Skip to main content

Bebek Kaleyo, Bebek Rasa Endeusss.... Di lokasi Nyaman Yang Ngga Bikin Kantong Bolong






Bebek Kaleyo, rasa endeusss yang bikin nagihhhh....


“ rasanya endeusss, bikin nagihhhh...........”.

Wow,  ........ pengalaman rasa itu saya peroleh setelah mencicipi berbagai olahan bebek rumah makan Bebek Kaleyo . Seperti kata pakar kuliner Bondan Winarno yang pernah kesini : "rasanya maknyussss top markotop."

Padahal jujur, awalnya minder banget masuk ke rumah makan Bebek Kaleyo, areanya luasss......... di pengkolan jalan Pasir Kaliki dan jalan Dr Junjunan (dh Pasteur). Sehingga yang datang dari arah Jakarta pasti lewat rumah makan Bebek Kaleyo asalkan ngga lewat jembatan Pasupati.


Tempatnya nyaman dan kerennnn.....


Restoran mewah dan nyaman ternyata harganya tidak harus mahal.
Terlebih rasanya sungguh enak dan bikin nagih. Rasa manis, gurih berpadu dengan tekstur daging bebek muda yang empuk, yummmyyyy.... ditambah keremesnya yang crispy. Hmmm.......membuat lidah "pesiar" .

Penyebabnya mungkin karena ngga sekedar diungkep dan digoreng lagi tapi olahan bebek diberi bumbu berlainan. Rasa bebek keremes beda banget dengan bebek bakar.
Belum lagi beragam oseng/sayur tumis yaitu oseng sayur singkong, oseng leunca, oseng paria dan tumis jamur membuat lidah bergoyang ingin lagi lagi ...... sayang perut sudah penuh ☺☺

Ada beragam daging bebek. Saya memesan olahan daging bebek muda, karena baru pertama kali melihat menu bebek muda (.... hehehe #ndeso ya? ☺☺). Tapi ternyata semua sama enaknya. Sate bebeknya, bebek cabe ijo, bebek cetar, bebek rica, bahkan bebek utuhpun mungkin bakal habis saya santap selama perut memungkinkan 😊😊

Tidak hanya makanan, minumanpun mengajak kita tamasya ke dunia rasa. Ada jus stamina, wuih banyal sekali yang memesan jus ini, akemudian es lidah buaya, sop durian, es mangga, dannnnn... ... saya memesan es pala. #nostalgia,  jadi ingat, dulu di depan rumah Sukabumi ada pohon pala, kami sering membuat manisannya. 

Untuk semua kemewahan rasa tersebut, kita tidak harus merogoh kocek dalam-dalam. Bebek muda keremes misalnya hanya dua puluh empat ribu lima ratus saja (Rp 24.500). Untuk bebek muda, kita mendapat potongan setengah bebek sedangkan menu lainnya bisa memilih dada atau paha. Tapi semua sama harganya dan sama enaknya. 
Ups hampir lupa, tidak hanya bebek, disinipun ada menu ayam lho...... ☺☺


Menu Bebek Kaleyo, semua maknyussss......


Kok murah ya? Kok bisa ya? Apa ngga rugi? 
Waduh dimana -mana pembeli cari murah ya? Murah dan enak. Ditambah lokasinya yang strategis dan cozy,  rumah makan Bebek Kaleyo harus direkomendasikan untuk mereka yang membutuhkan tempat makan sekaligus untuk berekreasi dengan keluarga. Juga nyaman banget untuk mereka yang memerlukan destinasi melepas kangen di acara reuni, acara arisan dan acara yang membutuhkan ruangan luas, bisa bersantai tapi harganya hemat, sehingga kantong panitia nggak kebakaran.

Ngga percaya? Lihat deh anak-anak bisa tertawa riang disekitar kolam ikan yang dipenuhi ikan koi.
Anak anakpun bisa bermain air di RM Bebek Kaleyo


Tempat parkirnyapun luas. Ngga usah kebingungan parkir atau takut dipanggil ketika sedang asyik makan karena mobilnya menghalangi mobil tamu lain yang hendak keluar. Tidak heran jika rumah makan Bebek Kaleyo  direkomendasikan  Kuliner Bandung menjadi destinasi wisata kuliner di Kota Bandung.







