Doctor John, Kisah Penderita Tanpa Rasa Sakit




Rasa sakit adalah bukti kehidupan 
Pilih mana, bisa merasakan sakit, atau sebaliknya, gak bisa merasakan sakit?

Mmmm.....ketika sedang sakit, misalnya sakit gigi atau kontraksi mau melahirkan, rasanya pingin dicabut tuh rasa sakit.

Tapiiii ...
Jika ada orang yang ngga mampu merasakan sakit, kok serem ya?

Bayangin aja, ada orang yang cuek aja ketika anggota tubuhnya tersiram minyak panas. Atau lengannya putus hingga mengeluarkan banyak darah. Jangankan berteriak kesakitan, mengeluhpun tidak. Membuat tak seorangpun menolong. Baru ngeh, ketika si penderita pingsan kehabisan darah.

Kelainan tersebut dikenal dengan Congenital Insensitivity to Pain with Anhidrosis (CIPA). Merupakan gangguan/kemunduran sistem saraf yang mengakibatkan seseorang kehilangan rasa atau sensasi dari luar, terutama bagian tangan dan kaki.

Dikenal juga dengan istilah Hereditary Sensory Neuropathies (HSN), penyakit CIPA sangat complicated, bersifat turunan, banyak tipenya dan sangat langka. Namun gejala yang muncul pada setiap penderita hampir sama,. yaitu hilangnya fungsi saraf sensori dan respon kontrol terhadap sakit dan suhu. (sumber: Detik Health)

Seorang penderita CIPA bisa merasakan sentuhan, namun otaknya tidak dapat menerima sinyal bahwa ia sedang kesakitan. Semisal ditabrak kendaraan yang melaju kencangpun, dia bakal diem aja.  Bahkan ketika darah berhamburan dari kepalanya. Ya ampun serem banget ya?

Jadi, betapa bersyukurnya kita yang bisa merasakan sakit.
Kisah mengenai penderita CIPA menjadi inti plot drama Korea “Doctor John”. Cha Yo Han, sang tokoh utama, seorang dokter yang mengidap CIPA, yang diturunkan dari ayahnya.

 Untuk memproteksi diri, Cha Yo Han tinggal dalam rumah khusus yang didesain untuk melindunginya dari kuman penyakit. Peralatan untuk melakukan aktivitas preventif juga tersedia lengkap. Termasuk  CCTV untuk memantau keseharian, terutama ketika tidur, agar dia bisa mendeteksi perubahan terkait penyakitnya.

Tak lupa, Cha Yo Han selalu sigap membersihkan tangan dengan desinfektan ketika harus bersentuhan dengan pasien.

Dibuat berdasarkan novel "Kami no Te" oleh Yo Kusakabe (diterbitkan Mei, 2010 oleh NHK Publishing), penonton “Doctor John” akan larut dalam perjuangan hidup Cha Yo Han yang mengharu biru. Bahkan sejak awal episode.

Secara keseluruhan drama Korea “Doctor John” recommended untuk penyuka tema kedokteran bergenre romance. Nggak seberat drama Korea bertema kedokteran lainnya. Mungkin karena tokoh utama sudah menyandang penyakit yang complicated.


Seperti biasa akting Ji Sung, sang pemeran utama selalu memukau disetiap drama yang dilakoni. Dia mampu  menutup habis kekurangan yang muncul disana - sini. Nggak heran rating “Doctor John” lumayan tinggi, melampaui “Rookie Historian Hae Ryung” yang dihuni si cantik Shin Se Kyung dan si ganteng Cha Eun Wo.



Ji Sung sebagai Cha Yo Han, pengidap CIPA yang memutuskan menjadi dokter untuk dapat memproteksi diri terhadap penyakitnya. Diluar perhitungan, Cha Yo Han  ngga hanya mampu membantu dirinya sendiri, tapi juga orang lain.

 Kejeniusan membuat nama Cha Yo Han moncer. Dia mampu mendeteksi penyakit hanya dalam waktu 10 detik. Cukup dengan melihat gelagat si pasien, Cha Yo Han bisa mendiagnosa dengan akurat. Membuat Cha Yo Han disukai sekaligus dibenci.

Dia dibenci oleh dokter yang tersinggung yang wilayahnya kerap dimasuki Cha Yo Han. Beda departemen membuat dokter saling lempar tanggung jawab. 


Lee Se Young sebagai Kang Shi Young, keturunan “bangsawan” dunia kedokteran. Ayah, ibu, paman dan bibinya merupakan dokter ahli dan pimpinan rumah sakit.

