Skip to main content

Rengginang, Kudapan Ngetop yang Miskin Referensi

resepharian.com


Siapa yang tau nama kudapan di atas? Hihihi …..  dilemparsandal  ….ngasih pertanyaan kok mudah.  Memang sih banyak yang tau kalo nama cemilan di atas adalah rengginang.
Tapi selebihnya? Ternyata ngga banyak artikel yang berkaitan dengan kudapan yang amat sangat populer ini.  Padahal ada anekdot kaleng Khong Guan yang mungkin sudah basi. Pernah dengar seseorang ngomel ketika mau ngambil suguhan dari kaleng Khong Guan ternyata isinya rengginang, bukan cookies?
Karena miskin referensi, saya jadi penasaran mengenai kudapan ngetop nan lezat ini. Mas Wiki yang guantenge poll bilang begini:
“Rengginang adalah sejenis kerupuk tebal yang terbuat dari nasi atau beras ketan yang dikeringkan dengan cara dijemur di bawah panas matahari lalu digoreng panas dalam minyak goreng dalam jumlah yang banyak. Agak berbeda dari jenis kerupuk lain yang umumnya terbuat dari adonan bahan yang dihaluskan seperti tepung tapioka atau tumbukan biji melinjo, rengginang tidak dihancurkan sehingga bentuk butiran nasi atau ketannya masih tampak. Seringkali rengginang dibuat dari nasi sisa yang tak termakan, lalu dijemur dan dikeringkan untuk kemudian digoreng dan dijadikan rengginang”.
Kurang lebih maksudnya mas Wiki, rengginang adalah kerupuk berbentuk bulat dengan bahan baku yang masih terlihat nyata karena tidak dihaluskan lazimnya keripuk.
Hasil blusukan lainnya dari rimba belantaranya mbah Gugel, kurang lebih sebagai berikut:
1. Bukan nasi yang digoreng
dok. Maria G Soemitro

Suatu hari, anak saya yang sedang makan rengginang ditelpon budenya. Rupanya sang bude bertanya: “Sedang makan apa?” Dan si sulung yang kala itu masih berusia 5 tahunan menjawab polos:  “Lagi makan nasi yang digoreng”. Walahhhh ……  :D  :D
Ngga salah juga sih, dia mau menekankan bukan sedang makan nasi goreng tapi nasi yang digoreng. Mungkin karena bentuknya seperti nasi ya?
Nah senada dan seirama dengan mas Wiki yang mengatakan intip goreng (nasi) sebagai rengginang. Perdebatannya bukan bahan baku karena bahan baku bisa apa saja. Namun cara pembuatan intip goreng beda banget dengan rengginang berbahan nasi atau singkong.
Cara membuat rengginang mudah banget, beras ketan yang sudah dicuci/dibersihkan dikukus hingga setengah matang. Angkat untuk dibumbui sesuai selera, bisa gurih, plain (asin saja) atau manis. Kemudian kukus lagi hingga matang. Setelah beras ketan dingin, bentuk sesuai selera dan jemur hingga kering kurang lebih 2 hari.
Jangan terkena hujan ya. Sebelum disajikan, harus digoreng dalam minyak panas agar merekah sempurna dan hmmmm….crispy with ngeprossss ^_^

