Skip to main content

Entertainer Agama





Adisa berjalan pelan, mengelilingi ruang tengah. Tenggelam dalam dunianya. Terkadang diteguknya air putih sambil tetap berdiri menatap layar komputer. Sekali-sekali berhenti, untuk meluncurkan kata demi kata bersama ketukan tuts yang berirama. Sungguh dalam keadaan demikian aku tak berani mengganggunya. Tapi …....
“Dis, baca berita tentang Teuku Wisnu?” akhirnya aku bertanya karena sungguh penasaran. Ingin mendengar argumen  Adisa.
“Mmm …… tentang istrinya yang cantik? Kenapa? Melahirkan?” ups senangnya Adisa mau menjawab. Walau jawabannya tak sesuai harapanku.
“Ah bukan dong. Ngapain ngurusin lahiran? Itu lho tentang dilarang ngirim doa Al Fatihah untuk orang yang sudah meninggal”.
“Oh itu, sebentar ……”, Adisa mengetik cepat seolah ingin segera memuntahkan isi kepalanya. 

Dan kemudian:
“Mmm ……., menurutku sih dia entertainer agama”, penjelasan  Adisa sungguh diluar dugaan.
“Maksudku gini”, sambung Adisa, mungkin karena melihat keningku mengernyit. “Selintas, orang meninggal kan putus hubungan dengan dunia nyata yang berarti putus amalnya. Tapi ternyata tidak sesederhana itu. Dalam Islam, orang tua yang meninggal masih mendapat aliran amal anaknya termasuk doa Al Fatihah”.  
“Kalo ngga salah ada kisah seorang ibu yang rajin shalat, puasa, baik ibadah wajib dan sunah tapi menurut Nabi Muhamad SAW dia ngga bakal masuk surga karena ngga pernah ngajarin anaknya ibadah, ngga pernah nyuruh ibadah. Dia asyik sendiri dengan tujuannya meraih ridho Allah”.
“Ah mana ada ibu yang seperti itu”, sergahku.
“Ada dan banyak.  Ibadah wajib umat Islam kan banyak, mulai shalat, puasa, zakat dan lain-lain. Nah, sering ibu ngga tega menyuruh anaknya sholat subuh karena mungkin melihat wajah anaknya kok nyaman banget tidurnya. Juga ngga tega melihat anaknya menahan lapar tatkala puasa. Apalagi shalat sunah seperti tahajud, ngga tega deh bangunin anak”.

Aku mengangguk-angguk setuju. Jangankan shalat 5 waktu, saya dulu sering malas ke gereja. Padahal hanya seminggu sekali. Lha ini shalat wajib 5 kali dan saya sering lihat Adisa shalat di pagi hari, katanya sih shalat sunah, salat yang ngga wajib. Duh banyak banget.

“Jadi berdoa Al Fatihah bagi kedua orang tua merupakan bentuk kesolehan seorang anak yang akan mengalir untuk orang tuanya. Jika melihat sebab akibat disini, tugas orang tua mendidik anak jadi komplit. Kemudian ketika si anak menjadi orangtua, diapun akan mendidik anaknya seperti orangtuanya dulu.  Begitu seterusnya hingga akhirnya suatu bangsa akan terdiri dari umat yang takwa pada Allah SWT karena orangtua telah menjalankan kewajibannya. Ada benang merahnya kan ya?”, lanjut Adisa.
 “Iya, sesederhana itu ya?  Harusnya ngga jadi polemik dong ya?
“Harusnya iya. Karena itu sebaiknya orang yang ngga kompeten jangan nyrempet-nyrempet bahaya dengan ngucapin dalil ini dan itu”.

“Mmmm…. trus tentang entertainer agama, menurutmu  Teuku Wisnu harus ngomong apa? Kan dia juga ingin menyebarkan kebaikan. Kalau ngga salah sebarkanlah kebajikan walau hanya satu ayat, iya kan?”
“Ya ngga harus bawa dalil. Contohnya gini deh, kamu Mikha baru beberapa tahun belajar masak. Nah bisa ngga Mikha muncul di televisi disejajarkan Farah Quinn atau Siska Suwitomo  yang menimba ilmu masak dari nol?”
“Ya ngga bisa, diketawain atuh aku mah”.
“Nah begitu. Paling kalau masuk televisi tugas Mikha ngupas kentang atau wortel”.
“Atau bawain penggorengan? Atau ngiris bawang sampai nangis ” sambungku  sambil tertawa.
“Ya iyalah, paling banter bacain tulisan manfaat makan kentang dan wortel. Tapi mendebat cara masak seperti wortel dulu  atau kentang dulu yang harus  masuk panci, jelas bukan kapasitas Mikha”.
Aku mengangangguk paham.

