Skip to main content

Mengapa Memilih Laku Pandai Syariah?


sumber: kanalaceh.com


“Masih banyak orang yang enggan menabung di bank, bahkan ada yang menyimpan hingga 1 triliun rupiah dirumahnya”
Demikian cuplikan pidato Presiden Indonesia, Joko nWidodo  dalam kampanye Ayo Menabung  di Jakarta Convention Centre, 31 Oktober 2016 silam.
Pernyataan Jokowi sangat sesuai dengan hasil survei Global Findex  pada tahun 2014 yang menunjukkan  bahwa hanya 36 persen orang dewasa di Indonesia yang memiliki rekening di bank. Sangat rendah dibandingkan rata-rata global sebesar 62 persen. Serta jauh tertinggal dari Thailand (78 %), Malaysia (81 %) terlebih Singapura (96%). 

Banyak hal menjadi penyebab. Mulai dari takut terkena riba hingga biaya administrasi yang tidak sebanding dengan perolehan bunga. Alasan lain lagi dikemukakan pelaku UMKM. Perputaran uang antar pembeli dan penjual begitu cepat sehingga keharusan menyetor uang ke bank yang letaknya jauh menjadi gangguan kecepatan transaksi mereka.

Akibatnya banyak UMKM tidak bankable. Karena itulah pemerintah gencar menyerukan gerakan non tunai, dan yang terbaru adalah layanan branchless bankingatau layanan keuangan tanpa kantor (laku pandai). Laku pandai merupakan sistem keagenan atau perpanjangan tangan bank yang mampu beroperasi hingga  pelosok daerah.
sumber:  purwakartapost.co.id
Umumnya seorang laku pandai telah membuka usaha jasa pembayaran listrik,  air,  pulsa serta layanan keuangan lainnya terlebih dulu. Konsistensi dan kredibilitas  membuat pihak  bank mempercayai untuk kerjasama.
Jika bank konvensional telah mulai membuka jaringan laku pandai sejak tahun 2016. Beberapa bank syariah baru memulainya di tahun 2017. Layaknya petugas bank, mereka bertugas menerima dan membayar uang tabungan. Bahkan jika instrumennya telah siap,  kelak nasabah bank bisa mengajukan pinjaman melalui laku pandai.
Posisi yang strategis seorang laku pandai sangat penting untuk menyosialisasikan manfaat menabung khususnya menabung di bank syariah. Agar warga masyarakat memahami pentingnya menabung dan keuntungan-keuntungan yang dinikmati jika menjadi nasabah bank syariah. Kupasannya  sebagai berikut:

Nasabah adalah mitra Bank Syariah


sumber: investorsking.com

Prinsip bermitra dengan nasabah yang diterapkan bank syariah pastinya lebih nyaman dibanding hubungan kreditur dan debitur seperti di bank konvensional.

Setiap transaksi dikukuhkan dengan akad yang sesuai hukum Islam sehingga tercipta rasa keadilan dengan adanya transparansi sebelum akad disetujui bersama. Kecuali ada perubahan kesepakatan, nasabah akan menerima hasil investasi yang sama.

Sistem bagi hasil


sumber : linkedin.com
Ciri khas bank syariah adalah penerapan bagi hasil. Sesuai salah satu  prinsip ekonomi Islam adalah larangan riba dalam berbagai bentuknya. Dengan adanya pola  bagi hasil,  bank syariah dapat menciptakan iklim investasi yang sehat dan adil karena kedua belah pihak saling berbagi keuntungan dan potensi risiko yang timbul. Sehingga akan tercipta posisi berimbang antara bank dan nasabahnya.

Hal ini akan mendorong pemerataan ekonomi nasional karena hasil keuntungan tidak hanya dinikmati pemilik modal (nasabah), tetapi juga pengelola modal (bank).

Penerapan sistem bagi hasil dan ditinggalkannya sistem bunga, juga  menjadikan bank syariah lebih mandiri dari pengaruh gejolak moneter baik dari dalam maupun luar negeri.