Comments

Anonymous said…
satenya kayaknya enak tuh
Asep Hakim said…
mantap sangad dah perut sampe penuh gini, akhirnya ga bisa nulis wkwkwkwk :D

kunjungi balik ya > http://www.hakimtea.com/nyicip-bebek-kaleyo-di-bali-heaven-bandung.html
rasa daging bebeknya sungguh enak, ........ oke dee saya ke TKP ...... :)
semua enak bingitttsss..... tapi emang surprise di sate bebek, very recommended banget :)

Popular posts from this blog

Dewi Kentring Manik, Dewi Cantik Jelita Pelindung Kota Bandung

The Third Charm, Akhir Yang Membuat Penonton Marah

Bagaimana jika tokoh utama yang ganteng bukan main menjalin kasih dengan second lead, gadis cantik, imut dan menggemaskan? Ternyata penonton memilih agar keduanya happy ending. Sementara tokoh perempuan di maki-maki karena dianggap meninggalkan kekasihnya.
Mungkin itu yang menjadi penyebab ending drama Korea “The Third Charm” dibiarkan cukup terbuka. Penonton boleh berkhayal semaunya. Apakah cukup sahabatan atau menikah?
Tokoh utama pria, Seo Kang-Joon dan tokohperempuan, Esom yang membuat saya kepincut untuk menonton drakor ini. Seo Kang-Joon, rupanya dianggap sukses dalam setiap perannya sehingga tahun 2018, saya menonton 2 dramanya. Marema ya?
Sedangkan Esom, saya jatuh cinta pada sosoknya di Because This Is My First Life. Berperan sebagai sahabat tokoh utama, Esom keren banget. Hihihi tentu saja yang dimaksud keren adalah postur tubuhnyayang tinggi dan penuh. Seksi, tanpa harus berbaju pendek. Bahkan balutan kostum hitam atau putih yang dikenakan, bikin Essom nampak berkelas. Sebetul…

100 Days My Prince; Janji Setia Seorang Pangeran Cilik

“Aku menyukaimu” “Aku akan mengawinimu” Kata seorang anak laki-laki pada gebetannya, Yoon Yi-Seo,  perempuan cilik yang periang, cantik dan pemberani.
Sekian puluh tahun berlalu, Lee Yool, nama anak laki-laki tersebut, rupanya selalu  berpegang teguh pada janjinya dan Yi Seo pun selalu mengingatnya.
Mengambil  genre sageuk fusion alias kisah dengan setting masa lalu yang dimodifikasi (fiksi, bukan berdasarkan sejarah sebenarnya), drama Korea “100 Days My Prince”  sebetulnya ngga terlalu spesial. Khususnya jika dibandingkan dengan drakor bergenre serupa.
Pemeran utama mengalami lupa ingatan. Ide klise yang telah digunakan sejak “Meteor Garden”nya drama Taiwan. Kemudian diramu dengan kehidupan sang pangeran sebagai rakyat jelata selama 100 hari.
Yang menjadi pembeda adalah aktor dan aktrisnya yang sedang naik daun. Sang pangeran Lee Yool diperankan D.O. personil EXO, sedangkan Yoon Yi-Seo atau Hong Shim diperankan aktris cantik Nam Ji-Hyun.
Apabila Anda mencari tontonan yang menghibur, “100 Da…

Nostalgia 7 Majalah Favorit

Punya majalah favorit?
Maksudnya tentu majalah cetak. Skip majalah Bobo ya? Selain karena udah kelamaan eranya, juga ngga ada saingan. Sementara 7 majalah favorit yang terpilih karena target segmen serta  ragam topik  yang disajikan.
Tentu  beberapa majalah sudah almarhum alias rest in print. Huhuhu sedih, padahal walau udah ngga berlangganan, sesekali saya masih suka beli. Rasanya lebih nyaman membaca versi cetak dibanding online-nya. Mata ngga capek. Ketika  lelah, si majalah bisa menjadi penutup wajah, pengantar tidur. Coba deh membaca via   ponsel atau tab, kan ngga bisa untuk penutup wajah.  :D  :D
Oke langsung aja kita ngobrolin  majalah favorit yang dimaksud. Ini dia:
Majalah Horison
Awalnya saya membaca majalah Horison karena terpaksa. Sebagai anak ABG yang gemar melahap habis semua bacaan, saya kehabisan buku serta majalah, eh ada majalah isinya cerpen, baca ah ..... Ternyata, ... bahkan hingga kini, saya masih sering mengulang paragraf demi paragraf artikel/cerpen/puisi  yang dimu…

