Doddy Sudrajat dan Pelajaran Sebagai Orang Tua

     
maria-g-soemitro.com

Doddy Sudrajat dan Pelajaran Sebagai Orang Tua

Sepasang pasutri tewas bersamaan dalam kecelakaan tragis di bulan November 2021, 

Bukan pasutri biasa, mereka adalah Vanessa Angel dan suaminya Bibi Andriansyah. Kisah cinta mereka sungguh luar biasa, membuat emosi publik larut dan tergoncang bak roller coaster. Emosi  yang mencapai klimaks ketika kedua jenazah dimakamkan dalam satu liang lahat.

Padahal selama masa karirnya, Vanessa bukanlah artis dengan karya cemerlang. Belum pernah meraih penghargaan nasional apalagi internasional. Namanya baru ramai dipublikasikan setelah tersandung kasus prostitusi online. 

Publisitasnya semakin berbumbu ketika sang penyelamat Vanessa bukan managernya, bukan sahabatnya bahkan bukan orangtuanya, melainkan Bibi, pemuda yang bernama asli Febri Andriansyah, 

Racikan kisah semakin lezat sewaktu demi membela Vanessa, Bibi ikut terkena tulah. Berbagai pihak melancarkan tuduhan keji. Bahkan orangtua Bibi ikut menolak. Toko tekstil tempatnya mencari nafkah, sempat digembok ayahnya. Namun cintanya pada Vanessa, mampu meruntuhkan tembok penghalang. Malah sang ayah pulalah yang membiayai resepsi pernikahan.

So sweet banget bukan? 💑💑

Daftar Isi:

  • Vanessa – Bibi, Kisah Romeo and Juliet di Abad Digital
  • 5 Penyebab Doddy Sudrajat Menjadi Public Enemy
  • 5 Pelajaran dari Vanessa, untuk Para Orangtua
  • Andai Saya adalah Orang Tua Vanessa Angel

Saya bisa berkisah runtut karena kebetulan menonton wawancara keduanya di channel YouTube milik Denny Sumargo. Dan seperti seharusnya algoritma bekerja, kisah pasangan ini pun bermunculan dari channel lain. Ditambah media televisi yang haus konten untuk disajikan pada pemirsanya.

Sebagai couple goal, Vanessa – Bibi rupanya sedang gigih meningkatkan branding. Paska Vanessa keluar dari penjara dan menikah dengan Bibi, kondisi keuangan mereka morat marit. Mereka juga harus menyiapkan biaya persalinan anak pertama di saat pandemi menerjang Indonesia.

Uniknya, dramatisasi kisah selebriti cantik yang terperosok jatuh dalam kecaman, ditolong pemuda tampan bak pangeran berkuda putih, lebih disukai. Publik abai pada ketidak adilan yang dialami Vanessa. Dia divonis bersalah bukan disebabkan kasus prostitusi, melainkan karena mengirim foto yang dianggap melanggar kesusilaan (UU ITE).

Setahun kemudian, Vanessa terjerat kasus narkoba. Test urine negative namun tetap diputuskan bersalah. Andai pun Vanessa pengguna, bukankah seharusnya direhabilitasi dan bukannya dijebloskan ke penjara?

Sayangnya kisah mereka tidak berhenti saat ajal merenggut nyawa pasutri ini.  40 hari paska kematian mereka, kisahnya masih bersliweran di jagat maya.

Apa sebab?

Ayah kandung Vanessa, yang bahkan tak muncul saat Vanessa masuk bui, melakukan serangkaian atraksi.  Saya lebih suka menyebutnya “kebodohan yang dipertontonkan”, kebodohan yang membuat Doddy Sudrajat, ayah Vanessa Angel, dimaki netizen dan menjadi public enemy.

    

maria-g-soemitro.com
sumber: instagram.com/@vanessaangelofficial

5 Penyebab Doddy Sudrajat Menjadi Public Enemy

Bagaimana rasanya kehilangan anak sulung? 

