Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2018

Ternyata Saya Punya Koleksi! Tanaman, Buku dan Pernak Pernik

Saya pikir saya ngga punya koleksi. Karena saya enggan keterikatan yang membuat menangis. Iya kan? Punya koleksi berarti punya kesayangan. Sementara kehilangan benda menjadi suatu keniscayaan.
Namun mungkin, setiap manusia memiliki kecenderungan mengoleksi sesuatu. Apakah itu perhiasan,keramik atau yang remeh seperti piring hadiah membeli sabun colek.
Sesudah saya memutari rumah, saya menemukan kenyataan bahwa saya punya koleksi. Apa saja? Ini dia:
1.Tanaman Langka, Sikas dan Zamia

Sikas atau Cycas. Tumbuhan mirip palem, tapi ngga sodaraan. Atau bukan sodara dekat. Hanya daunnya yang mirip. Terlebih dengan pakis. Walau daun mudanya juga melingkar seperti pakis. Sikas dan pakis ngga punya “hubungan darah” atau bukan berasal dari satu pohon keluarga.
Saya mengoleksi sikas sejak anak-anak masih batita. Alasannya karena sulit dikembangbiakkan. Harus menunggu anakan tumbuh dari tanaman dewasa. Alasan yang sungguh aneh.^_^
Perawatannya mudah sih. Cukup disiram dan dipupuk. Sayangnya sikas disukai…

Perempuan Wajib Nonton 5 Film Inspiratif Ini

“Film apa yang kamu sukai?”
Waduh, bingung dong saya. Karena banyak banget. Mulai dari Ratatouille yang ditonton semua umur, hingga Lady Macbeth yang dianjurkan untuk 17 tahun plus. Berbagai genre filmpun saya lalap habis.Saya ngga peduli, apakah action, petualangan, komedi, kejahatan/gangster, drama, historical, horror dan musical. Saya suka, saya tonton. ^_^
Tapi hanya beberapa yang saya simpan dalam laptop. Film bertemakan perempuan. Tentunya bukan sembarang perempuan. Namun, perempuan yang kuat, perempuan yang mau berjuang.
Sleeping With The Enemy (1991)
Film berdasarkan novel yang dikarang Nancy Priceini berkisah mengenai Laura Burney yang terbelenggu dalam cinta posesif suaminya,Martin.
Ngga hanya mengekang Laura untuk berhubungan dengan dunia luar. Martin juga mengurung istrinya di sebuah rumah mewah. Di pinggir pantai. Namun yang paling menyiksa adalah kekerasaan fisik serta marital seks atau pemaksaan hubungan seks. Walau dilakukan dalam ikatan suami istri, marital rape termasuk k…

Story Telling 5 Blogger Ini, Keren Banget!

“Saya marah!”, kata Editor at Large di Tirto.ID, Zen RS.
“Itu story telling yang salah”, lanjut Zen. Dalam suatu pelatihan cara menulis,Zen RS menerangkan bahwa ada 3 cara penyampaian topik dalam menulis yaitu deskriptif, analitik dan story telling atau membicarakan sesuatu dengan bercerita.
Dalam kasus tokoh utama sedang marah. Story telling harusmenuturkan pada pembaca mengenai kemarahan sang tokoh. Alih-alih hanya sekedar bilang: “Saya sedang marah!”
Story telling inilah yang sedang saya pelajari. Bertutur agar pembaca nyaman sejak awal hingga akhir tulisan. Tujuannya agar pesan yang “berat”dapat disampaikan dengan menyenangkan. Pembaca tidak perlu mengernyitkan kening.
Nah, di jagad blogging, banyak banget blogger yang piawai dalam story telling. Kali inisaya hanya mengambil 5, agar tulisan ini ngga kepanjangan. Karena jika menuruti kata hati, saya akan menyantumkan puluhan blogger, pakar story telling.
Dahlan Iskan
Siapa yang tak kenal Dahlan Iskan?Mantan CEO Jawa Pos Grup, mantan Dir…

Tanpa Kacamata Aku Merasa "Buta"

“Mana kacamata?”
Setelah dicari ke seluruh penjuru rumah, ternyata kacamata sedang dipakai. Kedua gagangnya terpasang syantikkk di kedua telinga.
Pernah melihat kejadian tersebut? Atau malah pernah mengalami? Saya sih sering. Akibat kebiasaan memasang kacamata sebelum menekan tuts keyboard, saya keraplupa bahwa kacamata tidak saya tanggalkan. Jadi dicari kemanapunngga akan ketemu.  :D
Jengkelin banget ya?
Saya merasa “buta” tanpa kacamata. Jangankan membaca, sekedar tandatangan, saya harus menggunakan kacamata. Menonton televisi, pakai kaca mata. Membuat kue, pakai kaca mata. Mungkin hanya ke kamar mandi yang ngga memerlukan kaca mata.
Awal harus menggunakan kacamata karena saya sering bandel. Membaca sambil tiduran. Membaca novel memang melenakan. Tak peduli lapar. Tak peduli hari mulai sore dan sinar yang masuk kamar mulai remang-remang.
Hingga dokter mata menjatuhkan vonis. “Selamat memasuki usia tua”, katanya. Plus satu. Sesudah itu, kelainan mata akibat usia tua ini bertambah parah. Pl…