Skip to main content

Jumpa AHY di Food Market Paskal 23 Bandung

AHY (dok. Maria G Soemitro)




“AHY teh saha?”

Siapa AHY?  (terjemahan bahasa Sunda), tanya  seorang kawan blogger ketika muncul undangan di WA Grup. Isinya ajakan bincang santai bareng AHY di  Food Market Paskal 23 Bandung.
Memang, nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ngga otomatis masuk radar di memori komunitas blogger Bandung, mengingat yang bersangkutan baru saja berkiprah di dunia politik. Selain itu,  tulisan bertopik politik kurang disukai. Debat kusirnya itu lho yang bikin illfeel.  Kita mah pan pingin hidup nyaman, tentrem dan banyak temen. ^_^

Faktor lain yang membuat teman-teman  blogger ogah datang adalah waktunya yang mepet. Sabtu Malam kan umumnya digunakan untuk acara keluarga. Juga hujan yang kerap mengguyur Kota Bandung membuat banyak orang  lebih memilih meringkuk dalam ruangan hangat ditemani secangkir teh hangat sambil kruntelan dengan anak.

Karena anak-anak sudah besar, ngga ada lagi yang bisa dipeluk-peluk, saya memenuhi undangan tanggal 17 Maret tersebut. Alasan lainnya adalah lokasi yang dekat, hanya berjarak  2 shelter bus maka akan sampai di Paskal 23, area komersil yang bisa diakses dari arah selatan, Jalan Kebon Jati dan barat, Jalan Pasir Kaliki.

Food Market Paskal 23 (dok. Maria G Soemitro)

Paskal 23 merupakan perluasan Hyper Square, area perkantoran dan pembelanjaan yang memiliki pintu utama di jalan Pasir Kaliki. Diperluas hingga 40.000 meter persegi, Paskal 23 berdampingan dengan Binus University dan Yello Hotel. Dengan tagline “Inspiringly Yours”, mall ini ingin menjadi wadah kreasi komunitas-komunitas di Bandung. Jadi pas banget ya event AHY digelar di lokasi strategis ini?
Food Market Paskal 23 (dok Maria G Soemitro)

Food Market Paskal 23 masih sepi ketika saya datang pukul 18.30. padahal undangannya pukul 18.00.  Sebetulnya sih saya sudah memperkirakan bakalan ngaret, karena itu sholat Magrib dulu sebelum berangkat. Dan ternyata AHY masih dalam perjalanan dari kota-kota lain yang dikunjungi dalam rangka road show ke 27 kota/kabupaten di Jawa Barat selama 7 hari.

Food Market Paskal 23 diisi 1100 jenis kuliner dari 50 stand yang melingkari area pengunjung  Food Market.  1100 jenis? Bisa jadi.  Karena semua kuliner beken di Bandung (halal dan non halal) hadir disini. Sebutlah sate Hadori, sate Karjan, sate Maulana Yusuf, sate Taichan dan mungkin ada sate lainnya yang terkenal. Lengkap banget. Ngga heran Food Market Paskal 23 dipilih untuk memenuhi keinginan AHY untuk melepas kangen pada kuliner Bandung.

Food Market Paskal 23 (dok. Maria G Soemitro)

Konsep lokasi yang semi outdoor menambah nilai lebih. Di area depan, nampak taman, kolam, air mancur  dan  batu dengan tulisan ajakan mengajukan satu permintaan sambil melempar koin ke kolam.  Di area tengah taman, beberapa musisi nampak mempersiapkan diri untuk tampil.

Sedangkan area event AHY terbagi dua. Sebagian tepat di depan live musik dengan meja panjang dan beberapa bangku. Sebagian lagi terpisah disebelah kiri. Keduanya dilingkari tali rafia dengan tulisan “reserved”. Mungkin diperkirakan ada ratusan yang akan hadir mengingat yang bersangkutan adalah tokoh partai yang mengundang beberapa komunitas di Kota Bandung.

Sekitar pukul 20.30 AHY dan rombongan akhirnya tiba. Pastinya langsung diserbu jepretan foto dan mereka yang pingin foto bareng. Baik penggemar maupun yang sekedar pingin foto bareng AHY. Rombongan ini mengelilingi kedai dari ujung ke ujung sebelum akhirnya duduk manis di tempat yang disediakan.

Acaranya sih cuma sebentar. Walau kemudian datang tokoh Demokrat lainnya seperti Deddy Mizwar,  kang Rully (calon wawalkot Bandung) dan disusul Dede Yusuf,. AHY ngobrol barewng mereka dan petinggi Demokrat lainnya sambil makan protolan jagung manis dan mie bakso.