Andai saya yang mengalami (amit …amit), saya akan sulit move on. Rasanya bakal kehilangan separuh jiwa. Rasa sakit yang membuat saya berkabung lama.

Tapi, mungkin hal tersebut hanya berlaku pada seorang ibu. Tidak berlaku pada ayah, atau paling tidak, tidak terjadi pada Doddy Sudrajat. Terbukti dia melakukan berbagai atraksi, yang alih-alih menunjukkan berduka, malah membuat nama anaknya tercoreng.

Apa saja?

Ini dia:

maria-g-soemitro.com
sumber: instagram.com/@vanessaangelofficial


Berniat Memindahkan Jenasah Vanessa 

Bersatunya dua jasad, Vanessa – Bibi dalam satu liang lahat bak kisah Romeo and Juliet abad digital yang sehidup semati. Tak terpisahkan. Pasangan yang membuat banyak pasangan lain menjadi iri.

Aneh bin ajaib, Doddy Sudrajat justru berniat memisahkan pasangan mimi lan mituno ini dengan  memindahkan dan menyatukan jasad Vanessa dengan jasad ibu kandung Vanessa yang telah meninggal 18 tahun silam.

Alasannya, Vanessa pernah mengutarakan keinginan ingin dimakamkan bareng ibunya. 

Tapi, bukankah saat itu Vanessa belum menikah dengan Bibi? Gak relevan menyamakan 2 kondisi yang berbeda.

Alasan lainnya, Vanessa dimakamkan bukan di tanah negara melainkan tanah hibah, sewaktu – waktu bisa digusur. 

Ya digusur mah gak papa bukan? Jasad keduanya bisa dipindah,asalkan tetap berdua. Asalkan symbol sehidup semati mereka tetap abadi.

   
maria-g-soemitro.com
sumber: vanessaangelofficial

Bersikeras Bukan Bibi yang Menolong Vanessa Angel

Entah bagaimana asal muasalnya, Doddy Sudrajat bersikukuh bahwa Profesor Bambang, sosok yang tiba-tiba muncul, adalah penolong Vanessa semasa kasus prostitusi online.

Ayolah, bagaimana mungkin orang di luar circle lebih membantu dibading orang terdekat? Siapapun bisa mendapat wejangan dari ustaz/orang pinter/akademisi/dll, namun yang paling berpengaruh pastinya adalah: suami, anak, orang tua. Terlebih dalam beberapa wawancara Vanessa mengakui keberadaan Bibi sebagai dewa penolongnya.

“Gue tuh tai. Gu tuh rebel. Tapi dia mau memperjuangkan gue. Dia mau kawin lari ama gue. Dia selalu ada buat gue. Dia bilang selalu mencari cara agar setiap hari selalu bareng gue,

 “kata Vanessa dalam wawancara bersama Denny Sumargo.

“Demi seorang perempuan, dia meninggalkan semuanya, kehormatan, keluarga,” 

kata Vanessa, yang dilanjutkan:

“Bibi ayah gue, kakak gue, pacar gue, temen gue. Kalo gak ada laki-laki ini, mungkin gue udah gak ada di dunia ini, “ 

Hiks, mellow gak dengarnya? Apalagi mendengar pengakuan Vanessa ketika ditanya Denny Sumargo yang berandai-andai, hari itu adalah hari terakhirnya di dunia.

“Selama ini yang ngurusin gue tuh dia. Dia yang ngurusi baju. Dia yang ngurusin sarapan. Jadi kalo gak ada dia, gue bener gak tau.”

“Gue lebih memilih dia selingkuh daripada dia meninggalkan gue untuk selamanya.”

“Lebih baik dia selingkuh, paling enggak gue tahu dia masih ada”

“Dia bisa mengubah gue.”

“Dia selalu bikin konten lucu lucu untuk ngelupain berita prostitusi gue”.

Kalimat-kalimat di atas sengaja saya kutip, karena ikut mellow. Kayanya belum pernah deh denger dari pasangan romantis, termasuk pasangan selebriti lain yang kerap mengobral kata gombal.

