Skip to main content

(Review) She Was Pretty; Mencari Esensi Cantik

sumber : youtube.com

Pilih wajah cantik atau hati yang cantik, rupanya selalu  menjadi debat kusir dari zaman ke jaman. Walau ada yang memilih hati yang cantik, toh kenyataannya si cantik wajahnya selalu menjadi yang pertama dipilih. 
Memakai setting dunia jurnalistik, khususnya kantor majalah perempuan The Most , awalnya saya memiliki estimasi lebih pada drama korea “She Was Pretty”.  Kebayang kerennya proses pemotretan model dengan pakaian desainer tertentu. Atmosfer dikejar dead line hingga akhirnya dicetak dengan kertas glossy.

Sayang, harapan saya harus kandas. Ribetnya menghasilkan majalah sekelas Cosmopolitan, tidak ditampilkan disini. Hanya sekedar tempelan.  Selebihnya ngga banget. Seperti para editor dan stafnya yang bermain ular tangga sebelum makan siang.

Kemudian ada adegan  wakil ketua editor lupa bawa dompet sehingga harus membayar makan dengan cara membersihkan kotoran sapi dari kandang.

Absurd  kan?

Masa sih ngga ada satupun orang yang bisa ditelfon untuk transfer sekedar bayar makan?
Tapi ya sudahlah, namanya juga drama korea dengan bumbu komedi.
Sungguh berbeda dengan drakor “Model” yang digarap serius hingga kita dapat bayangan dunia fashionista yang bukan main beratnya.

Selain harapan setting fashionista, saya tertarik nonton “She Was Pretty” karena Hwang Jung Eum menjadi pemeran utama. Dia ngga pernah mengecewakan penggemarnya karena selalu total. Mirip Ha Ji Won yang selalu berhasil memberi jiwa di setiap drama Korea yang dibintangi.

Sungguh  daebak!   Walau ngga secantik Kim Tae Hee atau Song Hye Kyo yang bermain aman dengan drama penuh tangis,  Ha Ji Won dan  Hwang Jung Eum ngga perlu menangis sesenggukan untuk ngasih tau betapa pedih hatinya.

Dalam “She Was Pretty” Hwang Jung Eum  berperan sebagai Kim Hye Jin yang sangat penyayang.  Ngga heran persahabatannya dengan Min Ha Ri, lengket bak perangko.  Saking mesranya hubungan mereka, 2  mahluk Tuhan berkelamin perempuan ini menamakan “suamiku” dan “istriku” di ponsel masing-masing. Hye Jin sebagai “istriku” dan Ha Ri “suamiku”.


sumber : kultscene.com
Dua sahabat yang agak aneh, karena latar belakang berbeda,  tampilanpun bak bumi dan langit.  Ha Ri, korban broken home yang punya duit melimpah dari ayahnya.  Sangat modis dan menjaga tubuhnya yang tinggi langsing.  Ha Ri lebih mirip model dibanding manager hotel, pekerjaan yang dilakoninya.  Ngga heran cowok yang pedekate ke  Ha Ri datang silih berganti.

Beda banget dengan Hye Rin yang berasal dari keluarga bahagia, harmonis namun sederhana. Sehingga untuk membiayai kuliahnya, Hye Rin harus menggunakan pinjaman pelajar. Akibatnya Hye Rin ngga bisa dandan secantik Ha Ri. Rambut kriwilnya ngga pernah berurusan dengan salon. Wajahnya  penuh komedo. Ditambah baju seadanya, lengkaplah sudah tampilan Hye Rin si itik buruk rupa.

Saking ngga banget penampilannya,  Hye Rin diterima di suatu grup majalah karena penampilan buruknya.  Manager  beralasan wajah ngga cantik  Hye Rin akan membuatnya betah kerja. Ngga in – out/berhenti kerja karena kawin. Duh segitunya nasibmu Hye Rin. #sosad


Hye Jin dan Ha Ri, kamu pilih siapa? (dok. dramapopuler.com)


Dikisahkan Hye Jin memiliki cinta pertama” semasa kecil, yaitu Ji Sung Joon yang bertubuh gemuk dan kerap dibully teman-temannya. Berkat sifat penyayang Hye Jin, Sung Joon bisa menghadapi bullying serta kesulitan usai kematian ibunya. Sayangnya mereka harus berpisah ketika Sung Joon pindah ke Amerika.

