Skip to main content

Jalan Terjal Menuju Happy Blogging

source: shannonksteffen.com


Nyut ....nyut ...nyut ....
Bukan, itu bukan gerakan  squishy melainkan kepala saya yang protes karena digunakan over dosis. Usai membaca data yang dikirim dalam bentuk ppt, dilanjut membuka laman yang berkaitan. Dengan satu tujuan, ingin ikut blog competition mengenai perbankan syariah yang diselenggarakan Kompasiana.

Tidak hanya perbankan syariah yang menurut saya nyrempet ilmu ekonomi yang didapat di bangku kuliah. Juga berbagai topik lainnya. Begitu mendapat ide, langsung tulis. Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, Jokowi, Ahok  hingga Anies Baswedan, pernah saya bidik. Dengan style emak-emak tentu  ^_^

Tidak hanya mereka,  sosok sekelas pemimpin negara, tanpa tedeng aling-aling, saya tulis. Mulai dari  Susilo Bambang Yudoyono, Jokowi (setelah menjadi presiden), Halimah Yacob (Perdana Menteri Singapura) dan sosok fenomenal Barack Obama.

Saya tidak menggubris anjuran founder Kompasiana, Pepih Nugraha agar menulis berdasarkan niche atau membahas satu topik saja. Jangan beragam. Dikuatirkan tulisan akan kurang mendalam. Sempat sih hanya ingin menulis masalah sampah yang menjadi passion saya. Tapi lagi-lagi tergelincir menulis banyak hal. Godaaannya itu, mana tahannn ...

Cukup banyak tulisan saya di Kompasiana. Mulai menulis sejak 26 Maret 2010, jika setiap minggu publish satu tulisan, bisa dibayangkan jumlahnya.
Hingga ....

Lenyap
Kompasiana berulang kali bebenah. Baik penampilan, maupun kategori tulisan. Tatkala itulah, saya melihat tulisan-tulisan saya lenyap. Ada yang unpublish sementara. Namun hilang, ketika dicari. Ada yang hanya berbentuk rekaman judul. Sayangnya tidak bisa dibuka ketika diklik.
Pingin nangis? iyalah.  Buat saya menulis adalah perjuangan.  Tidak seperti banyak penulis produktif yang mampu menulis 2- 3 tulisan per hari. Saya butuh   warming up cukup lama. Paling cepat 3 hari baru rampung 1 tulisan. Itupun bolak balik saya edit.

Banyak Blog
Akhirnya, daripada mangkel sendirian, tidak ada yang dengar, tidak ada yang peduli. Saya membuat beberapa blog untuk memindahkan tulisan-tulisan saya yaitu:
Permata Dibalik Limbah, sebetulnya blog ini dibuat sebelum saya mendaftar di Kompasiana. Isinya tentang sampah dan pernak perniknya. Karena sesudah anak-anak besar, saya menekuni bidang yang sekarang terasa seksi. Dulu sih, hmmm...
Kaisa Indonesia. Banyak tulisan saya mengenai pemberdayaan perempuan. Khususnya temuan lapangan yang saya sajikan dalam tulisan di Kompasiana. Blog ini memuat semua itu.
Green Planet. Selain ketertarikan pada sampah, banyak tulisan saya mengenai climate change, penghijauan dan tulisan seputar sustainable environment yang kurang cocok dimasukkan ke blog Permata Dibalik Limbah. Karena itu saya membuat blog Green Planet.
Curhat Si Ambu. Last but not least, blog ini isinya gado-gado, namun cenderung mengangkat lifestyle. Baik kesehatan, finansial, tekno hingga fiksi. Tema gado-gado dengan 5 cabai rawit agar tidak terlalu pedas. :D

Seperti memiliki lemari dengan banyak laci, begitulah saya memperlakukan tulisan-tulisan. Banyak tema. Setiap tema memiliki lacinya masing-masing. Ketika ide menulis muncul, saya nge-draft kemudian  memindahkannya sesuai tema.

Tapiiii......, menulis di Kompasiana dengan beragam tema,  tetap saya lakukan. Tulisan tersebut nantinya dipindah ke blog dengan revisi judul dan paragraf .

Apakah Anda seperti saya? Mudah tergelincir, menulis dengan beragam tema? Apapun itu, yang terpenting selalu happy ketika blogging. 

Setuju?

