Anak Lahir Prematur, Apa Kata Cynthia Lamusu?


prematur/pre·ma·tur/ /prématur/ a belum (waktunya) masak (matang); sebelum waktunya; belum cukup bulan; pradini: anak yang lahir -- harus mendapat perawatan khusus di rumah sakit (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Punya pengalaman anak prematur?

Anak sulung saya lahir prematur. Dan itu bikin gonjang ganjing. Seisi rumah bingung, membayangkan mahluk mungil yang belum sempurna pertumbuhannya. Entah jantung. paru-paru atau apa, belum siap digunakan sebagaimana mestinya.

Malaikat kecil ini harusnya masih bergelung nyaman dalam rahim yang hangat. Tak perlu mendengar kekacauan dunia. Orang marah-marah. Suara decit kendaraan yang direm mendadak. Serta gemuruh guntur yang disusul kilat bersambungan.

Tidak hanya itu.  Keuangan pasangan muda seperti kami belum siap. Perawatan si sulung di ruang NICU sungguh membelalakkan mata. 

Ditambah perawatan paska perawatan rumah sakit, yang mengharuskan bolak balik mengunjungi dokter anak. Beruntung, saya masih ngantor sehingga bisa meminjam uang dari perusahaan. ^_^

Ketakutan saya bukan tanpa sebab. Kelahiran prematur, atau lahir pada usia kandungan belum genap 37 minggu, menjadi penyebab kematian tetinggi anak baru lahir, di seluruh penjuru dunia.

WHO merilis data, terdapat 10 negara penyumbang kelahiran prematur di dunia. Dan Indonesia menempati peringkat 5 tertinggi, dengan angka kelahiran prematur sekitar 675.500 pada tahun 2010.

Every Preemie, sebuah proyek yang didanai USAID, pada bulan Mei 2019 menemukan 528.000 anak lahir prematur. Dari jumlah tersebut, 27.800 anak balita meninggal setiap tahun akibat komplikasi yang disebabkan lahir prematur.

Dalam memperingati World Prematurity Day, pada setiap 17 November, Danone Indonesia menggelar talkshow bertajuk “ Bicara Gizi: Upaya Pencegahan dan Tata Laksana Anak Prematur Agar Tumbuh Kembang Optimal:” di The Hermitage Hotel pada 14 November 2019.

Peserta talkshow tidak saja mendapat materi dari para pakar, yaitu Dr. dr. Ali Sungkar, Sp.OG-KFM, Dokter Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomartenal Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan dr. M. Azharry Rully S, Sp.A, Dokter Spesialis Anak Konsultan Neonatalogi RSCM. Serta sharing pengalaman memiliki anak kembar tiga yang lahir prematur dari Vera Galuh Sugijanto, Vice President General Secretary Danone Indonesia, dan  Cynthia Lamusu, penyanyi yang memiliki anak kembar dua lahir prematur.

Memiliki riwayat tekanan darah tinggi memaksa Cynthya Lamusu melahirkan bayi secara prematur. Sungguh tidak mudah. Terlebih Bima, kembaran Tatiana sempat mengalami penurunan berat badan hingga hanya 900 gram.

“Bima hanya sebesar botol air mineral 600 ml”, kata Cynthia Lamusu.

Seram bukan? Nah, Cynthia Lamusu, Vera Galuh Sugijanto, dan 2 pakar anak lahir prematur, bergantian memberi ilmu serta wawasan dalam pertemuan kali ini. Karena seperti yang dikatakan Communication Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin, Danone tidak hanya berkomitmen menyediakan produk bagi anak-anak Indonesia, tapi juga edukasi agar para calon orang tua/orang tua bisa melakukan tindakan preventif.

  
                                                                                                                    

1.000 HPK
Jangan  ditanya bagaimana persiapan Cynthia menyongsong kelahiran buah hatinya. Istri tercinta Surya Saputra telah 8 tahun mendambakan momongan. Sayangnya perjuangan memperoleh anak melalui inseminasi selalu gagal.

Akhirnya pasangan suami istri yang punya banyak penggemar ini memutuskan In Vitro Vertilization (IVF) atau program bayi tabung, mengingat usia Cynthia yang sudah tidak muda lagi, yaitu 38 tahun. Umur yang sangat matang, well educated ditambah kemampuan ekonomi yang mumpuni membuat Cynthia mampu menaklukkan 1.000 Hari Pertama kehidupan (HPK).

Sayang, tidak semua calon ibu seberuntung Cynthia. Dr. Ali Sungkar memaparkan banyaknya calon ibu tidak memahami 1.000 HPK  (dihitung sejak terbentuknya janin dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun). Akibatnya bayi lahir prematur, stunting, dan kelainan tumbuh kembang lainnya.

