Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2018

Di Pasirluyu, Astra Menebar Jala Menuju SDGs 2030

Muis bergegas. Di kawasan rumah tinggalnya, Pasirluyu, awan mulai menghitam. Semilir angin menggantiposisi teriknya mentari. Pertanda sebentar lagi hujan akan turun.
Muis menyeret kaki kirinya yang bengkak. Beberapa hari lalu, ketika sedang mengatur parkir,kakinya terlindas ban mobil. Beruntung dokter bilang, lukanya tidak serius. Kini, sambil menunggu lukanya sembuh, Muis membantu istrinya mengurus order laundry. Menerima cucian kotor, menyucinya, menjemur kemudian menyetrika.
Bernama asli Suhendar, Muis mendapat kesempatan berwirausaha melalui program Kampung Berseri Astra (KBA). Muis mendapat 2 perangkat mesin cuci, penambahan daya listrik menjadi 2.200 watt, dan pasokan cucian kotor dari 3 bengkel Astra.
Peluang pindah profesi digunakan sebaik-baiknya oleh Muis. Dia sadar, usia membatasinya untuk bekerja serabutan.Tubuhnya yang mulai menuamembutuhkan istirahat lebih lama dibanding ketika masih berumur 30 tahunan.
Berkat keuletan dan ketekunan Muis, UKM “Muis Laundry”mulai mengucurkan …

Pernikahan Dini, Akibat dan Solusi

“Setiap tujuh detik, setidaknya ada satu gadis cilik berusia di bawah 15 tahun yang menikah”
Demikian laporan terbaruSave the Children, kelompok pegiat anak internasional. Penelitian ini menyebutkan gadis-gadis cilik berusia 10 tahun dipaksa untuk menikah dengan pria yang jauh lebih tua di sejumlah negara seperti Afghanistan, Yaman, India dan Somalia. (sumber).
Bagaimana dengan di Indonesia?
Pastinya kita belum lupa dengan kasus Syekh Puji, pria 51 tahun yang menikah dengan Lutfiana Ulfa (12 tahun). Walaupun Syekh Puji akhirnya dijebloskan ke penjara karena terbukti melanggar melanggar Pasal 81 UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, namun nasib Lutfiana tidak berubah. Tetap menjadi istri Syekh Puji danlahir 2 anak dari perkawinan tersebut.
Juga kasus sejoli dari Kecamatan Bantaeng, Sulawesi Selatan, antara anak laki-laki berusia 15 tahun dan perempuan 14 tahun.Tidak ada satupun dari calon mempelai yang memenuhi syarat minimal usia sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 7 Undang-Unda…

Trac Datang, Liburan Lancar, Bablas Ribetnya!

Libur tlah tiba.... libur tlah tiba Hore ... hore ... hore! Tanpa sadar penggalan lagu Tasya didendangkan ketika akhir tahun menjelang. Ada rangkaian libur Natal dan Tahun Baru. Natal berarti keluarga besar bersenang-senang dengan kue-kue, dan berbagai masakan mewah. Maksud mewah adalah diada-adain, bukan  hidangan harian.
Sedangkan Tahun Baru, hmm ... rasanya langsung tercium deh beragam makanan yang dipanggang.Ada sate, sosis, ayam bakar, jagung. Apalagi jika pesta bebakaran di pinggir pantai. Ups, di pegunungan juga gapapa. Asal jangan di rumah. Bosen!
Apa? Ngga suka berlibur?
Wah, kalo mau sehat, setiap orang harus meluangkan waktu untuk berlibur lho. Dalam penjelasannya, WHO menyebutkan bahwa fisik membutuhkan makanan, minuman dan olah raga.  Sedangkan untuk kesehatan mental, salah satunya dengan berlibur. Penjelasan rinci mengenai pola hidup sehat menurut WHO, bisa dibaca di sini:
Badan Pegal Linu Bukan Pertanda Harus Dipijat
Dikutip dari dailymail, suatu penelitian di Universitas Pitts…

Badan Pegal Bukan Pertanda Harus Dipijat, Melainkan ...

Sering merasa pegal linu dan tubuh terasa tidak nyaman? Solusinya bukan mencari tukang pijat, melainkan harus olah raga. Tentunya oleh raga yang sesuai. Yoga dan senam, merupakan jenis olahraga yang akan membantu tubuh terasa bugar kembali.
Salah kaprah juga terjadi pada pemahaman kondisi “sehat”. Sehat diartikan sebagai tidak sakit batuk, pilek, dan penyakityang ditakuti seperti jantung,kanker, dan stroke.
Padahal yang namanya sehat ngga sekedar “ngga sakit fisik” tapi juga psikis dan kesejahteraan sosial. Maksudnya, mereka yang mengasingkan diri dari pergaulan sosial termasuk pasien yang harus diobati.
Karena ituWHO mendefinisikan sehat sebagai berikut :  “Health is a state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of diseases or infirmity”. Dengan semakin majunya teknologi, wawasan mengenai kesehatan dan perubahan sosial rupanya juga perlu di-upgrade ya? Ngga sesederhana masa hidup ortu kita. Iyalah jaman beheula kan belum ada smartphone.
Karena itu …