Comments

Ewa Febri said…
Dari bahasanya sudah kelihatan banget mbaknya menempatkan tulisan itu sangat istimewa. Pilihan kata, dan runutnya cerita bikin yang baca itu teredukasi. Hihi.. terima kasih sudah berbagi mbaak..
saya malah nggak pernah punya akun di kompasiana mbak. hehehe
grandys mawarni said…
Wuaaaah super inspiratif mbaaa. Apalagi persoalan environment dan sampah, bahkan sampai bisa bikin beberapa blog gitu
Ahai @Ewa Febri, salam kenal ...
Alhamdullilah jika runut, tapi mungkin karena keseringan ngedit, tulisan saya ngga kelar-kelar :D
Asyik lho nulis di Kompasiana

sssttt banyak benefitnya :)
hehehe ....sebetulnya bikin banyak blog agar tulisan ngga hilang :D :D
Anonymous said…
If some one wishes expert view on the topic of running a blog afterward
i recommend him/her to pay a quick visit this webpage, Keep up the good work.
Anonymous said…
Spot on with this write-up, I absolutely feel this web site needs much more attention. I'll probably be back
again to see more, thanks for the info!

Popular posts from this blog

The Third Charm, Akhir Yang Membuat Penonton Marah

Bagaimana jika tokoh utama yang ganteng bukan main menjalin kasih dengan second lead, gadis cantik, imut dan menggemaskan? Ternyata penonton memilih agar keduanya happy ending. Sementara tokoh perempuan di maki-maki karena dianggap meninggalkan kekasihnya.
Mungkin itu yang menjadi penyebab ending drama Korea “The Third Charm” dibiarkan cukup terbuka. Penonton boleh berkhayal semaunya. Apakah cukup sahabatan atau menikah?
Tokoh utama pria, Seo Kang-Joon dan tokohperempuan, Esom yang membuat saya kepincut untuk menonton drakor ini. Seo Kang-Joon, rupanya dianggap sukses dalam setiap perannya sehingga tahun 2018, saya menonton 2 dramanya. Marema ya?
Sedangkan Esom, saya jatuh cinta pada sosoknya di Because This Is My First Life. Berperan sebagai sahabat tokoh utama, Esom keren banget. Hihihi tentu saja yang dimaksud keren adalah postur tubuhnyayang tinggi dan penuh. Seksi, tanpa harus berbaju pendek. Bahkan balutan kostum hitam atau putih yang dikenakan, bikin Essom nampak berkelas. Sebetul…

Dewi Kentring Manik, Dewi Cantik Jelita Pelindung Kota Bandung

100 Days My Prince; Janji Setia Seorang Pangeran Cilik

“Aku menyukaimu” “Aku akan mengawinimu” Kata seorang anak laki-laki pada gebetannya, Yoon Yi-Seo,  perempuan cilik yang periang, cantik dan pemberani.
Sekian puluh tahun berlalu, Lee Yool, nama anak laki-laki tersebut, rupanya selalu  berpegang teguh pada janjinya dan Yi Seo pun selalu mengingatnya.
Mengambil  genre sageuk fusion alias kisah dengan setting masa lalu yang dimodifikasi (fiksi, bukan berdasarkan sejarah sebenarnya), drama Korea “100 Days My Prince”  sebetulnya ngga terlalu spesial. Khususnya jika dibandingkan dengan drakor bergenre serupa.
Pemeran utama mengalami lupa ingatan. Ide klise yang telah digunakan sejak “Meteor Garden”nya drama Taiwan. Kemudian diramu dengan kehidupan sang pangeran sebagai rakyat jelata selama 100 hari.
Yang menjadi pembeda adalah aktor dan aktrisnya yang sedang naik daun. Sang pangeran Lee Yool diperankan D.O. personil EXO, sedangkan Yoon Yi-Seo atau Hong Shim diperankan aktris cantik Nam Ji-Hyun.
Apabila Anda mencari tontonan yang menghibur, “100 Da…

Nostalgia 7 Majalah Favorit

Punya majalah favorit?
Maksudnya tentu majalah cetak. Skip majalah Bobo ya? Selain karena udah kelamaan eranya, juga ngga ada saingan. Sementara 7 majalah favorit yang terpilih karena target segmen serta  ragam topik  yang disajikan.
Tentu  beberapa majalah sudah almarhum alias rest in print. Huhuhu sedih, padahal walau udah ngga berlangganan, sesekali saya masih suka beli. Rasanya lebih nyaman membaca versi cetak dibanding online-nya. Mata ngga capek. Ketika  lelah, si majalah bisa menjadi penutup wajah, pengantar tidur. Coba deh membaca via   ponsel atau tab, kan ngga bisa untuk penutup wajah.  :D  :D
Oke langsung aja kita ngobrolin  majalah favorit yang dimaksud. Ini dia:
Majalah Horison
Awalnya saya membaca majalah Horison karena terpaksa. Sebagai anak ABG yang gemar melahap habis semua bacaan, saya kehabisan buku serta majalah, eh ada majalah isinya cerpen, baca ah ..... Ternyata, ... bahkan hingga kini, saya masih sering mengulang paragraf demi paragraf artikel/cerpen/puisi  yang dimu…

