Rahasia Bugar dan cantik ala Perempuan Keraton



source : bibitbunga.com


“Jadi perempuan itu harus sehat, harus harum.” Kata eyang putri. Nasehat itu selalu beliau ulang dan ulangi, hingga cucu-cucunya hafal. Namun eyang putri tidak peduli. Beliau keturunan keraton Ngayogyakarta Hardiningrat yang teguh memegang  prinsip. Konsisten. Kebiasaan dan perilaku yang baik tidak hanya diterapkan pada dirinya tapi juga pada kami, cucu-cucunya.

Setiap liburan tiba, kami harus berkumpul di rumahnya yang luas. Kemudian, pada hari yang ditentukan, khusus cucu perempuan diinstruksikan  berjejer dalam balutan jarik (kain batik). Setiap anak akan dilulur tubuhnya, sedangkan rambutnya dipijat dengan semacam ramuan. Semua serba racikan sendiri, baik lulur maupun ramuan untuk merawat rambut.  Eyang putri dibantu beberapa asisten, bukan orang lain tetapi  saudara jauh juga  yang kebetulan ngenger dirumahnya.


chanelmuslim.com


Usai upacara luluran, secangkir jamu telah menanti. Macam-macam jenisnya, tetapi yang sering disediakan adalah temulawak. Khasiatnya bagus, kata eyang putri. “Agar kamu sehat dan harum. Perempuan itu yang penting sehat dan harum. Coba kalau sakit-sakitan, pasti ngga ada yang mau nemanin. Apalagi kalau badannya bau, mulutnya bau, wah tukang becak juga ngga ada yang mau nganterin”, lanjut beliau yang disambut derai tawa kami.


rumah4d.com


Lama sesudah eyang putri tiada, barulah kami memahami ajarannya. Perempuan harus sehat mengingat perempuanlah yang merawat keluarga, yang memelihara. Secara kodrati  dialah manajer rumah tangga. Jika sang manajer sakit, bagaimana keluarga mampu mengerjakan aktivitasnya dengan lancar? Bisa-bisa anak dan suami terlambat berangkat sekolah dan ke kantor. Tidak sempat sarapan. Bahkan terpaksa berangkat memakai baju yang kusut.

Dan penilaian cantik sangatlah relatif. Seperti kata eyang, bagaimana jika fisiknya cantik tapi ternyata bau badannya busuk, bau mulutnya membuat orang lain menjauh. Yang terpenting adalah perawatan tubuh secara kontinyu sehingga harum dan bugar. Maka kecantikan batiniah akan muncul dengan sendirinya.

Minum jamu temulawak merupakan salah satu cara perawatan tubuh yang dimaksud. Manfaatnya  menjaga organ tubuh dan menjamin kelancaran  sirkulasi darah serta  metabolisme membuat tubuh sehat dan harum. Tindakan preventif yang harus dilakukan mereka yang ingin melakukan tugas-tugas dengan lancar. Tidak hanya merawat keluarga tentu, karena seperti yang dilakukan eyang putri, beliau aktif di lingkungan masyarakat, melakukan tugas sosial mulai dari tingkat RT hingga melebar mengunjungi pasien rumah sakit dan tahanan di lapas.

Saya hanya salah satu cucu eyang yang mengikuti jejaknya. Seusai mengurus rumah tangga, sederet jadwal sudah menanti. Senin dan Jumat ke pengajian yang berbeda. Selasa serta Rabu harus mengunjungi komunitas dampingan. Begitu seterusnya.

Dari semua aktivitas di luar rumah, yang paling membutuhkan  fisik prima adalah mengunjungi komunitas dampingan. Mereka tinggal  di sekitar bantaran sungai  dengan keterjalan yang sangat curam. Di beberapa lokasi bahkan harus  menuruni/menaiki jalan dengan ketajaman yang nyaris 90 derajat.
Berkat  amanah janji yang harus dipenuhilah saya berhasil menyelesaikan tugas dan tentunya disiplin minum temulawak, bekal penunjang stamina yang tidak membutuhkan biaya mahal, tetapi mampu memberikan manfaat maksimal.


komunitas Engkang-engkang (dok.pri)

