Glory, Ketika Putri Kerajaan Teh Berburu Suami

maria-g-soemitro.com

Glory, Ketika Putri Kerajaan Teh Berburu Suami

Siapa penemu minuman teh? Kok bisa-bisanya nemu daun teh yang diseduh air panas bisa menghasilkan minuman nan nikmat?

Konon, Kaisar Shen Nong dari China lah yang menemukannya. Gak sengaja sih. Kaisar yang berkuasa pada sekitar tahun 2000 SM tersebut melihat beberapa daun teh jatuh ke dalam minumannya. Bukannya dibuang,  ‘Bapak Pengobatan Cina’ ini malah menikmati dan menemukan khasiatnya.

Jadi bisa ditebak, pedagang China kuno lah yang membawa teh ke Eropa dan akhirnya menjadi minuman yang populer. Seiring zaman, upacara minum teh menjadi alat meditasi dan simbol status sosial.

Pada abad ke-17 oleh Perusahaan Hindia Timur (Belanda & Inggris) mulai mengembangkan perkebunan di India dan Jawa (Indonesia) melalui sistem tanam paksa, kemudian menjadikannya komoditas global

Kisah kerajaan teh dan lika liku pembuatan teh menjadi tema drama China “Glory” yang diperankan aktris cantik Gulnezer Bextiyar dan aktor ganteng yang tengah naik daun, Hou Ming Hao. 

Tahun 2025 emang tahunnya Hou Ming Hao. Gak kurang  dari 5 drama dia diperankan, 4 diantaranya sebagai main role dan hanya 1 yaitu drama China Love in Pavilion, Hou Ming Hao berperan sebagai guest role.

Hebatnya lagi, seluruh drama yang diperankannya berhasil meraih rating tinggi dari Mydramalist, bahkan drama China Love in the Clouds mendapat rating 8,7/10.

Termasuk dalam drama China “Glory” yang memperoleh rating  8,4/10 di akhir penayangan. Drama ini sangat unik karena bertaburan quote dari Yan Bai Luo  seorang Buddhis yang diperankan Zhao Yi Qin. Berikut salah satu kalimat bijaknya:

Tentu saja aku merasa cemburu dan marah

Tapi aku tahu cara menahan diri

Tahu untuk tidak menyakiti orang lain

Hanya untuk melampiaskan cinta dan benci sendiri

Lalu membawa masalah yang tak ada habisnya bagi orang lain

Cinta yang mengerikan seperti itu

Hanya akan membuatmu menjadi semakin menjijikkan. 

Tercela dan menyebalkan

Pada akhirnya, orang yag kamu cintai

Akan hilang seperti pasir hisap

Dan tidak akan pernah kembali lagi

Baca juga drama Hou Ming Hao lainnya:

Back from the Brink, Akibat Terlalu Bucin

Fangs of Fortune, Kisah 5 Sekawan Penakluk Siluman

Love in the Clouds, Cerita tentang Benci jadi Cinta

The Unclouded Soul, Kisah Cinta Raja Siluman

     
maria-g-soemitro.com

Hou Ming Hao sebagai  Lu Jiang Lai / Lu Fu Sheng

Kodok tetaplah kodok

Meskipun bersusah payah

Menggembungkan perut penuh udara

Sayangnya masih jauh dari langit

Kata Cheng Guan Yu, kepala pelayan keluarga Rong pada Lu Fu Sheng.

Tentu saja dia berucap demikian karena tak tahu bahwa orang yang diberi nama Lu Fu Sheng oleh majikannya, adalah pejabat istana yang ditunjuk kaisar sebagai Inspektur Keliling Delapan ke Jiangnan

Latar belakang Lu Fu Sheng yang bernama asli Lu Jiang Lai ini juga bukan main, sejak usia 5 tahun dia menjadi teman belajar Luo Chance, cucu sulung keluarga Luo.

Karena kecerdasannya, dia mendapat surat pembebasan dari Luo Zhan, Gubernur Inspeksi Wilayah, dan pada usia 14 tahun lulus ujian provinsi dengan  cemerlang.

Luo Chance yang tidak menyukai kecemerlangan Lu Jiang Lai menggunakan berbagai macam cara untuk menjegalnya, hingga tidak  bisa mengikuti ujian tingkat ibukota. Luo Chance juga menjadi penyebab kematian ayah Lu Jiang Lai.

Tak mau larut dalam kesedihan, usai 3 tahun masa bergabung, Lu Jiang Lai ikut ujian ibukota dan lulus. Dia diterima sebagai anggota akademi Hanlin.

Dasar orang baik, meski kemudian harta keluarga Luo dihabiskan dihabiskan Luo Chance di meja judi, Lu Jiang Lai tetap menjaga keluarga tersebut.

       
maria-g-soemitro.com

Gulnezer Bextiyar sebagai  Rong Shan Bao

Mana yang lebih penting?

Cinta pribadi atau kemuliaan keluarga?

Dulu, sewaktu Rong Shan Bao belum mengenal cinta, sudah pasti dia akan memilih yang kedua.