Akad


sumber: wisegeek.com


Sesuai  UU nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, segala bentuk transaksi yang dilakukan bank syariah harus berdasarkan akad yang sesuai dengan hukum Islam berdasarkan Alquran, hadis dan fatwa MUI.

Yang dimaksud akad dalam bank syariah adalah kesepakatan tertulis yang memuat komitmen untuk menjalankan ketentuan berdasarkan nilai-nilai syariah.

Akad dibagi menjadi 2 kelompok yaitu akad transaksi yang mencari keuntungan dan akad transaksi yang tidak mencari keuntungan. Akad transaksi yang mencari keuntungan  terbagi menjadi 2 produk yakni pembiayaan dan pendanaan. Sedangkan akad transaksi tidak mencari keuntungan terdiri atas 3 produk bank syariah yaitu pendanaan, jasa pelayanan serta kegiatan sosial.

Struktur  Pengawas


sumber: financemagazine.de.com


Nasabah tidak perlu ragu atas operasional dan produk bank syariah, karena bank syariah memiliki struktur pengawas yaitu Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah dan Dewan Syariah Nasional.

Dewan Pengawas Syariah (DPS) mengawasi operasional bank syariah secara independen.  DPS ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional, sebuah badan di bawah Majelis Ulama Indonesia (MUI). Agar sesuai prinsip-prinsip syariah Islam, seluruh produk jasa layanan dan operasional bank syariah harus mendapat persetujuan DPS.

Dana yang disimpan untuk kemaslahatan umat


sumber: quora.com

Salah satu keunggulan bank syariah ialah dana yang disimpan ditujukan untuk kemaslahatan umat. Dengan kata lain , dana yang berasal dari umat akan dikembalikan lagi untuk kepentingan umat.

Hal tersebut sesuai dengan salah satu tujuan pembentukan bank syariah yaitu meningkatkan kualitas hidup umat dengan jalan membuka peluang berusaha yang lebih besar terutama kelompok miskin, yang diarahkan pada kegiatan usaha yang produktif, menuju terciptanya kemandirian usaha.(Sudarsono, 2003:45).

Al-Qardh atau pinjaman kebaikan merupakan salah satu contohnya. Nasabah mendapat bantuan secara cepat dan berjangka pendek. Produk ini digunakan untuk membantu usaha kecil dan keperluan sosial. Dana qardh yang diberikan kepada nasabah diperoleh dari dana zakat, infak dan shodaqah.

Dijamin LPS

sumber: http://auritsniyalfirdaus.blogspot.co.id

Nasabah bank syariah tidak perlu kuatir untuk menabung dan menginvestasikan uangnya di bank syariah karena Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin semua tabungan dan investasi hingga senilai 2 milyar.

Dalam melaksanakan tugasnya, LPS mengemban 2 fungsi yaitu menjamin simpanan nasabah dan ikut serta dalam memelihara stabilitas sistem perbankan syariah. Melalui pola ini penggunaan APBN dapat diminimalisasi .
Islam sebagai ajaran yang rahmatan lil alamin merupakan berkah bagi seluruh alam semesta. Tidak hanya penganutnya yang dapat menikmati bisnis berdasarkan hukum Islam tapi juga seluruh kalangan. Sangat universal.

Tak heran banyak nasabah bank syariah terdiri dari beragam golongan. Pendekatan dan operasional bank syariah membuat nyaman karena uang tidak dilihat sebagai komoditas, melainkan  alat tukar.


Manfaat menyimpan uang di bank syariah pun tidak dimiliki diri sendiri,  juga berkontribusi bagi kemaslahatan umat. Bandingkan jika uang hanya disimpan di bawah kasur. Pastinya  berpotensi terbakar,  hancur/rusak, dan dicuri. Pahala tidak teraih, harta yang dimiliki lenyap sia-sia.