   

maria-g-soemitro.com
sumber: instagram.com/@vanessaangelofficial

Tidak Menyantumkan Bibi dalam Buku Yasin Vanessa

“Apa yang disatukan Allah, jangan dipisahkan oleh manusia”

Tidak ada peraturan tertulis bahwa saat seseorang meninggal akan tercantum nama pasangan di buku Yasin. Bahkan keberadaan buku Yasin pun hanya kebiasaan, bukan kewajiban.

Namun kebiasaan tersebut dilanggar Doddy Sudrajat. Seolah dia tidak menyukai Bibi. Dia tidak mengakui pernikahan anaknya dengan Bibi. Hal yang tentu saja membuat banyak orang menjadi berang.

  

maria - g - soemitro.com
sumber: instagram.com/@vanessaangelofficial

Mengajukan Test DNA untuk Gala, anak Vanessa- Bibi

Tidak hanya menghilangkan nama Bibi dari buku Yasin, Doddy Sudrajat juga menghilangkan nashab cucunya Gala sebagai anak Bibi Andriansyah dengan menulis Gala Sky  Adzan Binti Vanessa Adzania.

Klimaksnya, Doddy meminta dilakukan test DNA. Lha, hal ini sama saja dengan menuduh Vanessa melahirkan anak haram. Padahal secara agama dan negara, Gala sudah sah sebagai anak Bibi Andriansyah.

   

maria-g-soemitro.com
sumber: vanessaangelofficial

Menayangkan Foto Vanesa Bersama Laki Laki Lain

Maruk dan meminta barang peninggalan Vanessa mungkin masih dapat dimaafkan. Tapi pada peringatan ke-40 hari meninggalnya Vanessa malah menayangkan Vanessa dengan laki-laki lain, jelas sulit dipahami.

Doddy Sudrajat beralasan dia hanya tamu dari peringatan 40 hari anaknya. Namun, bukankah dia bisa protes? Bukankah sebagai orang dewasa dia bisa membedakan yang benar dan yang salah? Sehingga seharusnya dia menegur penyelenggara.

   

maria-g-soemitro.com
sumber: freepik.com

5 Pelajaran dari Kasus Vanessa untuk Kita Para Orangtua

Tidak mudah menjadi orang tua. Tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua. Karena tiap anak mempunyai keunikannya masing-masing. Kelak dia akan menjadi orang tua yang unik yang berbeda dengan orang tua lainnya. Seperti kata Kahlil Gibran:

Anakmu bukanlah anakmu.

Mereka adalah putra putri kerinduan kehidupan terhadap dirinya sendiri.

Mereka terlahir lewat dirimu, tetapi tidak berasal dari dirimu.

Dan, meskipun mereka bersamamu, mereka bukan milikmu.

Dari kasus Vanessa, banyak pelajaran bisa dipetik. Karena, walau Vanessa seorang selebriti, dia tetaplah anak yang butuh kasih sayang. Dia tetaplah seorang istri sekaligus ibu yang merasa bahagia ketika mendapat cinta, dann……memperoleh penghargaan!

Anak Kabur? Cari dan Dekap Dia!

Pernah kabur dari rumah?

Alhamdulillah saya belum pernah. Terbersit keinginan untuk kabur pun belum pernah. Alhamdulilah, anak-anak saya juga lempeng. Gak ada yang kabur dari rumah.

Jadi, mengapa Vanessa kabur dari rumah?

Jawabannya mungkin tersirat dari salah satu wawancaranya:

Gue punya keluarga tapi kaya gak punya

Mungkin itu pula sebabnya, paska kabur dari rumah, Vanessa tidak dicari ayahnya. Padahal usianya masih 16 tahun. Bagaimana jika Vanessa diperkosa saat kabur dari rumah? Bagaimana jika ada psikopat yang membunuh Vanessa? 

Apakah sebagai orang tua tak terpikirkan kemungkinan tersebut?