Kang Shi Young punya masalah pribadi. Mengalami musibah ketika sedang melakukan  petualangan bersama ayahnya,  Kang Shi Young gagal melakukan pertolongan, akibatnya sang ayah mengalami mati otak, hidup dengan bantuan peralatan.



Lee Kyu Hyung sebagai Jaksa Son Seok Ki yang memiliki dendam pada Cha Yo Han. Penyebabnya Cha Yo Han melakukan praktek euthanasia pada Yoon Sung-Gyu, penculik sekaligus pembunuh anak Jaksa Son Seok Ki.

dalam waktu 10 detik, Cha Yo Han mampu mendeteksi penyakit

Sinopsis Plot oleh Staf AsianWiki ©

Cha Yo-Han (Ji Sung), seorang dokter anestesiologi, yang arogan namun jenius dalam pekerjaannya. Sementara Kang Shi-Young merupakan residen anestesiologi yang bekerja dibawah arahan Cha Yo-Han.
Kang Shi Young seorang gadis cerdas, hangat, dan sabar mendengarkan keluhan pasiennya.

Cha Yo Han dan Ka Shi Young bekerja dalam divisi pengendalian rasa sakit. Pasien dengan  rasa sakit akut atau kronis misterius datang ke poli mereka. Bersama dengan teamnya,  Cha Yo-Han dan Kang Shi-Young mencoba mencari penyebab rasa sakit pasien.


Review
Kisah diawali dengan pertemuan Kang Shi Young dan Cha Yo Han di dalam lingkungan penjara. Cha Yo Han menjadi narapidana yang telah melewati masa 3 tahun hukumannya. Sedangkan Kang Shi Young datang untuk membantu pamannya, sipir penjara yang membutuhkan tenaga medis.

Selama di penjara, Cha Yo Han kerap mengintervensi kerja para dokter yang ditugaskan di sana, dengan alasan ngga becus atau salah diagnosa. Membuat dokter yang dinas merasa jengah dan akhirnya mengundurkan diri.

Namun berkat campur tangan Cha Yo Han, Kang si Young mampu menyelamatkan nyawa pasien. Membuat kepercayaan diri Si Young muncul kembali, setelah sebelumnya terpuruk akibat merasa gagal memberi pertolongan pada ayahnya sendiri.

Paska menjalani hukuman, Cha Yo Han bekerja di rumah sakit yang sama dengan Kang Si Young, bahkan satu departemen, yaitu Pusat Pengendali Rasa Sakit, tempat pasien dideteksi sumber rasa sakitnya.


Kasus petarung profesional Joo Hyung Wo, menjadi salah satu pembuktian kehebatan Cha Yo Han. Tatkala seluruh dokter rumah sakit sepakat untuk membolehkan Hyung Wo pulang, Cha Yo Han justru memberi saran agar Hyung Wo melakukan test menyeluruh.

Apesnya, team dokter malah mendiagnosa peneumonia sebagai penyakit yang diderita Hyung Wo, bukan Myasthenia Gravis seperti yang ditemukan Cha Yo Han dan Kang Si Young.

Myasthenis Gravis merupakan gangguan pada saraf dan otot tubuh yang disebabkan autoimun. Jika diobati secara salah, pastinya malah akan membawa petaka.


Kasus menarik lainnya terjadi pada Lee Ki-Seok, pasien pengidap CIPA seperti Cha Yo Han. Anehnya Lee Ki Seok kerap mengalami rasa sakit. 

Tentunya bukan rasa sakit yang sebenarnya karena penderita CIPA tidak bisa sembuh. Penderitaan mereka kerap berakhir dengan kematian.
Seperti yang dialami Lee Ki Seok, yang meninggal setelah dirisak teman-temannya. Mereka menjadikan Lee Ki Seok mainan karena Lee Ki Seok tak pernah mengaduh kesakitan.

Dalam episode ini, penonton akan ikut tersayat sedih melihat Lee Ki Seok dengan wajah lempeng, disiksa hingga berdarah-darah dan pingsan.  Menonton adegan penyiksaan tanpa wajah kesakitan korban, ternyata terasa lebih pedih ya?

Suatu drama membutuhkan tokoh antagonis sebagai bumbu penyedap. Dalam “Doctor John”,  ada 2 tokoh antagonis yang menyebalkan yaitu Jaksa Son Seok Ki dan Chae Eun-Jung, seorang perawat. Keduanya memiliki dendam pada Cha Yo Han. Tiga tahun silam, Cha yo Han melakukan euthanasia pada pembunuh anak Jaksa Son Seok Ki dan Cha Eun Jung.