“Ada beberapa faktor resiko yang dapat menjadi pemicu kelahiran prematur, antara lain adalah usia ibu yang masih terlalu muda saat terjadi kehamilan, ibu yang hamil dengan anak kembar dua atau lebih, infeksi saat kehamilan, penyakit yang diderita ibu saat hamil (diabetes, hipertensi, anemia dan lain-lain), kurangnya nutrisi saat hamil, gaya hidup tidak sehat, hingga gangguan kesehatan mental saat mengandung, serta depresi”, kata dr. Ali Sungkar.

Lebih lanjut dr Ali Sungkar menjelaskan bahwa kelahiran prematur harus dicegah, karena menjadi penyebab komplikasi kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Jangka pendek berupa gangguan pernapasan dan peningkatan resiko infeksi. Sedangkan jangka panjang, anak berpotensi mengidap penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes.

Anak yang rentan sakit pastinya membutuhkan biaya tidak sedikit. Sulung saya pernah sakit bareng adiknya yang lahir normal. Sakitnya sama, batuk pilek disertai demam. Bedanya, si sulung harus diopname karena peneumonia, adiknya sembuh dengan waktu relatif cepat dan mudah.


How to Make the Baby Still growth and Comfort

“Suami saya, Surya sangat support. Dia tak segan mengantar ASI sepulang dari shooting. Walau cuma 2 sendok”, kisah Cynthia Lamusu mengenai dukungan suami dalam merawat bayi kembar mereka.
Suami istri memang harus bahu membahu ketika menerima anugerah bayi kembar. Agar anak bisa tumbuh kembang seperti anak normal lainnya.

Dr. M. Azharry Rully  menjelaskan walau anak prematur kehilangan masa pertumbuhan yang seharusnya terjadi dalam kandungan, namun dia memiliki kesempatan untuk tumbuh sehat seperti anak lainnya.

Untuk itu, orang tua bayi prematur harus melakukan tata laksana berikut:

  • Anak prematur atau anak BBLR (Berat Badan Lahir Rendah, di bawah 2500 gram) rentan mengalami hipotermia. Karena itu, usai dimandikan, tubuh bayi harus benar-benar kering, dan segera selimuti untuk menjaga suhu tubuhnya.
  • Mempraktekan Metode Kangguru, yaitu menghangatkan anak baru lahir dengan suhu tubuh ibunya.
  • Menjaga berat badan anak setelah lahir. ASI  harus diberikan sesering mungkin walau waktu menyusui pendek. Minimal 2 jam sekali.
  • Jika anak belum bisa menyusui, ASI perah (ASIP) dapat diberikan dengan bantuan sendok atau gelas. Karena selain sumber nutrisi, ASI berfungsi meningkatkan imunitas dan perkembangan tubuh anak.



Metode Perawatan Kangguru
Diperkenalkan oleh Rey dan Martinez di Bogota, Columbia pada tahun 1979. Metode ini mengadaptasi perilaku hewan kangguru terhadap bayinya yang baru lahir.

Untuk melindungi bayinya dari kedinginan, sekaligus memudahkan pemberian susu, bayi kangguru yang lahir prematur disimpan dalam kantung perut ibunya.

Berat tubuh Bima, salah satu bayi kembar Cynthia, hanya 1,24 kg. Sempat merosot hingga 900 gram.

“Hanya sebesar air minum dalam botol 600 ml”, kata Cynthia. 

Membuatnya fokus merawat Bima dengan metode kangguru, walau harus pontang panting, karena Tatjana sudah boleh pulang duluan.

Dalam masa ini pula, Cynthia enggan menerima siapapun tamu yang hendak mengunjunginya. “Toh ada waktunya, yang terpenting adalah “How to make the baby breath” dan mengejar ketertinggalan.

Metode kangguru dipercaya dapat meningkatkan berat badan bayi dengan cepat, serta memperkuat ikatan batin antara ibu dan anak.


Screening
“Itu Bima pakai kacamata terus. Kacamata gayaan ya ... ?”

Dalam akun instagramnya, Cynthia mengajak para orang tua untuk tidak melalaikan proses screening. Berkat screening sebelum usia 2 bulan, dokter bisa mengambil tindakan penyelamatan secara cepat.

Seperti yang telah Cynthia lakukan pada Bima, ternyata menurut diagnosa, kondisi mata Bima mengalami  AP ROP (Retinopati Posterior Agresif Prematuris) yang cukup cukup parah.

Kelainan mata yang dialami Bima ditandai dengan perkembangan cepat ke stadium lanjut dengan neovaskularisasi datar di zona 1 atau zona 2 . 

Sebelumnya, AP-ROP disebut sebagai ROP tipe II atau ROP tipe terburu-buru. Jenis penyakit mata ini memiliki karakteristik sebagai berikut:lokasi posterior lebih;  perkembangan pesat, daripada melalui tahap klasik 1–5; dan prognosis buruk meskipun terapi dini. AP-ROP umumnya terjadi pada bayi prematur (usia kehamilan [GA] <28 minggu) dan BBLR (<1.000 g) .
Penyebabnya Bima harus menjalani perawatan cukup lama di NICU. 

