Skip to main content

Asal Mula Nama Seblak




Frozen 2 - Febre Congelante 01


Pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang putri yang cantik molek di suatu negara bernama Kerajaan Pisang. Dinamakan Kerajaan Pisang karena negara ini penghasil pisang nomor satu di dunia. Setiap harinya ribuan kontainer pisang diekspor ke negara lain, menyebabkan Sang Raja sangat sibuk menghitung upeti. Satu kontainer berarti satu kotak upeti.
Berbeda dengan Raja, ibunda Putri Pisang, Sang Ratu asyik berbelanja. Kesukaannya pelesir keseluruh penjuru dunia, menghabiskan koin emas untuk membeli mantel bulu cerpelai dan intan permata. Putripun kesepian.
Tak tahan menanggung duka karena kesepian, sang putri sakit. Tiba-tiba dia merasa malas makan. Jus pisang kesukaannya sama sekali tak disentuh. Nugget pisang yang biasanya disantap dengan lahap, membuatnya mual kemudian dimuntahkan.
 Akibat tak ada sebutirpun makanan yang masuk keperutnya, raga Sang Putri melemah. Tubuh moleknya mulai menyusut. Wajah putih pualamnya berubah menjadi pucat bak tak berdarah. Warna merona dari bibir merahnya berganti bilur kebiruan pertanda cairan ditubuhnya mulai surut. Kondisi Sang Putri akhirnya terdengar ke telinga Sang Raja.
Bersama dengan Sang Ratu bergegas ia menengok Sang Putri dan keduanya tertunduk dalam sesal. Penyesalan yang selalu datang terlambat. Betapa lamanya mereka menelantarkan putri kesayangan hingga sakitnya sang cahaya hati baru diketahui begitu lambat.
Segera Sang Raja memanggil ahli pengobatan dari seluruh pelosok negara. Dan seperti diduga merekapun tak mampu. Karena tabib istana telah angkat tangan gagal mengobati sakit Sang Putri. Cairan beras kencur, brotowali dan ekstrak mengkudu hanya membuat perut Sang Putri bergejolak dan memuntahkan isinya. Sakit Sang Putri bertambah parah.
 Bingung melihat kondisi putrinya yang semakin menyedihkan, akhirnya Sang Raja mengeluarkan maklumat: “Siapa yang sanggup mengobati Sang Putri, jika dia adalah laki-laki dan masih bujang maka akan menjadi suami Sang Putri. Jika dia seorang bujang perempuan akan menjadi saudara perempuannya. Sedangkan jika yang menyembuhkan adalah laki-laki atau perempuan tua maka akan mendapat hadiah mas intan permata serta sebuah istana peristirahatan milik kerajaan.
******
Senja mulai tenggelam. Sang Putri terbangun dari tidur panjangnya. Akibat kelelahan memuntahkan isi perut, rupanya dia tertidur lama. Matanya sayu menatap kearah taman, mencari bayang-bayang hari. Sayang, yang dilihatnya hanya dedaunan yang mulai berganti warna menjadi hitam kelam.
 Tok ….. tok … tok … , suara ketukan lirih di pintu kamar membuatnya menoleh. Ah rupanya Bon-bon, anak pengurus istana bagian pengadaan makanan. Sejak kecil mereka berteman dan Bon-bon kerap membawakannya permen bon-bon sehingga Sang Putri memanggilnya Bon-bon. Lupa nama asli pemuda itu.
“Hai masuklah, ada apa?”
 “Tuan Putri mau ikut hamba? Ada pasar malam di luar istana. Disana ada banyak makanan. Cobalah, Tuan Putri mungkin bosan menyantap makanan istana sehingga selalu muntah.”
“Ada makanan apa di pasar malam?”
“Oh bermacam-macam. Ada combro, bulatan parutan singkong yang diisi tumisan oncom kemudian digoreng. Ada cilok, bulatan aci yang dicolok dengan sambal kacang. Ada putri noong, bulatan parutan singkong yang berisi pisang, dikukus dan dibalut parutan kelapa”.
 “Ah, nampaknya menggiurkan. Tapi bagaimana caranya? Badanku lemah sekali”. “Hamba siap menggendong Tuanku Putri. Ayolah. Jika nanti berhasil makan, tentunya badan Tuanku Putri akan kuat kembali untuk berlari-lari seperti sedia kala”.
Dengan berbalut mantel, Sang Putri keluar istana bersama Bon-bon. Rupanya dia cukup kuat untuk tidak digendong. Mungkin semangatnya yang begitu besar untuk sembuh menjadikan Sang Putri mampu berjalan walaupun terhuyung-huyung dan dipapah Bon-bon.
Dan haiiii …… indahnya dunia!!!
 Sang Putri takjub melihat keriuhan pasar malam. Ada berbagai makanan disini, tidak hanya kue-kue yang diceritakan Bon-bon tapi juga masakan dengan harumnya yang menggoda. Mulai dari sate, mi bakso, empal gentong hingga soto betawi.
Kesemuanya terlihat maknyus dan menggoda tapi Sang Putri hanya melihat, tak ingin menyantapnya. Dia malah tertarik pada sekumpulan perhiasan terbuat dari kerang dan perca kain. Diperhatikannya satu demi satu, dipatut-patut seputar jari dan lengan. Tiap penjual rupanya memiliki khas masing-masing.
Tak terasa,  Sang Putri dan Bon-bon terpisah oleh gelapnya malam dan riuhnya pengunjung pasar malam. Ketika tersadar, langkah putri ternyata mulai memasuki lorong-lorong perumahan yang tak dikenalnya. Rasa takut mulai menghinggapi. “Ah kemana Bon-bon, kenapa aku tadi tak memegang tangannya erat-erat?’ sesalnya dalam diam.
Secercah sinar nampak dikejauhan. Terdengar suara perempuan menyenandungkan kerinduan pada bulan purnama. “Akhirnya ……”, bergegas Sang Putri mendatangi sinar lampu yang ternyata berasal dari sebuah jendela.

