Skip to main content

Kukejar Impian Dengan Ngeblog





Dan impian itu adalah bikin buku. Aduh bener-bener ngiler lihat man-teman blogger mejeng dengan bukunya. Buat saya itu ukuran naik kelas  :)  ….. ya iya, masa cuma ngeblog terus-terusan tanpa target? Harus dong.

Sayang, seribu kali sayang suka mood-mood-an nih, sedang asyik nulis kuliner, eh gara-gara lihat berita tentang sampah maka belok kiri pingin nulis strategi kurangi  sampah. Kali lain tiba-tiba  pingin nulis tentang pemulung padahal sedang rempong bikin tulisan  perubahan iklim. Ngaco berat pokoknya. Ngga heran, isi blog saya kosong melompong, tak berpenghuni. :o

Padahal pingin banget rasanya bikin buku selaris buku-bukunya Andrea Hirata. Minimalnya lho ya, maksimalnya ya seperti JK Rowling deh.
*Mimpi ketinggian, dweeennnggg*    :D

Mengapa akhirnya ganti haluan ke non fiksi? Ngga jadi bikin buku laris manis dong? Iya, sadar diri,  hasil tulisan fiksi saya jeleknya keterlaluan. Jadi ya sudahlah, padahal tau sendiri kan kalo non fiksi terkait dengan kekinian. *alasan tambah malas*   ;)

Beruntung suatu kali saya melihat pengumuman tawaran  surveyor mapping persampahan Kota Bandung. Salah satu syaratnya harus nulis di blog seusai  survey. Ok deh, siapa takut?

Singkat cerita itulah awal saya berhasil rajin ngeblog. Minimal satu tulisan per hari. Duh sombong banget, emang bisa dua? Iya bisa , terkadang 3 karena titik survey sampah umumnya sama. Ngga asyik nulisnya kan? 

Coba deh bayangin harus nulis tentang  3 lokasi tempat rongsokan, sementara jenis rongsokannya sama, penadahnya sama, bahkan omzetnya kurang lebih sama. Pusing en bete berat, akhirnya untuk pembeda ya kudu berstrategi. Rada-rada ada manfaat gitu baca blog saya. Salah satunya sisipin data-data  limbah B3,  bahaya pemakaian plastik, endebrey .. endebrey ... agar pembaca ngga bosen dan tertarik balik lagi.

Hasilnya? Eng …ing…eng …… dari total views 9.000-an sejak ngeblog tahun 2009 sampai dengan awal tahun 2015,  tiba-tiba melonjak jadi sekitar  24.831 (hari ini 23/9/2015). Dan itu semua  akibat  ‘terpaksa’ rajin posting dari bulan Februari – Agustus 2015. Cuma sekitar  7 bulan nambah 15.000-an views. Wow, fantastis!!

Melek mata jadinya, *kucek-kucek dulu* ternyata bisa juga produktif asal dibawah tekanan ;)  dan punya target.  Target menulis tentang apa, kerangkanya bagaimana, berapa target tulisan per hari,  etc …. etc..  Karena itu sekarang sedang rempong ikutan even menulis tentang kota Bandung  agar tetap fokus  ... kus   *pake kacamata kuda*, kebetulan buku yang pingin ditulis tentang orang nomor satu di Bandung (ups …. buka rahasia). :)

Daaannnnn go for it, dengan dibantu data-data di lapangan dan yang terhimpun di dunia maya maka mulailah  menyusun bab demi bab. Tentunya dengan bantuan senjata aplikasi dibawah ini: 

1.  Aplikasi Browsing

Peta Koordinat. Awal berkenalan dengan aplikasi ini  sewaktu menjadi surveyor sampah. Manfaatnya ketika memotret objek maka akan terekam titik lokasinya. Sangat membantu untuk mengingat. Maklum terkadang sehari bisa 5 lokasi, trus ditumpuk,  seminggu kemudian baru nulis di blog. Tanpa penanda lokasi, potret objek bisa kebalik-balik. Ngaco kan?  :)


Chrome , wah tanpa aplikasi ini bakalan mati gaya karena tulisan non fiksi butuh data, baik hasil penelitian maupun penjelasan narasumber. Kalo ngga? Dianggap  hoax-lah  ;)





Pics Art. Aplikasi ini membantu banget jika mau meramu banyak foto dalam satu tampilan. Bisa dibayangin jika harus upload satu persatu, duh kapan  selesainya. Juga kasihan pembaca yang pastinya berat sewaktu buka foto-foto yang banyak.

