Berburu Kuliner Pedas di Pucuk Coolinary Festival



Kuliner pedas? Wow Kota Bandung sih jagonya. sebutlah seblak, keripik, makaroni,  bakso isi sambal dan pastinya “Mak Icih”.  Keripik singkong nan fenomenal yang mengawali  era kuliner pedas dengan berbagai  level. di Indonesia.  Semakin tinggi level, rasanya semakin pedas.

Jejak keberhasilan  “Mak Icih” diikuti banyak pemilik usaha kuliner lain. Tentu saja sah-sah saja. Dalam usaha kuliner yang terpenting menjaga agar pelanggan selalu loyal. Karena merekalah yang akan mempromosikan. Dari mulut ke mulut.

Jika mau ditelisik, usaha kuliner pedas cuma terbagi  3:

1.        Sambal pedas. Lauknya bisa apa aja. Ayam geprek, bebek goreng, seafood atau lainnya.
2.       Makanan utama yang pedas, misalnya mi pedas,  nasi goreng pedas, nasi rempah pedas.
3.       Camilan pedas, seperti seblak, cilok, keripik, makaroni.

Bagaimana dengan bakso pedas? Sebetulnya masuk ke sambal pedas, agar menarik perhatian, sambal dimasukkan ke dalam bakso. Variasi bentuk dibutuhkan  untuk menunjang promosi.

Pucuk Coolinary Festival


Nah, di event Pucuk Coolinary Festival, penggemar  kuliner pedas bisa hunting yang serba pedas  hingga puas.  Pucuk Coolinary Festival,  merupakan festival kuliner terbesar di Jawa Barat yang diprakarsai Teh Pucuk Harum, dengan  100 lebih tenant favorit yang siap memanjakan penggemar kuliner.

Tentu saja ngga hanya lovers kuliner pedas yang akan terpuaskan, juga penggemar rasa gurih dan manis. Sesuai zona yang ditetapkan.

Bandung menjadi kota kedua setelah Malang, tempat Teh Pucuk Harum menggelar festival kuliner yang berlangsung sukses.  Dan kali ini di Bandung,  mengusung  tema   “ Temukan Rasa Favoritmu”,  Pucuk Coolinary Festival memberikan yang terbaik bagi para foodies dan pemilik kuliner.

Digelar pada 27 Oktober 2018 , “ Pucuk Coolinary Festival” berlangsung 2 hari hingga 28 Oktober 2018.  Pembukaan diresmikan  oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandung, Priana Wira Saputra, Kepala Bidang Dinas Perindustrian & Perdagangan, Arifin, serta Sales & Marketing Director PT. Mayora Indah Tbk., Riko Sistanto




Rupanya event kuliner “ Pucuk Coolinary Festival” sangat dinanti.  Terlihat dari antusiasme pengunjung yang memenuhi Lapangan Pusenif Kota Bandung,. Usai peresmian, mereka langsung menyerbu dan memilih kuliner kesukaannya.

Saya bertemu dengan sepasang kekasih yang sedang menikmati mi kocok Mang Dadeng.
“Enak?” tanya saya. Keduanya mengangguk.
“Harganya gimana? Lebih mahal atau sama aja?” tanya saya penasaran.
“Emmm.... ngga tau kita belum pernah kesana”.  

Oh oke, ternyata event ini  sangat bermanfaat bagi banyak pihak. Warga masyarakat nggak perlu jauh-jauh pergi ke lokasi aslinya. Cukup datang ke Pucuk Coolinary Festival, maka banyak jajanan yang awalnya hanya dilihat di televisi atau direkomendasikan seorang teman, kini dapat dinikmati sepuasnya.