Tentu saja pengetahuan dan manfaat temulawak, tidak begitu saja saya dapatkan. Eyang putri hanya mengatakan kegunaannya bagi perempuan yang sering dianggap ringkih padahal tugas yang diembannya sungguh bukan main. Sehingga harus kuat, sehat dan bugar. Barulah sesudah kemajuan teknologi mengenalkan pada mesin pencari google, saya mengetahui kandungan temulawak, yaitu:

Zat kalagoga yaitu zat yang berfungsi mengurangi kerja enzim glutanate piruvat transaminase dan enzim glutamate sehingga bermanfaat menjaga kesehatan hati.

Flavonoid yang bermanfaat sebagai anti oksidan, mampu menetralisir radikal bebas dengan demikian meminimalkan efek kerusakan pada sel dan jaringan tubuh.

Glikosida merupakan obat jantung, pencahar, pengiritasi lokal, analgetikum dan penurun tegangan permukaan.

Xanthorrhizol. Kandungannya  hanya ditemukan di temulawak, tidak ada pada rimpang lainnya dan berkhasiat untuk liver, anti bacterial, anti inflamasi, anti kanker. Bahkan mampu memperlambat tumbuhnya tumor pada pasien kanker payudara. Sangat efektif  pada kanker payudara stadium dini dan mampu mengembalikan sel-sel yang rusak pada pasien kanker stadium lanjut yang harus menjalani kemoterapi.

Minyak Atsiri terkandung pada temulawak sebanyak 6 – 10 % yang bermanfaat meningkatkan fungsi ginjal.


Kurkumin dapat menurunkan gula darah dan menurunkan lemak darah dalam tubuh manusi. Juga berfungsi menyerap radikal bebas, 


Mengetahui begitu banyak manfaat temulawak, saya membiasakan diri meminumnya. Bukan dengan cara yang eyang putri lakukan yaitu menggunakan lumpang dan alu tapi  mengirisnya hingga menjadi potongan kecil kemudian diblender.  Hasilnya disaring, diberi tambahan gula palem atau madu,  sesuai persediaan yang ada, kemudian dikucuri perasan jeruk nipis. Hmmm……sedap !!

Ada adagium ala bisa karena biasa, tetapi berkaitan dengan temulawak,  tubuh terasa tidak nyaman jika sehari saja tidak meminumnya. Apalagi semakin berumur, tindakan  preventif harus dilakukan daripada terlanjur sakit. Karena pengobatan kuratif , huhuhu ......mahal banget. Semalam menginap di rumah sakit setara dengan semalam di hotel berbintang 😢😢😡😡
somestolenmoments.wordpress.com


Temulawak sangat bermanfaat bagi mereka yang memiliki kegiatan padat seperti ibu rumah tangga. Seingat saya, hampir tak pernah sakit. Setiap ada gejala batuk pilek, saya segera minum paracetamol, minum perasan jeruk nipis dan banyak-banyak mengonsumsi  air putih. Untuk beristirahat lebih lama, aduh tidak bisa, anak-anak membutuhkan saya. Sungguh khas ibu rumah tangga bukan?

Kini, ketika anak-anak sudah besar. Kesibukan merawat keluarga tidak seheboh dulu. Pagi-pagi usai sholat subuh, saya bisa dzikir sebentar kemudian sarapan secangkir temulawak dan semangkuk buah-buahan . Terkadang buah-buahan saya ganti dengan setangkup roti. Kemudian membenahi tanaman di pekarangan depan tempat saya bereksperimen berbagai tanaman sayuran dan tanaman hias. Semua kegiatan bisa dikerjakan dengan lancar tanpa merasakan sakit persendian yang sering dialami perempuan lanjut usia. Sama seperti eyang putri dulu yang masih berkegiatan hingga maut menjelang. 

Sumber:




Comments

turiscantik.com said…
saya pernah kena gejala liver, mangkanya harus banyak asupan temulawak. Kayaknya minuman ini perlu dicoba nih mbak
Ophi Ziadah said…
aku juga sering minum sari temulawak ini mba terutama klo lagi agak ngederop, kenalnya dulu karena suami minum utk pemulihan setelah fatty liver