Anak adalah Master Piece, Ciptaan Allah yang Terindah

Allah tak pernah salah mencipta. Jika ada yang berbeda, pasti Allah mempunyai rencana. Termasuk saat manusia, mahluknya yang paling cerdas tergelincir dalam cobaan. 

Yang harus dilakukan orang sekelilingnya adalah menolongnya. Jangan semakin menjerumuskan dalam lubang.

Paska bebas dari penjara, Vanessa memosting foto sedang pose di tepi kolam renang dengan bikini yang menunjukkan kemolekan tubuhnya. Di kesempatan lain, dalam suatu wawancara televisi swasta, Vanessa melakukan gerakan (yang dianggap) mengundang saat makan pisang.

Alih-alih menutupi anaknya, Doddy Sudrajat malah menghujat dan berkomentar:

“Keluar penjara kan harusnya berpakaian sopan dan pergi ke pengajian.”

Pada wawancara lainnya, baru ketahuan. Vanessa dan Bibi sengaja melakukan serangkaian atraksi tersebut: “Bersikap baik maupun tidak, toh sama-sama diomongin.”

Ternyata sekeluarnya dari penjara, Vanessa berulang kali mau bunuh diri. Berulang kali pula Bibi muncul dan menguatkan:

“Lu ngapain denger omongan netizen yang gak ngasih makan. Omongan netizen jadiin komedi aja.”

Semua anak adalah master piece, ciptaan Allah yang indah. Tugas kita menjaga agar tetap indah.

Jangan Mentang- Mentang Jadi Orang Tua 

Arogansi  Doddy Sudrajat sebagai orang tua ditunjukkan dengan kengototan ingin memindah makam anaknya. Dia juga menghapus nama ayah cucunya, Gala Sky dan menggantinya dengan nama anaknya. Klimaksnya Doddy minta dilakukan test DNA pada cucunya.

Tujuannya? Tentu saja untuk membuktikan bahwa Gala bukan anak Bibi sehingga dia bisa menjadi wali bagi Gala. 

Dia tidak menyadari bahwa apa yang dilakukannya telah menistakan cucunya. Andai Gala bukan anak Bibi, bukankah Gala akan mendapat cemoohan dan mendapat ejekan sebagai “anak haram”?

Sudah Seharusnya Orang Tua Berkorban

Jangan mengungkit kebaikan, orang tuan sudah seharusnya berkorban. Tangan jadi kaki, kaki jadi tangan, biasa itu mah. Karena itu heran banget dengan Doddy Sudrajat yang berulangkali bilang:

“Daddy jadi single parent selama sepuluh tahun. Vanessa sudah Daddy les kan ini itu.”

Duh pak, kewajiban itu sih.

Saya ingat almarhum ibunda yang harus menjanda di usia 34 tahun, sesudah suaminya (ayah saya) meninggal. Warisannya bukan harta benda melainkan 6 orang anak. Kala itu si bungsu masih bayi berusia 3 bulan.

Sampai menutup mata, almarhum ibunda gak pernah menikah lagi. Dalam periode itu, almarhum ibunda tak pernah sekali pun mengungkit-ungkit jasanya membesarkan anak-anaknya?

Saya yakin banyak sosok seperti ibunda, baik pria maupun perempuan, harus menjadi single parent, membesarkan anak dengan kasih sayang. Tanpa mengeluh, apalagi memamerkan “jasanya”.

Jadilah Orang Tua yang Dibanggakan Anaknya

Apakah yang membuat anak bangga pada orang tuanya?

Bukan, bukan kekuasaan dan harta melimpah, melainkan kasih sayang. Orang tua harus ada ketika anak mencarinya. Orang tua harus ada saat anak tertimpa masalah. Orang tua harus menjadi tempat anaknya berpaling.

Orang tua harus menjadi teman curhat yang baik, yang tak membocorkan rahasia anaknya.

Orang tua harus menjadi penunjuk jalan saat anak kebingungan.

Serta banyak lagi tugas yang harus diemban ketika memutuskan menjadi orang tua. 