2. Kuliner asli

kaskus.com

Jiahhhh…..siapapun tahu bahwa rengginang merupakan kuliner asli Indonesia. Tapi asli darimana? Jika mengutak-utik mas Wiki, kembali jawaban standar yang didapat yaitu makanan asli masyarakat pulau Jawa, selebihnya tidak ada yang spesifik. Mungkin hanya soal penamaan, etnis Jawa menyebutnya rengginang, sebutan yang akhirnya milik balarea. Sementara etnis Sunda menyebutnya ranginang. 
Jika merunut kebiasaan masyarakat pedesaan yang masih berpegang teguh pada tradisi, maka akan terlihat bahan baku kudapan yang hampir sama yaitu ubi kayu (singkong) dan beras ketan. Penyebabnya tentu saja berdasarkan hasil bumi petani yang dominan.
Nastar dan cookies lainnya? Huuuu……,itu mah bawaan Amrik yang membujuk Indonesia supaya mau beli hasil gandumnya yang surplus. Cara pertamanya ngasih gratis dengan tagline #hibah tentunya. Kesininya sih kita harus beli dong. Emangnya aku mbahmu, kata si Amrik  :D :D
Oke, kembali ke beras ketan, salah satu bahan baku sajian ‘kariaan’/pesta, selain dibuat rengginang, beras ketan dibuat peuyem/tape ketan yaitu beras ketan yang diproses dengan fermentasi, ulen/jadah (beras ketan dikukus kemudian ditumbuk), atau disajikan hangat dengan parutan kelapa. Yummm….sedapppp. ^_^
Oh iya ada satu lagi yaitu madu mongso, peuyeum ketan dibumbui  dan diolah lagi hingga manis dan berbentuk mirip dodol,  kemudian dibungkus warna-warni. 

3. Renggining, cuma namanya yang mirip

tokomesin.com

Ketika gugling mengenai cara membuat rengginang, didapatlah satu resep rengginang berbahan baku singkong. What? Maksudnya renggining apa? Ternyata sesudah saya baca, yang dimaksud si pembuat resep adalah kecimpring atau enyek. Kerupuk singkong khas banget dengan bekas guratan garpu.
Mungkin hal ini pulalah yang menyebabkan intip goreng disebut rengginang. Selain itu ada renggining yaitu kerupuk berbentuk mirip rengginang namun terbuat dari beras nasi. Masyarakat adat Cireundeu yang membuat kerupuk terbuat dari rasi (beras nasi) juga menamakan renggining bukan rengginang.

4. Bukan makanan murahan

renggining (dok.oleholehjawatimur.com)

Walaupun termasuk makanan rakyat rengginang bukan makanan murahan. Mungkin karena bahan bakunya beras ketan yang harga per kilogramnya 2 kali lebih mahal dibanding beras biasa. Terlebih ketika sudah mendapat sentuhan kreasi.
Brand Rengginangaja yang digawangi 3 anak muda dari Malang membuat rengginang kekiniannya dan menjual dengan harga Rp- 12.000 per 120 gram, yang artinya kurang lebih Rp 100.000/ kilogram. Cukup lumayan menurut saya mah. J
Bandingkan dengan krupuk-krupukan berbahan tepung terigu yang dipatok harga belasan ribu rupiah saja per kilogramnya. Penyebabnya harga tepung terigu aka tepung gandum yang impor ternyata jauh lebih murah dibanding singkong. #tepokjidat deh.

5. Kreasi

tokopedia.com

Sebagai makanan jadul hasil warisan nenek moyang, rupanya rengginang mulai mendapat sentuhan. Tiga anak muda yang punya brand rangginangaja misalnya, membentuk rengginang mirip mangkok dengan banyak varian rasa, yaitu spicy, barbeque, rumput laut, cheese, balado dan pizza.
Bentuk mangkoknya sendiri merupakan sentuhan rengginang lorjuk asli Madura, Jawa Timur. Lorjuk merupakan  kerang bambu yang rasanya gurih yang biasa digunakan untuk campuran rengginang. Rupanya pembeda rasa sangat bergantung ketersediaan bahan pangan masyarakat setempat.  lorjuk untuk etnis Madura, sedangkan Urang Sunda menggunakan terasi untuk campuran rengginangnya.
 
rengginang rasa green tea (dok. BIAJI)
Mungkin ada yang nanya, kok rengginang aja diurusin?
Guys,  kalo kita abai dengan  kuliner warisan nenek moyang, jangan kaget kalo nanti dipatenkan bangsa lain lho. Kan ngga lucu ntar mau jualan rengginang harus bayar royalti?
Hehehe….begitulah ternyata cukup menarik membedah ‘rengginang’ ya? Bagaimana kalo kita kupas tuntas juga tentang gendar, borondong dan opak?