Harganyapun disesuaikan. Panitia telah mengimbau tenant untuk menyiapkan porsi dengan harga terjangkau. Namun tak tertutup kemungkinan jika ingin porsu spesial. Seperti  yang diungkapkan Marketing Manager RTD Tea & Juice PT Mayora Indah Tbk., Erick Harijanto saat ditemui di pembukaan gelaran Pucuk Coolinary Festival:

 ”Bandung selalu menjadi pilihan destinasi wisata kuliner favorit utama yang sering dikunjungi. Berbagai kuliner Bandung dan segala inovasinya tentu selalu dinantikan oleh para foodies dari berbagai kota di Indonesia. Ratusan tenant kuliner di Pucuk Coolinary Festival selama dua hari ini siap memanjakan lidah dan perut foodies dengan harga yang pas dan sesuai porsi. Selain itu, tidak perlu khawatir bosan dengan rasa kuliner yang itu-itu saja, karena tenant kuliner di Pucuk Coolinary Festival terbagi dalam 3 zona rasa favorit, yaitu Manis, Pedas, dan Gurih”, ujar Erick.

Event yang Meriah

Foodies dengan voucher discount Rp 10.000

Asyiknya lagi,  pengunjung  akan dimanjakan dengan berbagai  sesi acara unik.
Apa aja? Ini dia:

·         Happy Hour” di jam-jam tertentu.  Di waktu ini foodies bisa menikmati kuliner dengan mendapatkan potongan harga spesial. Yaitu voucher senilai Rp 10.000 yang didapat setelah  menunjukkan botol Teh Pucuk Harum (isi atau kosong). Ukuran apapun.
·         Spicy King Noodle Contest. Foodies  bisa ikut berkompetisi  dengan menyantap mie jumbo pedas dalam waktu dan level pedas yang sudah ditentukan.
·         Akan ada 10,000 porsi  batagor dari Teh Pucuk Harum yang akan dibagikan pada para foodies selama acara Pucuk Coolinary Festival berlangsung.
·         Pemilihan Tenant Favorit. Pengunjung akan memilih tenant favorit, tentunya yang memberi service menyenangkan dan kooperatif.  Tenant Favorit yang mendapat voting terbanyak  dari foodies  akan mendapat hadiah uang tunai senilai jutaan rupiah untuk memajukan bisnis kulinernya.
·         Hadiah grand prize 1 unit sepeda motor Yamaha NMAX serta uang tunai untuk foodies yang akan dibagikan setiap harinya apabila foodies berpartisipasi dalam memilih tenant kuliner favoritnya. Jiah asyik banget, cuma milih tenant favorit, bisa bawa pulang sepeda motor Yamaha NMAX.
·         Penampilan musik Angsa & Serigala, Mustache and Beard, serta D’synthetic akan menghibur para foodies berburu kuliner.


Namun yang paling membuat nyaman adalah kebersihan yang terjaga. Sampah selalu jadi masalah event kuliner. Karena itu nampaknya panitia menyiagakan petugas kebersihan yang selalu siap dengan sapu dan cikrak. Juga mengangkat perangkat makanan yang telah selesai digunakan,  dengan sopan.

Hunting Kuliner Pedas

Jengkol balado
Begitu tau bahwa ada 3 zona kuliner, saya langsung menetapkan Zona Pedas sebagai buruan. Soalnya “apalah arti hidup, tanpa rasa pedas”.  Halahhh ^_^  

Semenjak mudah merasa mual, tak pernah seharipun terlewat tanpa makan masakan pedas. Selain itu, cabe rawit, si pemilik rasa pedas, memiliki banyak manfaat. Saya ngga pernah sembelit lagi. 

Cabai  rawit juga memiliki kandungan vitamin C cukup tinggi.  Bahkan lebih banyak daripada satu buah jeruk. Kadar vitamin C dan betakaroten (provitamin A) pada cabai rawit lebih tinggi daripada buah-buahan seperti jeruk, nanas, mangga, dan semangka. (sumber: vemale.com)

Wow banget, bukan?

Di Pucuk Coolinary Festival, tenant yang menyajikan kuliner pedas, banyak banget. Ini dia mereka:


Bingung? Sama.

Akhirnya dengan berpatokan pada pemahaman saya mengenai kuliner pedas di paragraf awal. Juga ingin mencicipi  kuliner yang belum dicoba, akhirnya saya memilih ini.