Belasan  tahun berlalu, Sung Joon berubah menjadi pria dewasa yang tinggi langsing nan tampan.  Penampakan yang membuat Hye Jinb minder dan terpaksa minta bantuan Ha Ri agar berpura-pura jadi dirinya

Tapi dasar nasib cinta pertama, Hye Rin harus sekantor dengan Sung Joon yang punya misi mengembalikan kejayaan majalah The Most Korea dalam waktu 3 bulan. Sementara Ha Ri walau udah berusaha menghindar dari Sung Joon dengan bilang kuliah ke UK, eh  ketahuan masih ada di Korea. Bahkan  akhirnya diam-diam jatuh cinta pada Sung Joon.

Drama Korea “She Was Pretty” sungguh milik Hwang Jung Eum pemeran Kim Hye Jin. Bermain total dengan rambut kriwil yang senantiasa bergerak bikin saya tersenyum  geli. Ekspresif banget. Mungkin ada yang bilang lebay namun nampaknya skenario mengharuskan demikian. Bahkan  dia punya  ciri khas ketika menyeberang di di zebra cross.

 Kim Shin Hyuk, teman kerja Hye Jin pun rupanya terpesona. Ditambah kebiasaan pakai sepatu canvas dan kaus kaki putih, membuat Shin Hyuk memanggil Hye Jin dengan Jackson. Merujuk pada Michael Jackson pastinya.

Kayanya kalo saya menjadi salah seorang rekan Hye Jin, juga bakalan gemas pada sosok ini. Nyenengin banget. ^_^


sumber: favim.com

Hubungan Shin Hyuk dengan Hye Jin  amatlah manis. Awalnya gemar  menjahili, Shin Hyuk merasa nyaman dan bersahabat dengan Hye Jin yang dipanggilnya adik. Sayang hubungan kakak adik berubah ketika akhirnya Shin Hyuk jatuh cinta pada Hye Jin.  Shin Hyuk menilai Hye Jin 100 x lipat lebih cantik dibanding Ha Ri.  #Hiks saya setuju.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Silakan nonton sampai habis. Banyak kejutan dalam drama ini. Dan pastinya ada  Choi Si Won, anggota Super Junior yang ganteng pisan, berperan sebagai Shyin Hyuk.

Penggemarnya pasti baper berat, sampai-sampai ada tulisan 10 alasan Shin Yuk lebih baik daripada Sun Joong : https://www.allkpop.com/article/2015/10/10-reasons-shin-hyuk-is-better-than-ji-sung-joon-in-she-was-pretty


Iya sih Shin Yuk (Choi Si Won) paling kanan, jauh lebih cakep dibanding Sung Joon (sumber : sidomi.com)


wah....wah ......salahin yang casting kali ya? :D   :D

Namun hubungan Shin Yuk dan Sung Joon ngga kalah lucunya lho. Eniwei selamat bersenang-senang dengan Drama Korea yang penuh tawa dan tangis.  ^_^


sumber: makeagif.com



Profile
Drama: She Was Pretty (literal title)
Revised romanization: Geunyeoneun Yeppeodda
Hangul: 그녀는 예뻤다
Director: Jung Dae-Yoon
Writer: Jo Sung-Hee
Network: MBC
Episodes: 16
Release Date: September 16 - November 11, 2015
Runtime: Wednesdays & Thursdays 21:55
Language: Korean
Country: South Korea


Comments

Anindita Ayu said…
Aku jadi inget sama the devil wears prada Ambu. Mau tidak mau jadi dibandingkan dengan film itu sih.
Misu Pinku said…
Aku belum nonton Models mbak, jadi belum bisa membandingkannya. Nonton She was Pretty pun baru episode-episode awal sih, hehe.
ah iya, saya juga baca dan nonton "the devil wears prada"

jauh banget ya?