Sebagai cucu pertama keluarga Rong, Bao digembleng sejak usia dini. Di usia balita, Bao sudah menghafal seluruh isi kitab teh. Bertambah usia, bertambah pula kemampuannya, dengan hanya melihat dan mencium daun teh kering, dia tahu asal bibit dan iklim teh tersebut ditanam.

Gak heran Bao mendapat julukan  “Tea Bone”, julukan tertinggi pada ahli teh yang biasanya diberikan secara turun temurun.

maria-g-soemitro.com


Sinopsis Drama China Glory

Aku menjaga langit Rong

Dia menjaga langit Linji

Jika langit Linji gelap, bukankah langit Rong juga?

Jawab Rong Shan Bao ketika sepupunya, Shen Xiang Ling bertanya alasan dia batal membunuh Lu Jiang Lai dengan panah.

Bao berucap demikian karena pernah mengalami peristiwa pahit. Dia dijebak saudara-saudaranya dan jatuh ke tangan bandit penjual budak. Sebagai pejabat utusan kaisar ke daerah Linji,  Lu Jiang Lai lah yang membebaskannya.

Malang, Lu Jiang Lai punya banyak musuh. Musuh terbesar tentu saja pejabat setempat, Gubernur Jiang Yi Qian dan Bupati Xu Song yang terusik, mereka takut banyak kasus yang selama ini ditutupi, bakal dibongkar.  Tidak saja kasus pembunuhan yang tengah ditangani Lu Jiang Lai, juga kasus korupsi.

Karena itu, Lu Jiang Lai mengalami percobaan pembunuhan, tubuhnya jatuh ke jurang. Agar pihak kerajaan tak mencarinya, Gubernur Jiang Yi Qian mengirim kabar ke kaisar bahwa Lu Jiang Lai telah kembali ke ibukota.

Lu Jiang Lai beruntung Rong Shan Bao menemukan tubuhnya yang penuh luka. Bahkan Bao mau mengobatinya dengan menggunakan ginseng berusia ratusan tahun.

Tentu saja Bao melakukannya karena ingat pengalamannya pernah ditolong Jiang Lai dari sekapan bandit,

Jiang Lai malah tak ingat. Jatuh dari ketinggian membuatnya mengalami amnesia. Untuk menguji (jangan-jangan Jiang Lai sedang berpura-pura) Bao memberinya nama Lu Fu Sheng dan memberinya tugas di kadang kuda.

Namun tak lama. Kedatangan Jiang Lai di rumah keluarga Rong bersamaan dengan pemilihan suami bagi Bao. 

Keberadaan keluarga Rong di tengah masyarakat sungguh unik. 400 tahun silam mereka pindah ke Linji dan membuka perkebunan teh. Setelah berhasil, mereka membuka jaringan pertokoan, dan merintis rute perdagangan laut.

Kerajaan teh ini secara turun temurun dipegang perempuan. Kaum pria yang menikah dengan keturunan Rong akan menjadi suami matrilokal (tinggal bersama keluarga istri), dan anak yang dilahirkan bakal bermarga Rong.

Atas keberhasilan membangun perekonomian dan membantu kaisar, salah satunya memasok logistik perang, Kaisar Gaozu menganugerahi stempel giok, pertanda keluarga Rong memiliki hak Istimewa yang harus dihormati dan ditaati.

Keberadaan kerajaan teh milik keluarga Rong tentu saja membuat banyak kumbang tertarik pada Bao. Sebagian besar merupakan keturunan pemilik usaha teh, termasuk Yan Bai Luo yang pernah menjalin aliansi pernikahan dengan keluarga Rong.

Selain mereka, juga ada Wen Can yang merupakan sepupu Bao. Serta Bai Ying Sheng, seorang pelajar miskin yang jenius dan mencoba peruntungan dalam pemilihan suami Bao.

Tanpa membedakan strata sosial, keluarga Rong memberikan penginapan pada seluruh peminang di hunian keluarga Rong yang mirip istana. 

Niat baik tak selamanya diterima dengan baik, terjadi perselisihan di antara mereka, puncaknya di suatu pagi Yang Ding Chen dari keluarga Yang ditemukan terbunuh.

Untung ada Jiang Lai. Dia membuktikan kejeniusannya sebagai utusan kaisar. Jiang Lai berhasil menyelesaikan kasus yang mengancam nama baik keluarga Rong. 

Secara bertahap, ingatan Jiang Lai kembali. Dan seperti ucapan Bao pada sepupunya, Shen Xiang Ling: Jiang Lai menjaga langit Linji  atau urusan eksternal keluarga Rong

Karena Bao lah yang menjaga langit Rong. Dia merangkul Rong Yunxi, cucu kedua yang berulangkali berusaha mendongkel Bao dari posisi  cucu pertama.

Bao membawa pulang An Li, anak berusia 3 tahun, hasil hubungan Yunxi dengan pemuda kebanyakan yang semula disembunyikan di rumah pemuda tersebut.

Bao memberi pelajaran mengurus kebun teh pada Rong Yun Yin, cucu ke-4 yang temperamental, sedangkan Rong Yun E yang plin plan dibiarkan saja.

