Skip to main content

Film Mars Met Venus, Tatkala Minyak dan Air Bersatu Dalam Mie Ayam



Hiks saya bersedih, sudah puluhan tahun lebih ngga pernah nonton film di bioskop. Terakhir nonton Harry Potter, entah kedua atau ketiga. Yang pasti saat itu anak-anak masih kecil sehingga harus diceritain jalannya cerita, step by step. Bahkan kalo ngga salah Mabelle atau Bimo gitu masih saya pangku.

Sesudah anak-anak bertambah gede, mereka nonton bareng teman-temannyalah yaaaa….. Dan tinggallah si mamah sendirian.  Nunggu film yang ingin ditonton bisa dibeli DVD nya atau paling apes ya nunggu televisi swasta nayangin film tersebut. #tragissss Uhuks.

Ups oke, curhatnya sampai sini saja. Karena tanpa terduga kesempatan nonton film di bioskop 21-pun datang. Tak tanggung-tanggung, nontonnya bareng pemeran film aka aktor dan aktrisnya yang yak ampyunnnnn…..gara-gara ngga update, satupun ngga saya kenal. Kecuali Lukman Sardi, itupun karena dia anaknya Idris Sardi.  #tepokjidat keterlaluan banget ya? 
Ge Pamungkas dan Pamela Bowie di tayangan perdana Mars Met Venus

Film  Mars Met Venus mengangkat kisah percintaan dua anak manusia yaitu Kevlin (Ge Pamungkas) dan Mira (Pamela Bowie). Bukan kisah yang dramatis seperti Romeo & Juliet, juga ngga menyedihkan seperti Ghostnya Demi Moore dan Patrick Swayze. Tapi justru kesederhanaan plot menjadi kekuatan yang membuat penonton bertahan hingga akhir.

Konsep yang ditawarkan adalah perbedaan antara cewe dan cowo terhadap suatu kisah percintaan. Bedalah pastinya ya. Karena itu ada versi. Mars Met Venus (part cewe) dan yang saya tonton Mars Met Venus (part cowo).

Secara saya adalah perempuan pastinya pingin tahu pandangan cowo tentang suatu hubungan yang diniatkan ke mahligai perkawinan. Dan kisahpun bergulir. Dibuat sesuai era kekinian yaitu rangkaian vlog mengenai awal perjumpaan Kevlin dan Mira. Berlanjut ke acara pedekate hingga setelah 5 tahun pacaran. Yoi 5 tahun, pacaran yang cukup lama. Semua itu dikupas tuntas  Kevlin bersama teman-teman kostnya yang tentu saja cowo semua.
selesai shooting harusnya ngga pake berantem lagi, nyatanya .... :D 

Dan  jalan pikiran mereka khas cowo banget. Hahaha yaiyalah yak kan maunya begitu. Maksudnya tentu saja pas banget penjiwaannya. Misalnya sewaktu Kevlin tersadar belum menanyakan nomor ponsel Mira, dengan segera dia pergi ke rumah Mira tanpa peduli “baju rumah”  yang dikenakan. Kebayangkan? Kaos belel dengan lubang disana-sini, celana kutung dan sandal jepit.

Juga ketika Kevlin galau berat akibat hubungannya dengan Mira sedang error. Bukannya menghibur, teman-temannya yang dibintangi Cameo Project : Martin Anugrah, Bobby Tarigan, Reza Nangin dan Steve Pattinama, malah asyik dengan play station, khas cowo yang ngga mau ribet.

Saya pilih judul Mars Met Venus, kala minyak dan air bertemu dalam mi ayam. Karena minyak dan air ngga mungkin bersatu, tapi keduanya dibutuhkan dalam pembuatan mi ayam yang enak.
Termasuk kisah dua anak manusia berlainan jenis, bagaimanapun juga ngga bisa menyatu secara fisik, tapi secara batin? wow banget dah :)


Lebih dari itu yang bikin greget adalah kostum yang dipakai Mira,  seperti overall jeans dan t-shirt yang tampak kasual, kali lainnya Mira nampak keren dengan  vintage skirt ala eighties. Pemilihan Pamela Bowie sebagai  Mira di film ini membuat  adegan demi adegan menjadi lebih sedap ditonton.

