Skip to main content

Nostalgi Nova






Ngobrolin Nova? Wah jadi  pingin bernostalgia. Awal kemunculannya sekitar tahun 1988, saya langsung kepincut format tabloid ini. Karena sebelumnya konsumsi bacaan perempuan hanya majalah yang tentunya mahal sehingga harus apik banget.  Nova memberikan solusi alternatif bacaan yang mudah dilipat, mudah dibawa dan bermanfaat. Waktu itu banyak sekali tabloid, mulai tabloid politik hingga hiburan dan seingat saya hanya Nova, tabloid untuk keluarga.

Sebagai perempuan yang senang memasak sejak remaja, tentunya saya pilih Nova dong. Hampir semua isinya saya lahap habis. Terlebih ketika sudah berumah tangga dan waktu membaca terasa sangat singkat. Dimanapun saya membawa Nova: di ruang tunggu dokter, menunggu angkutan umum yang ngetem, hingga mengejar anak-anak yang tiba-tiba berlari ketika sedang disuapi. Berlebihan ya, sedang nyuapi anak kok baca Nova? Duh untuk seorang ibu dengan 4 anak, ngga ada waktu kosong, begitu mau santai baca Nova eh malah tertidur ^_^

Rubrik apa yang paling suka? Masakan dong, dannnn……rubrik Psikologinya mbak Rieny Hasan. Kenapa rubrik Psikologi? Karena seperti lihat keseharian kita deh. Aneka problem kehidupan tumplek blek di ‘kamar’ mbak Rieny. Curhatnya unik-unik, menurut saya tentunya. Semua curhat  didengar mbak Rieny dengan penuh kesabaran dan dijawab secara runtut. Ngga menghakimi dan ngemong ketika memberi solusi. 

Mungkin karena saya suka bidang ini dan dulu pernah ingin masuk fakultas Psikologi Unpad. Tapi batal karena terpikir:”Kerja apa ya kalau udah lulus?” khas orang jadul deh, mikirnya kerja apa, gajinya gede apa nggak?  Harusnya sejauh mana ilmu kita bisa bermanfaat, ya? Yah, maklumlah orang jadul.  ^_^

Manfaat membaca rubrik mbak Rieny banyak sekali. (Aduh kok sok  akrab manggil mbak Rieny, padahal ketemu juga belum, apalagi kenal. Gapapa ya mbak ?  ^_^ ).  Ketika ada teman curhat, biasanya saya langsung ingat wejangan mbak Rieny dan saya bagikan lagi kurang lebih seperti itu. 

^_^ (maklum bukan psikolognya) …… dan pastinya ketika saya mengalami problem yang mirip, langsung deh teringat cara mbak Rieny mendefinisi masalah dan mencari solusinya. Terimakasih ya mbak Rieny #full senyum deh untuk psikolog yang cantik dan ramah ini.
Rubrik masakan saya sukai karena resep ditulis dengan runtut dan jelas sehingga mudah dipraktekkan. Bahan bakunya juga mudah dan banyak ditemui di pasar. Kebayang kan ketika tergiur masakan yang nampak enak banget, eh pas mau praktek ternyata susah banget cari bahan bakunya. Malesss……… ^_^

Tapi bukan berarti resep masakannya biasa-biasa saja. Karena selain mengeksplorasi juga menambah pengetahuan. Misalnya tentang kecombrang. Duh saya ngga tahu makanan dengan bumbu seperti ini karena almarhum ibu belum pernah memasak/mengajari saya. Nah di tabloid Nova ada berbagai macam masakan dengan bumbu kecombrang/honje. Juga berbagai macam pasta, nasi goreng, sehingga ketika bingung harus masak apa, buka aja kumpulan resep masakan Nova, dan inspirasipun datanglah. #cling … ^_^

Apa lagi yang disuka tentang Nova? Rasanya semua asyik deh, bagaimana membina hubungan keluarga yang sehat, kupasan kisah setiap tokoh dan peristiwa. Wah semua asyik, bahkan terkadang iklannya ikut dibaca ^_^  Tapi yang paling saya suka, Novapun meliput kisah selebriti tanpa terjebak dalam gossip-gosip ngga jelas. Kisah selebriti sekedar pemanis atau sekedar pembaca tahu deh, jika pingin tahu ^_^

Duh banyak senyumnya ya, tulisan tentang Nova ini? Soalnya ternyata sudah 27 tahun, serasa baru kemarin ketika mulai beli, berlangganan dan beli lagi, karena sering keluar kota. Baru sadar sesudah  baca tulisan Anaz yang mengajak temen-temannya menulis tentang Nova. Sayang kumpulan resep masakan Nova hancur terkena air hujan yang bocor melewati atap rumah. #hiks … jika tidak, asyik juga memotret masakan andalan yang dibuat  berdasarkan resep Nova sepuluh tahun silam, bergandengan dengan resepnya ^_^

Pesan untuk Nova? Waduh, Nova sudah inspiratif banget. Perlu pesan apa lagi ya? Masa minta pengurangan harga? Secara kertas memang membumbung tinggi seiring naiknya kurs dollar ya? Mmmmmm……, mungkin ini deh: 

1.    Kursus masak dan kecantikan keliling kota di Indonesia, khususnya di Bandung. Duh pingin banget ikut ^_^

2.    Semoga penyebaran Nova bisa merambah ke daerah terpencil, karena isinya bermanfaat dan informatif banget.

3.    Semoga Nova bisa semakin banyak menampilkan kisah inspiratif.

4.    Semoga Nova bisa semakin banyak memberi penghargaan pada perempuan inspiratif yang berbakti untuk lingkungan dan masyarakatnya.