5 Situs Download Gratis Drama Korea yang Recommended Banget

Suatupagi perbincanganWA Grup Komunitas Memasak yang biasanya riuh dengan berbagi resep makanan, tiba-tiba berubah menjadi: “Download aja teh, ngirit kuota” “Wah saya belum nonton ... . Bikin penasaran!”
Ya, kami sedang bergunjing mengenai drama Korea. Drama Korea apa saja yang bagus, yang belum ditonton dan yang penting ini nih: situs yang direkomendasikan untuk men-download drama Korea bersubtitle Indonesia. Tujuannya tentu saja untuk ngirit kuota. Emak-emak dimana saja umumnya sama: pingin hemat!:D :D
Kala itu, semua cara menonton drama Korea sudah saya coba, hanya mengunduh yang belum.Tentunya jadi penasaran. Selalu ada sesi yang jengkelin ketika menonton drakor . Menonton via player DVD misalnya, banyak keping DVD yang tidak berjalan mulus. Katanya sih proses burningnya yang bermasalah.Tapi pan jadi riweuh,saya harus bolak balik. Menonton via DVDberarti juga nyampah. Usai menonton, kepingan DVD ngga tau harus diapain. Ada usul?
Cara berikutnya melaluisaluran berbayar. Apesnya harus sta…

Ngemil Syantikkk Ala Syahrini Bareng Nenasz Cookies

Syantik. Kata itu dipopulerkan Syahrini bersama sejumlah kata lain seperti cetar, sesuatu,  bulu mata badai,  jambul khatulistiwa dan kata-kata nyleneh lainnya.  Sosok lain yang gemar membuat kata-kata ajaib adalah Viki Prasetyo dan Cinta Laura. Kreator kata yang menjadi kesatuan dengan branding mereka.
Andai mereka berkampanye ... Maksudnya bukan kampanye pilpres atau  kampanye  pileg,  namun kampanye untuk kemaslahatan seperti diversifikasi pangan. Lahan yang belum banyak disentuh. Jangankan selebriti, nampaknya para pejabat juga “pelit” bicara tentang diversifikasi pangan.
Ketinggian miimpinya ya? Gubrak deh .... :D Gini  kisahnya. Berawal rencana membuat tulisan personal branding ala Syahrini part 2, ngga sengaja saya lihat iklan cookies yang dibintangi Syahrini. Langsung deh kepikiran: “Ah, andai Syahrini jadi model iklan cookies non tepung terigu. Bakal sukses deh program diversifikasi pangan kita”
Baca juga: Pingin Personal Branding ala Syahrini? Begini Caranya!Julia Perez; Don’t Judg…

3 Bekal ke Tanah Suci, Yuk Persiapkan Sejak Dini

Pingin ibadah ke tanah suci?

Mayoritas pasti menjawab “pingin”, Justru rada aneh jika ada yang  bilang: “ga mau!”
Tapi jujur deh, selain bilang pingin, udah punya persiapan belum?  Hehehe walau malu, saya akui belum.  Padahal mau berpergian jarak dekat seperti Bandung – Jakarta aja pastinya bikin persiapan seabrek. Mau naik apa, mau bawa baju berapa, jangan lupa bawa ini, itu ... isi listpun panjang berderet-deret.
Bagaimana isi list berhaji?  Jangan  cuma titip doa lewat  teman yang mau berangkat ke tanah suci, kemudian mengira bisa sim salabim  .... sampai!
Allah pasti akan bilang: “Ta’uuk ye, usaha dong, usaha”.
Hehehehe ..... iya Allah,  maapin saya atuh.   #tutupmuka
Jika ngga ada usaha, ya jelas bakal ditegur. Udah mah jauh, kuotanyapun terbatas,  harus menunggu  10 – 15 tahun sebelum saatnya berangkat.
Nah, waktu tunggu yang lama ini juga bikin saya ragu. Duh, nyampe ngga ya? Jangan-jangan udah tutup mata selamanya sebelum berangkat. Beruntung ada tausiah  ustaz Aam Amirudin yang men…