Alas Daun



Lokasinya sih dekat, di jakan Citarum nomor 34 Bandung. Tapi duh, kok ya ngga pernah pas waktunya untuk mampir. Dan sayapun ngeces ngelihat penampilan lauk pauknya. Ayam geprek dengan sambal nan pedas. Oseng-oseng bunga pepaya, balado kentang, balado jengkol dan balado ikan teri.


Balado ini nampaknya keunggulan Alas Daun. Jengkol dan kentang diris tipis, sebelum digoreng dan diberi bumbu balado. Rasanya? Luar biasa!

Mie Bakso Trisno


Mie bakso? Kok biasa banget? Ada sebab saya memilihnya. Saya mengenal Bakso Trisno puluhan tahun silam. Belum menikah. Awalnya mereka mangkal di trotoar. Sekarang sudah memiliki banyak cabang.
Pingin mampir dan bernostalgia  setiap melewati Cimahi. Namun kok ya ngga punya kesempatan. Akhirnya  rasa penasaran itu terlampiaskan di event Pucuk Coolinary Festival. Tandas sudah satu mangkok mi bakso campur yang  disiram 2 macam sambal. Sambal cabai merah  dan sambal cabai rawit hijau.  Pedasnya endeus pisan! Nagih ... ^_^
Walau aneh juga ya, seharusnya Mie Bakso Trisno kan masuk zona gurih? Mereka ngga punya mie bakso pedas seperti Bakso Bujangan.
Atau punya?


Blogger Bandung, Kami Datang Untuk Memviralkan Berita Benar dan Akurat



Comments

Yayu Arundina said…
Asyek ya bun bisa berburu kuliner pedas di satu tempat. Hemat dan efisien waktu.
Dedew said…
Ya ampun pedas, hmmmm aku mah nyerah, pilih zona manis ajh
Intan Rosmadewi said…
Hadow dweeh eta cemgek. Yang sepuh keq Bunda ndaak dweh Ambuh takuut
Fanny f nila said…
Waduuuuh, kalo ada di jkt aku bakal datangin nih. Secara suka bangeeeeet makanan pedas :). Bener mba, makanan tanpa rasa peses, seperti ga makan itu hahahaa.. Mungkin krn aku idh dibiasain ama pedes2an sejak kecil. Orang batak, kako masak tanpa cabe, kayak ga puas mereka :D. Gitu juga mamaku.. Jd aku terbiasa banget dan selalu favoritin makanan pedes tiap kali makan
wuaa, ini mah fav sha atuh bunn 😊
Ibuuu, aku juga hobi banget makan pedas.
Dan itu seriusan hidangan Alas Daun sungguh menggiurkan sekali sih! Pengeeeen!
iya pisan teh @Yayu, mana murah, dan bisa dapet kuliner gratis ... :D :D
Ih Dedew, kebanyakan manis bisa diabetes

mending pedas, karena menyehatkan :D
cengek menyehatkan bun @Intan, banyak vitaminnya :)
Tosss @Fanny ....

Apalah arti hidup tanpa rasa pedas :D :D
Tosss @Vanisha

walau pedes bikin kita menangis campur meler, tapi ga pernah kapok :D
@Hayuk Erry, sekali-kali kita jakan ke Citarum, ke Alas Daun

kita cobain menunya yang serba pedas :)
Afrizal said…
Mantap jiwa, makannya buanyak tumpah ruah, saya sampe bingung mau beli yang mana
Demia Kamil said…
Sedih kemaren ga sempet melipir ke zona pedas padahal penasaran pengrn cobain sesuatu di zona pedas hehehe
Gita said…
Wah ambu doyan pedas. Makanan pedas emang suka menggoda tapi aku nyerah kalo udh perpedasan mah.icip doang paling hehe
bener tuh , event event pengumpyl kuliner ini emang berharga buat kita yang susah kemana mana ,, tapipengen makan enakk yang dimana mana hahahah

Popular Posts