Skip to main content

Akhirnya, Ini Dia Tren Baju Muslim Pria

instagram.com@barliasamara


Ada yang khas di setiap Lebaran. Timeline media social dipenuhi foto keluarga yang mengucapkan Selamat Idul Fitri. Para anak gadis biasanya berbusana muslimah kembaran dengan ibunya, sedangkan anak laki-laki dengan sang bapak. Apabila diperhatikan, baju muslimah berganti gaya dari tahun ke tahun. Sedangkan model kemeja pria tetap, yaitu gaya koko. Perubahan hanya terjadi pada warna dan motif.

Sejak kapan baju koko menjadi ikonik baju Islami kaum pria? Ternyata sudah cukup lama, sejak tahun 1990. Ada kisah dibalik pemilihan baju koko, menurut sumber  pengamat budaya Tionghoa peranakan, David Kwa,mengatakan bahwa baju koko merupakan hasil akulturasi budaya antar kebudayaan Tionghoa dan masyarakat Betawi. Pendapat serupa juga dikemukakan Remy Sylado, baju koko berasal dari baju tui-khim. Nah, karena yang menggunakan adalah engkoh-engkoh  lama kelamaan pelafalan dalam bahasa Indonesia menjadi koko.

Untuk mengakhiri paceklik busana muslim kaum pria, Barli Asmara mebusana Lebaran dengan rancangannya. Bergandengan dengan Dian Pelangi, keduanya menggunakan brand “DP x BA” dan memilih tema lukisan dalam rancangan kolaborasinya. Seperti apa? Yuk kita lihat:

instagram.com@barliasmara


Terinspirasi dari bomber jacket dan kimono, Barli Asmara memberi kesan modern pada  cutting, permainan motif art yang semuanya adalah lukisan. Semua desain dikerjakan  oleh Barli Asmara sedangkan Dian Pelangi merancang treatment fabricnya.

instagram.com @barliasmara
 "Saya mengambil semua unsurnya yang alam. Mungkin kalau kita mengambil warnanya yang terang atau cerah banget, saya takut membuat suatu baju yang akhirnya tidak diminati dan dikhawatirkan laki-laki tidak begitu suka," kata Barli Asmara.Desain Barli Asmara menyiratkan modernitas perkotaan,  tidak konvensional, namun nyaman digunakan.

instagram @barliasmara


Hem-hem panjang dengan leher bulat seperti gamisnya pria, nampak modest. Barli Asmara juga memilih warna netral agar kaum pria merasa nyaman.

tempo.co


Siapa Barli Asmara? Pria berusia 38 tahun ini sudah 15 tahun malang melintang di dunia fashion. Bahkan salah satu rancangannya digunakan presiden RI, Jokowi hingga kini. Dikutip dari berita.agar.id,  Barli Asmara mengajukan rancangan beberapa waktu sebelum Jokowi dilantik sebagai presiden.
Hanya satu yang dipilih, yaitu kemeja putih dengan dua kantong di dada agar nampak bervolume. “Pak Jokowi kan agak kurus”, kata Barli. Karena kepribadiannya yang sederhana, selanjutnya Jokowi rupanya mereplika rancangan Barli untuk kemeja lainnya.



Nah ingin meniru jejak Jokowi yang terinpirasi rancangan Barli Asmara? Karena baju muslim dengan brand “DP x BA” diproduksi terbatas, nampaknya boleh juga mengambil ide rancangan Barli untuk baju lebaran Lebaran. Sebab baju rancangan seorang desainer kondang unggul pada cutting yang membuat pemakainya nyaman dan fashionable, salah satu hal yang yang tidak bisa ditiru baju KW alias tiruan





Comments

farida said…
hohoho... rancangan yang bagus buat pak Jokowi :)http://www.faridazp.info/2017/06/berlibur-bersama-game-anak-sholeh.html
Ety Budiharjo said…
Bahannya seperti jumputan yak, lebih modern unsur religiusnya tetep muncul...
iya mbak @farida, disesuaikan dengan citranya :)
rancangan 2 desainer sekaliber Dian Pelangi dan Barli Asmara

