Skip to main content

Hospital Ship; Layanan Kesehatan Yang Bikin Mupeng



Usai menonton drama Korea “Hospital Ship” langsung terbayang negara Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau. Dan langsung mupeng deh. Andaikan layanan  serupa ada di Indonesia?

Hospital Ship menceritakan bagaimana gigihnya para dokter muda dalam memberi layanan kesehatan bagi masyarakat pelosok. Mereka berlayar dengan kapal yang berisi peralatan medis lengkap. Bahkan ketika dokter bedah Song Eun-Jae datang melengkapi tim dokter, dia tidak sungkan menghabiskan anggaran demi lengkapnya fasilitas kamar bedah.

 Namun yang menarik adalah banyaknya gangguan kesehatan yang tidak muncul di drama Korea berlatar belakang kedokteran lainnya.
Misalnya harus mendapat perawatan usai menyelam di laut, ada juga yang mengalami alergi, tangan putus karena kecelakaan dan hehehe ..... ada kasus pasien pria yang bermasalah alat vitalnya ketika sedang berhubungan badan dengan selingkuhan. Sementara pacar resminya bekerja sebagai tenaga medis di “Hospital Ship”. Heboh pastinya. :D   :D

Selain seorang dokter tetap,  "Hospital Ship" kedatangan 4 dokter baru. Mereka adalah:




Song Eun-Jae, seorang dokter bedah terkenal dan ambisius yang diperankan Ha Ji Won. Kandidat  kepala dokter bedah muda wanita pertama di rumah sakit besar di Kota Seoul ini dipecat gara-gara berantem dengan seniornya. Hanya rumah sakit kapallah yang mau menampungnya.

Penonton akan dibuat haru biru ketika Eun Jae sering salah paham dengan ibunya. Khas hubungan ibu dan anak perempuan banget. Dan berakhir dengan tangisan karena sebagai ahli bedah sukses,  Eun Jae tidak bisa menyelamatkan nyawa ibunya.



Kang Min Hyuk memerankan dokter penyakit dalam Kwak Hyun, satu-satunya dokter baru di “Hospital Ship” yang datang dengan suka rela. Dokter yang baik dan tampan ini menjadi idaman pasien perempuan untuk dijodohkan dengan anaknya. Tak terkecuali ibu Eun Jae yang berobat pertama kali pada dokter Kwak Hyun.

Dalam “Hospital Ship” kisah Kwak Hyun cukup rumit. Sebelum terkena demensia ayahnya pernah meninggalkan keluarga untuk menjadi relawan medis.   Adik perempuan satu-satunya enggan mengakui ayahnya. Sebagai dokter, Kwak Hyun memiliki pengalaman pahit. Pasiennya meninggal  ketika Kwak Hyun  memberi pertolongan pada pasien. Trauma tersebut diatasinya selama berpraktek di rumah sakit kapal.



Sebelum terkena kasus pelecehan seksual. Lee Seo Won bermain di “Hospital Ship” sebagai dokter Kim Jae-Gul. Sebetulnya Jae Gul adalah anak seorang dokter senior yang terkenal dan pemilik rumah sakit, tempat Eun Jae bekerja selain di “Hospital Ship”.

Karena tidak sependapat dengan  jalur pengobatan tradisional yang ditekuni Jae Gul, sang ayah memilih mewariskan kepemilikan rumah sakit pada Eun Jae dengan syarat mereka berdua menikah.


Kim In Sik berperan sebagai dokter gigi Cha Joon-Young. Dia adalah teman wajib militer dari Kim Jae-Gul yang terpaksa berdinas di “Hospital Ship”. Jarang ada dokter yang mau bekerja di rumah sakit ini karena konon berhantu.

Sinopsis

“Hospital Ship” didominasi kisah dokter Song Eun-Jae, dokter perempuan yang terkenal karena kepiawaiannya di sebuah rumah sakit terkenal Kota Seoul.  Agak berbeda dengan drama Korea berlatar belakang medis lainnya. Umumnya para pakar adalah pria, bila ada perempuan, dia tidak mendominasi.