Aiihhhhh, jadi ngga sabar …
*buka jadwal kerja*
*sok sibuk* :D  :D

Comments

Audia said…
aku salah satu penyuka rengginang, tapi kok aku belum pernah nyoba rengginang green tea ya. itu nemu di mana ya mba? hehe
hahahaa.... jangan sampe lah bayar royalti demi sebuah rengginang dalam sekaleng kong guan
wkwk

eeeeh ternyata rengginang punya sodara ya, namanya renggining
hehe

Popular posts from this blog

Dewi Kentring Manik, Dewi Cantik Jelita Pelindung Kota Bandung

The Third Charm, Akhir Yang Membuat Penonton Marah

Bagaimana jika tokoh utama yang ganteng bukan main menjalin kasih dengan second lead, gadis cantik, imut dan menggemaskan? Ternyata penonton memilih agar keduanya happy ending. Sementara tokoh perempuan di maki-maki karena dianggap meninggalkan kekasihnya.
Mungkin itu yang menjadi penyebab ending drama Korea “The Third Charm” dibiarkan cukup terbuka. Penonton boleh berkhayal semaunya. Apakah cukup sahabatan atau menikah?
Tokoh utama pria, Seo Kang-Joon dan tokohperempuan, Esom yang membuat saya kepincut untuk menonton drakor ini. Seo Kang-Joon, rupanya dianggap sukses dalam setiap perannya sehingga tahun 2018, saya menonton 2 dramanya. Marema ya?
Sedangkan Esom, saya jatuh cinta pada sosoknya di Because This Is My First Life. Berperan sebagai sahabat tokoh utama, Esom keren banget. Hihihi tentu saja yang dimaksud keren adalah postur tubuhnyayang tinggi dan penuh. Seksi, tanpa harus berbaju pendek. Bahkan balutan kostum hitam atau putih yang dikenakan, bikin Essom nampak berkelas. Sebetul…

100 Days My Prince; Janji Setia Seorang Pangeran Cilik

“Aku menyukaimu” “Aku akan mengawinimu” Kata seorang anak laki-laki pada gebetannya, Yoon Yi-Seo,  perempuan cilik yang periang, cantik dan pemberani.
Sekian puluh tahun berlalu, Lee Yool, nama anak laki-laki tersebut, rupanya selalu  berpegang teguh pada janjinya dan Yi Seo pun selalu mengingatnya.
Mengambil  genre sageuk fusion alias kisah dengan setting masa lalu yang dimodifikasi (fiksi, bukan berdasarkan sejarah sebenarnya), drama Korea “100 Days My Prince”  sebetulnya ngga terlalu spesial. Khususnya jika dibandingkan dengan drakor bergenre serupa.
Pemeran utama mengalami lupa ingatan. Ide klise yang telah digunakan sejak “Meteor Garden”nya drama Taiwan. Kemudian diramu dengan kehidupan sang pangeran sebagai rakyat jelata selama 100 hari.
Yang menjadi pembeda adalah aktor dan aktrisnya yang sedang naik daun. Sang pangeran Lee Yool diperankan D.O. personil EXO, sedangkan Yoon Yi-Seo atau Hong Shim diperankan aktris cantik Nam Ji-Hyun.
Apabila Anda mencari tontonan yang menghibur, “100 Da…

Nostalgia 7 Majalah Favorit

Punya majalah favorit?
Maksudnya tentu majalah cetak. Skip majalah Bobo ya? Selain karena udah kelamaan eranya, juga ngga ada saingan. Sementara 7 majalah favorit yang terpilih karena target segmen serta  ragam topik  yang disajikan.
Tentu  beberapa majalah sudah almarhum alias rest in print. Huhuhu sedih, padahal walau udah ngga berlangganan, sesekali saya masih suka beli. Rasanya lebih nyaman membaca versi cetak dibanding online-nya. Mata ngga capek. Ketika  lelah, si majalah bisa menjadi penutup wajah, pengantar tidur. Coba deh membaca via   ponsel atau tab, kan ngga bisa untuk penutup wajah.  :D  :D
Oke langsung aja kita ngobrolin  majalah favorit yang dimaksud. Ini dia:
Majalah Horison
Awalnya saya membaca majalah Horison karena terpaksa. Sebagai anak ABG yang gemar melahap habis semua bacaan, saya kehabisan buku serta majalah, eh ada majalah isinya cerpen, baca ah ..... Ternyata, ... bahkan hingga kini, saya masih sering mengulang paragraf demi paragraf artikel/cerpen/puisi  yang dimu…

