao Zhi Yu telah merasa ada yang tidak beres. Dia mendapat firasat ayahnya dikorbankan. Malang dia tak punya bukti. Dia hanya bisa pasrah sewaktu ibu dan ayah tirinya mengirimnya untuk melanjutkan sekolah di Amerika Serikat.
Sepulang dari AS, Xiao Zhi Yu membangun Dynamism sambil diam-diam berencana membongkar kejahatan sang ayah tiri.
Situasi yang menyedihkan juga terjadi pada keluarga Hu Xiu. Pasca kejadian, kaki ayah Hu Xiu invalid. Sehingga sang ayah membutuhkan tongkat penyangga untuk berjalan, dan mereka pun pindah ke pedesaan. Hu Xiu baru kembali ke Kota Shanghai sesudah kuliah dan bekerja.
Rumah keluarga Hu Xiu yang terletak di pemukiman padat penghuni perkotaan, rupanya menarik minat Xiao Zhi Yu. Dia sedang menyusun proposal untuk mengikuti tender, dan membutuhkan visualisasi nyata untuk membuat sketsa dan konsepnya.
Kebetulan Hu Xiu memang berniat menyewakan rumahnya. Penyebabnya mantan kekasihnya bukan saja meninggalkannya begitu saja di pesta pertunangan, juga meninggalkan lubang utang yang harus dibayar.
Aku yang ceroboh
sebenarnya, retakannya sudah lama ada
peringatan juga sudah lama ada
aku sendiri yang tidak menyadarinya
Keduanya intens bertemu setelah terjadi rangkaian peristiwa kebetulan: Kebetulan bertemu dalam Permainan Misteri Pembunuhan, kebetulan terhubung sebagai penyewa dan pemilik rumah, serta kebetulan bekerja sebagai atasan dan bawahan.
Tak mengherankan, api cinta mulai memercik diantara keduanya. Cinta yang harus melewati ujian sewaktu fakta terungkap bahwa ayah Hu Xiu merupakan korban proyek Zhuling, dan ayah Xiao Zhi Yu menjadi penanggung jawabnya.
Review Love between Lines Chinese Drama
Susah move on, mungkin itu yang akan terjadi pada penonton drama China “Love between Lines” . Chen Xing Xu dan Lu Yu Xiao berhasil membangun chemistry yang bagus.
Walau premisnya klise banget. Pria kaya jatuh cinta pada perempuan miskin. ketika mau melangkah lebih jauh, eh ketahuan ayah si pria pernah melakukan kesalahan yang fatal pada ayah si perempuan. Duh berapa banyak drama yang punya kisah seperti ini? Mungkin ribuan, ya?
Karena itu, drama seperti ini wajib banget diperankan aktor yang mampu memberi nyawa. Dan casting drama China “Love between Lines” cukup berhasil. Chen Xing Xu dan Lu Yu Xiao bukan saja sudah kaffah berperan sebagai CEO dan Cinderella, keduanya juga punya banyak penggemar.
Jumlah penggemar ini sangat mempengaruhi rating. Mereka tak segan memberi rating tinggi bahkan sebelum dramanya tayang. Real rating baru terlihat setelah drama tayang dan berakhir.
Seperti drama China “Love between Lines”, sebelum tayang drama ini sudah memperoleh rating 8,4/10. Rating meningkat selama penayangan hingga mencapai 8,9/10, dan turun sedikit menjadi 8,8/10 di akhir penayangan.
Penyebabnya? Ya gak semua penonton adalah penggemar Chen Xing Xu dan Lu Yu Xiao. Tanpa tedeng aling-aling mereka mengkritik drama China “Love between Lines”, dan mengupas setiap aspeknya.
Saya setuju sih, walau akting kedua pemeran utama sangat mumpuni, namun kisahnya sendiri nyaris flat, kurang kedalaman emosi. Riak-riak yang muncul dengan cepat diselesaikan.
Termasuk sosok antagonis. Alih-alih bikin emosi, kali ini mungkin banyak penonton yang kasihan pada Dai Xu sebagai Pei Zhen. Dia berperilaku licik karena tekanan ayahnya.
Secara keseluruhan, drama China “Love between Lines” sangat cocok untuk penonton yang membutuhkan tontonan penuh romansa lembut dan menyenangkan. Hiburan yang ringan, tanpa gesekan, tanpa ketegangan dan tanpa percikan emosi yang kuat.
Bahkan Chen Xing Xu yang begitu galak sebagai CEO dalam drama China “My Boss”, kehilangan kegarangannya. Bertemu dengan Lu Yu Xiao yang manis, rapuh dan hangat, wah klop deh.
Baca juga drama Chen Xing Xu lainnya:
My Boss, Kisah Cinta Advokat Perceraian yang Ganteng
The Starry Love, (Bukan) Cinta Putri yang Tertukar
Love on the Turquoise Land, Kisah Cinta Seorang Pemburu Gunung Nan
Profile
Title: Love between Lines
Native Title: 轧戏
Also Known As: Ga Xi , Ya Xi , 軋戲
Director: Mao De Shu
Genres: Thriller, Historical, Mystery, Romance
Type: Drama
Format: Standard Series
Country: China
Episodes: 28
Aired: Jan 9, 2026 - Jan 20, 2026
Original Network: Dragon TV, iQiyi
Duration: 45 min.
.png)
.png)