Selain kariernya , kisah hidup dokter Song Eun Jae sungguh pahit.  Tinggal berjauhan dengan ibunya yang  tinggal di pedesaan, Eun Jae memiliki adik seorang mahasiswa yang harus dinafkahi. Sedangkan ayahnya hanya meninggalkan tumpukan hutang. Sehingga hidup Eun Jae menjadi tidak tenang gara-gara rentenir selalu mengejarnya.

 Kisah keluarga dokter Kwak Hyun dan dokter Kim Jae-Gul juga muncul, namun akhirnya terpusat pada dokter Eun Jae. Karena Eun Jae mendapat limpahan ilmu dari ayah dokter Kwak Hyun dan tawaran memiliki rumah sakit dari ayah Jae Gul. Bahkan ibu Jae Gul muncul sebagai sosok yang mencintai Eun Jae layaknya anak.

Dari sisi framming medis, “Hospital Ship” menyajikan peliknya harus mengobati warga dengan fasilitas terbatas. Beruntung tim tenaga medis kompak banget dengan crew kapal sehingga banyak masalah kerja dan privacy, terselesaikan.



Review

Ide cerita drama Korea yang keren dari  “Hospital Ship”sayangnya tidak bisa dieksekusi dengan baik. Padahal alur cerita di episode-episode awal amat menyenangkan.  Terkesan rapi dan runtut membuat penonton penasaran dengan  episode selanjutnya.

Sayang di tengah terasa melambat dan ada selipan kisah cinta yang ngga penting banget. Seorang gadis, Choi Young-Eun bergabung dengan kapal dengan aktivitas sebagai pelukis ((pelukis))? Namun kemudian ketahuan cuma modus untuk mengacaukan kisah cinta dokter  Song Eun-Jae dan dokter Kwak Hyun. 

Young Eun merupakan mantan pacar dokter Kwak Hyun yang bolak balik nyakitin. Supaya Kwak Hyun mau jadi pacarnya lagi, Young Eun berpura-pura menjadi penderita leukemia. 
Aneh ngga? Orang awam mungkin bisa  dibodohin dengan penyakit, lha dokter?

Di beberapa scene juga terasa banget dokter-dokterannya. Penonton serasa melihat drama buron Setya Novanto yang ketebak banget boongnya. Mereka yang pernah menonton “Romantic Doctor Teacher Kim” mungkin bisa ngebedain  karena sama – sama melayani pasien di pedalaman dengan fasilitas terbatas.

Chemistry antara Eun Jae dan Kwak Hyun juga kurang gemesin dan membuat berkurangnya poin “Hospital Ship”. Penyebabnya bukan faktor Ha Ji Won (Eun Jae) yang dalam kisah maupun realnya , jauh lebih tua dibanding Kang Min Hyuk (Kwak Hyun) lho. Nampaknya keduanya emang ngga berusaha membangun chemistry tersebut. Atau mungkin juga karena diplot Eun Jae sebagai sosok jaim, judes dan awalnya ngga mau mikirin pacaran karena sibuk?

Penilaian akhir tentunya ada di penonton. Walau menurut saya “Hospital Ship” drakornya Ha Ji won yang mengecewakan. Penilaian subjektif pastinya. Toh penonton tetap akan terpesona dengan performa Ha Ji Won yang nampak lebih muda 10 tahun dari usianya.



Profile
Drama: Hospital Ship (literal title)
Revised romanization: Byungwonsun
Hangul: 병원선
Director: Park Jae-Bum
Writer: Yoon Sun-Joo
Network: MBC
Episodes: 40
Release Date: August 30 - November 2, 2017
Runtime: Wednesdays & Thursdays 22:00 (35 minutes each / 2 episodes per day)
Genre: Medical
Language: Korean

Country: South Korea

Comments

Nathalia DP said…
Hihihi, sayang ya banyak kurangnya
mungkin karena ekspektasi saya terlalu tinggi :D :D