Hehehe beda ladang beda sumurnya :D
sebetulnya models film lama banget

pemainnya senior, Kim Nam Joo berakting di Misty, saya penasaran banget ^_^

Popular posts from this blog

Dewi Kentring Manik, Dewi Cantik Jelita Pelindung Kota Bandung

The Third Charm, Akhir Yang Membuat Penonton Marah

Bagaimana jika tokoh utama yang ganteng bukan main menjalin kasih dengan second lead, gadis cantik, imut dan menggemaskan? Ternyata penonton memilih agar keduanya happy ending. Sementara tokoh perempuan di maki-maki karena dianggap meninggalkan kekasihnya.
Mungkin itu yang menjadi penyebab ending drama Korea “The Third Charm” dibiarkan cukup terbuka. Penonton boleh berkhayal semaunya. Apakah cukup sahabatan atau menikah?
Tokoh utama pria, Seo Kang-Joon dan tokohperempuan, Esom yang membuat saya kepincut untuk menonton drakor ini. Seo Kang-Joon, rupanya dianggap sukses dalam setiap perannya sehingga tahun 2018, saya menonton 2 dramanya. Marema ya?
Sedangkan Esom, saya jatuh cinta pada sosoknya di Because This Is My First Life. Berperan sebagai sahabat tokoh utama, Esom keren banget. Hihihi tentu saja yang dimaksud keren adalah postur tubuhnyayang tinggi dan penuh. Seksi, tanpa harus berbaju pendek. Bahkan balutan kostum hitam atau putih yang dikenakan, bikin Essom nampak berkelas. Sebetul…

100 Days My Prince; Janji Setia Seorang Pangeran Cilik

“Aku menyukaimu” “Aku akan mengawinimu” Kata seorang anak laki-laki pada gebetannya, Yoon Yi-Seo,  perempuan cilik yang periang, cantik dan pemberani.
Sekian puluh tahun berlalu, Lee Yool, nama anak laki-laki tersebut, rupanya selalu  berpegang teguh pada janjinya dan Yi Seo pun selalu mengingatnya.
Mengambil  genre sageuk fusion alias kisah dengan setting masa lalu yang dimodifikasi (fiksi, bukan berdasarkan sejarah sebenarnya), drama Korea “100 Days My Prince”  sebetulnya ngga terlalu spesial. Khususnya jika dibandingkan dengan drakor bergenre serupa.
Pemeran utama mengalami lupa ingatan. Ide klise yang telah digunakan sejak “Meteor Garden”nya drama Taiwan. Kemudian diramu dengan kehidupan sang pangeran sebagai rakyat jelata selama 100 hari.
Yang menjadi pembeda adalah aktor dan aktrisnya yang sedang naik daun. Sang pangeran Lee Yool diperankan D.O. personil EXO, sedangkan Yoon Yi-Seo atau Hong Shim diperankan aktris cantik Nam Ji-Hyun.
Apabila Anda mencari tontonan yang menghibur, “100 Da…

Nostalgia 7 Majalah Favorit

Punya majalah favorit?
Maksudnya tentu majalah cetak. Skip majalah Bobo ya? Selain karena udah kelamaan eranya, juga ngga ada saingan. Sementara 7 majalah favorit yang terpilih karena target segmen serta  ragam topik  yang disajikan.
Tentu  beberapa majalah sudah almarhum alias rest in print. Huhuhu sedih, padahal walau udah ngga berlangganan, sesekali saya masih suka beli. Rasanya lebih nyaman membaca versi cetak dibanding online-nya. Mata ngga capek. Ketika  lelah, si majalah bisa menjadi penutup wajah, pengantar tidur. Coba deh membaca via   ponsel atau tab, kan ngga bisa untuk penutup wajah.  :D  :D
Oke langsung aja kita ngobrolin  majalah favorit yang dimaksud. Ini dia:
Majalah Horison
Awalnya saya membaca majalah Horison karena terpaksa. Sebagai anak ABG yang gemar melahap habis semua bacaan, saya kehabisan buku serta majalah, eh ada majalah isinya cerpen, baca ah ..... Ternyata, ... bahkan hingga kini, saya masih sering mengulang paragraf demi paragraf artikel/cerpen/puisi  yang dimu…