Secara keseluruhan film yang disutradai Hadrah Daeng Ratu ini harus ditonton oleh sepasang kekasih agar mereka paham kenapa sih sering terjadi konslet. Selebihnya terasa kurang in depth khususnya ketika menyangkut pihak keluarga. Juga mengingat hubungan Mira dan Kevlin yang sudah 5 tahun, kok Kevlin cuma bilang: “Mamak saya ngga datang waktu saya wisuda”. 
Rasanya lebih tepat : “Seperti yang kamu tau, mamak saya ngga datang sewaktu saya wisuda”. Selebihnya terasa  meloncat dan terasa dipaksain. 
Ngga percaya? Tonton sendiri deh. J

Mars  Met Venus (Part Cowo)

Genre / Jenis Film: Drama

Sutradara Film: Hadrah Daeng Ratu

Rumah Produksi Film: MNC Pictures

Distributor Film: -

Penulis Naskah skenario / Novel Film: Nataya Bagya
Produser Film: Ferry Ardiyan
MPAA: -
Tanggal Rilis / Tayang Film: 3 Agustus 2017 (Indonesia)
Durasi Film: - menit

nonton bareng #BloggerBdg #30thFFB 


Comments

Ribka Larasati said…
wah wah saya belum nonton filmnya nih.. saya jadi penasaran pingin nonton deh
sangat menghibur mbak @Ribka, karena alur ceritanya asyik :)
Anonymous said…
Aku mau nonton film ini ga jadi jadi adaaaa aja halanganya huhu.
wah kalo udah kelewat lama biasanya muncul di televisi.

harus sabar tapi, ada iklannya, bikin hilang mood :D :D
andyhardiyanti said…
Ada filmnya yaa..kalau gak salah ingat dulu emang pernah baca versi bukunya :)

Popular posts from this blog

Dewi Kentring Manik, Dewi Cantik Jelita Pelindung Kota Bandung

The Third Charm, Akhir Yang Membuat Penonton Marah

Bagaimana jika tokoh utama yang ganteng bukan main menjalin kasih dengan second lead, gadis cantik, imut dan menggemaskan? Ternyata penonton memilih agar keduanya happy ending. Sementara tokoh perempuan di maki-maki karena dianggap meninggalkan kekasihnya.
Mungkin itu yang menjadi penyebab ending drama Korea “The Third Charm” dibiarkan cukup terbuka. Penonton boleh berkhayal semaunya. Apakah cukup sahabatan atau menikah?
Tokoh utama pria, Seo Kang-Joon dan tokohperempuan, Esom yang membuat saya kepincut untuk menonton drakor ini. Seo Kang-Joon, rupanya dianggap sukses dalam setiap perannya sehingga tahun 2018, saya menonton 2 dramanya. Marema ya?
Sedangkan Esom, saya jatuh cinta pada sosoknya di Because This Is My First Life. Berperan sebagai sahabat tokoh utama, Esom keren banget. Hihihi tentu saja yang dimaksud keren adalah postur tubuhnyayang tinggi dan penuh. Seksi, tanpa harus berbaju pendek. Bahkan balutan kostum hitam atau putih yang dikenakan, bikin Essom nampak berkelas. Sebetul…

100 Days My Prince; Janji Setia Seorang Pangeran Cilik

“Aku menyukaimu” “Aku akan mengawinimu” Kata seorang anak laki-laki pada gebetannya, Yoon Yi-Seo,  perempuan cilik yang periang, cantik dan pemberani.
Sekian puluh tahun berlalu, Lee Yool, nama anak laki-laki tersebut, rupanya selalu  berpegang teguh pada janjinya dan Yi Seo pun selalu mengingatnya.
Mengambil  genre sageuk fusion alias kisah dengan setting masa lalu yang dimodifikasi (fiksi, bukan berdasarkan sejarah sebenarnya), drama Korea “100 Days My Prince”  sebetulnya ngga terlalu spesial. Khususnya jika dibandingkan dengan drakor bergenre serupa.
Pemeran utama mengalami lupa ingatan. Ide klise yang telah digunakan sejak “Meteor Garden”nya drama Taiwan. Kemudian diramu dengan kehidupan sang pangeran sebagai rakyat jelata selama 100 hari.
Yang menjadi pembeda adalah aktor dan aktrisnya yang sedang naik daun. Sang pangeran Lee Yool diperankan D.O. personil EXO, sedangkan Yoon Yi-Seo atau Hong Shim diperankan aktris cantik Nam Ji-Hyun.
Apabila Anda mencari tontonan yang menghibur, “100 Da…