Dari balik jendela yang kumuh, Sang Putri melihat seorang gadis melahap makanannya dengan nikmat. Rambut sang gadis diikat dua. Keringat nampak mengalir di pelipis dan lehernya. Pipi dan bibirnya memerah karena kepedasan.
dok. Diah didi.com

 Penasaran akan makanan yang sedang disantap sang gadis, diapun mengetuk pintu: Tok….tok …… “permisi” Tak berapa lama pintu terbuka, dan … ..
“Oh Tuan Putri bertandang kerumah hamba”, sang gadis membungkukkan badan dan bersujud takzim. “Kau kenal aku, kau siapa?”
“Hamba bekerja di istana, Tuan Putri. Tugas hamba menyeblaki kasur dan bantal-bantal”
 “Oh, aku tak pernah melihat dirimu”.
“Hamba dilarang mendekat karena tubuh hamba penuh debu. Selain itu, hamba hanya bekerja outsourcing”
Ah, Sang Putri paham. Telah lama dia mendengar bahwa pihak istana mengontrak pihak lain untuk mengerjakan pekerjaan kasar di istana. Lebih murah dan praktis. Tetapi kini Sang Putri lebih tertarik pada makanan yang tadi disantap sang gadis dengan asyiknya.
 “Ini apa?” tanya Sang Putri melihat makanan berwarna merah dan tulang belulang ayam. “Oh itu kerupuk Tuan Putri. Saya sangat lapar, tidak punya cukup uang untuk membeli minyak goreng, sehingga kerupuk aci saya seduh, saya beri bumbu cabe rawit, kencur dan bawang. Cekernya diberi koki istana”.
 Wajah sang gadis mendadak pucat pasi, teringat bahwa ceker ayam tersebut diberikan diam-diam oleh pembantu koki. Dia takut, jangan….jangan …..
Tetapi nampaknya Sang Putri tidak peduli, dia mengambil sesendok makanan sang gadis, mengamati, dan … “Bolehkah aku mencicipi?” “Oh tentu, tentu, …… tapi jangan itu, saya ambilkan yang baru dari penggorengan”

Sekejap kemudian semangkok kerupuk aci berwarna merah cabe dan 3 potong ceker tersaji di depan Sang Putri.
“Silakan Tuan Putri”.
Awalnya Sang Putri menyantap dengan was-was, tapi sesudah santapan kedua, wow…wow …… pastinya Sang Putri sangat menikmati karena tak lama kemudian dia makan dengan lahap dan sekejap kemudian sepiring kerupuk aci itu tandas tak bersisa, bahkan Sang Putri menjilati sisa sisa bumbu cabe.
“Aduh enak sekali. Aku belum pernah makan makanan seenak ini. apa namanya?” Sang gadis menggeleng. “Hamba hanya membuat begitu saja, tanpa nama”.
“Oh jika demikian kita namakan saja Seblak, pekerjaanmu kan menyeblaki kasur. Siapa namamu?”
“Hamba biasa dipanggil Seblak karena tugas hamba tersebut”
“Oh berarti namamu Putri Seblak. Apakah kamu tidak mendengar sayembara ayahku? Siapa yang bisa membuatku makan akan menjadi saudaraku. Nah kamu sekarang menjadi saudaraku. Namamu Putri Seblak. Yuk kita pulang dan buatkan aku seblak seenak tadi”
****
Kemana Bon-bon? Oh ternyata dia melihat Sang Putri makan seblak dengan lahap dan segera dia melapor ke istana, tentunya untuk meminta hadiah yang dijanjikan: “menjadi suami Sang Puteri”.
Sayang tidak semudah itu, pihak Mahkamah Agung menelusuri kebenaran laporan dan memutuskan bahwa Putri Seblaklah yang berhasil mengobati Sang Putri, bukan Bon-bon. Tapi pihak istana dengan adil memberinya intan berlian serta istana peristirahatan yang dijanjikan.