5.    Ada rubrik tetap untuk hidup sehat ramah lingkungan dong. Perempuan kan umumnya pemegang kunci hidup sehat, hemat energy dan kelola sampah sejak di hulu.

6.    Ada rubrik khusus untuk padu padan berbusana. Agar perempuan pembaca Nova tampil chick, menggunakan asesories dengan tepat juga padu padan warna. *Khususnya untuk kita yang berpakaian muslim, agar bisa tampil keren tanpa heboh*  :D  ……, wah belum-belum udah special request ed ya? 

7   Aduh kehabisan kata, soalnya Nova itu udah komplitttttt banget. Semoga Nova tetap konsisten memberi ‘asupan informasi’ yang bermanfaat untuk keluarga, karena keluarga inti sel dari sebuah bangsa. Keluarga yang sehat akan menghasilkan sosok-sosok yang penuh semangat menjalankan perannya di masyarakat.

Akhir kata, boleh ngga saya mengirim tulisan-tulisan hidup sehat ramah lingkungan? Aduh gini nih kalau tukang nulis ikut Give away nya Anaz, hehehe semoga sukses Anazkuuuu… ^_^

Happy milad Nova, semoga selalu sukses ....., amin YRA

**Maria G. Soemitro**

Comments

Popular posts from this blog

Dewi Kentring Manik, Dewi Cantik Jelita Pelindung Kota Bandung

The Third Charm, Akhir Yang Membuat Penonton Marah

Bagaimana jika tokoh utama yang ganteng bukan main menjalin kasih dengan second lead, gadis cantik, imut dan menggemaskan? Ternyata penonton memilih agar keduanya happy ending. Sementara tokoh perempuan di maki-maki karena dianggap meninggalkan kekasihnya.
Mungkin itu yang menjadi penyebab ending drama Korea “The Third Charm” dibiarkan cukup terbuka. Penonton boleh berkhayal semaunya. Apakah cukup sahabatan atau menikah?
Tokoh utama pria, Seo Kang-Joon dan tokohperempuan, Esom yang membuat saya kepincut untuk menonton drakor ini. Seo Kang-Joon, rupanya dianggap sukses dalam setiap perannya sehingga tahun 2018, saya menonton 2 dramanya. Marema ya?
Sedangkan Esom, saya jatuh cinta pada sosoknya di Because This Is My First Life. Berperan sebagai sahabat tokoh utama, Esom keren banget. Hihihi tentu saja yang dimaksud keren adalah postur tubuhnyayang tinggi dan penuh. Seksi, tanpa harus berbaju pendek. Bahkan balutan kostum hitam atau putih yang dikenakan, bikin Essom nampak berkelas. Sebetul…

100 Days My Prince; Janji Setia Seorang Pangeran Cilik

“Aku menyukaimu” “Aku akan mengawinimu” Kata seorang anak laki-laki pada gebetannya, Yoon Yi-Seo,  perempuan cilik yang periang, cantik dan pemberani.
Sekian puluh tahun berlalu, Lee Yool, nama anak laki-laki tersebut, rupanya selalu  berpegang teguh pada janjinya dan Yi Seo pun selalu mengingatnya.
Mengambil  genre sageuk fusion alias kisah dengan setting masa lalu yang dimodifikasi (fiksi, bukan berdasarkan sejarah sebenarnya), drama Korea “100 Days My Prince”  sebetulnya ngga terlalu spesial. Khususnya jika dibandingkan dengan drakor bergenre serupa.
Pemeran utama mengalami lupa ingatan. Ide klise yang telah digunakan sejak “Meteor Garden”nya drama Taiwan. Kemudian diramu dengan kehidupan sang pangeran sebagai rakyat jelata selama 100 hari.
Yang menjadi pembeda adalah aktor dan aktrisnya yang sedang naik daun. Sang pangeran Lee Yool diperankan D.O. personil EXO, sedangkan Yoon Yi-Seo atau Hong Shim diperankan aktris cantik Nam Ji-Hyun.
Apabila Anda mencari tontonan yang menghibur, “100 Da…