Acara puncak adalah ketika AHY tampil  ke depan berkisah tentang roadshownya serta menjawab 3 pertanyaan yang dilontarkan peserta event.  Pertanyaan pertama tentang  motivasi AHY nyalon. Pertanyaan kedua tentang komitmen AHY terhadap penyanyi jalanan. Dan pertanyaan ketiga lebih tepatnya undangan ke tempat industri dodol.


Event  jumpa AHY bubar sebelum jarum jam menunjukkan angka 22.00. mungkin AHY lelah harus beristirahat untuk persiapan esok paginya ke acara  car free day. Dilanjutkan perjalanan ke provinsi Jabar bagian timur, dan camping di Majalengka. Di Majalengka ada tempat camping asyik gitu ? Baru denger, biasanya di daerah Tangkuban Perahu atau Ciwidey.

Bagi yang masih pingin ngobrol dan foto-foto bisa bareng kang Rully dan Dede Yusuf
Oh ya ngga ada Anissa Pohan dalam kunjungan AHY ini. Padahal pingin banget lihat ibu muda nan cantik ini. Mungkin kelak ya, jika ada umur?

Apa kesan saya terhadap event ini, khususnya mengenai AHY?
Sosoknya menyenangkan, ucapannya jernih, runtut walau jawaban-jawabannya termasuk normatif.
Dan pastinyasenang ya muncul sosok-sosok baru di kancah pilkada/pilpres dan legislatif?
Walau timbul juga penasaran kenapa dari sejumlah sosok tersebut hanya AHY yang  mengundang blogger?
Apa karena takut ya?

Maklum kami punya pena setajam silet. Khusus tulisan ini siletnya tumpul, belum sempat diasah  :D  :D

Comments

wijaya kusumah said…
wah dekat dari pasir koja, sayang telat infonya

Popular posts from this blog

Dewi Kentring Manik, Dewi Cantik Jelita Pelindung Kota Bandung

The Third Charm, Akhir Yang Membuat Penonton Marah

Bagaimana jika tokoh utama yang ganteng bukan main menjalin kasih dengan second lead, gadis cantik, imut dan menggemaskan? Ternyata penonton memilih agar keduanya happy ending. Sementara tokoh perempuan di maki-maki karena dianggap meninggalkan kekasihnya.
Mungkin itu yang menjadi penyebab ending drama Korea “The Third Charm” dibiarkan cukup terbuka. Penonton boleh berkhayal semaunya. Apakah cukup sahabatan atau menikah?
Tokoh utama pria, Seo Kang-Joon dan tokohperempuan, Esom yang membuat saya kepincut untuk menonton drakor ini. Seo Kang-Joon, rupanya dianggap sukses dalam setiap perannya sehingga tahun 2018, saya menonton 2 dramanya. Marema ya?
Sedangkan Esom, saya jatuh cinta pada sosoknya di Because This Is My First Life. Berperan sebagai sahabat tokoh utama, Esom keren banget. Hihihi tentu saja yang dimaksud keren adalah postur tubuhnyayang tinggi dan penuh. Seksi, tanpa harus berbaju pendek. Bahkan balutan kostum hitam atau putih yang dikenakan, bikin Essom nampak berkelas. Sebetul…

100 Days My Prince; Janji Setia Seorang Pangeran Cilik

“Aku menyukaimu” “Aku akan mengawinimu” Kata seorang anak laki-laki pada gebetannya, Yoon Yi-Seo,  perempuan cilik yang periang, cantik dan pemberani.
Sekian puluh tahun berlalu, Lee Yool, nama anak laki-laki tersebut, rupanya selalu  berpegang teguh pada janjinya dan Yi Seo pun selalu mengingatnya.
Mengambil  genre sageuk fusion alias kisah dengan setting masa lalu yang dimodifikasi (fiksi, bukan berdasarkan sejarah sebenarnya), drama Korea “100 Days My Prince”  sebetulnya ngga terlalu spesial. Khususnya jika dibandingkan dengan drakor bergenre serupa.
Pemeran utama mengalami lupa ingatan. Ide klise yang telah digunakan sejak “Meteor Garden”nya drama Taiwan. Kemudian diramu dengan kehidupan sang pangeran sebagai rakyat jelata selama 100 hari.
Yang menjadi pembeda adalah aktor dan aktrisnya yang sedang naik daun. Sang pangeran Lee Yool diperankan D.O. personil EXO, sedangkan Yoon Yi-Seo atau Hong Shim diperankan aktris cantik Nam Ji-Hyun.
Apabila Anda mencari tontonan yang menghibur, “100 Da…