*pingin punya* :)

Popular posts from this blog

Dewi Kentring Manik, Dewi Cantik Jelita Pelindung Kota Bandung

The Third Charm, Akhir Yang Membuat Penonton Marah

Bagaimana jika tokoh utama yang ganteng bukan main menjalin kasih dengan second lead, gadis cantik, imut dan menggemaskan? Ternyata penonton memilih agar keduanya happy ending. Sementara tokoh perempuan di maki-maki karena dianggap meninggalkan kekasihnya.
Mungkin itu yang menjadi penyebab ending drama Korea “The Third Charm” dibiarkan cukup terbuka. Penonton boleh berkhayal semaunya. Apakah cukup sahabatan atau menikah?
Tokoh utama pria, Seo Kang-Joon dan tokohperempuan, Esom yang membuat saya kepincut untuk menonton drakor ini. Seo Kang-Joon, rupanya dianggap sukses dalam setiap perannya sehingga tahun 2018, saya menonton 2 dramanya. Marema ya?
Sedangkan Esom, saya jatuh cinta pada sosoknya di Because This Is My First Life. Berperan sebagai sahabat tokoh utama, Esom keren banget. Hihihi tentu saja yang dimaksud keren adalah postur tubuhnyayang tinggi dan penuh. Seksi, tanpa harus berbaju pendek. Bahkan balutan kostum hitam atau putih yang dikenakan, bikin Essom nampak berkelas. Sebetul…

100 Days My Prince; Janji Setia Seorang Pangeran Cilik

“Aku menyukaimu” “Aku akan mengawinimu” Kata seorang anak laki-laki pada gebetannya, Yoon Yi-Seo,  perempuan cilik yang periang, cantik dan pemberani.
Sekian puluh tahun berlalu, Lee Yool, nama anak laki-laki tersebut, rupanya selalu  berpegang teguh pada janjinya dan Yi Seo pun selalu mengingatnya.
Mengambil  genre sageuk fusion alias kisah dengan setting masa lalu yang dimodifikasi (fiksi, bukan berdasarkan sejarah sebenarnya), drama Korea “100 Days My Prince”  sebetulnya ngga terlalu spesial. Khususnya jika dibandingkan dengan drakor bergenre serupa.
Pemeran utama mengalami lupa ingatan. Ide klise yang telah digunakan sejak “Meteor Garden”nya drama Taiwan. Kemudian diramu dengan kehidupan sang pangeran sebagai rakyat jelata selama 100 hari.
Yang menjadi pembeda adalah aktor dan aktrisnya yang sedang naik daun. Sang pangeran Lee Yool diperankan D.O. personil EXO, sedangkan Yoon Yi-Seo atau Hong Shim diperankan aktris cantik Nam Ji-Hyun.
Apabila Anda mencari tontonan yang menghibur, “100 Da…

Nostalgia 7 Majalah Favorit

Punya majalah favorit?
Maksudnya tentu majalah cetak. Skip majalah Bobo ya? Selain karena udah kelamaan eranya, juga ngga ada saingan. Sementara 7 majalah favorit yang terpilih karena target segmen serta  ragam topik  yang disajikan.
Tentu  beberapa majalah sudah almarhum alias rest in print. Huhuhu sedih, padahal walau udah ngga berlangganan, sesekali saya masih suka beli. Rasanya lebih nyaman membaca versi cetak dibanding online-nya. Mata ngga capek. Ketika  lelah, si majalah bisa menjadi penutup wajah, pengantar tidur. Coba deh membaca via   ponsel atau tab, kan ngga bisa untuk penutup wajah.  :D  :D
Oke langsung aja kita ngobrolin  majalah favorit yang dimaksud. Ini dia:
Majalah Horison
Awalnya saya membaca majalah Horison karena terpaksa. Sebagai anak ABG yang gemar melahap habis semua bacaan, saya kehabisan buku serta majalah, eh ada majalah isinya cerpen, baca ah ..... Ternyata, ... bahkan hingga kini, saya masih sering mengulang paragraf demi paragraf artikel/cerpen/puisi  yang dimu…

