Skip to main content

Laku Pandai, Solusi Cerdas Bisnis Rumahan



sumber: mrrbooks.com

Ana Dina Ana Upa Ora Obah Ora Mangan”, peribahasa dalam  Bahasa Jawa ini artinya kurang lebih : Ada hari, ada nasi, ngga bergerak, ngga makan. Jadi apapun jenis pekerjaan, bergeraklah, minimal bakal dapat sesuap nasi.

Iya sih, jaman dulu mungkin ngga terbayang bahwa seseorang bisa mencukupi nafkah keluarganya hanya dengan jualan pulsa, jual seduhan  mie instan dan kopi dalam sachet, bahkan sampah plastikpun jadi duit.

Menanggapi geliat kreativitas  masyarakat ini, pihak perbankan melihat peluang  simbiose mutualisme dalam memberikan layanan perbankan. Karena seperti diketahui minat masyarakat menabung di bank masih rendah. Mereka memilih menabung di rumah walaupun harus terkena risiko hilang, terbakar dan ancaman kriminalitas. Sementara pemerintah membutuhkan dana untuk melancarkan kegiatan ekonomi masyarakat sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan antar wilayah di Indonesia, terutama antara desa dan kota.

Untuk memecah kebuntuan komunikasi antara masyarakat dan perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menelurkan Laku Pandai. Mereka beroperasi  di sekitar perumahan warga, di pasar hingga gang-gang kecil tempat warga bermukim.

Laku Pandai singkatan dari Layanan Keuangan Tanpa Kantor untuk keuangan inklusif. Mereka  merupakan agen bank yang membantu warga masyarakat dalam membuka rekening tabungan, menabung, dan menarik dana. Kelak agen Laku Pandai juga dapat memberikan kredit mikro kepada nasabah dan menjual produk keuangan lainnya, seperti asuransi mikro.

Menarik bukan?

Mereka yang telah memiliki usaha jasa membayar tagihan listrik/PDAM, agen pulsa atau warung kelontong, bisa banget menjadi Laku Pandai. Sebagai perpanjangan tangan perbankan, Laku Pandai bisa dalam bentuk perorangan maupun badan hukum.  Asalkan memenuhi beberapa syarat yang ditetapkan. Setiap bank memiliki ketentuan masing-masing, namun umumnya syarat menjadi Laku Pandai adalah:

1.        Memiliki kemampuan, kredibilitas, reputasi, dan integritas yang baik.
2.       Berstatus sebagai penduduk tetap di suatu lokasi yang telah dikenal baik warga sekitarnya.
3.       Merupakan nasabah bank  yang bersangkutan (minimal 2 tahun) dan memiliki catatan terpercaya..
4.      Mempunyai usaha utama yang telah berjalan sekurang-kurangnya 2 tahun dengan lokasi usaha yang tetap dan strategis.
5.       Syarat tambahan jika Laku Pandai adalah nasabah kredit yaitu  tidak boleh mengalami keterlambatan pembayaran cicilan kredit selama 6 bulan terakhir.
6.       Syarat umum administratif (KTP dan Kartu Keluarga).

Standar bukan? Syarat-syarat ini umumnya juga berlaku sewaktu mengajukan kredit pada bank. Bedanya  Laku Pandai merupakan perpanjangan tangan bank sehingga  wajib memiliki pemahaman mengenai bank dan produk bank, kemampuan menggunakan alat elektronik, kemampuan membuat pembukuan secara sederhana, dan kemampuan menempatkan jaminan

Apa saja timbal balik yang diterima?

Tergantung bank tempat Laku Pandai tersebut bernaung. Agen Laku Pandai  berhak mendapatkan “gaji” dalam bentuk fee per transaksi. Fee mereka berasal dari setiap transaksi yang dilakukan dan besarannya beda-beda sesuai dengan kebijakan dari masing-masing bank.

BRI misalnya, memberikan fee Rp 500 untuk setiap transaksi setoran dari nasabah dan Rp 1.000 untuk transaksi  tarik tunai.  Rp 1.250 untuk transaksi pembayaran listrik pra bayar maupun pasca bayar. Fee lebih besar didapat dalam pembelian voucher pulsa telepon  dan listrik, agen mendapatkan fee Rp2.500 per transaksi.