Mereka bertiga akhirnya berteman. Menghabiskan hari-hari yang menyenangkan dengan menelusuri lorong-lorong kerajaan untuk mencicipi berbagai kuliner dan menuliskannya di blog masing-masing. Tak lupa mereka juga sering bereksperimen membuat masakan dengan racikan yang sesuai selera mereka dan mengunggah hasilnya ke blog pribadi. Ya , mereka bertiga adalah The Three Musketeers dalam dunia Food Blogger.


noted:
kisah rekaan semata


Comments

Popular posts from this blog

The Third Charm, Akhir Yang Membuat Penonton Marah

Bagaimana jika tokoh utama yang ganteng bukan main menjalin kasih dengan second lead, gadis cantik, imut dan menggemaskan? Ternyata penonton memilih agar keduanya happy ending. Sementara tokoh perempuan di maki-maki karena dianggap meninggalkan kekasihnya.
Mungkin itu yang menjadi penyebab ending drama Korea “The Third Charm” dibiarkan cukup terbuka. Penonton boleh berkhayal semaunya. Apakah cukup sahabatan atau menikah?
Tokoh utama pria, Seo Kang-Joon dan tokohperempuan, Esom yang membuat saya kepincut untuk menonton drakor ini. Seo Kang-Joon, rupanya dianggap sukses dalam setiap perannya sehingga tahun 2018, saya menonton 2 dramanya. Marema ya?
Sedangkan Esom, saya jatuh cinta pada sosoknya di Because This Is My First Life. Berperan sebagai sahabat tokoh utama, Esom keren banget. Hihihi tentu saja yang dimaksud keren adalah postur tubuhnyayang tinggi dan penuh. Seksi, tanpa harus berbaju pendek. Bahkan balutan kostum hitam atau putih yang dikenakan, bikin Essom nampak berkelas. Sebetul…

Dewi Kentring Manik, Dewi Cantik Jelita Pelindung Kota Bandung

Kios Agro Datang, Penjual Senang, Emak-emak Happy

Ibu rumah tangga menjerit ..!! Iburumah tangga yang acap disebutemak-emak ini menjadi kelompok masyarakat yang pertama kali tersakiti ketika harga-harga melonjak naik.
Menjelangbulan puasa tahun 2019, harga bawang putih tiba- tiba membumbung tinggi hingga mencapai Rp 100K per kilo gram, padahal biasanya hanya berkisar Rp 25K per kilogram.
Sebelumnya akibat kacang kedelai melonjak tinggi, harga tempepun meroket. Produsen tempe dan penjual tempe mogok hingga pemerintah turun tangan. namun emak-emaklah yang terkena imbasnya. Setiap hari mereka harus menyediakan lauk pauk. Dan tempe merupakan sumber protein termurah.
Tiga tahun sebelumnya, harga cabai rawit yang melonjak naik, hingga mencapai harga Rp 100K/kg. Padahal harga normal hanya belasan ribu rupiah per kilogram.
Penyedia jajanan khususnya UMKM lebih terpukul.

Saya sebagai salah satu dari kaum emak, yang juga pelaku UMKM, sempat menangis kesal. Tidak hanya disebabkan keuntungan yang tergerus habis, juga pernyataan menteri pertanian yan…

Lipstik Untuk Emak

Tini
Tini berjinjit.  
Dia sedang mengintai.

