Skip to main content

Kemarin, Saya Bermimpi Punya ASUS X555

 ASUS X555 


Cantik dan elegan,  sebuah laptop bertengger dengan nyaman di pangkuan. Tanpa sadar saya mengelus covernya. Hitam legam, warna  favorit, dengan logo metalik menyiratkan kata ASUS.  Nampak kokoh dan mengesankan.

“Keren kan, ambu*?”, tanya Yulia sambil membantu membuka laptop yang menampakkan desain ergonomis. Pintasan keyboard dan penempatan tombolnya membuat penggunanya  nyaman beraktivitas.

“Saya pakai laptop ASUS udah 3 tahun, ambu. Lancar jaya, ngga pernah diservice”, lanjut  Yulia.

Saya mengangguk, mempercayai setiap katanya. Yulia seorang blogger yang mengkhususkan diri mengulas komputer dan perangkat semacam. Agar selalu mendapat data terbaru, dia bergabung dengan beberapa komunitas.

Laptop ASUS X555 yang direkomendasikan Yulia sungguh mencuri hati. Bentuknya ramping dan hanya berbobot 2,3  kg.  Sangat cocok dengan kegiatan saya sebagai social worker  yang kerap harus  keluar masuk pelosok daerah sambil menenteng laptop.

Laptop dibutuhkan untuk menyampaikan materi  pada anggota komunitas dampingan. Bantuan  gambar atau video melalui layar laptop merupakan cara terampuh. Itupun mereka sering gagal paham.

Contohnya kemarin, usai memberi penjelasan mengenai cara memroses sampah organik, saya menunjukkan berbagai gambar komposter Sobirin. Mulai tampak samping, tampak atas dan tampak depan ketika kompos dipanen. Eh, rupanya nggak cukup berbusa-busa mulut saya menerangkan dengan demikian detail. Mereka salah membangun komposter. Harusnya komposter dibangun di atas tanah agar air lindi sampah teresap, tidak menimbulkan bau.

Lha mereka malah membangun komposter di atas lahan berkeramik. Membayangkan bangunan komposter yang harus dibongkar dan  dana yang terbuang sia-sia membuat saya menggaruk kepala yang tak gatal. Baru berhenti ketika kerudung terasa morat marit. #duh.

Situasi makin terasa ngenes ketika “tubuh” laptop bekas yang saya gunakan tiba-tiba panas dan laptop pun padam. Jika sudah demikian alamat harus menunggu seharian hingga laptop sembuh, suhu mendingin  dan saya bisa beraktivitas kembali.

Namun,  saya harus bersyukur masih bisa bekerja dengan laptop lungsuran keponakan tersebut. Karena sesudah maling menggondol laptop kesayangan, saya belum mampu membeli laptop baru sebagai pengganti.

Dan laptop Asus X555 pastinya akan menolong saya.  Dengan bentuk yang solid dan  display 15,6 inci. Wah bakal puas nonton drama Korea, nih. Ups ... ^_^

Ya me time dengan Asus X555 nampaknya akan sangat menyenangkan.

Daripada berangan jauh, mari kita lihat performa yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari.
 ASUS X555 

Daya tahan baterai
Penting banget nih. Saya sering harus mengetik laporan dalam perjalanan menuju/pulang dari lokasi komunitas. Sering terjadi, ditengah kesibukan,  indikator baterai berkedap kedip pertanda daya melemah, colokan listrik tak ada. Huf pingin nangis.

Nah,  baterai yang terpasang di Asus X555 mumpuni banget.  Baterai jenis Li-Polimer  yang memiliki ketahanan 2.5 kali lebih kuat dibanding  baterai Li-Ion silinder. Bahkan setelah diisi ulang hingga ratusan kali, baterai tetap dapat menyimpan sampai 80% dari original kapasitasnya.

Sip kan? Ngga ada lagi cerita rebutan stop kontak ketika seminar atau blogging on the spot. Maklumlah, saya termasuk golongan yang ngga nyaman mengetik dengan perangkat ponsel. Demikian pula tablet dengan stylusnya. Teronggok karena  pemiliknya lebih memilih laptop.