Nostalgia 7 Majalah Favorit

Punya majalah favorit?
Maksudnya tentu majalah cetak. Skip majalah Bobo ya? Selain karena udah kelamaan eranya, juga ngga ada saingan. Sementara 7 majalah favorit yang terpilih karena target segmen serta  ragam topik  yang disajikan.
Tentu  beberapa majalah sudah almarhum alias rest in print. Huhuhu sedih, padahal walau udah ngga berlangganan, sesekali saya masih suka beli. Rasanya lebih nyaman membaca versi cetak dibanding online-nya. Mata ngga capek. Ketika  lelah, si majalah bisa menjadi penutup wajah, pengantar tidur. Coba deh membaca via   ponsel atau tab, kan ngga bisa untuk penutup wajah.  :D  :D
Oke langsung aja kita ngobrolin  majalah favorit yang dimaksud. Ini dia:
Majalah Horison
Awalnya saya membaca majalah Horison karena terpaksa. Sebagai anak ABG yang gemar melahap habis semua bacaan, saya kehabisan buku serta majalah, eh ada majalah isinya cerpen, baca ah ..... Ternyata, ... bahkan hingga kini, saya masih sering mengulang paragraf demi paragraf artikel/cerpen/puisi  yang dimu…

Bukit Batu, Destinasi Mistis di Palangka Raya yang Wajib Dikunjungi

“Indonesia ngga cuma Jabar, mbak” Untuk sekian kalinya Gilang meledek. Kalimat ledekannya diberi penekanan emoji. Dan untuk kesekian kali pula, saya hanya bisa menimpali dengan emoji tertawa lebar. “Kesini mbak, ke Palangka Raya. Jangan kaya katak dalam tempurung. Nanti kita kulineran sampai kenyang”.
Seperti itulah Gilang. Sangat baik hati. Kami bisa ngobrol berjam-jam untuk membahas banyak topik. Mulai dari harga telur yang naik turun hingga gonjang ganjing pilpres dan pileg. Dan semua kami lakukan via dunia maya. Dunia maya yang membantu kami berkenalan dan bersahabat hingga kini.
Profesi blogger dan minat pada photography menautkan kami sejak tahun 2011. Sangat erat, walau selisih usia terpaut jauh. Awal berkenalan, saya sudah menjadi ibu rumah tangga 4 anak, sedangkan Gilang masih gadis yang bebas berpetualang mencari ide memotret.
Hanya sekali kami bertemu. di acara blogger gathering tahun 2012. Sesudah itu Gilang pindah dari Jogja ke Palangka Raya, bertemu dengan sangpujaan hati kemu…

5 Situs Download Gratis Drama Korea yang Recommended Banget

Suatupagi perbincanganWA Grup Komunitas Memasak yang biasanya riuh dengan berbagi resep makanan, tiba-tiba berubah menjadi: “Download aja teh, ngirit kuota” “Wah saya belum nonton ... . Bikin penasaran!”
Ya, kami sedang bergunjing mengenai drama Korea. Drama Korea apa saja yang bagus, yang belum ditonton dan yang penting ini nih: situs yang direkomendasikan untuk men-download drama Korea bersubtitle Indonesia. Tujuannya tentu saja untuk ngirit kuota. Emak-emak dimana saja umumnya sama: pingin hemat!:D :D
Kala itu, semua cara menonton drama Korea sudah saya coba, hanya mengunduh yang belum.Tentunya jadi penasaran. Selalu ada sesi yang jengkelin ketika menonton drakor . Menonton via player DVD misalnya, banyak keping DVD yang tidak berjalan mulus. Katanya sih proses burningnya yang bermasalah.Tapi pan jadi riweuh,saya harus bolak balik. Menonton via DVDberarti juga nyampah. Usai menonton, kepingan DVD ngga tau harus diapain. Ada usul?
Cara berikutnya melaluisaluran berbayar. Apesnya harus sta…

Ngemil Syantikkk Ala Syahrini Bareng Nenasz Cookies

Syantik. Kata itu dipopulerkan Syahrini bersama sejumlah kata lain seperti cetar, sesuatu,  bulu mata badai,  jambul khatulistiwa dan kata-kata nyleneh lainnya.  Sosok lain yang gemar membuat kata-kata ajaib adalah Viki Prasetyo dan Cinta Laura. Kreator kata yang menjadi kesatuan dengan branding mereka.
Andai mereka berkampanye ... Maksudnya bukan kampanye pilpres atau  kampanye  pileg,  namun kampanye untuk kemaslahatan seperti diversifikasi pangan. Lahan yang belum banyak disentuh. Jangankan selebriti, nampaknya para pejabat juga “pelit” bicara tentang diversifikasi pangan.
Ketinggian miimpinya ya? Gubrak deh .... :D Gini  kisahnya. Berawal rencana membuat tulisan personal branding ala Syahrini part 2, ngga sengaja saya lihat iklan cookies yang dibintangi Syahrini. Langsung deh kepikiran: “Ah, andai Syahrini jadi model iklan cookies non tepung terigu. Bakal sukses deh program diversifikasi pangan kita”
Baca juga: Pingin Personal Branding ala Syahrini? Begini Caranya!Julia Perez; Don’t Judg…