Popular posts from this blog

The Third Charm, Akhir Yang Membuat Penonton Marah

Bagaimana jika tokoh utama yang ganteng bukan main menjalin kasih dengan second lead, gadis cantik, imut dan menggemaskan? Ternyata penonton memilih agar keduanya happy ending. Sementara tokoh perempuan di maki-maki karena dianggap meninggalkan kekasihnya.
Mungkin itu yang menjadi penyebab ending drama Korea “The Third Charm” dibiarkan cukup terbuka. Penonton boleh berkhayal semaunya. Apakah cukup sahabatan atau menikah?
Tokoh utama pria, Seo Kang-Joon dan tokohperempuan, Esom yang membuat saya kepincut untuk menonton drakor ini. Seo Kang-Joon, rupanya dianggap sukses dalam setiap perannya sehingga tahun 2018, saya menonton 2 dramanya. Marema ya?
Sedangkan Esom, saya jatuh cinta pada sosoknya di Because This Is My First Life. Berperan sebagai sahabat tokoh utama, Esom keren banget. Hihihi tentu saja yang dimaksud keren adalah postur tubuhnyayang tinggi dan penuh. Seksi, tanpa harus berbaju pendek. Bahkan balutan kostum hitam atau putih yang dikenakan, bikin Essom nampak berkelas. Sebetul…

Dewi Kentring Manik, Dewi Cantik Jelita Pelindung Kota Bandung

100 Days My Prince; Janji Setia Seorang Pangeran Cilik

“Aku menyukaimu” “Aku akan mengawinimu” Kata seorang anak laki-laki pada gebetannya, Yoon Yi-Seo,  perempuan cilik yang periang, cantik dan pemberani.
Sekian puluh tahun berlalu, Lee Yool, nama anak laki-laki tersebut, rupanya selalu  berpegang teguh pada janjinya dan Yi Seo pun selalu mengingatnya.
Mengambil  genre sageuk fusion alias kisah dengan setting masa lalu yang dimodifikasi (fiksi, bukan berdasarkan sejarah sebenarnya), drama Korea “100 Days My Prince”  sebetulnya ngga terlalu spesial. Khususnya jika dibandingkan dengan drakor bergenre serupa.
Pemeran utama mengalami lupa ingatan. Ide klise yang telah digunakan sejak “Meteor Garden”nya drama Taiwan. Kemudian diramu dengan kehidupan sang pangeran sebagai rakyat jelata selama 100 hari.
Yang menjadi pembeda adalah aktor dan aktrisnya yang sedang naik daun. Sang pangeran Lee Yool diperankan D.O. personil EXO, sedangkan Yoon Yi-Seo atau Hong Shim diperankan aktris cantik Nam Ji-Hyun.
Apabila Anda mencari tontonan yang menghibur, “100 Da…

Nostalgia 7 Majalah Favorit

Punya majalah favorit?
Maksudnya tentu majalah cetak. Skip majalah Bobo ya? Selain karena udah kelamaan eranya, juga ngga ada saingan. Sementara 7 majalah favorit yang terpilih karena target segmen serta  ragam topik  yang disajikan.
Tentu  beberapa majalah sudah almarhum alias rest in print. Huhuhu sedih, padahal walau udah ngga berlangganan, sesekali saya masih suka beli. Rasanya lebih nyaman membaca versi cetak dibanding online-nya. Mata ngga capek. Ketika  lelah, si majalah bisa menjadi penutup wajah, pengantar tidur. Coba deh membaca via   ponsel atau tab, kan ngga bisa untuk penutup wajah.  :D  :D
Oke langsung aja kita ngobrolin  majalah favorit yang dimaksud. Ini dia:
Majalah Horison
Awalnya saya membaca majalah Horison karena terpaksa. Sebagai anak ABG yang gemar melahap habis semua bacaan, saya kehabisan buku serta majalah, eh ada majalah isinya cerpen, baca ah ..... Ternyata, ... bahkan hingga kini, saya masih sering mengulang paragraf demi paragraf artikel/cerpen/puisi  yang dimu…