Dan jangan lupa tugas itu berlaku seumur hidup, hanya berakhir kala orang tua menutup mata untuk selamanya.

   

maria-g-soemitro.com
sumber: freepik.com

Andai Saya adalah Orang Tua Vanessa Angel

Jujur, saya maju mundur saat menulis ini. Ghibah bukan sih? 

Tapi tragedy korsleting antara ayah dan anak ini bisa jadi pelajaran untuk kita semua. Walau selebriti, Vanessa tetaplah seorang anak perempuan yang butuh dipahami, butuh disayang dan butuh diperhatikan. 

Bagaimana caranya?

Setiap anak merupakan mahluk unik yang lahir dari keluarga yang unik pula. Ilmu parenting cuma memberitahu cara mengasuh, mendidik, dan membimbing anak dengan baik dan benar. Pengaplikasikannya hanya keluarga tersebut yang tahu.

Kasus ini juga mengingatkan anak dan orang tua untuk berkorban. Terkadang anak harus berkorban dengan mengerem atau bahkan batal melakukan sesuatu yang dia sukai. Demikian pula orang tua, berkorban untuk anak terkadang bukan sekadar mencari uang dan mengasuh mereka, namun juga mengerem mulut.

Sebaik dan seburuk ucapan adalah doa. Andai Vanessa adalah anak saya (hiks, saya suka banget anak perempuan, bahkan dulu saya pernah mengangankan punya 6 anak perempuan), maka saya akan berkabung, menolak wawancara siapapun dan berdoa agar Allah memasukkan anak saya ke dalam surgaNya. Amin 


22 comments

  1. "Jadilah orang tua yang bisa dibanggakan oleh anak"
    Aku sebagai ayah jadi merenung: apakah anak-anakku bangga dengan ayahnya?
    Tak ada ayah yang sempurna, tapi tiap ayah harus berusaha menjadi ayah terbaik buat anak-anaknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya tersentuh dengan kata-kata ini. Apakah anakku bangga dengan ayahnya? Ini adalah pernyataan yang kiranya butuh relungan panjang. Khususnya pada pertanyaan apa itu bangga. Adakah Indikator kebanggaan?

      Delete
    2. Saya juga jadi mikir2 nih. Udah sebaik apa saya di mat anak saya 😢

      Delete
  2. Ambu,setiapkali ada tayangan Doddy Sudrajat aku langsung ganti chanel.Eneg aja.Ini bapak tiri bukan ayah biologis Vannesa kok sudah meninggal baru terlihat sayang.Ha...ha...ha ternyata tujuannya cuma pengen duit saja.Kok ada ya orangtua,laki lagi yang hatinya jahat begitu? benar-benar aku tidak bersimpati. Sorry ambu aku jadi larut dalam emosi

    ReplyDelete
  3. Huwaaa, Ambu mewakili isi hatiku yang berduka dengan kasus ini. Gak kebayang seperti apa perasaan Vanesa saat peristiwa 80 juta itu.

    ReplyDelete
  4. Kisah kehidupan nyata, bahwa ada saja sesuatu yang bisa diambil hikmah hubungan antara anak dan orang tua, bagaimana pun juga orang tua sudah seyogyanya menahan tidak membicarakan sesuatu hal negatif anak.

    ReplyDelete
  5. Saya nggak mengikuti perjalanan dua sejoli ini, tapi baca ini jadi sedih yaaa..
    Dan pelajaran banget sebagai orangtua bahwa benar, ucapan adalah doa. Jadi ngucap yang baik-baik aja untuk anak..

    ReplyDelete
  6. Saya malah baru tahu begitu perjalanan Vanessa, apalagi setelah kepergiannya dari artikel ini. Saya gak pernah update infotainment hehehe
    Jadi penasaran ayah Vanessa itu beragama apa ya Mbu? Maaf, saya emang ga tahu ...

    ReplyDelete
  7. kisah almarhum emang menyedihkan, maka aku kadang pikir bisa jadi anak juga nggak mau dilahirkan dari rahim orangtua.