“Jadi apa dong yang harus dilakukan para entertainer agama ini?” kataku karena rasanya kasihan banget,  Teuku Wisnu ini mau berbuat kebaikan eh malah dijegal.
“Yang simple kan banyak. Misalnya menganjurkan mengolah sampah dengan benar karena kebersihan sebagian dari iman. Trus bisa juga bercerita bahwa 50 % makanan di perkotaan biasanya berakhir di tempat sampah, padahal di sisi bumi lain masih banyak yang kelaparan. Kalo ngga salah ada dalilnya lho kita ngga boleh buang-buang makanan.  Bahkan cara makanpun ada semua dalam Islam. Nah , Teuku Wisnu bisa mengajak agar mengambil makanan prasmanan secukupnya. Gampang kan? Lebih mengena dan pastinya akan banyak diikuti. Selebriti gitu lho”, lanjut Adisa sambil tersenyum.

“Iya ya, kok mereka ngga kepikiran seperti itu ya?”
“Karena kita sering berpikir terlalu tinggi  tanpa mau memulai dengan langkah-langkah yang kecil dulu. Padahal sewaktu kanak-kanak kita kan belajar jalan sebelum akhirnya bisa berlari”.
“Nah, sekarang aku bisa meneruskan nulis? Dikejar deadline nih”.
Aku mengangguk. Adisa tersenyum dan segera tenggelam di depan laptop, meninggalkan aku termangu-mangu sambil berandai-andai.  Karena tidak banyak artis muda yang ingin menjadi pendakwah. Sayang mereka pikir bisa melakukannya dengan cara instan. Sayang sekali.







Comments

Popular posts from this blog

Dewi Kentring Manik, Dewi Cantik Jelita Pelindung Kota Bandung

The Third Charm, Akhir Yang Membuat Penonton Marah

Bagaimana jika tokoh utama yang ganteng bukan main menjalin kasih dengan second lead, gadis cantik, imut dan menggemaskan? Ternyata penonton memilih agar keduanya happy ending. Sementara tokoh perempuan di maki-maki karena dianggap meninggalkan kekasihnya.
Mungkin itu yang menjadi penyebab ending drama Korea “The Third Charm” dibiarkan cukup terbuka. Penonton boleh berkhayal semaunya. Apakah cukup sahabatan atau menikah?
Tokoh utama pria, Seo Kang-Joon dan tokohperempuan, Esom yang membuat saya kepincut untuk menonton drakor ini. Seo Kang-Joon, rupanya dianggap sukses dalam setiap perannya sehingga tahun 2018, saya menonton 2 dramanya. Marema ya?
Sedangkan Esom, saya jatuh cinta pada sosoknya di Because This Is My First Life. Berperan sebagai sahabat tokoh utama, Esom keren banget. Hihihi tentu saja yang dimaksud keren adalah postur tubuhnyayang tinggi dan penuh. Seksi, tanpa harus berbaju pendek. Bahkan balutan kostum hitam atau putih yang dikenakan, bikin Essom nampak berkelas. Sebetul…

100 Days My Prince; Janji Setia Seorang Pangeran Cilik

“Aku menyukaimu” “Aku akan mengawinimu” Kata seorang anak laki-laki pada gebetannya, Yoon Yi-Seo,  perempuan cilik yang periang, cantik dan pemberani.
Sekian puluh tahun berlalu, Lee Yool, nama anak laki-laki tersebut, rupanya selalu  berpegang teguh pada janjinya dan Yi Seo pun selalu mengingatnya.
Mengambil  genre sageuk fusion alias kisah dengan setting masa lalu yang dimodifikasi (fiksi, bukan berdasarkan sejarah sebenarnya), drama Korea “100 Days My Prince”  sebetulnya ngga terlalu spesial. Khususnya jika dibandingkan dengan drakor bergenre serupa.
Pemeran utama mengalami lupa ingatan. Ide klise yang telah digunakan sejak “Meteor Garden”nya drama Taiwan. Kemudian diramu dengan kehidupan sang pangeran sebagai rakyat jelata selama 100 hari.
Yang menjadi pembeda adalah aktor dan aktrisnya yang sedang naik daun. Sang pangeran Lee Yool diperankan D.O. personil EXO, sedangkan Yoon Yi-Seo atau Hong Shim diperankan aktris cantik Nam Ji-Hyun.
Apabila Anda mencari tontonan yang menghibur, “100 Da…