Disana, dibalik pintu kaca, seorang perempuan cantik sedang tersenyum pada cermin.   Sang perempuan cantik mengambil  spon bedak, ditepuk-tepuknya  pipi, hidung dan kening. Kemudian dia meringis.  Memperhatikan deretan gigi putihnya dengan seksama. 
Nampak cukup puas.  Tidak ada potongan cabai diantara geligi.  Dari tas mungilnya, dia mengeluarkan lipstik, menyapu bibir penuhnya dengan warna merah.  Tersenyum kembali pada cermin.  Wajahnya berubah.  Semakin cantik.
Di mata Tini, kecantikan sang perempuan bak bidadari.
“Sssttt Tin, Tiniii ...” Teriakan seorang teman menyadarkannya.
Dia harus bergegas.  Rinai hujan adalah rupiah.
Semakin lama hujan turun  semakin banyak rupiah terkumpul.
Tini berlari, menuruni undakan mall, menuju kerumunan orang yang sedang berteduh. 
Lobby mall selalu menjadi tempat favorit kala hujan turun. “Ojek payung, bu?” tanya Tini pada sesosok perempuan berkaca mata.  Blazer ungunya terkena tempias.  Basah.  Dia menerima payung y…

7 Amalan Bagi Bumi; Yuk Kita Mulai di Bulan Ramadan

“We don’t  Inherit The Earth from our Ancestor, We Borrow it from our Children”Akrab dengan adagium di atas? Iya banget ya? Bumi ini kan nggak hanya dihuni kita sekarang, anak cucu kita nanti juga akan menginjaknya. Jadi sudah seharusnya kita pelihara.
Dan hanya Islam lho yang punya ayat-ayat suci agar umatNya memelihara bumi. Salah satunya: ظَهَرَالْفَسَادُفِيالْبَرِّوَالْبَحْرِبِمَاكَسَبَتْأَيْدِيالنَّاسِلِيُذِيقَهُمْبَعْضَالَّذِيعَمِلُوالَعَلَّهُمْيَرْجِعُونَ Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allâh merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). [ar-Rûm/30:41]
Sebagai muslim, bangga banget  ya punya kitab suci yang lengkap dan  sempurna. Nggak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah dan manusia dengan manusia. Juga manusia dengan alam.  
Karena jika manusia memelihara  alam, maka alam akan membalas kebaikan manusia dengan berlipat ganda. Kebutuhan oksigen yang …

3 Pilihan Investasi Sesuai Syariah Islam. Bisa Banget Dimulai Dari Uang THR

THR?
Yeay benar-benar kata yang menghinoptis. Kata yang mengumbar kebahagiaan. Baru denger kata THR udah bikin tersenyum. Apalagi jika sang THR sudah dalam genggaman. Karena itu berarti bisa beli baju, beli kue, beli hape baru, jalan-jalan, ngasih ke ortu, ngasih ke fakir miskin.
Sebentar, banyak banget yang mau dibeli? Mana buat investasi? Mumpung ada “uang kaget”, mengapa tidak berinvestasi?
Udah ada tabungan. Ngapain lagi harus berinvestasi?
Nah ini dia yang sering dilupakan masyarakat milenial. Terbuai rayuan angin surga,terlebih belanja online mempermudah segalanya, bisa –bisa dalam sekejap uang THR habis tak tersisa. Bahkan mungkin nombok.
Padahal hidup manusia di dunia rata-rata selama 60 tahun. Jika sejak dini nggak pernah berinvestasi, yakinkah bahwa kamu bisa mencari nafkah di usia tua? Jangan-jangan usia 50 tahun sakit-sakitan, bolak balik ke rumah sakit, tabungan habis, rumah terpaksa dijual. Ngenes banget.
Dan tabungan beda banget dengan investasi ya? Tabungan lebih mirip uang…

7 Bekal Wajib Agar Mudik Lancar dan Menyenangkan

Libur tlah tiba
Libur tlah tiba ... hore ... hore ...
Hihihilagu Tasya ini rasanya berkumandang di setiap liburan ya? Dan liburan berarti mudik. Lipat dua deh bahagianya.
Biasanya kami sekeluarga mudik ke Jawa Tengah. Naik kendaraan pribadi, mengular bersama kendaraan lain yang terjebak macet. Namun tetap happy. Macet adalah bunganya mudik. Bahkan kursi mobil sengaja dicopot, agar bisa tidur ketika macet.
Hingga .....
Berita itu tiba. Belasan orang meninggal gara-gara terjebak macet di Brebes Exit.Infrastruktur yang belum tuntas namun dipaksakan ,  dituduh sebagai penyebab. Namun, sejauh mana pemudik menyiapkan diri agar siap menghadapi situasi terburuk? 
Sudahkah pemudik menyiapkan bekal yang cukup dan sesuai?
Sebagai emak dengan 4 anak, menyiapkan bekal mudik menjadi story tersendiri. Nggak mudah. Jangan sampai  merasa bersalah jika ada yang tertinggal atau nggak dicatat untuk dibawa masuk koper/tas.
Selain baju, sepatu, pakaiandan pakaian dalam milik masing-masing anggota keluarga, paling…