Beruntung Bima segera mendapat tindakan khusus dari dokter ahli mata. Jika tidak, bisa mengalami kebutaan. Efek samping nya, Bima harus menggunakan kaca mata sejak usia 18 bulan.

“Jangan Tunda Melakukan Screening Untuk Yang Punya #BayiPrematur di 40 Minggu Pertama setelah kelahiran nya. Sebelum Menyesal” kata Cynthia Lamusu.

“Semoga Banyak #PejuangNicu yang Bisa Melalui Masa Perjuangan nya Dengan Baik. Dan Bertumbuh Kembang dengan Sehat dan ceria”, lanjut Cynthia.

Iya banget ya? Teknologi digital yang berkembang demikian pesat, seharusnya dapat mambantu mengurangi berbagai ancaman kesehatan. Terlebih bagi para orang tua yang merencanakan kelahiran buah hatinya.

Agar anak dapat lahir cukup umur, cukup gizi, sehingga dapat survive menghadapi persaingan dan ancaman kehidupan yang semakin sulit diprediksi.

SELAMAT HARI PREMATUR SEDUNIA

#worldprematurityday

Sumber gambar : instagram.com/cynthialamusu
.
.



Comments

nurul rahma said…
Chintia Lamusu luar biasa ya Mba
Doi tuh artis yg super humble dan peka bgt dgn buah hatinya
beneran bisa dijadiin role model nih.
semoga semua anak sehaaattt dan bahagia ya
Farida Pane said…
Itu serem banget, berat bayi cuma 900 gram. Salut sama ayahnya yang rela payah mengantar asi walau cuma 2 sendok. Semoga anak2 prematur tetap bisa tumbuh sehat dan cerdas ya
Kang Didno said…
intinya jangan pernah takut apa yang diberikan oleh Sang Pencipta karena dibalik itu ada hikmahnya ya
Prima Chandra said…
Bersyukur anak saya lahir dengan normal, salut buat para orang tua yang tetap tabah dan pantang menyerah ketika anak mereka lahir prematur.

Dari ceritanya, sepertinya berat sekali.
vika said…
Bersyukur tehnologi kesehatan, ilmu para dokter perawat mumpuni, para ibu dan keluarga juga panjang sabar. Keren pokoknya!
Kereen ambu informasi nya apalagi ada yang memang sudah mengalami proses merawat bayi prematur
Mini GK said…
Mau dong kak tips buat gadis yang belum mau menikah tapi nanti kalau nikah mau juga cepat hamil dan sehat
Anesa Nisa said…
Ya Alloh.. semoga kalau punya anak lagi kelak sehat-sehat dan normal aja.
Aku sampai sekarang suka bingung kalau perawatan bayi prematur. Keponakanku prematur, lahir cukup bulan padahal tapi pernah kontraksi dini usia 8 bulan. Yaa gitu, harus telaten ya merawatnya. Nggak boleh salah. Dan emang skrining itu penting. SAyangnya, keponakanku itu meninggal di usianya menjelang dua tahun.
Bayu Haryanto said…
Wah menarik informasinya.Meski belom berkeluarga setidaknya saya dapat input soal prematur ini jadi nambah wawasan.
Dee_Arif said…
Salut dgn orangtua bayi prematur,perjuangannya pasti lebih menantang

Setuju bahwa ASI menjadi asupan yg sangat penting bagi bayi,
Hadi said…
Ternyata ibu hamil memang perlu menjaga nutrisi dengan baik ya.. salut sama perjuangan ibu-ibu yang meski mual-mual terus tetep memenuhi asupan makanan bergizi.
Anaknya teman sekerja juga lahir prematur, jadi ibunya pulang duluan tapi anaknya masih di NICU. Tapi karena tiap hari mendapatkan ASI jadi gak sampai lama sih rawat inap nya. Tapi bikin sedih temanku karena ngurusnya jadi agak lebih teliti
Riana Dewie said…
Hebat ya. Perjuangan seorang ibu memang luar biasa. Baru tahu ada hari prematur sedunia. Sehat2 terus mbak 😍
lendyagasshi said…
Ambu...
Aku kok nangis baca tulisan Ambu.
Ini ujian banget yaa, Ambu. Kalau jadi orangtua tidaklah mudah. Dan harus saling menguatkan.
Suami ke istri. Ibu ke anak-anak.
MashaAllah~

Ya Allah semoga terlindungi debay-debay yang akan dilahirkan dan bundanya
semoga berkurang bayi premature di Indonesia ya mba. Aku sedih kalo dengarnya
semoga dengan sharing dari chintya lamusu ini membuat orang lain yang baca segera bisa mengatasi kalo kejadian. Aku juga semoga nanti lahiran normal dan anak sehat aamiin.
Perjuangan ibu memang luar biasa ya mbak apalagi dengan anak yang terlahir prematur. Aku juga punya teman yang anaknya lahir prematur apalagi dia pun saat itu usia masih belia. Saya salut sih sama ibu-ibu yang mampu menjalaninya, Chintya Lamusu ini memang hebat juga sih.