Phonto, Saya harus berterimakasih fren-fren-nya emak gaoel di KEB yang ngasih pencerahan tentang watermark. Pas perlu, pas ada yang ngebahas. Bener-bener pucuk dicinta ulam tiba.  Sebelumnya pernah punya, sayang menghilang sesudah  install ulang laptop yang sering ngadat. Rempong banget kalo ngga ada aplikasi itu. Jadi terimakasih banget temen-temen terkasihnya Emak Gaoel, rupanya emak ngga selalu identik dengan gaptek. :D


Photo Collage. Saya dapat  dari emak gaoel lainnya nih, istrinya adik saya, Ibu Seno. Dia ngasih tau bedanya pics art dan photo collage. Untuk foto di awal tulisan bakalan cakep banget pakai aplikasi ini. misalnya foto before – after, dengan ukuran landscape yang  menampilkan 2 foto. Asyik kan? Sekarang bisa  langsung dikerjain di ponsel. Dulu sih muter-muter ke komputer dulu. 


2. Aplikasi Menulis

 S-note,  tidak hanya ketika sedang menulis ide tulisan. Note saya gunakan juga di pengajian agar tausiah pak ustaz ngga melayang pergi. Maklum ibu-ibu tuwir, mudah ingat , mudah lupa. :D 







Duh, udah hampir 700 kata, saya sudahi dulu ya, takut disemprot Emak Gaoel kita, *kedip-kedip* 




Go For It Blog Competition

Comments

Heueheheuy..., aku ga berani ikutan lomba emak gaul, belajar saja dari peserta lomba, menyimak
Mba Maria, blognya baguuus, blogku masih minimalis,hehehe
Santi Dewi said…
saya baru tahu ada foto collage, mau download juga ah.... :)
sukses terus ya...
mbak Nefertiti, maaf baru jawab. saya juga bingung kok sampai tadi malam ngga muncul tuh komennya. Baru hari ini ..... #protes ke blogspot :)

lha kenapa ngga ikutan mbak? aku mah ikut untuk melatih fokus hehehe .... *ngkali aja menang, aamin

tentang blog aduh kalah banget dibanding emak emak yang lain, ini mah pura-puranya secanggih blog mbak Winda Krisnadefa :)
terimakasih mbak Santi, iya ini asyik banget gaul dengan emak blogger, jadi tambah pinter. :)
mbak Santi Dewi, saya mau komen di blognya kok susah ya? hehehe maap gaptek berat :)

Popular posts from this blog

Dewi Kentring Manik, Dewi Cantik Jelita Pelindung Kota Bandung

The Third Charm, Akhir Yang Membuat Penonton Marah

Bagaimana jika tokoh utama yang ganteng bukan main menjalin kasih dengan second lead, gadis cantik, imut dan menggemaskan? Ternyata penonton memilih agar keduanya happy ending. Sementara tokoh perempuan di maki-maki karena dianggap meninggalkan kekasihnya.
Mungkin itu yang menjadi penyebab ending drama Korea “The Third Charm” dibiarkan cukup terbuka. Penonton boleh berkhayal semaunya. Apakah cukup sahabatan atau menikah?
Tokoh utama pria, Seo Kang-Joon dan tokohperempuan, Esom yang membuat saya kepincut untuk menonton drakor ini. Seo Kang-Joon, rupanya dianggap sukses dalam setiap perannya sehingga tahun 2018, saya menonton 2 dramanya. Marema ya?
Sedangkan Esom, saya jatuh cinta pada sosoknya di Because This Is My First Life. Berperan sebagai sahabat tokoh utama, Esom keren banget. Hihihi tentu saja yang dimaksud keren adalah postur tubuhnyayang tinggi dan penuh. Seksi, tanpa harus berbaju pendek. Bahkan balutan kostum hitam atau putih yang dikenakan, bikin Essom nampak berkelas. Sebetul…

100 Days My Prince; Janji Setia Seorang Pangeran Cilik

“Aku menyukaimu” “Aku akan mengawinimu” Kata seorang anak laki-laki pada gebetannya, Yoon Yi-Seo,  perempuan cilik yang periang, cantik dan pemberani.
Sekian puluh tahun berlalu, Lee Yool, nama anak laki-laki tersebut, rupanya selalu  berpegang teguh pada janjinya dan Yi Seo pun selalu mengingatnya.
Mengambil  genre sageuk fusion alias kisah dengan setting masa lalu yang dimodifikasi (fiksi, bukan berdasarkan sejarah sebenarnya), drama Korea “100 Days My Prince”  sebetulnya ngga terlalu spesial. Khususnya jika dibandingkan dengan drakor bergenre serupa.
Pemeran utama mengalami lupa ingatan. Ide klise yang telah digunakan sejak “Meteor Garden”nya drama Taiwan. Kemudian diramu dengan kehidupan sang pangeran sebagai rakyat jelata selama 100 hari.
Yang menjadi pembeda adalah aktor dan aktrisnya yang sedang naik daun. Sang pangeran Lee Yool diperankan D.O. personil EXO, sedangkan Yoon Yi-Seo atau Hong Shim diperankan aktris cantik Nam Ji-Hyun.
Apabila Anda mencari tontonan yang menghibur, “100 Da…