5 Situs Download Gratis Drama Korea yang Recommended Banget

Suatupagi perbincanganWA Grup Komunitas Memasak yang biasanya riuh dengan berbagi resep makanan, tiba-tiba berubah menjadi: “Download aja teh, ngirit kuota” “Wah saya belum nonton ... . Bikin penasaran!”
Ya, kami sedang bergunjing mengenai drama Korea. Drama Korea apa saja yang bagus, yang belum ditonton dan yang penting ini nih: situs yang direkomendasikan untuk men-download drama Korea bersubtitle Indonesia. Tujuannya tentu saja untuk ngirit kuota. Emak-emak dimana saja umumnya sama: pingin hemat!:D :D
Kala itu, semua cara menonton drama Korea sudah saya coba, hanya mengunduh yang belum.Tentunya jadi penasaran. Selalu ada sesi yang jengkelin ketika menonton drakor . Menonton via player DVD misalnya, banyak keping DVD yang tidak berjalan mulus. Katanya sih proses burningnya yang bermasalah.Tapi pan jadi riweuh,saya harus bolak balik. Menonton via DVDberarti juga nyampah. Usai menonton, kepingan DVD ngga tau harus diapain. Ada usul?
Cara berikutnya melaluisaluran berbayar. Apesnya harus sta…

Ngemil Syantikkk Ala Syahrini Bareng Nenasz Cookies

Syantik. Kata itu dipopulerkan Syahrini bersama sejumlah kata lain seperti cetar, sesuatu,  bulu mata badai,  jambul khatulistiwa dan kata-kata nyleneh lainnya.  Sosok lain yang gemar membuat kata-kata ajaib adalah Viki Prasetyo dan Cinta Laura. Kreator kata yang menjadi kesatuan dengan branding mereka.
Andai mereka berkampanye ... Maksudnya bukan kampanye pilpres atau  kampanye  pileg,  namun kampanye untuk kemaslahatan seperti diversifikasi pangan. Lahan yang belum banyak disentuh. Jangankan selebriti, nampaknya para pejabat juga “pelit” bicara tentang diversifikasi pangan.
Ketinggian miimpinya ya? Gubrak deh .... :D Gini  kisahnya. Berawal rencana membuat tulisan personal branding ala Syahrini part 2, ngga sengaja saya lihat iklan cookies yang dibintangi Syahrini. Langsung deh kepikiran: “Ah, andai Syahrini jadi model iklan cookies non tepung terigu. Bakal sukses deh program diversifikasi pangan kita”
Baca juga: Pingin Personal Branding ala Syahrini? Begini Caranya!Julia Perez; Don’t Judg…

3 Bekal ke Tanah Suci, Yuk Persiapkan Sejak Dini

Pingin ibadah ke tanah suci?

Mayoritas pasti menjawab “pingin”, Justru rada aneh jika ada yang  bilang: “ga mau!”
Tapi jujur deh, selain bilang pingin, udah punya persiapan belum?  Hehehe walau malu, saya akui belum.  Padahal mau berpergian jarak dekat seperti Bandung – Jakarta aja pastinya bikin persiapan seabrek. Mau naik apa, mau bawa baju berapa, jangan lupa bawa ini, itu ... isi listpun panjang berderet-deret.
Bagaimana isi list berhaji?  Jangan  cuma titip doa lewat  teman yang mau berangkat ke tanah suci, kemudian mengira bisa sim salabim  .... sampai!
Allah pasti akan bilang: “Ta’uuk ye, usaha dong, usaha”.
Hehehehe ..... iya Allah,  maapin saya atuh.   #tutupmuka
Jika ngga ada usaha, ya jelas bakal ditegur. Udah mah jauh, kuotanyapun terbatas,  harus menunggu  10 – 15 tahun sebelum saatnya berangkat.
Nah, waktu tunggu yang lama ini juga bikin saya ragu. Duh, nyampe ngga ya? Jangan-jangan udah tutup mata selamanya sebelum berangkat. Beruntung ada tausiah  ustaz Aam Amirudin yang men…