BTPN memberi aturan yang berbeda. Agen Laku Pandai akan mendapat fee mencapai 4% dari setiap transaksi dengan maksimal fee Rp 7.500 untuk tarik tunai. Agen juga akan mendapat fee Rp 5.000 untuk setiap nasabah yang membuka rekening baru.


Ingin ikut bergabung?  

Berikut daftar bank yang memiliki kebijakan Laku Pandai dan pertumbuhannya:







Sumber:
Ojk.go.id
Cermati.com




Comments

Popular posts from this blog

Dewi Kentring Manik, Dewi Cantik Jelita Pelindung Kota Bandung

The Third Charm, Akhir Yang Membuat Penonton Marah

Bagaimana jika tokoh utama yang ganteng bukan main menjalin kasih dengan second lead, gadis cantik, imut dan menggemaskan? Ternyata penonton memilih agar keduanya happy ending. Sementara tokoh perempuan di maki-maki karena dianggap meninggalkan kekasihnya.
Mungkin itu yang menjadi penyebab ending drama Korea “The Third Charm” dibiarkan cukup terbuka. Penonton boleh berkhayal semaunya. Apakah cukup sahabatan atau menikah?
Tokoh utama pria, Seo Kang-Joon dan tokohperempuan, Esom yang membuat saya kepincut untuk menonton drakor ini. Seo Kang-Joon, rupanya dianggap sukses dalam setiap perannya sehingga tahun 2018, saya menonton 2 dramanya. Marema ya?
Sedangkan Esom, saya jatuh cinta pada sosoknya di Because This Is My First Life. Berperan sebagai sahabat tokoh utama, Esom keren banget. Hihihi tentu saja yang dimaksud keren adalah postur tubuhnyayang tinggi dan penuh. Seksi, tanpa harus berbaju pendek. Bahkan balutan kostum hitam atau putih yang dikenakan, bikin Essom nampak berkelas. Sebetul…

100 Days My Prince; Janji Setia Seorang Pangeran Cilik

“Aku menyukaimu” “Aku akan mengawinimu” Kata seorang anak laki-laki pada gebetannya, Yoon Yi-Seo,  perempuan cilik yang periang, cantik dan pemberani.
Sekian puluh tahun berlalu, Lee Yool, nama anak laki-laki tersebut, rupanya selalu  berpegang teguh pada janjinya dan Yi Seo pun selalu mengingatnya.
Mengambil  genre sageuk fusion alias kisah dengan setting masa lalu yang dimodifikasi (fiksi, bukan berdasarkan sejarah sebenarnya), drama Korea “100 Days My Prince”  sebetulnya ngga terlalu spesial. Khususnya jika dibandingkan dengan drakor bergenre serupa.
Pemeran utama mengalami lupa ingatan. Ide klise yang telah digunakan sejak “Meteor Garden”nya drama Taiwan. Kemudian diramu dengan kehidupan sang pangeran sebagai rakyat jelata selama 100 hari.
Yang menjadi pembeda adalah aktor dan aktrisnya yang sedang naik daun. Sang pangeran Lee Yool diperankan D.O. personil EXO, sedangkan Yoon Yi-Seo atau Hong Shim diperankan aktris cantik Nam Ji-Hyun.
Apabila Anda mencari tontonan yang menghibur, “100 Da…

Nostalgia 7 Majalah Favorit

Punya majalah favorit?
Maksudnya tentu majalah cetak. Skip majalah Bobo ya? Selain karena udah kelamaan eranya, juga ngga ada saingan. Sementara 7 majalah favorit yang terpilih karena target segmen serta  ragam topik  yang disajikan.
Tentu  beberapa majalah sudah almarhum alias rest in print. Huhuhu sedih, padahal walau udah ngga berlangganan, sesekali saya masih suka beli. Rasanya lebih nyaman membaca versi cetak dibanding online-nya. Mata ngga capek. Ketika  lelah, si majalah bisa menjadi penutup wajah, pengantar tidur. Coba deh membaca via   ponsel atau tab, kan ngga bisa untuk penutup wajah.  :D  :D
Oke langsung aja kita ngobrolin  majalah favorit yang dimaksud. Ini dia:
Majalah Horison
Awalnya saya membaca majalah Horison karena terpaksa. Sebagai anak ABG yang gemar melahap habis semua bacaan, saya kehabisan buku serta majalah, eh ada majalah isinya cerpen, baca ah ..... Ternyata, ... bahkan hingga kini, saya masih sering mengulang paragraf demi paragraf artikel/cerpen/puisi  yang dimu…

