Belajar Photography Bersama Kampret

Sebetulnya ini postingan ulang,  daripada hanya sekedar dibaca dan dipelajari kembali mending tulis ulang sambil edit dan update sana sini.

Gara-garanya saya kecewa banget dengan hasil upload foto yang aneh dan ngga bisa menyampaikan pesan.
Contohnya foto kue balok ini, ......... ngga banget kan? Ngga bikin tergiur untuk menyantapnya.


 
Karena itu saya coba ngoprek-ngoprek album lama.

#flashback ...... dulu di blog keroyokan Kompasiana saya bergabung dengan Kampret, Kompasiana Hobby Jepret. Tujuannya agar foto pada tulisan lebih menarik dan mampu menyampaikan pesan, ngga sekedar upload foto.

Ternyataaaaa........ selain anggota Kampret yang baik-baik dan ramah banget mau mengajari saya yang gaptek berat, para photografer profesional juga bergabung disana. Bahasanya bahasa "dewa" yang sering ngga saya pahami seperti  watermark, oldig, metering exposure, POI, grid....... duh, duh sampai sekarang gagal paham. Hanya sanggup belajar watermark, tapi gara-gara laptop ini diinstall ulang, hilang deh software mudah yang dishare para suhu. Dan sayapun kembali upload foto tanpa watermark.

Setiap minggu para suhu di grup Kampret mengadakan challenge agar kita belajar dengan terarah. Contohnya tema animal and pets berikut:

animal and pets
 Sebetulny sih saya juga memotret kucing, burung hantu, bahkan monyet yang saya temui di pinggir jalan. Tapi komposisinya saya suka ini. Hasil crop tanpa banyak edit warna. Juga kupu-kupu lainnya yang sebetulnya ngga indah, tapi saya pilih lagi - lagi karena komposisinya.

 Challenge yang diberikan cukup menantang, sekaligus menambah pengetahuan, misalnya tentang : Garis

garis







Ini saya ambil ketika sedang menyeberang dibawah jembatan Pasupati Bandung, aslinya berwarna legam karena itu saya edit warnanya, terlihat pada warna daun yang "aneh" karena ngga natural ya?  Problemnya sering seperti itu, membuah cerah objek tapi mengorbankan objek lainnya.

Salah satu foto yang saya suka adalah ini, ketika sedang hujan dan challenge yang diberikan adalah "bermain dengan cuaca" maka saya neked memotret di tengah air yang membanjiri jalan Dago, lebih tepatnya jadi sungai Dago deh ^_^

bermain dengan cuaca


Terkadang saya sering bingung memilih, pada suatu tantangan harus memilih satu foto. Pingin memilih tapi kok lebih 'nendang' yang lain seperti challenge 'street', ..... saya memilih foto bapak tua yang tidur diemperan foto, sementara 'street'nya ngga kelihatan jelas. Karena itu sangat tepat penjelasan @Widianto Didiet, pakar photography bahwa photography adalah paduan ilmu matematika dan seni. Harus dirancang, diukur presisinya, dan seni digunakan untuk sentuhan. Jadi ngga bisa seni melulu, entar ngga tersampaikan pesannya.

street photography



Apalagi  memotret makanan, tidak hanya indah tapi harus menyampaikan pesan bahwa makanan ini enak .... bla.... bla. Kalo asal aja ya seperti ini deh ^_^

food photography


Hingga detik ini food photography menjadi pekerjaan rumah terberat bagi saya.

Beberapa tema lainnya saya pelajari, langkah demi langkah. Misalnya macro, minimalist, fashion dan fine art.

fine art photography



Khusus macro, semula saya terheran-heran, kok foto bunga teman-teman hobby jepret ini bagus-bagus, Ternyata ada fiturnya di kamera untuk macro. Kamera saku tentunya, duh DSLR sih ngga kebeli   ^_^

macro photography


Lumayan kan hasilnya?, juga ini:

macro photography


Selain itu juga ada tantangan bertema potrait untuk menunjukkan guratan wajah seseorang, kebetulan ada tukang jual tempe di pasar yang berkenan dipotret, ini dia:

portrait photography


Tantangan  bertema journalism merupakan salah satu tantangan terberat, karena hasil foto harus bercerita. Hingga akhirnya saya posting demo di depan Gedung Sate. Entah mengapa kok banyak banget yang hobby unjuk rasa disana, mungkin karena para pewartapun umumnya 'berkantor' disana  ^_^

journalism photography


Tantangan lain seperti oldig, keseimbangan dalam posisi, gesture, project alpha betha dan festive seasons akan saya posting berikutnya, karena postingan photography memerlukan effort lebih banyak.

Bisa sih hanya dengan kamera ponsel, tapi karena tujuan awalnya bukan untuk memotret hasilnya ya ngga sekeren kamera saku, apalagi DSLR, duh jauh  ..... ^_^

Comments