Nostalgia 7 Majalah Favorit

Punya majalah favorit?
Maksudnya tentu majalah cetak. Skip majalah Bobo ya? Selain karena udah kelamaan eranya, juga ngga ada saingan. Sementara 7 majalah favorit yang terpilih karena target segmen serta  ragam topik  yang disajikan.
Tentu  beberapa majalah sudah almarhum alias rest in print. Huhuhu sedih, padahal walau udah ngga berlangganan, sesekali saya masih suka beli. Rasanya lebih nyaman membaca versi cetak dibanding online-nya. Mata ngga capek. Ketika  lelah, si majalah bisa menjadi penutup wajah, pengantar tidur. Coba deh membaca via   ponsel atau tab, kan ngga bisa untuk penutup wajah.  :D  :D
Oke langsung aja kita ngobrolin  majalah favorit yang dimaksud. Ini dia:
Majalah Horison
Awalnya saya membaca majalah Horison karena terpaksa. Sebagai anak ABG yang gemar melahap habis semua bacaan, saya kehabisan buku serta majalah, eh ada majalah isinya cerpen, baca ah ..... Ternyata, ... bahkan hingga kini, saya masih sering mengulang paragraf demi paragraf artikel/cerpen/puisi  yang dimu…

Bukit Batu, Destinasi Mistis di Palangka Raya yang Wajib Dikunjungi

“Indonesia ngga cuma Jabar, mbak” Untuk sekian kalinya Gilang meledek. Kalimat ledekannya diberi penekanan emoji. Dan untuk kesekian kali pula, saya hanya bisa menimpali dengan emoji tertawa lebar. “Kesini mbak, ke Palangka Raya. Jangan kaya katak dalam tempurung. Nanti kita kulineran sampai kenyang”.
Seperti itulah Gilang. Sangat baik hati. Kami bisa ngobrol berjam-jam untuk membahas banyak topik. Mulai dari harga telur yang naik turun hingga gonjang ganjing pilpres dan pileg. Dan semua kami lakukan via dunia maya. Dunia maya yang membantu kami berkenalan dan bersahabat hingga kini.
Profesi blogger dan minat pada photography menautkan kami sejak tahun 2011. Sangat erat, walau selisih usia terpaut jauh. Awal berkenalan, saya sudah menjadi ibu rumah tangga 4 anak, sedangkan Gilang masih gadis yang bebas berpetualang mencari ide memotret.
Hanya sekali kami bertemu. di acara blogger gathering tahun 2012. Sesudah itu Gilang pindah dari Jogja ke Palangka Raya, bertemu dengan sangpujaan hati kemu…

5 Situs Download Gratis Drama Korea yang Recommended Banget

Suatupagi perbincanganWA Grup Komunitas Memasak yang biasanya riuh dengan berbagi resep makanan, tiba-tiba berubah menjadi: “Download aja teh, ngirit kuota” “Wah saya belum nonton ... . Bikin penasaran!”
Ya, kami sedang bergunjing mengenai drama Korea. Drama Korea apa saja yang bagus, yang belum ditonton dan yang penting ini nih: situs yang direkomendasikan untuk men-download drama Korea bersubtitle Indonesia. Tujuannya tentu saja untuk ngirit kuota. Emak-emak dimana saja umumnya sama: pingin hemat!:D :D
Kala itu, semua cara menonton drama Korea sudah saya coba, hanya mengunduh yang belum.Tentunya jadi penasaran. Selalu ada sesi yang jengkelin ketika menonton drakor . Menonton via player DVD misalnya, banyak keping DVD yang tidak berjalan mulus. Katanya sih proses burningnya yang bermasalah.Tapi pan jadi riweuh,saya harus bolak balik. Menonton via DVDberarti juga nyampah. Usai menonton, kepingan DVD ngga tau harus diapain. Ada usul?
Cara berikutnya melaluisaluran berbayar. Apesnya harus sta…

Ngemil Syantikkk Ala Syahrini Bareng Nenasz Cookies

Syantik. Kata itu dipopulerkan Syahrini bersama sejumlah kata lain seperti cetar, sesuatu,  bulu mata badai,  jambul khatulistiwa dan kata-kata nyleneh lainnya.  Sosok lain yang gemar membuat kata-kata ajaib adalah Viki Prasetyo dan Cinta Laura. Kreator kata yang menjadi kesatuan dengan branding mereka.
Andai mereka berkampanye ... Maksudnya bukan kampanye pilpres atau  kampanye  pileg,  namun kampanye untuk kemaslahatan seperti diversifikasi pangan. Lahan yang belum banyak disentuh. Jangankan selebriti, nampaknya para pejabat juga “pelit” bicara tentang diversifikasi pangan.
Ketinggian miimpinya ya? Gubrak deh .... :D Gini  kisahnya. Berawal rencana membuat tulisan personal branding ala Syahrini part 2, ngga sengaja saya lihat iklan cookies yang dibintangi Syahrini. Langsung deh kepikiran: “Ah, andai Syahrini jadi model iklan cookies non tepung terigu. Bakal sukses deh program diversifikasi pangan kita”
Baca juga: Pingin Personal Branding ala Syahrini? Begini Caranya!Julia Perez; Don’t Judg…