Rona Pink dan Perut Kenyang di Crowne Plaza Bandung



Pernah nge-brunch di hotel berbintang?

Jika belum, pengalaman saya bareng teman-teman blogger di Crowne Plaza Bandung, hotel bintang 5 di pusat kota Bandung ini bisa jadi referensi. Karena membekas banget, nggak hanya dipenuhi ingatan gelak tawa, juga makanan laziz serta pelayanan ramah yang bikin tamu merasa nyaman.

Berawal dari undangan komunitas Kumpulan Emak Blogger (KEB) yang menggelar workshop bareng sisternet, maka kami, kaum emak blogger bergegas kesana. Pastinya untuk empowering, agar sebagai blogger nggak asal ngeblog, tapi juga memberikan inspirasi bagi pembacanya.

Topiknyapun kekinian banget, yaitu kiat ngevlog dan editingnya. Pastinya sobat tau dong tentang vlog atau vlogging, singkatan dari video blogging, ngevlog merupakan kegiatan blogging dengan menggunakan medium video. Video yang zaman baheula susah banget bikinnya, sekarang dipermudah dengan beragam aplikasi.

Materi ngevlog dengan narasumber Yasinta Astuti sangat ditunggu. Maklum walau masih muda banget, emak blogger cantik  yang udah punya buntut 2 anak yang lucu dan ngemesin ini, expert/pakar dibidangnya. Jadi, isi materinya saya bikin khusus di tulisan berikutnya ya?


Lanjut aja kita ke tempat event yaitu Theatre Style at Mountain View Poolside Bar Crowne Plaza, Bandung. Ruangan yang cozy karena berada disamping swimming pool dengan view nan keren.

Disana-sini nampak rona pink mendominasi.

Lho kok?

Iya, peserta work shop kali ini memakai dress code pink, atau nuansa pink. Sehingga terasa hangat dan semarak. Karena warna pink memiliki energi feminin, memberikan rasa relaks/menenangkan, meredam amarah, meningkatan rasa belas kasih dan kelembutan.

Nggak heran warna pink identik dengan kaum perempuan ya?

Nah, disela-sela rona pink yang sedang selfie-selfie, staff Crowne Plaza Bandung nampak sibuk menyediakan brunch. Ada kue potong berlapis puding yang menggoda, croissant, lapis legit, prol tape, juga tersedia aneka keripik.

Sajian pengguncang lidah ini menemani acara yang dibuka founder KEB, Mira Sahid. KEB udah lama eksis lho. Didirikan tahun 2012, KEB mewadahi emak, sebutan perempuan bersuami yang memiliki anak, yang punya hobby ngeblog. Seiring berjalannya waktu, member KEB ngga harus emak, bisa juga para gadis yang suka ngeblog. Jadi, jika kelak mereka menikah (amin yra), nggak repot lagi ya? ^_^

Usai kata sambutan dari makpon (singkatan dari emak founder), dilanjut perwakilan sisternet, kemudian materi ngevlog oleh Yasinta Astuti, dan ditutup lunch. Hihihi ini nih yang ditunggu, penasaran banget dengan buffet nya Crowne Plaza Bandung. Sebelumnya pernah lunch bareng nasi liwet dan pizza yang langsung dimasak oleh Chef Crowne Plaza. Dan itu enak bangettt ... #suer

Ternyata prasmanannyapun raos pisan, berlimpah dan banyak jenis. Belum-belum udah bingung dengan makanan pembuka, pilih salad atau ketoprak atau mie Aceh ya? Kenapa bingung? Saus saladnya banyak pilihan! Hihihi,  bikin galau.

Lebih penasaran lagi dengan ketoprak. Sebelumnya saya tuh ngga pernah tertarik nyobain ketoprak, karena palingan mirip kupat tahu. Tapi disini beda, nampak menggoda!


Ketoprak memang banyak ragamnya, tergantung asal kota pembuatnya. Penjual ketoprak dari Betawi, eh Jakarta berkreasi dengan isian yang tentu saja berbeda dengan pedagang ketoprak dari Cirebon.

Seperti asal usul ketoprak yang berbeda dan menimbulkan kontroversi. Ada yang bilang nama ketoprak merupakan singkatan dari ketupat toge dan digepak. Yang lainnya mengatakan bahwa makanan tersebut dinamai ketoprak ketika penemunya menyenggol piring di meja, dan terjatuh, sehingga berbunyi “ketuprak”. Gara-gara bunyi ketuprak itulah, makanannyapun ditahbiskan dengan nama  Ketoprak. Ada-ada aja ya?

Disajikan oleh chef hotel bintang 5, ketoprak yang disajikan Crowne Plaza memberi sensasi tersendiri. Mungkin karena yakin higienis, ditambah bumbunya lekoh alias kental, ketoprak terasa meleleh di lidah. Enak banget.

Mie Acehnya juga bikin pingin nambah. Apa sih bedanya mie Aceh dengan mie dari tatar Sunda? Penambahan bumbu seperti kapulaga, kunyit, dan jinten yang menjadi pembeda. Membuat rasa Mie Aceh lebih berat. Akulturasi dengan pedagang Arab dan India rupanya membuat penduduk Aceh terbiasa dengan bermacam bumbu.

Tentunya ngga bisa berlama-lama di bagian appetizer, ntar ngga bisa menikmati main course.  Makanan utama dengan keberagaman yang nggak kalah banyak. Ada bebek panggang, ayam/sapi BBQ,  schotel, mie goreng hingga tumisan labu. Lengkap banget ya?


Saya berlama-lama menikmati schotel. Biasanya bahan baku schotel adalah makaroni. Atau sekedar kebiasaan? Berasal dari bahasa Belanda, schotel artinya hidangan. Mungkin menjadi kebiasaan orang Belanda tempo doeloe menyantap makaroni schotel sebagai hidangan lengkap. Ada susu, keju dan daging.

Karena tak ada keharusan menggunakan makaroni, dengan cerdiknya Chef Crowne Plaza berkreasi dengan kentang. Ternyata lebih nendang! Rasa kentang yang gurih manis berpadu dengan susu, keju, potongan daging asap dan mushroom,  hmmm lezat.

Aneka BBQ nya juga menggoyang lidah, bumbunya nampol. Dipanggang langsung oleh chef dan teamnya, bingung deh memilih antara bebek panggang, ayam panggang atau daging sapi panggang.  

Perut kenyang, saatnya pilih dessert. Wah ada ice cream!Kayanya asyik nih dipadu dengan pancake. Jadilah walau perut kenyang, 2 scoop ice cream mixed dengan pancake, lenyap dalam sekejap. Masuk perut.

Padahal masih banyak jenis hidangan lain yang belum sempat saya coba. Tapi nyerah deh, perut udah kekenyangan. Walau masih sanggup melahap bergelas-gelas pineapple juice yang enak banget. Nyegerin sih!


Terletak strategis di pusat kota Bandung, rupanya Crowne Plaza Bandung berkomitmen untuk memanjakan tamunya. Baik mereka yang menginap atau tamu yang mengunjungi event di ballroom atau ruangan lain seperti saya.

Makanan lezat dan berlimpah, staff yang ramah, serta ruangan yang cozy ternyata belum cukup. Para tamu juga akan merasa sejuk ketika memasuki area Crowne Plaza Bandung. Pastinya karena penghijauan berlangsung sukses. Bikin tamu pingin datang lagi dan lagi.

Comments