Bao butuh waktu lama dan kesabaran dalam mengatasi Rong Yunshu. Cucu ke-5 tersebut tunanetra namun diam-diam berambisi menggeser kedudukan Bao, dan sempat bekerja sama dengan pihak lawan untuk menjarah kekayaan keluarga Rong.

Beruntung Bao punya Rong Yun Wan. Cucu ke-6 yang lahir dari ibu dan ayah yang sama dengan Bao ini mengalami keterbelakangan mental dan sangat tergantung pada Bao.

Leluhur selalu berkata, jika langit tidak hujan

Rumput tak akan tumbuh di bumi

Namun seperti apapun hujan yang turun

Manis,asin, pahit

Benih pohon pinus, tidak akan tumbuh menjadi ilalang

Sebagai cucu pertama keluarga Rong, Bao menyadari beban sang nenek sebagai pemimpin klan Rong akan berpindah padanya. Karena itu dia harus menjaga tali persaudaraan agar tetap utuh.

Yang dibutuhkan Bao berikutnya adalah sosok yang membantunya dalam menjaga langit Linji. Apakah Jiang Lai mau menjadi suaminya, yang berarti harus menjadi matrilokal dan melupakan karirnya yang cemerlang?

Terlebih setelah Jiang Lai mengetahui fakta bahwa dia bukan berasal dari kasta rendah, melainkan anak kandung Adipati Yongguo, pejabat kesayangan kaisar.

maria-g-soemitro.com

Review Drama China Glory

Hanya ular, kalajengking, kelabang

Yang saling membunuh ketika dikurung bersama

Manusia berbeda dari hewan

Karena kita memiliki pengetahuan, kebijaksanaan

Tahu sopan santun dan rasa malu

Selama menonton drama China “Glory” saya kerap tertawa geli. Selama ini kita hanya tahu teh celup yang praktis, cukup dicelup dalam air panas, jadi deh minuman teh.

Sementara perjalanan teh berkualitas tinggi gak sesederhana itu. Sebelum ditanam, harus dipilih bibit terbaik. Arah penanaman gak sembarangan. Gak boleh menanam tumbuhan lain yang bakal mengakibatkan kematian tumbuhan teh, misalnya tumbuhan mawar.

Waktu memanen gak boleh sembarangan. Demikian juga cara pengeringan, pokoknya ribet. Namun keribetan tersebut dibutuhkan untuk menghasilkan teh berkualitas tinggi khusus untuk keluarga kerajaan.

Adegan demi adegan perjalanan teh disusun dalam plot yang detail, runut dan mengalir lancar, penonton seolah di ajak mengikuti prosesnya: Menapaki bukit penuh tanaman teh, kemudian masuk ke pabrik pengeringan dan seterusnya.

Sewaktu saya mengintip profile penulis scenario, baru paham deh ternyata  Zhou Mo merupakan penulis drama China “Story of Yanxi Palace” yang berhasil memenangkan banyak penghargaan dan memecahkan rekor 15 miliar kali tontonan di iQIYI pada tahun 2018.

Selain berhasil menyajikan kisah tentang putri raja teh dengan sangat menarik, Zhou Mo juga kerap menyisipkan kalimat bijaksana yang sangat inspiratif, salah satunya ini:

Air yang terlalu jernih

Tak ada ikannya

Selalu banyak hal yang tak bisa dihindari

Saat menghadapi rintangan

Lebih baik mundur dengan bijak

Yang membagongkan, sosok Yan Bai Luo (diperankan dengan bagus sekali oleh Zhao Yi Qin) yang hobi mengucapkan kalimat bijak tersebut ternyata adalah dalang kejahatan dari keseluruhan drama ini!

Sebetulnya karya Zhou Mo gak sesempurna itu. Ada beberapa adegan yang mengganjal. Tapi tertutup oleh akting para pemerannya, termasuk pemeran pendukung yang berhasil mengisi karakter dengan apik.

maria-g-soemitro.com
sumber: mydramalist

Keunggulan lainnya, drama China “Glory” diperankan banyak aktris cantik dan aktor ganteng. Jadi terjawab kan alasan banyak penggemar drakor pindah kedrachin?

Baca juga Drama China yang ditulis Zhou Mo lainnya: 

Perfect Match, Kisah Jodoh 5 Anak Perempuan Ibu Li

Story of Yanxi Palace, Tentang Balas Dendam dan Intrik Kerajaan


Profile

Title: Glory

Native Title: 玉茗茶骨

Also Known As: Ming Men Shi Jia , Ming Men Shi Jia Zhi Yu Ming Cha Gu , Yu Ming Cha Gu , 茗門世家 , 茗门世家 , 茗门世家之玉茗茶骨

Director: Guo Hao, Zhang Zhi Wei

Screenwriter: Zhou Mo

Genres: Historical, Business, Romance, Drama

Type: Drama

Format: Standard Series

Country: China

Episodes: 36

Aired: Dec 29, 2025 - Jan 15,2026

Original Network: Hunan TV, Mango TV

Duration: 45 min.




No comments

Terimakasih sudah berkunjung dan memberi komentar
Mohon menggunakan akun Google ya, agar tidak berpotensi broken link
Salam hangat