Bukit Batu, Destinasi Mistis di Palangka Raya yang Wajib Dikunjungi

“Indonesia ngga cuma Jabar, mbak” Untuk sekian kalinya Gilang meledek. Kalimat ledekannya diberi penekanan emoji. Dan untuk kesekian kali pula, saya hanya bisa menimpali dengan emoji tertawa lebar. “Kesini mbak, ke Palangka Raya. Jangan kaya katak dalam tempurung. Nanti kita kulineran sampai kenyang”.
Seperti itulah Gilang. Sangat baik hati. Kami bisa ngobrol berjam-jam untuk membahas banyak topik. Mulai dari harga telur yang naik turun hingga gonjang ganjing pilpres dan pileg. Dan semua kami lakukan via dunia maya. Dunia maya yang membantu kami berkenalan dan bersahabat hingga kini.
Profesi blogger dan minat pada photography menautkan kami sejak tahun 2011. Sangat erat, walau selisih usia terpaut jauh. Awal berkenalan, saya sudah menjadi ibu rumah tangga 4 anak, sedangkan Gilang masih gadis yang bebas berpetualang mencari ide memotret.
Hanya sekali kami bertemu. di acara blogger gathering tahun 2012. Sesudah itu Gilang pindah dari Jogja ke Palangka Raya, bertemu dengan sangpujaan hati kemu…

5 Situs Download Gratis Drama Korea yang Recommended Banget

Suatupagi perbincanganWA Grup Komunitas Memasak yang biasanya riuh dengan berbagi resep makanan, tiba-tiba berubah menjadi: “Download aja teh, ngirit kuota” “Wah saya belum nonton ... . Bikin penasaran!”
Ya, kami sedang bergunjing mengenai drama Korea. Drama Korea apa saja yang bagus, yang belum ditonton dan yang penting ini nih: situs yang direkomendasikan untuk men-download drama Korea bersubtitle Indonesia. Tujuannya tentu saja untuk ngirit kuota. Emak-emak dimana saja umumnya sama: pingin hemat!:D :D
Kala itu, semua cara menonton drama Korea sudah saya coba, hanya mengunduh yang belum.Tentunya jadi penasaran. Selalu ada sesi yang jengkelin ketika menonton drakor . Menonton via player DVD misalnya, banyak keping DVD yang tidak berjalan mulus. Katanya sih proses burningnya yang bermasalah.Tapi pan jadi riweuh,saya harus bolak balik. Menonton via DVDberarti juga nyampah. Usai menonton, kepingan DVD ngga tau harus diapain. Ada usul?
Cara berikutnya melaluisaluran berbayar. Apesnya harus sta…

Ngemil Syantikkk Ala Syahrini Bareng Nenasz Cookies

Syantik. Kata itu dipopulerkan Syahrini bersama sejumlah kata lain seperti cetar, sesuatu,  bulu mata badai,  jambul khatulistiwa dan kata-kata nyleneh lainnya.  Sosok lain yang gemar membuat kata-kata ajaib adalah Viki Prasetyo dan Cinta Laura. Kreator kata yang menjadi kesatuan dengan branding mereka.
Andai mereka berkampanye ... Maksudnya bukan kampanye pilpres atau  kampanye  pileg,  namun kampanye untuk kemaslahatan seperti diversifikasi pangan. Lahan yang belum banyak disentuh. Jangankan selebriti, nampaknya para pejabat juga “pelit” bicara tentang diversifikasi pangan.
Ketinggian miimpinya ya? Gubrak deh .... :D Gini  kisahnya. Berawal rencana membuat tulisan personal branding ala Syahrini part 2, ngga sengaja saya lihat iklan cookies yang dibintangi Syahrini. Langsung deh kepikiran: “Ah, andai Syahrini jadi model iklan cookies non tepung terigu. Bakal sukses deh program diversifikasi pangan kita”
Baca juga: Pingin Personal Branding ala Syahrini? Begini Caranya!Julia Perez; Don’t Judg…