Bukit Batu, Destinasi Mistis di Palangka Raya yang Wajib Dikunjungi

“Indonesia ngga cuma Jabar, mbak” Untuk sekian kalinya Gilang meledek. Kalimat ledekannya diberi penekanan emoji. Dan untuk kesekian kali pula, saya hanya bisa menimpali dengan emoji tertawa lebar. “Kesini mbak, ke Palangka Raya. Jangan kaya katak dalam tempurung. Nanti kita kulineran sampai kenyang”.
Seperti itulah Gilang. Sangat baik hati. Kami bisa ngobrol berjam-jam untuk membahas banyak topik. Mulai dari harga telur yang naik turun hingga gonjang ganjing pilpres dan pileg. Dan semua kami lakukan via dunia maya. Dunia maya yang membantu kami berkenalan dan bersahabat hingga kini.
Profesi blogger dan minat pada photography menautkan kami sejak tahun 2011. Sangat erat, walau selisih usia terpaut jauh. Awal berkenalan, saya sudah menjadi ibu rumah tangga 4 anak, sedangkan Gilang masih gadis yang bebas berpetualang mencari ide memotret.
Hanya sekali kami bertemu. di acara blogger gathering tahun 2012. Sesudah itu Gilang pindah dari Jogja ke Palangka Raya, bertemu dengan sangpujaan hati kemu…

5 Situs Download Gratis Drama Korea yang Recommended Banget

Suatupagi perbincanganWA Grup Komunitas Memasak yang biasanya riuh dengan berbagi resep makanan, tiba-tiba berubah menjadi: “Download aja teh, ngirit kuota” “Wah saya belum nonton ... . Bikin penasaran!”
Ya, kami sedang bergunjing mengenai drama Korea. Drama Korea apa saja yang bagus, yang belum ditonton dan yang penting ini nih: situs yang direkomendasikan untuk men-download drama Korea bersubtitle Indonesia. Tujuannya tentu saja untuk ngirit kuota. Emak-emak dimana saja umumnya sama: pingin hemat!:D :D
Kala itu, semua cara menonton drama Korea sudah saya coba, hanya mengunduh yang belum.Tentunya jadi penasaran. Selalu ada sesi yang jengkelin ketika menonton drakor . Menonton via player DVD misalnya, banyak keping DVD yang tidak berjalan mulus. Katanya sih proses burningnya yang bermasalah.Tapi pan jadi riweuh,saya harus bolak balik. Menonton via DVDberarti juga nyampah. Usai menonton, kepingan DVD ngga tau harus diapain. Ada usul?
Cara berikutnya melaluisaluran berbayar. Apesnya harus sta…

Ngemil Syantikkk Ala Syahrini Bareng Nenasz Cookies

Syantik. Kata itu dipopulerkan Syahrini bersama sejumlah kata lain seperti cetar, sesuatu,  bulu mata badai,  jambul khatulistiwa dan kata-kata nyleneh lainnya.  Sosok lain yang gemar membuat kata-kata ajaib adalah Viki Prasetyo dan Cinta Laura. Kreator kata yang menjadi kesatuan dengan branding mereka.
Andai mereka berkampanye ... Maksudnya bukan kampanye pilpres atau  kampanye  pileg,  namun kampanye untuk kemaslahatan seperti diversifikasi pangan. Lahan yang belum banyak disentuh. Jangankan selebriti, nampaknya para pejabat juga “pelit” bicara tentang diversifikasi pangan.
Ketinggian miimpinya ya? Gubrak deh .... :D Gini  kisahnya. Berawal rencana membuat tulisan personal branding ala Syahrini part 2, ngga sengaja saya lihat iklan cookies yang dibintangi Syahrini. Langsung deh kepikiran: “Ah, andai Syahrini jadi model iklan cookies non tepung terigu. Bakal sukses deh program diversifikasi pangan kita”
Baca juga: Pingin Personal Branding ala Syahrini? Begini Caranya!Julia Perez; Don’t Judg…