Nostalgia 7 Majalah Favorit

Punya majalah favorit?
Maksudnya tentu majalah cetak. Skip majalah Bobo ya? Selain karena udah kelamaan eranya, juga ngga ada saingan. Sementara 7 majalah favorit yang terpilih karena target segmen serta  ragam topik  yang disajikan.
Tentu  beberapa majalah sudah almarhum alias rest in print. Huhuhu sedih, padahal walau udah ngga berlangganan, sesekali saya masih suka beli. Rasanya lebih nyaman membaca versi cetak dibanding online-nya. Mata ngga capek. Ketika  lelah, si majalah bisa menjadi penutup wajah, pengantar tidur. Coba deh membaca via   ponsel atau tab, kan ngga bisa untuk penutup wajah.  :D  :D
Oke langsung aja kita ngobrolin  majalah favorit yang dimaksud. Ini dia:
Majalah Horison
Awalnya saya membaca majalah Horison karena terpaksa. Sebagai anak ABG yang gemar melahap habis semua bacaan, saya kehabisan buku serta majalah, eh ada majalah isinya cerpen, baca ah ..... Ternyata, ... bahkan hingga kini, saya masih sering mengulang paragraf demi paragraf artikel/cerpen/puisi  yang dimu…

Bukit Batu, Destinasi Mistis di Palangka Raya yang Wajib Dikunjungi

“Indonesia ngga cuma Jabar, mbak” Untuk sekian kalinya Gilang meledek. Kalimat ledekannya diberi penekanan emoji. Dan untuk kesekian kali pula, saya hanya bisa menimpali dengan emoji tertawa lebar. “Kesini mbak, ke Palangka Raya. Jangan kaya katak dalam tempurung. Nanti kita kulineran sampai kenyang”.
Seperti itulah Gilang. Sangat baik hati. Kami bisa ngobrol berjam-jam untuk membahas banyak topik. Mulai dari harga telur yang naik turun hingga gonjang ganjing pilpres dan pileg. Dan semua kami lakukan via dunia maya. Dunia maya yang membantu kami berkenalan dan bersahabat hingga kini.
Profesi blogger dan minat pada photography menautkan kami sejak tahun 2011. Sangat erat, walau selisih usia terpaut jauh. Awal berkenalan, saya sudah menjadi ibu rumah tangga 4 anak, sedangkan Gilang masih gadis yang bebas berpetualang mencari ide memotret.
Hanya sekali kami bertemu. di acara blogger gathering tahun 2012. Sesudah itu Gilang pindah dari Jogja ke Palangka Raya, bertemu dengan sangpujaan hati kemu…

5 Situs Download Gratis Drama Korea yang Recommended Banget

Suatupagi perbincanganWA Grup Komunitas Memasak yang biasanya riuh dengan berbagi resep makanan, tiba-tiba berubah menjadi: “Download aja teh, ngirit kuota” “Wah saya belum nonton ... . Bikin penasaran!”
Ya, kami sedang bergunjing mengenai drama Korea. Drama Korea apa saja yang bagus, yang belum ditonton dan yang penting ini nih: situs yang direkomendasikan untuk men-download drama Korea bersubtitle Indonesia. Tujuannya tentu saja untuk ngirit kuota. Emak-emak dimana saja umumnya sama: pingin hemat!:D :D
Kala itu, semua cara menonton drama Korea sudah saya coba, hanya mengunduh yang belum.Tentunya jadi penasaran. Selalu ada sesi yang jengkelin ketika menonton drakor . Menonton via player DVD misalnya, banyak keping DVD yang tidak berjalan mulus. Katanya sih proses burningnya yang bermasalah.Tapi pan jadi riweuh,saya harus bolak balik. Menonton via DVDberarti juga nyampah. Usai menonton, kepingan DVD ngga tau harus diapain. Ada usul?
Cara berikutnya melaluisaluran berbayar. Apesnya harus sta…

Ngemil Syantikkk Ala Syahrini Bareng Nenasz Cookies

Syantik. Kata itu dipopulerkan Syahrini bersama sejumlah kata lain seperti cetar, sesuatu,  bulu mata badai,  jambul khatulistiwa dan kata-kata nyleneh lainnya.  Sosok lain yang gemar membuat kata-kata ajaib adalah Viki Prasetyo dan Cinta Laura. Kreator kata yang menjadi kesatuan dengan branding mereka.
Andai mereka berkampanye ... Maksudnya bukan kampanye pilpres atau  kampanye  pileg,  namun kampanye untuk kemaslahatan seperti diversifikasi pangan. Lahan yang belum banyak disentuh. Jangankan selebriti, nampaknya para pejabat juga “pelit” bicara tentang diversifikasi pangan.
Ketinggian miimpinya ya? Gubrak deh .... :D Gini  kisahnya. Berawal rencana membuat tulisan personal branding ala Syahrini part 2, ngga sengaja saya lihat iklan cookies yang dibintangi Syahrini. Langsung deh kepikiran: “Ah, andai Syahrini jadi model iklan cookies non tepung terigu. Bakal sukses deh program diversifikasi pangan kita”
Baca juga: Pingin Personal Branding ala Syahrini? Begini Caranya!Julia Perez; Don’t Judg…