Teknologi IceCool
Salah satu hal yang bikin cape hati ketika sedang asyik mengetik, eh tiba-tiba  laptop  terasa panas dan ssrrttt layarnya padam. Terlebih jika deadline tulisan hanya tersisa sekian menit. Pingin nangis gulang-guling  dipojokan.

Beruntung semua kisah sedih  akan menjadi sejarah.  Teknologi ASUS IceCool menjaga temperatur  laptop diantara 28 derajat hingga 35 derajat. Lebih rendah dari suhu tubuh manusia, membuat aktivitas mengetik menjadi lebih nyaman.

Mengetik sambil memangku laptop pun akan lebih mudah dan lancar. Waktu yang dihabiskan dalam perjalanan bisa lebih efisien dan produktif. Ngga hanya diisi tidur.

 ASUS X555 

Home entertainment pribadi yang bikin mager
Saya penganut me time garis keras.  Sesudah menjalani keseharian yang bikin nyesek, saya membutuhkan penyeimbang agar tidak stres dan berakhir depresi. Sesudah  me time rasanya plong,  beban terangkat dan bisa tersenyum kembali.

ASUS X555 tahu banget kebutuhan tersebut. Prosesor AMD®Quadcore A10 dibenamkan dalam perangkat yang  menampilkan  performa halus dan responsif. Pengalaman menonton film dan drama Korea ((drama Korea))  menjadi sangat menyenangkan.

Terlebih dengan dukungan layar 15.6" maksimum resolusi 1366×768, dengan fitur (16:9) LED backlit HD  Glare 60Hz Panel with 45% NTSC, grafis yang bagus dengan  memory controller di bagian dalam yang canggih, membuat otot mata tidak capek, justru terasa nyaman.

Tidak cukup itu, ASUS X555 menghadirkan  fitur audio ASUS SonicMaster Technology  membuat pecinta game bakal ketagihan. Hihi saya sih cukup mendengarkan musik dari beberapa aplikasi. Karena keberadaan Built-in Speaker dan Mikrofonnya bikin saya mager.  

Nggak cuma untuk me time lho. Kecanggihannya sangat saya perlukan dalam membuat video singkat atau vlog, agar laporan lapangan dapat terekam rapi dan nyaman ditonton. Selama ini saya baru bisa membuat video singkat via smatphone. Hasilnya tentu seadanya saja. Kasihan banget saya, ya?


selengkapnya bisa dilihat di www.asus.com


Akses mudah menyerupai smartphone
Nggak bisa hidup tanpa smartphone?  ASUS X Series  mampu menggantikan fungsi smartphone karena memiliki fitur 2-second instant resume, sehingga mudah berpindah dari sleep mode untuk mengakses internet dan dalam sekejap bisa bekerja dengan dokumen yang dibutuhkan.

ASUS X Series juga akan memberikan optimalisasi daya yang dapat bertahan 2 minggu. Ngga perlu lagi khawatir data akan hilang pada kurun waktu tersebut. ASUS X Series akan menyimpan data secara otomatis ketika baterai turun mencapai di bawah 5%.


selengkapnya bisa dilihat di https://www.asus.com/id/Laptops/X555QA/



Sistem operasi yang handal
Dulu, pengguna laptop dihadapkan pilihan  OS resmi  yang  harganya cukup mahal. Atau OS bajakan dengan fitur yang tidak aman. Duh, jadi kriminal deh kita.

ASUS sangat peduli pelanggan dan tidak mau memosisikan mereka dalam kondisi  yang dilematis seperti itu.  Seluruh jajaran notebook ASUS  hadir dengan pilihan Default Sistem Windows 10 sebagai pilihan utamanya.

Sehingga pengguna ASUS tidak perlu  merasa bersalah dan was-was. Terlebih sistem operasi Windows 10. menghadirkan pilihan fitur yang memberikan banyak manfaat, tampilan yang keren dan pastinya jaminan keamanan.

Sistem operasi resmi  besutan Microsoft yang terbaru ini,  menghadirkan sistem yang jauh lebih stabil dengan update reguler untuk memperbaiki segala kekurangan yang selama ini mungkin hadir didalamnya.


sumber : ragamcommunications.com

“Ambu bangun. Ih, ambu mah ngiler”.

Seseorang mengguncang pundak saya. Saya melirik, ternyata Yulia.

“Ada apa Yul?”

“Waktunya ishoma, ambu”, jawab Yulia sambil memasukkan ATK dan menutup laptop nya.

Ishoma? Dimana ini? Saya memandang kesekeliling. Rupanya saya sedang berada dalam seminar yang dihadiri teman-teman blogger. Dan saya tertidur di atas .....

Oh tidak,....

Ternyata laptop di depan saya bukan ASUS X555, melainkan laptop lungsuran yang  acap mogok berkerja. Mungkin karena kurang tidur akibat semalaman mengejar deadline dengan laptop jadul, ditambah keinginan memiliki laptop baru, sayapun bermimpi indah. Tentang ASUS X555.

“Saya tadi mimpi punya laptop ASUS X555, Yul”, kata saya sambil mengikuti jejak Yulia membereskan perangkat menulis.

“Ya ampun ambu, segitunya. ASUS X555 juga dijual di Tokopedia, lho”.

“Kan ambu bisa milih yang sesuai isi dompet”, lanjut Yulia melihat saya terdiam.

“Atau ambu  ikutan lomba blog ASUS bareng Blogger Crony, deh. Kali aja menang”, pungkas Yulia meninggalkan saya sambil membenahi  kerudungnya yang mulai semrawut.

Iya ya, siapa tahu menang  ^_^


Keterangan:
ambu= ibu (Bahasa Sunda)




Comments

Asus x 555 ini emang bikin ngiler ga ketulungan ya Mbaa ������
Intan Rosmadewi said…

Tulisan bagus semoga menang yaa Ambu
Joe Candra P said…
Wah, semoga mimpinya jadi kenyataan yah gan amin hehe, keren tuh ASUS X series nya
Phadli Harahap said…
Laptop asus benaran bagus, saya juga pakai di rumah dan bandel banget.
Bang Dzul said…
Moga mimpinya bs terwujud ya ambu
Siti Fauzia said…
Laptop idaman banget memang X555 ini. Semoga mimpi Ambu terwujud ya. Peluk sayang. :*
Utii said…
Sukses bun... semoga mimpinya jadi kenyataan.
GE MAULANI said…
Duh, saya jadi pengin juga Asus seei X nya ambu. Apalagi daya tahan baterainya yang ambu bahas dalam artikel. Kalau lagi di luar rumah jadi enggak pusing mencari colokan hehehe
herva yulyanti said…
ku juga maunambu letop asus ini biar makin produktif heehee
Tian lustiana said…
aamiin, mudah - mudahan menang. Saya juga mupeng mbu sama Asus seri ini.
Risky Nuraeni said…
designya mantap bangeet, bagus juga speknyaa.Semoga bisa punya yang gini juga
Ulu said…
Mimpi yang mudah-mudahan jadi nyata, Teh. Amin!
Sandra Hamidah said…
Hihi tulisannya bagus, good luck Ambu, salam kenal ya😁
Rara Febtarina said…
baterainya cakep banget tahan lama ya bu
Jeanette said…
Kok mupeng banget ya, bu.
Terima kasih infonya, bu.
Good luck 😘
Semoga mimpinya jd kenyataan ya ambu :)

In syaa Allah dapat laptop ASUS X555 nyaa, yaa Ambu...
Aamiin.
Duh kok ya jadi kabita juga Ambu.
susie ncuss said…
teknologi icecool nih yang bikin saya kepincut.
*ngumpulin duit dulu...
Mupeeeeeng, laptop saya rusak tiba-tiba mati sendiri
Alaika Abdullah said…
Asus memang terkenal karena spek2nya mumpuni tapi harganya affordable banget, ya, Mba?
Aku juga dulunya pemakai Asus sblm beralih ke si 'buah' terkenal itu. :)
Asus itu bandel banget! Suka deh! Semoga mimpinya jadi kenyataaan ya, Mba.
Jihahaha...membaca tulisan ini jadi mengingatkan saya untuk sgeera mengganti laptop yang sudah berusia 6 tahun. Hihihi. Mungkin ASUS akan jadi pilihan utama. TFS.
Ahmed Tsar said…
Semoga Mak Maria dimudah nih punya laptop terbaru ASUS X555 ini
Evi Sri Rezeki said…
Aku juga pengguna Asus tapi udah cukup tua. Nabung dulu ah siapa tahu bisa ganti sama seri ini :)

Popular posts from this blog

Dewi Kentring Manik, Dewi Cantik Jelita Pelindung Kota Bandung

The Third Charm, Akhir Yang Membuat Penonton Marah

Bagaimana jika tokoh utama yang ganteng bukan main menjalin kasih dengan second lead, gadis cantik, imut dan menggemaskan? Ternyata penonton memilih agar keduanya happy ending. Sementara tokoh perempuan di maki-maki karena dianggap meninggalkan kekasihnya.
Mungkin itu yang menjadi penyebab ending drama Korea “The Third Charm” dibiarkan cukup terbuka. Penonton boleh berkhayal semaunya. Apakah cukup sahabatan atau menikah?
Tokoh utama pria, Seo Kang-Joon dan tokohperempuan, Esom yang membuat saya kepincut untuk menonton drakor ini. Seo Kang-Joon, rupanya dianggap sukses dalam setiap perannya sehingga tahun 2018, saya menonton 2 dramanya. Marema ya?
Sedangkan Esom, saya jatuh cinta pada sosoknya di Because This Is My First Life. Berperan sebagai sahabat tokoh utama, Esom keren banget. Hihihi tentu saja yang dimaksud keren adalah postur tubuhnyayang tinggi dan penuh. Seksi, tanpa harus berbaju pendek. Bahkan balutan kostum hitam atau putih yang dikenakan, bikin Essom nampak berkelas. Sebetul…

100 Days My Prince; Janji Setia Seorang Pangeran Cilik

“Aku menyukaimu” “Aku akan mengawinimu” Kata seorang anak laki-laki pada gebetannya, Yoon Yi-Seo,  perempuan cilik yang periang, cantik dan pemberani.
Sekian puluh tahun berlalu, Lee Yool, nama anak laki-laki tersebut, rupanya selalu  berpegang teguh pada janjinya dan Yi Seo pun selalu mengingatnya.
Mengambil  genre sageuk fusion alias kisah dengan setting masa lalu yang dimodifikasi (fiksi, bukan berdasarkan sejarah sebenarnya), drama Korea “100 Days My Prince”  sebetulnya ngga terlalu spesial. Khususnya jika dibandingkan dengan drakor bergenre serupa.
Pemeran utama mengalami lupa ingatan. Ide klise yang telah digunakan sejak “Meteor Garden”nya drama Taiwan. Kemudian diramu dengan kehidupan sang pangeran sebagai rakyat jelata selama 100 hari.
Yang menjadi pembeda adalah aktor dan aktrisnya yang sedang naik daun. Sang pangeran Lee Yool diperankan D.O. personil EXO, sedangkan Yoon Yi-Seo atau Hong Shim diperankan aktris cantik Nam Ji-Hyun.
Apabila Anda mencari tontonan yang menghibur, “100 Da…

Nostalgia 7 Majalah Favorit

Punya majalah favorit?
Maksudnya tentu majalah cetak. Skip majalah Bobo ya? Selain karena udah kelamaan eranya, juga ngga ada saingan. Sementara 7 majalah favorit yang terpilih karena target segmen serta  ragam topik  yang disajikan.
Tentu  beberapa majalah sudah almarhum alias rest in print. Huhuhu sedih, padahal walau udah ngga berlangganan, sesekali saya masih suka beli. Rasanya lebih nyaman membaca versi cetak dibanding online-nya. Mata ngga capek. Ketika  lelah, si majalah bisa menjadi penutup wajah, pengantar tidur. Coba deh membaca via   ponsel atau tab, kan ngga bisa untuk penutup wajah.  :D  :D
Oke langsung aja kita ngobrolin  majalah favorit yang dimaksud. Ini dia:
Majalah Horison
Awalnya saya membaca majalah Horison karena terpaksa. Sebagai anak ABG yang gemar melahap habis semua bacaan, saya kehabisan buku serta majalah, eh ada majalah isinya cerpen, baca ah ..... Ternyata, ... bahkan hingga kini, saya masih sering mengulang paragraf demi paragraf artikel/cerpen/puisi  yang dimu…

Bukit Batu, Destinasi Mistis di Palangka Raya yang Wajib Dikunjungi

“Indonesia ngga cuma Jabar, mbak” Untuk sekian kalinya Gilang meledek. Kalimat ledekannya diberi penekanan emoji. Dan untuk kesekian kali pula, saya hanya bisa menimpali dengan emoji tertawa lebar. “Kesini mbak, ke Palangka Raya. Jangan kaya katak dalam tempurung. Nanti kita kulineran sampai kenyang”.
Seperti itulah Gilang. Sangat baik hati. Kami bisa ngobrol berjam-jam untuk membahas banyak topik. Mulai dari harga telur yang naik turun hingga gonjang ganjing pilpres dan pileg. Dan semua kami lakukan via dunia maya. Dunia maya yang membantu kami berkenalan dan bersahabat hingga kini.
Profesi blogger dan minat pada photography menautkan kami sejak tahun 2011. Sangat erat, walau selisih usia terpaut jauh. Awal berkenalan, saya sudah menjadi ibu rumah tangga 4 anak, sedangkan Gilang masih gadis yang bebas berpetualang mencari ide memotret.
Hanya sekali kami bertemu. di acara blogger gathering tahun 2012. Sesudah itu Gilang pindah dari Jogja ke Palangka Raya, bertemu dengan sangpujaan hati kemu…

5 Situs Download Gratis Drama Korea yang Recommended Banget

Suatupagi perbincanganWA Grup Komunitas Memasak yang biasanya riuh dengan berbagi resep makanan, tiba-tiba berubah menjadi: “Download aja teh, ngirit kuota” “Wah saya belum nonton ... . Bikin penasaran!”
Ya, kami sedang bergunjing mengenai drama Korea. Drama Korea apa saja yang bagus, yang belum ditonton dan yang penting ini nih: situs yang direkomendasikan untuk men-download drama Korea bersubtitle Indonesia. Tujuannya tentu saja untuk ngirit kuota. Emak-emak dimana saja umumnya sama: pingin hemat!:D :D
Kala itu, semua cara menonton drama Korea sudah saya coba, hanya mengunduh yang belum.Tentunya jadi penasaran. Selalu ada sesi yang jengkelin ketika menonton drakor . Menonton via player DVD misalnya, banyak keping DVD yang tidak berjalan mulus. Katanya sih proses burningnya yang bermasalah.Tapi pan jadi riweuh,saya harus bolak balik. Menonton via DVDberarti juga nyampah. Usai menonton, kepingan DVD ngga tau harus diapain. Ada usul?
Cara berikutnya melaluisaluran berbayar. Apesnya harus sta…

Ngemil Syantikkk Ala Syahrini Bareng Nenasz Cookies

Syantik. Kata itu dipopulerkan Syahrini bersama sejumlah kata lain seperti cetar, sesuatu,  bulu mata badai,  jambul khatulistiwa dan kata-kata nyleneh lainnya.  Sosok lain yang gemar membuat kata-kata ajaib adalah Viki Prasetyo dan Cinta Laura. Kreator kata yang menjadi kesatuan dengan branding mereka.
Andai mereka berkampanye ... Maksudnya bukan kampanye pilpres atau  kampanye  pileg,  namun kampanye untuk kemaslahatan seperti diversifikasi pangan. Lahan yang belum banyak disentuh. Jangankan selebriti, nampaknya para pejabat juga “pelit” bicara tentang diversifikasi pangan.
Ketinggian miimpinya ya? Gubrak deh .... :D Gini  kisahnya. Berawal rencana membuat tulisan personal branding ala Syahrini part 2, ngga sengaja saya lihat iklan cookies yang dibintangi Syahrini. Langsung deh kepikiran: “Ah, andai Syahrini jadi model iklan cookies non tepung terigu. Bakal sukses deh program diversifikasi pangan kita”
Baca juga: Pingin Personal Branding ala Syahrini? Begini Caranya!Julia Perez; Don’t Judg…