.png)
.png)

.png)


baru tahu kalau jurusan arsitektur unpar yang terbaik se-asia tenggara. bisa jadi pertimbangan kalau ada anakku yang berminat dan tidak lulus universitas negeri. btw, plot yang udah klise memang sebaiknya diberi sentuhan2 unik, sih. misalnya menonjolkan sisi dunia arsiteknya. tentu bikin lebih berbobot dan nyeni sekaligus
ReplyDeleteAku baru kelar nonton Love Between Lines INI sampai episode 3 doang. Seru kayaknya. Bakalan maraton di akhir pekan nih
ReplyDeleteEh kok jadi inget drakor yang juga bertumpu pada arsitektur yaa, kalo gak salah Personal Taste, yang ceritanya berpusat pada sebuah rumah tradisional Korea (Hanok) bernama Sanggojae yang punya rahasia desain arsitektur modern di dalamnya.
ReplyDeleteTapi pasti ini jauh lebih menarik karena Love Between Lines pasti dimodernisasi lagi ya AMbu.. eh ada juga yang di Indonesia yang main Nic Sap yaaa Architectur of Love kalo ga salah
Saya justru fokus ke kawin tak batal. Duh saya pernah tahu lul loch kasus begini di dunia nyata. Rasanya nyesek beud dah pokoknya.
ReplyDeleteBuatku drama begini cocoklah ditonton karena cukup ringan gak kaya dracin yang nyebelin jahatnya minta ampun tapi bikin penasaran itu, bikin HIH..! Para pemainnya juga masih enak dipandang hehe, jadi bikin betah
ReplyDeleteKayaknya ini drama yang saya cari nih. Secara saya ga suka drama yang terlalu menguras emosi. Walau kata orang2 booming dan bagus. Hati saya yang ga kuat.
ReplyDeleteDari kebetulan-kebetulan, lalau tumbuh rasa cinta di antara keduanya. Tapi jadi terasa menyakitkan ya, ketika masa lalu terkuak. Apakah kebetulan juga ternyata ayah mereka di masa lalu ternyata terkait dalam sebuah tragedi, satu korban dan satu "terduga" pelaku alias sebagai penanggungjawab
ReplyDeleteNontonnya jadi nyantai ya Mbak. Gak emosi jiwa karena alur ceritanya gak bikin otak kita berpikir keras. Tapi terkadang, di antara kesibukan yang bejibun, sementara butuh hiburan ringan, drama seperti LOVE BETWEEN LIES ini sangat membantu. Apalagi kedua aktor utama nya populer dengan premis yang sering dihadirkan.
ReplyDeleteKalau idaman drama romance meski alurnya gampang ditebak, tapi tetap disukai ya. Apalagi kalau dracin itu ada aja uniknya dengan episode pendek
ReplyDeleteAkhirnya ambu nonton juga. Hehehe. Best drama pembuka tahun 2025 sih ini buat aku.
ReplyDeleteYang menarik, pertemuan Hu Xiu dan Xiao Zhi Yu lewat permainan Misteri Pembunuhan di Kota Rong. Serius, awalnya aku bahkan sempat ngira ini tuh serial era Republik. Wkwkwkwk. Ternyata baru deh nyambung setengah episode pertama.
Dan memang benar sih, kekuatan utama drama ini ada pada chemistry Chen Xing Xu dan Lu Yu Xiao. Walaupun premisnya cukup sering kita temui di drama china kebanyakan. Pokoknya aur-auran deh auranya Chen Xingxu di sini. Dan aku paling suka FL-nya.
Sebenarnya kisahnya agak klise, awalnya gak terlalu suka, lalu tresno jalaran soko kulino hehehe. Tetapi justru kisah2 yang keliatan klasik gini masih banyak penggemarnya ya bun. Serta dibuat menarik dengan kisah kejahatan yang dialami ayah/ keluarga tokoh utama, membuat jalan ceritanya pasti tidak akan terasa membosankan :D
ReplyDelete