Bukit Batu, Destinasi Mistis di Palangka Raya yang Wajib Dikunjungi

“Indonesia ngga cuma Jabar, mbak” Untuk sekian kalinya Gilang meledek. Kalimat ledekannya diberi penekanan emoji. Dan untuk kesekian kali pula, saya hanya bisa menimpali dengan emoji tertawa lebar. “Kesini mbak, ke Palangka Raya. Jangan kaya katak dalam tempurung. Nanti kita kulineran sampai kenyang”.
Seperti itulah Gilang. Sangat baik hati. Kami bisa ngobrol berjam-jam untuk membahas banyak topik. Mulai dari harga telur yang naik turun hingga gonjang ganjing pilpres dan pileg. Dan semua kami lakukan via dunia maya. Dunia maya yang membantu kami berkenalan dan bersahabat hingga kini.
Profesi blogger dan minat pada photography menautkan kami sejak tahun 2011. Sangat erat, walau selisih usia terpaut jauh. Awal berkenalan, saya sudah menjadi ibu rumah tangga 4 anak, sedangkan Gilang masih gadis yang bebas berpetualang mencari ide memotret.
Hanya sekali kami bertemu. di acara blogger gathering tahun 2012. Sesudah itu Gilang pindah dari Jogja ke Palangka Raya, bertemu dengan sangpujaan hati kemu…

5 Situs Download Gratis Drama Korea yang Recommended Banget

Suatupagi perbincanganWA Grup Komunitas Memasak yang biasanya riuh dengan berbagi resep makanan, tiba-tiba berubah menjadi: “Download aja teh, ngirit kuota” “Wah saya belum nonton ... . Bikin penasaran!”
Ya, kami sedang bergunjing mengenai drama Korea. Drama Korea apa saja yang bagus, yang belum ditonton dan yang penting ini nih: situs yang direkomendasikan untuk men-download drama Korea bersubtitle Indonesia. Tujuannya tentu saja untuk ngirit kuota. Emak-emak dimana saja umumnya sama: pingin hemat!:D :D
Kala itu, semua cara menonton drama Korea sudah saya coba, hanya mengunduh yang belum.Tentunya jadi penasaran. Selalu ada sesi yang jengkelin ketika menonton drakor . Menonton via player DVD misalnya, banyak keping DVD yang tidak berjalan mulus. Katanya sih proses burningnya yang bermasalah.Tapi pan jadi riweuh,saya harus bolak balik. Menonton via DVDberarti juga nyampah. Usai menonton, kepingan DVD ngga tau harus diapain. Ada usul?
Cara berikutnya melaluisaluran berbayar. Apesnya harus sta…

Ngemil Syantikkk Ala Syahrini Bareng Nenasz Cookies

Syantik. Kata itu dipopulerkan Syahrini bersama sejumlah kata lain seperti cetar, sesuatu,  bulu mata badai,  jambul khatulistiwa dan kata-kata nyleneh lainnya.  Sosok lain yang gemar membuat kata-kata ajaib adalah Viki Prasetyo dan Cinta Laura. Kreator kata yang menjadi kesatuan dengan branding mereka.
Andai mereka berkampanye ... Maksudnya bukan kampanye pilpres atau  kampanye  pileg,  namun kampanye untuk kemaslahatan seperti diversifikasi pangan. Lahan yang belum banyak disentuh. Jangankan selebriti, nampaknya para pejabat juga “pelit” bicara tentang diversifikasi pangan.
Ketinggian miimpinya ya? Gubrak deh .... :D Gini  kisahnya. Berawal rencana membuat tulisan personal branding ala Syahrini part 2, ngga sengaja saya lihat iklan cookies yang dibintangi Syahrini. Langsung deh kepikiran: “Ah, andai Syahrini jadi model iklan cookies non tepung terigu. Bakal sukses deh program diversifikasi pangan kita”
Baca juga: Pingin Personal Branding ala Syahrini? Begini Caranya!Julia Perez; Don’t Judg…