Bukit Batu, Destinasi Mistis di Palangka Raya yang Wajib Dikunjungi

“Indonesia ngga cuma Jabar, mbak” Untuk sekian kalinya Gilang meledek. Kalimat ledekannya diberi penekanan emoji. Dan untuk kesekian kali pula, saya hanya bisa menimpali dengan emoji tertawa lebar. “Kesini mbak, ke Palangka Raya. Jangan kaya katak dalam tempurung. Nanti kita kulineran sampai kenyang”.
Seperti itulah Gilang. Sangat baik hati. Kami bisa ngobrol berjam-jam untuk membahas banyak topik. Mulai dari harga telur yang naik turun hingga gonjang ganjing pilpres dan pileg. Dan semua kami lakukan via dunia maya. Dunia maya yang membantu kami berkenalan dan bersahabat hingga kini.
Profesi blogger dan minat pada photography menautkan kami sejak tahun 2011. Sangat erat, walau selisih usia terpaut jauh. Awal berkenalan, saya sudah menjadi ibu rumah tangga 4 anak, sedangkan Gilang masih gadis yang bebas berpetualang mencari ide memotret.
Hanya sekali kami bertemu. di acara blogger gathering tahun 2012. Sesudah itu Gilang pindah dari Jogja ke Palangka Raya, bertemu dengan sangpujaan hati kemu…

5 Situs Download Gratis Drama Korea yang Recommended Banget

Suatupagi perbincanganWA Grup Komunitas Memasak yang biasanya riuh dengan berbagi resep makanan, tiba-tiba berubah menjadi: “Download aja teh, ngirit kuota” “Wah saya belum nonton ... . Bikin penasaran!”
Ya, kami sedang bergunjing mengenai drama Korea. Drama Korea apa saja yang bagus, yang belum ditonton dan yang penting ini nih: situs yang direkomendasikan untuk men-download drama Korea bersubtitle Indonesia. Tujuannya tentu saja untuk ngirit kuota. Emak-emak dimana saja umumnya sama: pingin hemat!:D :D
Kala itu, semua cara menonton drama Korea sudah saya coba, hanya mengunduh yang belum.Tentunya jadi penasaran. Selalu ada sesi yang jengkelin ketika menonton drakor . Menonton via player DVD misalnya, banyak keping DVD yang tidak berjalan mulus. Katanya sih proses burningnya yang bermasalah.Tapi pan jadi riweuh,saya harus bolak balik. Menonton via DVDberarti juga nyampah. Usai menonton, kepingan DVD ngga tau harus diapain. Ada usul?
Cara berikutnya melaluisaluran berbayar. Apesnya harus sta…

Ngemil Syantikkk Ala Syahrini Bareng Nenasz Cookies

Syantik. Kata itu dipopulerkan Syahrini bersama sejumlah kata lain seperti cetar, sesuatu,  bulu mata badai,  jambul khatulistiwa dan kata-kata nyleneh lainnya.  Sosok lain yang gemar membuat kata-kata ajaib adalah Viki Prasetyo dan Cinta Laura. Kreator kata yang menjadi kesatuan dengan branding mereka.
Andai mereka berkampanye ... Maksudnya bukan kampanye pilpres atau  kampanye  pileg,  namun kampanye untuk kemaslahatan seperti diversifikasi pangan. Lahan yang belum banyak disentuh. Jangankan selebriti, nampaknya para pejabat juga “pelit” bicara tentang diversifikasi pangan.
Ketinggian miimpinya ya? Gubrak deh .... :D Gini  kisahnya. Berawal rencana membuat tulisan personal branding ala Syahrini part 2, ngga sengaja saya lihat iklan cookies yang dibintangi Syahrini. Langsung deh kepikiran: “Ah, andai Syahrini jadi model iklan cookies non tepung terigu. Bakal sukses deh program diversifikasi pangan kita”
Baca juga: Pingin Personal Branding ala Syahrini? Begini Caranya!Julia Perez; Don’t Judg…