Mungkin mau mereka, si pembunuh harus menderita lama. Yang pasti walau dokter Cha Yo Han sudah menebus kesalahan dengan mendekam di penjara selama 3 tahun, dua orang ini masih aja ngeribetin hidup Cha Yo Han.

Salah satu gangguan yang dilakukan adalah dengan mengekspos kelemahan Dokter Cha Yo Han sebagai penderita CIPA. Agar Cha Yo Han disingkirkan dari profesi ini untuk selamanya.

Berhasilkah kerja busuk Jaksa Son Seok Ki dan Cha Eun Jung?
Jawabannya silakan menonton sendiri. Kalo saya jawab ntar yang mau nonton bakal marahin saya dong. Saya cuma mau rekomendasiin “Doctor John” sebagai tontonan yang menghibur. Mirip drama Korea “Doctors” yang diperankan Park Shin Hye dan Kim Rae Won.

Sebagai perbandingan, jika pernah nonton “Romantic Doctor, Teacher Kim", nah drama Korea yang diperankan 3 aktor/aktris papan atas Korea, Han Suk-Kyu, Yoo Yeon-Seok dan Seo Hyun-Jin, lebih unggul.

Profile
Drama: Doctor John (English title) / Doctor Yo-Han (literal title)
Revised romanization: Uisa Yohan
Hangul: 의사 요한
Director: Jo Soo-Won
Writer: Yo Kusakabe (novel), Kim Ji-Woon
Network: SBS
Episodes: 32

15 comments

  1. Makasih review nya.
    Pingin nonton jadinya 😁

    ReplyDelete
  2. Baru tau aku ada sakit tak bisa merasakan rasa sakit
    Hmnn enak ga enak ya
    Sakit hati masi bisa ga ya hehe

    ReplyDelete
  3. kalau orang yang menderita luka akibat diabet kan, udah gak kerasa sakit tuh, tau-tau jarinya copot. Apakah itu termasuk CIPA?

    ReplyDelete
  4. ambuu rajin banget nonton dan ngereview jadi malas nonton kalo ada yg suka nulis gini malah senang akunya

    ReplyDelete
  5. Nambah lagi nih rekomendasi yang wajib saya tonton, thanks ambu. Ini seru ya jalan ceritanya. Jadi penasaran.

    ReplyDelete
  6. Wahh ternyata 'enggak merasa sakit' itu adalah penyakit juga ya Ambu. Baru tau.
    Btw, Tiga tahun silam, Cha yo Han melakukan euthanasia pada pembunuh anak Jaksa Son Seok Ki dan Cha Eun Jung. Ini kenapa gitu kok sampe kudu di-euthanasia?

    ReplyDelete
  7. Untung nya kok hanya di dalam drama ya Ambu ada dokter dan perawat seperti ini. Kalau di dunia nyata, ngeri juga.

    ReplyDelete
  8. Ni mah salah satu drakor kesyukaan aku yang bertema medis.Aku kemarin nonton doctor jhon saat masih on going loh mbak. hehehe...

    ReplyDelete
  9. Ya Allah CIPA itu serem jg ya di satu sisi sepertinya asik klo ga merasakan sakit tp klo smpe kecelakaan hebat bikin merinding juga, cuss pengen nonton ambu bagus filmnya

    ReplyDelete
  10. Ngeri juga ya, padahal rasa sakit itu indikasi yang baik buat tubuh, setidaknya tubuh tahu kapan harus istrahat dan segera ditangani.

    Jadi penasaran deh mau nonton, meski kudu nyuri-nyuri waktu :)

    ReplyDelete
  11. Jadi kange sama Opa jisung ih
    aktingnya memukau di doctor John, aku nonton dari awal tayang
    Nggak bosen nontonnya, kukira ending bakalan mati dia ah tapi akhirnya happy end

    ReplyDelete
  12. Baca ini, saya jadi ingat film Unbreakable (2000) yang diperankan oleh Bruce Willis. Trilogy Unbreakable baru selesai tahun lalu, dan bagus banget.

    Oh iya, adegan Lee Ki Seok di film ini (meski baca) membuat saya mual. Hiks... saya lemah kalau menonton film yang mengekspos rasa sakit.

    ReplyDelete
  13. Huaaa, jadi kangen dokter Cha aku..
    Ini drakor favorit aku,,,
    Susah move on aku...
    Bolak balik nonton lagi...

    ReplyDelete
  14. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete