Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2018

Azalea The Real Hijab Care, Karena Perempuan Berhijab Ingin Dimengerti

Pilih berhijab atau rambut sehat?
Aduh sadis banget pilihannya ya?Berhijab hukumnya wajib dong untuk muslimah. Dan rambut sehat pastinya jadi dambaan kaum perempuan.
Sayangnya realita sering berbeda dengan keinginan. Akibat seharian tertutup kerudung, rambut acapkalijadi lepek, rontok danberketombe.
Sungguh dilematis.
Seorang beauty advisor di salon kecantikan tempat saya mendapat layanan  creambath, potong rambut dan  lainnya malah pernah bilang: “Memang harus milih sih bu. Teman saya ngga pernah rontok lagi sesudah buka kerudung”.
Walah, pingin rambut sehat kok harus mempertaruhkanakidah, ya?
Walau ngga setuju, mau ngga mau sebagai perempuan, kita harus memahami keputusannya. Rambut kan mahkota perempuan. Ngga ada perempuan yang mau kehilangan mahkota kecantikannya.
Rasanya horor banget, kalo harus gentayangan di dalam rumah dengan kepala gundul akibat rambut rontok. Kebayang anak-anak, suami, ayah dan ibu mengetawai kita, hihi...walau mungkin tertawanya ngga terang-terangan^_^
Namun, sebaga…

Kemarin, Saya Bermimpi Punya ASUS X555

Cantik dan elegan, sebuah laptop bertengger dengan nyaman di pangkuan. Tanpa sadar saya mengelus covernya. Hitam legam, warna favorit, dengan logo metalik menyiratkan kata ASUS.Nampak kokoh dan mengesankan.
“Keren kan, ambu*?”, tanya Yulia sambil membantu membuka laptop yang menampakkan desain ergonomis. Pintasan keyboard dan penempatan tombolnya membuat penggunanya nyaman beraktivitas.
“Saya pakai laptop ASUS udah 3 tahun, ambu. Lancar jaya, ngga pernah diservice”, lanjutYulia.
Saya mengangguk, mempercayai setiap katanya. Yulia seorang blogger yang mengkhususkan diri mengulas komputer dan perangkat semacam. Agar selalu mendapat data terbaru, dia bergabung dengan beberapa komunitas.
Laptop ASUS X555 yang direkomendasikan Yulia sungguh mencuri hati. Bentuknya ramping dan hanya berbobot 2,3kg. Sangat cocok dengan kegiatan saya sebagai social workeryang kerap haruskeluar masuk pelosok daerah sambil menenteng laptop.
Laptop dibutuhkan untuk menyampaikan materi pada anggota komunitas dampingan.…

Bukan Salah Malin Kundang

Empat orang anak berinisial AS, DR, AR, dan AK menggugat ibu kandungnya yang bernama Cicih (78) sebesar Rp 1,6 miliar ke Pengadilan Negeri Bandung karena masalah harta warisan.(dikutip dari Antara)
Menggugat ibu kandung? Keterlaluan banget ya? Masa sih menggugat sosok yang pernah menyusui, menyuapi, menyeboki dan bertarung nyawa ketika melahirkan?
Penyebabnya pun sungguh menyayat hati.Sang ibu membutuhkan uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Karena anak-anaknya ngga peduli, diapun menjual sebagian rumah warisan suaminya. Eh anak-anaknya marah dan menggugat, padahal sang ibu juga harus mencukupi kebutuhan seorang cucu lho, notabene anak salah seorang anak-anak durhaka tersebut.
Di era milenial, kisah Malin Kundang ternyata bertambah sadis. Selain menggugat ibu kandung, berita anakyang membunuh ibu kandungnya memenuhi media mainstream.
Fenomena apa ini? 
“Penyebabnya adalah orangtua itu sendiri”’ kata Abah Ihsan dalam softlaunching E-learning Parenting Academy di Aula Hijaz Syaamil Group B…