    ReplyDelete
  8. Walau gak mengikuti alur cerita setelah mendiang wafat, kalau daku lihat memang aneh sama bapaknya, entah apa yang dia pikirkan. Semoga mendapat petunjuk terbaik

    ReplyDelete
  9. Saya kadang ikut terbawa emosi manakala ada cuplikas semasa keduanya masih hidup. Ikutan sedih padahal gak kenal. Apalagi anaknya masih batita banget namun sudah jadi yatim piatu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sengaja nggak ngikutin, biar nggak terbawa emosi. Sekilas saja sudah kasihan pada Vanessa ini. Kelihatan banget bahwa dia produk dari pola asuh yang salah.

      Delete
  10. Saya tidak tahu cerita sebenarnya bagaimana, namun melihat ulah si bapak membuat tidka respek pada orang itu. Anak sudah meninggal harusnya didoakan malah banyak hal yang diungkit.
    Sungguh luar biasa juga ketegaran mereka menjalani hidup

    ReplyDelete
  11. Kenapa yaa ada orang kejam banget ky gini kenapa pemikirannya absurd banget ya allah jauh2 sama orang tipe gini… semoga segera sadar yaaa aamiin

    ReplyDelete
  12. Sabar banget vanesh dulu yaa ga kebayang gimana sedihnya dan dia menerimanya.. semoga pak dodod segera sadar dan berubah.

    ReplyDelete
  13. wahhhh, kisah polemik sih ini, dua-dua pihak masing-masing punya plus minus, jujur aku kasian sama Gala aja sih ambu....udah yatim piatu diumur sekecil itu

    ReplyDelete
  14. Ngiktu kisah pak Doddy akhir-akhir ini tuh bikin emosi ya, apa sebenarnya maunya si Bapak satu itu. Kalau saya, malu lah punya bapak kayak gitu

    ReplyDelete
  15. Memang agak mengherankan si Doddy ini. Sebagai orang tua, kita merasa apa yang dilakukannya itu memang agak-agak gak masuk akal. Semoga Gala hidup bahagia dan dikelilingi orang-orang yang mencintainya meski tanpa ayah dan ibunya

    ReplyDelete
  16. Kalau ngikutin kisah mereka ini rasanya mellow banget ya ambu, ditambah ada bapak kelakuannya kayak gitu.. duuhh gemes..

    ReplyDelete
  17. Anak akan ada melakukan kesalahan, sebagai orang tua kita tidak membenarkan kesalahan nya. Tapi bukan serta merta mengumbar aib dan bla bla bla.
    Seharusnya si D ini bilang, VA pernah tersandung kasus narkoba dan prostitusi. Jujur saya kecewa tapi gimanapun ia anak saya yang tetap saya bimbing dan saya maafkan.
    Ehh malah ada statment nya yg bikin geleng kepala, haduh gemes.

    ReplyDelete
  18. artikel yang menginspirasi bunda ...
    menjadi orangtua memang tak ada sekolahnya, semoga kita bisa menjadi orangtua yang baik ya ... aamiin

    salam hangat

    ReplyDelete
  19. Kok ada ya ayah yang tega banget sama anaknya sendiri? Semasa almarhumah masih hidup tidak dianggap bahkan diperlakukan tidak baik. Saya sempat juga nonton wawancara Vanessa dan Bibi di channel Denny, dan almarhumah sendiri mengaku hubungan dengan daddynya tidak baik, dia sampai minggat waktu masih remaja tapi luar biasanya Vanessa saat itu tidak mau membongkar aib ayahnya, giliran anaknya sudah meninggal eh ayahnya malah tebar fitnah dan bikin banyak drama. Mulai dari bikin buku yasinan dan menghilangkan nama bibi di belakang nama Gala, mau test DNA gala, pindahin makam dan bla.. bla.. duh gemes banget dengan kelakuan si daddy ini. Padahal Vanessa udah tenang di alam sana :')

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung dan memberi komentar
Mohon menggunakan akun Google ya, agar tidak berpotensi broken link
Salam hangat