 Sumber:
Detik.com
lps.go.id
kontan.co.id
katadata.co.id


Comments

Tian lustiana said…
Ini memang solusi yang syariah banget yah bu
yups, terlebih bisa dilakukan di rumah ^_^
Larasati Neisia said…
Awam sama yang ginian, makasih buat infonya ya bu 🙏
Dzulfikar said…
Dapet info, ktnya bank syariah dananya juga dpt dari bank konvensional

Popular posts from this blog

The Third Charm, Akhir Yang Membuat Penonton Marah

Bagaimana jika tokoh utama yang ganteng bukan main menjalin kasih dengan second lead, gadis cantik, imut dan menggemaskan? Ternyata penonton memilih agar keduanya happy ending. Sementara tokoh perempuan di maki-maki karena dianggap meninggalkan kekasihnya.
Mungkin itu yang menjadi penyebab ending drama Korea “The Third Charm” dibiarkan cukup terbuka. Penonton boleh berkhayal semaunya. Apakah cukup sahabatan atau menikah?
Tokoh utama pria, Seo Kang-Joon dan tokohperempuan, Esom yang membuat saya kepincut untuk menonton drakor ini. Seo Kang-Joon, rupanya dianggap sukses dalam setiap perannya sehingga tahun 2018, saya menonton 2 dramanya. Marema ya?
Sedangkan Esom, saya jatuh cinta pada sosoknya di Because This Is My First Life. Berperan sebagai sahabat tokoh utama, Esom keren banget. Hihihi tentu saja yang dimaksud keren adalah postur tubuhnyayang tinggi dan penuh. Seksi, tanpa harus berbaju pendek. Bahkan balutan kostum hitam atau putih yang dikenakan, bikin Essom nampak berkelas. Sebetul…

Dewi Kentring Manik, Dewi Cantik Jelita Pelindung Kota Bandung

Kios Agro Datang, Penjual Senang, Emak-emak Happy

Ibu rumah tangga menjerit ..!! Iburumah tangga yang acap disebutemak-emak ini menjadi kelompok masyarakat yang pertama kali tersakiti ketika harga-harga melonjak naik.
Menjelangbulan puasa tahun 2019, harga bawang putih tiba- tiba membumbung tinggi hingga mencapai Rp 100K per kilo gram, padahal biasanya hanya berkisar Rp 25K per kilogram.
Sebelumnya akibat kacang kedelai melonjak tinggi, harga tempepun meroket. Produsen tempe dan penjual tempe mogok hingga pemerintah turun tangan. namun emak-emaklah yang terkena imbasnya. Setiap hari mereka harus menyediakan lauk pauk. Dan tempe merupakan sumber protein termurah.
Tiga tahun sebelumnya, harga cabai rawit yang melonjak naik, hingga mencapai harga Rp 100K/kg. Padahal harga normal hanya belasan ribu rupiah per kilogram.
Penyedia jajanan khususnya UMKM lebih terpukul.

Saya sebagai salah satu dari kaum emak, yang juga pelaku UMKM, sempat menangis kesal. Tidak hanya disebabkan keuntungan yang tergerus habis, juga pernyataan menteri pertanian yan…

Lipstik Untuk Emak

Tini
Tini berjinjit.  
Dia sedang mengintai.

Disana, dibalik pintu kaca, seorang perempuan cantik sedang tersenyum pada cermin.   Sang perempuan cantik mengambil  spon bedak, ditepuk-tepuknya  pipi, hidung dan kening. Kemudian dia meringis.  Memperhatikan deretan gigi putihnya dengan seksama. 
Nampak cukup puas.  Tidak ada potongan cabai diantara geligi.  Dari tas mungilnya, dia mengeluarkan lipstik, menyapu bibir penuhnya dengan warna merah.  Tersenyum kembali pada cermin.  Wajahnya berubah.  Semakin cantik.
Di mata Tini, kecantikan sang perempuan bak bidadari.
“Sssttt Tin, Tiniii ...” Teriakan seorang teman menyadarkannya.
Dia harus bergegas.  Rinai hujan adalah rupiah.
Semakin lama hujan turun  semakin banyak rupiah terkumpul.
Tini berlari, menuruni undakan mall, menuju kerumunan orang yang sedang berteduh. 
Lobby mall selalu menjadi tempat favorit kala hujan turun. “Ojek payung, bu?” tanya Tini pada sesosok perempuan berkaca mata.  Blazer ungunya terkena tempias.  Basah.  Dia menerima payung y…