Nostalgia 7 Majalah Favorit

Punya majalah favorit?
Maksudnya tentu majalah cetak. Skip majalah Bobo ya? Selain karena udah kelamaan eranya, juga ngga ada saingan. Sementara 7 majalah favorit yang terpilih karena target segmen serta  ragam topik  yang disajikan.
Tentu  beberapa majalah sudah almarhum alias rest in print. Huhuhu sedih, padahal walau udah ngga berlangganan, sesekali saya masih suka beli. Rasanya lebih nyaman membaca versi cetak dibanding online-nya. Mata ngga capek. Ketika  lelah, si majalah bisa menjadi penutup wajah, pengantar tidur. Coba deh membaca via   ponsel atau tab, kan ngga bisa untuk penutup wajah.  :D  :D
Oke langsung aja kita ngobrolin  majalah favorit yang dimaksud. Ini dia:
Majalah Horison
Awalnya saya membaca majalah Horison karena terpaksa. Sebagai anak ABG yang gemar melahap habis semua bacaan, saya kehabisan buku serta majalah, eh ada majalah isinya cerpen, baca ah ..... Ternyata, ... bahkan hingga kini, saya masih sering mengulang paragraf demi paragraf artikel/cerpen/puisi  yang dimu…

Bukit Batu, Destinasi Mistis di Palangka Raya yang Wajib Dikunjungi

“Indonesia ngga cuma Jabar, mbak” Untuk sekian kalinya Gilang meledek. Kalimat ledekannya diberi penekanan emoji. Dan untuk kesekian kali pula, saya hanya bisa menimpali dengan emoji tertawa lebar. “Kesini mbak, ke Palangka Raya. Jangan kaya katak dalam tempurung. Nanti kita kulineran sampai kenyang”.
Seperti itulah Gilang. Sangat baik hati. Kami bisa ngobrol berjam-jam untuk membahas banyak topik. Mulai dari harga telur yang naik turun hingga gonjang ganjing pilpres dan pileg. Dan semua kami lakukan via dunia maya. Dunia maya yang membantu kami berkenalan dan bersahabat hingga kini.
Profesi blogger dan minat pada photography menautkan kami sejak tahun 2011. Sangat erat, walau selisih usia terpaut jauh. Awal berkenalan, saya sudah menjadi ibu rumah tangga 4 anak, sedangkan Gilang masih gadis yang bebas berpetualang mencari ide memotret.
Hanya sekali kami bertemu. di acara blogger gathering tahun 2012. Sesudah itu Gilang pindah dari Jogja ke Palangka Raya, bertemu dengan sangpujaan hati kemu…

5 Situs Download Gratis Drama Korea yang Recommended Banget

Suatupagi perbincanganWA Grup Komunitas Memasak yang biasanya riuh dengan berbagi resep makanan, tiba-tiba berubah menjadi: “Download aja teh, ngirit kuota” “Wah saya belum nonton ... . Bikin penasaran!”
Ya, kami sedang bergunjing mengenai drama Korea. Drama Korea apa saja yang bagus, yang belum ditonton dan yang penting ini nih: situs yang direkomendasikan untuk men-download drama Korea bersubtitle Indonesia. Tujuannya tentu saja untuk ngirit kuota. Emak-emak dimana saja umumnya sama: pingin hemat!:D :D
Kala itu, semua cara menonton drama Korea sudah saya coba, hanya mengunduh yang belum.Tentunya jadi penasaran. Selalu ada sesi yang jengkelin ketika menonton drakor . Menonton via player DVD misalnya, banyak keping DVD yang tidak berjalan mulus. Katanya sih proses burningnya yang bermasalah.Tapi pan jadi riweuh,saya harus bolak balik. Menonton via DVDberarti juga nyampah. Usai menonton, kepingan DVD ngga tau harus diapain. Ada usul?
Cara berikutnya melaluisaluran berbayar. Apesnya harus sta…

Ngemil Syantikkk Ala Syahrini Bareng Nenasz Cookies

Syantik. Kata itu dipopulerkan Syahrini bersama sejumlah kata lain seperti cetar, sesuatu,  bulu mata badai,  jambul khatulistiwa dan kata-kata nyleneh lainnya.  Sosok lain yang gemar membuat kata-kata ajaib adalah Viki Prasetyo dan Cinta Laura. Kreator kata yang menjadi kesatuan dengan branding mereka.
Andai mereka berkampanye ... Maksudnya bukan kampanye pilpres atau  kampanye  pileg,  namun kampanye untuk kemaslahatan seperti diversifikasi pangan. Lahan yang belum banyak disentuh. Jangankan selebriti, nampaknya para pejabat juga “pelit” bicara tentang diversifikasi pangan.
Ketinggian miimpinya ya? Gubrak deh .... :D Gini  kisahnya. Berawal rencana membuat tulisan personal branding ala Syahrini part 2, ngga sengaja saya lihat iklan cookies yang dibintangi Syahrini. Langsung deh kepikiran: “Ah, andai Syahrini jadi model iklan cookies non tepung terigu. Bakal sukses deh program diversifikasi pangan kita”
Baca juga: Pingin Personal Branding ala Syahrini? Begini Caranya!Julia Perez; Don’t Judg…