Bukit Batu, Destinasi Mistis di Palangka Raya yang Wajib Dikunjungi

“Indonesia ngga cuma Jabar, mbak” Untuk sekian kalinya Gilang meledek. Kalimat ledekannya diberi penekanan emoji. Dan untuk kesekian kali pula, saya hanya bisa menimpali dengan emoji tertawa lebar. “Kesini mbak, ke Palangka Raya. Jangan kaya katak dalam tempurung. Nanti kita kulineran sampai kenyang”.
Seperti itulah Gilang. Sangat baik hati. Kami bisa ngobrol berjam-jam untuk membahas banyak topik. Mulai dari harga telur yang naik turun hingga gonjang ganjing pilpres dan pileg. Dan semua kami lakukan via dunia maya. Dunia maya yang membantu kami berkenalan dan bersahabat hingga kini.
Profesi blogger dan minat pada photography menautkan kami sejak tahun 2011. Sangat erat, walau selisih usia terpaut jauh. Awal berkenalan, saya sudah menjadi ibu rumah tangga 4 anak, sedangkan Gilang masih gadis yang bebas berpetualang mencari ide memotret.
Hanya sekali kami bertemu. di acara blogger gathering tahun 2012. Sesudah itu Gilang pindah dari Jogja ke Palangka Raya, bertemu dengan sangpujaan hati kemu…

5 Situs Download Gratis Drama Korea yang Recommended Banget

Suatupagi perbincanganWA Grup Komunitas Memasak yang biasanya riuh dengan berbagi resep makanan, tiba-tiba berubah menjadi: “Download aja teh, ngirit kuota” “Wah saya belum nonton ... . Bikin penasaran!”
Ya, kami sedang bergunjing mengenai drama Korea. Drama Korea apa saja yang bagus, yang belum ditonton dan yang penting ini nih: situs yang direkomendasikan untuk men-download drama Korea bersubtitle Indonesia. Tujuannya tentu saja untuk ngirit kuota. Emak-emak dimana saja umumnya sama: pingin hemat!:D :D
Kala itu, semua cara menonton drama Korea sudah saya coba, hanya mengunduh yang belum.Tentunya jadi penasaran. Selalu ada sesi yang jengkelin ketika menonton drakor . Menonton via player DVD misalnya, banyak keping DVD yang tidak berjalan mulus. Katanya sih proses burningnya yang bermasalah.Tapi pan jadi riweuh,saya harus bolak balik. Menonton via DVDberarti juga nyampah. Usai menonton, kepingan DVD ngga tau harus diapain. Ada usul?
Cara berikutnya melaluisaluran berbayar. Apesnya harus sta…

Ngemil Syantikkk Ala Syahrini Bareng Nenasz Cookies

Syantik. Kata itu dipopulerkan Syahrini bersama sejumlah kata lain seperti cetar, sesuatu,  bulu mata badai,  jambul khatulistiwa dan kata-kata nyleneh lainnya.  Sosok lain yang gemar membuat kata-kata ajaib adalah Viki Prasetyo dan Cinta Laura. Kreator kata yang menjadi kesatuan dengan branding mereka.
Andai mereka berkampanye ... Maksudnya bukan kampanye pilpres atau  kampanye  pileg,  namun kampanye untuk kemaslahatan seperti diversifikasi pangan. Lahan yang belum banyak disentuh. Jangankan selebriti, nampaknya para pejabat juga “pelit” bicara tentang diversifikasi pangan.
Ketinggian miimpinya ya? Gubrak deh .... :D Gini  kisahnya. Berawal rencana membuat tulisan personal branding ala Syahrini part 2, ngga sengaja saya lihat iklan cookies yang dibintangi Syahrini. Langsung deh kepikiran: “Ah, andai Syahrini jadi model iklan cookies non tepung terigu. Bakal sukses deh program diversifikasi pangan kita”
Baca juga: Pingin Personal Branding ala Syahrini? Begini Caranya!Julia Perez; Don’t Judg…