Nostalgia 7 Majalah Favorit

Punya majalah favorit?
Maksudnya tentu majalah cetak. Skip majalah Bobo ya? Selain karena udah kelamaan eranya, juga ngga ada saingan. Sementara 7 majalah favorit yang terpilih karena target segmen serta  ragam topik  yang disajikan.
Tentu  beberapa majalah sudah almarhum alias rest in print. Huhuhu sedih, padahal walau udah ngga berlangganan, sesekali saya masih suka beli. Rasanya lebih nyaman membaca versi cetak dibanding online-nya. Mata ngga capek. Ketika  lelah, si majalah bisa menjadi penutup wajah, pengantar tidur. Coba deh membaca via   ponsel atau tab, kan ngga bisa untuk penutup wajah.  :D  :D
Oke langsung aja kita ngobrolin  majalah favorit yang dimaksud. Ini dia:
Majalah Horison
Awalnya saya membaca majalah Horison karena terpaksa. Sebagai anak ABG yang gemar melahap habis semua bacaan, saya kehabisan buku serta majalah, eh ada majalah isinya cerpen, baca ah ..... Ternyata, ... bahkan hingga kini, saya masih sering mengulang paragraf demi paragraf artikel/cerpen/puisi  yang dimu…

Bukit Batu, Destinasi Mistis di Palangka Raya yang Wajib Dikunjungi

“Indonesia ngga cuma Jabar, mbak” Untuk sekian kalinya Gilang meledek. Kalimat ledekannya diberi penekanan emoji. Dan untuk kesekian kali pula, saya hanya bisa menimpali dengan emoji tertawa lebar. “Kesini mbak, ke Palangka Raya. Jangan kaya katak dalam tempurung. Nanti kita kulineran sampai kenyang”.
Seperti itulah Gilang. Sangat baik hati. Kami bisa ngobrol berjam-jam untuk membahas banyak topik. Mulai dari harga telur yang naik turun hingga gonjang ganjing pilpres dan pileg. Dan semua kami lakukan via dunia maya. Dunia maya yang membantu kami berkenalan dan bersahabat hingga kini.
Profesi blogger dan minat pada photography menautkan kami sejak tahun 2011. Sangat erat, walau selisih usia terpaut jauh. Awal berkenalan, saya sudah menjadi ibu rumah tangga 4 anak, sedangkan Gilang masih gadis yang bebas berpetualang mencari ide memotret.
Hanya sekali kami bertemu. di acara blogger gathering tahun 2012. Sesudah itu Gilang pindah dari Jogja ke Palangka Raya, bertemu dengan sangpujaan hati kemu…

5 Situs Download Gratis Drama Korea yang Recommended Banget

Suatupagi perbincanganWA Grup Komunitas Memasak yang biasanya riuh dengan berbagi resep makanan, tiba-tiba berubah menjadi: “Download aja teh, ngirit kuota” “Wah saya belum nonton ... . Bikin penasaran!”
Ya, kami sedang bergunjing mengenai drama Korea. Drama Korea apa saja yang bagus, yang belum ditonton dan yang penting ini nih: situs yang direkomendasikan untuk men-download drama Korea bersubtitle Indonesia. Tujuannya tentu saja untuk ngirit kuota. Emak-emak dimana saja umumnya sama: pingin hemat!:D :D
Kala itu, semua cara menonton drama Korea sudah saya coba, hanya mengunduh yang belum.Tentunya jadi penasaran. Selalu ada sesi yang jengkelin ketika menonton drakor . Menonton via player DVD misalnya, banyak keping DVD yang tidak berjalan mulus. Katanya sih proses burningnya yang bermasalah.Tapi pan jadi riweuh,saya harus bolak balik. Menonton via DVDberarti juga nyampah. Usai menonton, kepingan DVD ngga tau harus diapain. Ada usul?
Cara berikutnya melaluisaluran berbayar. Apesnya harus sta…

Ngemil Syantikkk Ala Syahrini Bareng Nenasz Cookies

Syantik. Kata itu dipopulerkan Syahrini bersama sejumlah kata lain seperti cetar, sesuatu,  bulu mata badai,  jambul khatulistiwa dan kata-kata nyleneh lainnya.  Sosok lain yang gemar membuat kata-kata ajaib adalah Viki Prasetyo dan Cinta Laura. Kreator kata yang menjadi kesatuan dengan branding mereka.
Andai mereka berkampanye ... Maksudnya bukan kampanye pilpres atau  kampanye  pileg,  namun kampanye untuk kemaslahatan seperti diversifikasi pangan. Lahan yang belum banyak disentuh. Jangankan selebriti, nampaknya para pejabat juga “pelit” bicara tentang diversifikasi pangan.
Ketinggian miimpinya ya? Gubrak deh .... :D Gini  kisahnya. Berawal rencana membuat tulisan personal branding ala Syahrini part 2, ngga sengaja saya lihat iklan cookies yang dibintangi Syahrini. Langsung deh kepikiran: “Ah, andai Syahrini jadi model iklan cookies non tepung terigu. Bakal sukses deh program diversifikasi pangan kita”
Baca juga: Pingin Personal Branding ala Syahrini? Begini Caranya!Julia Perez; Don’t Judg…