7 Amalan Bagi Bumi; Yuk Kita Mulai di Bulan Ramadan

“We don’t  Inherit The Earth from our Ancestor, We Borrow it from our Children”Akrab dengan adagium di atas? Iya banget ya? Bumi ini kan nggak hanya dihuni kita sekarang, anak cucu kita nanti juga akan menginjaknya. Jadi sudah seharusnya kita pelihara.
Dan hanya Islam lho yang punya ayat-ayat suci agar umatNya memelihara bumi. Salah satunya: ظَهَرَالْفَسَادُفِيالْبَرِّوَالْبَحْرِبِمَاكَسَبَتْأَيْدِيالنَّاسِلِيُذِيقَهُمْبَعْضَالَّذِيعَمِلُوالَعَلَّهُمْيَرْجِعُونَ Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allâh merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). [ar-Rûm/30:41]
Sebagai muslim, bangga banget  ya punya kitab suci yang lengkap dan  sempurna. Nggak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah dan manusia dengan manusia. Juga manusia dengan alam.  
Karena jika manusia memelihara  alam, maka alam akan membalas kebaikan manusia dengan berlipat ganda. Kebutuhan oksigen yang …

3 Pilihan Investasi Sesuai Syariah Islam. Bisa Banget Dimulai Dari Uang THR

THR?
Yeay benar-benar kata yang menghinoptis. Kata yang mengumbar kebahagiaan. Baru denger kata THR udah bikin tersenyum. Apalagi jika sang THR sudah dalam genggaman. Karena itu berarti bisa beli baju, beli kue, beli hape baru, jalan-jalan, ngasih ke ortu, ngasih ke fakir miskin.
Sebentar, banyak banget yang mau dibeli? Mana buat investasi? Mumpung ada “uang kaget”, mengapa tidak berinvestasi?
Udah ada tabungan. Ngapain lagi harus berinvestasi?
Nah ini dia yang sering dilupakan masyarakat milenial. Terbuai rayuan angin surga,terlebih belanja online mempermudah segalanya, bisa –bisa dalam sekejap uang THR habis tak tersisa. Bahkan mungkin nombok.
Padahal hidup manusia di dunia rata-rata selama 60 tahun. Jika sejak dini nggak pernah berinvestasi, yakinkah bahwa kamu bisa mencari nafkah di usia tua? Jangan-jangan usia 50 tahun sakit-sakitan, bolak balik ke rumah sakit, tabungan habis, rumah terpaksa dijual. Ngenes banget.
Dan tabungan beda banget dengan investasi ya? Tabungan lebih mirip uang…

7 Bekal Wajib Agar Mudik Lancar dan Menyenangkan

Libur tlah tiba
Libur tlah tiba ... hore ... hore ...
Hihihilagu Tasya ini rasanya berkumandang di setiap liburan ya? Dan liburan berarti mudik. Lipat dua deh bahagianya.
Biasanya kami sekeluarga mudik ke Jawa Tengah. Naik kendaraan pribadi, mengular bersama kendaraan lain yang terjebak macet. Namun tetap happy. Macet adalah bunganya mudik. Bahkan kursi mobil sengaja dicopot, agar bisa tidur ketika macet.
Hingga .....
Berita itu tiba. Belasan orang meninggal gara-gara terjebak macet di Brebes Exit.Infrastruktur yang belum tuntas namun dipaksakan ,  dituduh sebagai penyebab. Namun, sejauh mana pemudik menyiapkan diri agar siap menghadapi situasi terburuk? 
Sudahkah pemudik menyiapkan bekal yang cukup dan sesuai?
Sebagai emak dengan 4 anak, menyiapkan bekal mudik menjadi story tersendiri. Nggak mudah. Jangan sampai  merasa bersalah jika ada yang tertinggal atau nggak dicatat untuk dibawa masuk koper/tas.
Selain baju, sepatu, pakaiandan pakaian dalam milik masing-masing anggota keluarga, paling…