“Think Before Share” Kiat Atalia Praratya Untuk Atasi Hoax






Sebetulnya Think disini adalah singkatan  kiat untuk menangkal berita hoax, yaitu
 T , is ist true. H , is it helpful. I, is it inspiringN, is it necessary.K, is it Kind
 Atalia Praratya, istri Ridwan Kamil Wali Kota Bandung mengucapkannya  dalam deklarasi anti berita hoax di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day Dago Bandung, Minggu (8/1/2017). 
Dalam kesempatan tersebut, Lia, panggilan Atalia Praratya, juga membaca dan menandatangani piagam masyarakat Bandung Anti Hoax. Piagam Masyarakat Bandung Anti Hoax ini berisi ajakan agar masyarakat mengurangi penyalahgunaan media sosial, menggalang kekuatan seluruh elemen bangsa untuk mengurangi pesan bernada kebencian, mengolaborasikan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama melawan hoax.

Keberadaan berita hoax memang sudah dalam taraf darurat. Media sosial yang semula menjadi ajang silaturahmi berubah fungsi menjadi ladang subur penyebaran hoax dan provokasi. “Saya sebagai pengguna media sosial merasa bahwa deklarasi ini penting sekali, terutama untuk pengguna internet di Indonesia, khususnya Kota Bandung. Lebih dari 50 persen penduduk Indonesia merupakan pengguna internet dan dari jumlah tersebut mayoritas perempuan,“ ungkap Lia seusai deklarasi.

 “Kesulitan yang dihadapi masyarakat saat ini bukan memperoleh tapi memilih informasi. Sehingga perlu ada pemahaman dan pencerahan pada masyarakat agar pintar dan cerdas ketika mendapat informasi,“ lanjut Lia. Menurutnya, adanya gerakan ini akan membantu masyarakat lebih kritis dan cermat dalam menerima informasi. tidak akan menilai suatu masalah dari satu sudut pandang saja sehingga masyarakat lebih aman dan tidak mudah terprovokasi.

Senada dengan Lia, pendiri Indonesian Hoax Busters, Citra Pratiwi mengungkapkan kekhawatiran terhadap pengaruh informasi hoax, fitnah atau propaganda yang cukup besar pengaruhnya di Indonesia, khususnya Kota Bandung. diharapkan masyarakat bisa berhati-hati terhadap informasi atau berita yang masuk.
 “Saat ini kaum ibu yang memiliki smartphone, rata-rata menggunakan Whatsapp dengan berbagai grup. Menjadi penting edukasi anti hoax untuk perempuan karena dalam cluster tertutup seperti ini hoax sangat mudah disebar, bahkan jauh lebih cepat dibanding media social seperti Facebook dan Twitter. Kita ga mau toh anak-anak kita kedepannya seperti pentul korek, digesek langsung menyala. Begitu disuguhi kabar anu langsung percaya. Maka peran perempuan amat besar dalam melawan penyebaran hoax ini,” pungkas Citra.

Tidak hanya Kota Bandung, seruan anti hoax diserukan bersama di 6 kota besar Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, dan Wonosobo. Bergabung dalam Indonesian Hoax Busters, Masyarakat Anti Hoax dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), menyiratkan sebagian masyarakat telah bergerak bersama untuk mengedukasi masyarakat dan memperbaiki kerusakan akibat hoax. Karena pemerintah hanya bisa menutup situs-situs penyebar hoax yang akan muncul kembali dalam wajah lain.

Sosialisasi anti hoax dan anti provokasi di Car Free Day Dago dimeriahkan senam sehat anti hoax, penandatangan bersama dan acara gembira bersama Firman Indonesian Idol dan Jimmy Jangkrix serta penghibur lainnya. Ada ciri khas masyarakat kota Bandung disini yaitu senang melawak, menyanyi dan joget bersama. 

dok tribunnews.com



dok. IHB


dok. YouTube.com



Comments